BAB II KAJIAN TEORI
B. Tinjauan Tentang Hasil Belajar
1. Pengertian Hasil Belajar
Wina Sanjaya (2008: 229) mendefinisikan belajar pada dasarnya adalah suatu proses aktivitas mental seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungannya dan dapat menyebabkan terjadinya suatu perubahan, baik dalam aspek pengetahuan, sikap, maupun psikomotor. Pengertian belajar juga dikemukakan oleh Asep Jihad dan Abdul Haris (2012: 1), belajar adalah tahapan perubahan perilaku siswa yang relatif positif dan mantap sebagai hasil interaksi dengan lingkungan yang melibatkan kognitif.
Belajar sebagai suatu usaha yang dilakukan untuk mencapai perubahan perilaku terhadap individu yang belajar. Kemudian perubahan-perubahan perilaku yang dicapai oleh seseorang tersebut merupakan hasil belajar (Purwanto 2014: 45). Menurut Muri Yusuf (2015: 181), hasil belajar merupakan wujud pancapaian siswa, sekaligus lambang keberhasilan pendidik dalam membelajarkan siswa.
diperoleh setelah melakukan berbagai aktifitas. Sedangkan belajar merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengusahakan terjadinya perubahan-perubahan pada diri indivdu. Penggabungan dua kata tersebut dapat diartikan: hasil belajar yaitu sesuatu yang diperoeh oleh sesorang setelah mengikuti kegiatan belajar. Hasil belajar berupa perubahan-perubahan tingkah laku yang telah dicapai (Purwanto 2014: 44).
Menrut Nana Sudjana (2009: 3), hasil belajar siswa pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku. Tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian yang luas mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotoris. Ketiga bidang ini menjadi hal yang penting terhadap hasil belajar yang diperoleh siswa. Berdasarkan pendapat yang dikemukakan Benyamin Bloom (Nana Sudjana 2009: 23-33) yang mengklasifikasikan hasil belajar secara garis besar terbagi kedalam tiga ranah yakni ranah kognitif, afektif, dan psikomotor.
1. Ranah kognitif
Ranah kognitif merupakan ranah yang mencakup aktifitas mental (otak). Dalam aspek kognitif lebih menkankan pada hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek sebagai berikut:
a. Pengetahuan atau ingatan
Aspek pengetahuan atau hafalan yang mana menuntut siswa untuk mengigat kembali informasi yang telah diterima sebelumnya, yakni mampu medefinisikan, menyebutkan, memilih, atu menyatakan kembali. Hal ini sering digunakan seperti
mengingat atau menghafal rumus-rumus dalam pembelajaran, nama-nama tokoh, kota dan lainya.
b. Pemahaman
Aspek pemahaman lebih tinggi satu jenjang dari pengetahuan atau ingatan, karena dalam tahap ini siswa lebih dihubungkan dengan pemahamannya sediri tentang pengetahuan yang diperoleh dan dapat dijelaskan secara susunan Bahasanya sendiri.
c. Aplikasi/penerapan
Pada aspek ini lebih menekankan kepada penerapan atas pengetahuan yang dipahami oleh siswa. Siswa diharapkan mampu menggunakan atau menerapkan informasi yang telah dipelajari menjadi sesuatu hal yang baru serta mampu memecahkan masalah yang timbul dalam kehidupan sehari-hari mereka.
d. Analisis
Aspek analisis lebih menekankan kepada usaha untuk memilah susatu integritas menjadi unsur-unsur atau bagian-bagian sehingga memperjelas urutannya.
e. Sintesis
Sintesis merupakan kemampuan seseorang dalam
mengaitkan dan menyatukan berbagai elemen dan unsur pengtahuan yang ada sehingga terbentuk suatu pola baru yang
f. Evaluasi
Pada tahap evaluasi merupakan tahap yang paling tinggi yang mengharapkan siswa mampu membuat penilaian dan keputusan tentang nilai sesuatu, gagasan, metode, produk atau benda dengan menggunakan kriteria tertentu.
2. Afektif
Ranah afektif adalah ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai. Ranah afektif mencakup watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi, dan nilai. Ciri-ciri hasil belajar afektif akan tampak pada peserta didik dalam berbagai tingkah laku yang muncul dalam dirinya. Minsalnya kedisiplinan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah, ataupun mengenai tentang motivasi, minat siswa dalam kegiatan pembelajaran, dan lain sebagainya.
3. Psikomotor
Hasil belajar aspek psikomotoris lebih berhubungan dengan keterampilan dan kemampuan bertindak. Dalam aspek psikomotor terdapat enam tingkatan keterampilan yaitu gerakan refleks, keterampilan pada gerakan-gerakan dasar, kemampuan preseptual, termasuk di dalamnya membedakan visual, adutif, motoris, dan lain-lain. Kemampuan dibidang fisik misalnya kekuatan, keharmonisan, dan ketepatan. Gerakan-gerakan skill, mulai dari yang sederhana sampai pada yang kompleks. Kemampuan yang berkenaan dengan komunikasi.
Hasil belajar merupakan faktor utama dalam pembelajaran. Siswa dikatan berhasil belajar ketika siswa tersebut mengalami perubahan-perubahan setelah mengikuti proses pembelajaran. Menilai pencapaian hasil pembelajaran siswa merupakan tugas pokok yang harus dilakukan oleh guru, sebagai konsekuensi logis kegiatan pembelajaran yang telah gvdilakukan untuk mengetahui serta mengambil keputusan tentang keberhasilan siswa dalam mencapai kompetensi yang telah ditetapkan. Kualitas pembelajaran tentunya dapat dilihat dari hasil belajar yang dicapai oleh siswa dan hasil belajar tidak hanya dilahat dari aspek kognitif saja, tetapi afektif, dan psikomotorik juga sangat penting untuk dinilai.
Pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan belajar merupakan rangkaian berbagai aktifitas yang dilakukan seseorang serta berinteraksi dengan lingkungannya yang dapat menculkan perubahan-perubahan tingkah laku, baik dalam aspek pengetahuan, sikap, dan psikomotor. Sedangkan perubahan yang dicapai siswa setelah mengikuti proses belajar merupakan hasil dari belajar.
Hasil belajar IPS merupakan perubahan-perubahan tingkah laku yang dicapai siswa baik dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotor stelah mengikuti proses pembelajaran IPS. Dalam penelitian ini Hasil belajar IPS lebih memfokuskan pada aspek kognitif yang dapat dilihat pada akhir setelah proses pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran audio visual. Mengacu pada pendapat Bloom yang telah
tingkatan yaitu pengetahuan atau ingatan (C1), pemahaman (C2), aplikasi (C3), analisis (C4), sintesis (C5), dan evaluasi (C6). Dari enam domain kognitif tersebut yang cocok untuk diterapkan di sekolah dasar yaitu C1, C2, dan C3 karena sesuai dengan tahapan berpikir siswa sekolah dasar yang masih berpikir pada tahap operasional konkrit.
Hal ini juga dikemukakan oleh Suharsimi Arikunto (2006: 121) yang menyatakan bahwa beberapa hasil belajar kognitif yang cocok diterapkan disekolah dasar yaitu aspek pengetahuan, pemahaman, dan penerapan, sedangkan aspek analisis, sintesis, dan evaluasi didapat dilatih pada jenjang SMP, SMA, dan perguruan tinggi.