• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

C. Keaktifan Mahasiswa

1. Pengertian Keaktifan

Keaktifan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah keaktifan belajar mahasiswa dikelas. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia (2001), aktif adalah giat (bekerja, berusaha), sedangkan keaktifan adalah suatu keadaan atau hal dimana siswa aktif. Belajar adalah proses perubahan tingkah laku ke arah yang lebih baik dan relatif tetap, serta ditunjukkan dalam berbagai bentuk seperti berubahnya pengetahuan, pemahaman, sikap, tingkah laku, ketrampilan, kecakapan, kebiasaan, serta perubahan aspek-aspek lain yang ada pada individu yang belajar.

Jadi keaktifan mahasiswa adalah suatu keadaan dimana mahasiswa aktif dalam belajar. Keaktifan mahaiswa dapat dilihat dari keterlibatan mahasiswa dalam proses belajar mengajar yang beraneka ragam seperti saat mendengarkan penjelasan dosen, diskusi, membuat laporan pelaksanaan tugas dan sebagainya.

Keaktifan belajar mahasiswa dapat dilihat dari keterlibatan mahasiswa dalam proses belajar mengajar yang beranekaragam. Paul B. Diedrich dalam Oemar Hamalik (2005:172) membagi kegiatan belajar siswa dalam 8 kelompok, yaitu:

a. Visual activeties (kegiatan-kegiatan visual) seperti membaca, mengamati eksperimen, demonstrasi, pameran, dan mengamati orang lain bekerja atau bermain.

b. Oral Activities ( kegiatan-kegiatan lisan ) seperti mengemukakan suatu fakta, menghubungkan suatu kejadian, mengajukan pertanyaan, memberi saran, mengemukakan pendapat, wawancara, diskusi, dan interupsi.

c. Listening Activities (kegiatan-kegiatan mendengarkan) seperti mendengarkan uraian, percakapan, diskusi, musik, pidato, dan sebagainya.

d. Writing activities (kegiatan-kegiatan menulis) seperti menulis cerita karangan, laporan, tes, angket, menyalin, dan sebagainya.

e. Drawing activities (kegiatan-kegiatan menggambar) seperti menggambar, membuat grafik, peta, diagaram, pola, dan sebagainya.

f. Motoractivities (kegiatan-kegiatan motorik) seperti melakukan percobaan, membuat konstruksi, model bermain, berkebun, memelihara binatang, dan sebagainya.

g. Mentalactivities (kegiatan-kegiatan mental) seperti merenungkan, mengingat, memecahkan masalah, menganalisis, melihat hubungan, mengambil keputusan, dan sebagainya.

h. Emotional activities (kegiatan-kegiatan emosional) seperti menaruh minat, merasa bosan, gembira, berani, tenang, gugup, dan sebagainya.

Mengajar adalah membimbing kegiatan siswa sehingga siswa mau belajar. Untuk itu keaktifan sangat diperlukan dalam kegiatan belajar

mengajar. Hal ini disebabkan karena siswa sebagai subjek yang melaksanakan kegiatan belajar, sehingga siswalah yang seharusnya lebih banyak aktif, bukan gurunya.

Menurut HO Lingren (Usman, 1993:24) melukiskan kadar keaktifan siswa dalam interaksi diantara siswa dengan guru dan diantara siswa dengan siswa lainnya.

2. Faktor yang mempengaruhi Keaktifan

Keaktifan dalam proses pembelajaran dapat merangsang dan mengembangkan bakat yang dimilikinya, siswa juga dapat berlatih untuk berpikir kritis. Menurut Gagnedan Brings (Martinis, 2007:84) faktor-faktor yang dapat menumbuhkan timbulnya keaktifan siswa dalam proses pembelajaran yaitu:

a. memberikan motivasi atau menarik perhatian siswa, sehingga mereka berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran;

b. menjelaskan tujuan instruksional (kemampuan dasar kepada siswa);

c. memberikan stimulus (masalah, topik, dan konsep yang akan dipelajari);

d. memberi petunjuk siswa cara mempelajarinya;

e. memunculkan aktifitas, partisifasi siswa dalam kegiatan pembelajaran;

f. memberi umpan balik (feed back);

g. melakukan tagihan- tagihan terhadap siswa berupa tes, sehingga kemampuan siswa selalu terpantau dan terukur;

h. menyimpulkan setiap materi yang akan disampaikan diakhir pembelajaran;

D. Kerangka Berfikir

1. Hubungan Penggunaan Media Pembelajaran dan Prestasi Belajar

Menurut Ibrahim dan Nana Syaodih (2003) mengemukakan bahwa Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk menyalurkan pesan serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan belajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar mengajar yang efektif dan efisien.

Menurut Harjati (2008:43) menyatakan bahwa prestasi belajar merupakan hasil usaha yang dilakukan dan menghasilkan sebuah perubahan yang dinyatakan dalam bentuk simbol untuk menunjukan kemampuan pencapaian dalam hasil kerja dalam waktu tertentu..

Penggunaan Media Pembelajaran dan prestasi belajar memiliki hubungan yang sangat erat. Penggunaan Media pembelajaran yang baik dapat membangkitkan keinginan belajar mahasiswa, memudahkan mahasiswa dalam memahami materi yang diajarkan, sehingga pencapaian prestasi belajar tinggi.

Pada proses belajar mengajar juga sebagai dosen maupun mahasiswa harus

mempunyai keahlian dalam menggunakan berbagai macam pembelajaran, terutama media yang digunakan dalam proses belajar mengajarnya sehingga materi ataupun pesan yang disampaikan akan tersalur dengan baik pula.

2. Hubungan Keaktifan dan Prestasi Belajar

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2011) Keaktifan adalah hal atau keadaan dimana mahasiswa dapat aktif dalam segala kegiatan yang bersifat fisik maupun non fisik dalam proses kegiatan belajar mengajar yang optimal sehingga dapat menciptakan suasana kelas yang kondusif. Keaktifan merupakan hal yang sangat penting dalam peningkatan prestasi belajar mahasiswa, karena di dalam proses kegiatan belajar mengajar tanpa adanya keaktifan mahasiswa, maka belajar tidak akan mencapai hasil yang maksimal.

Keaktifan mahasiswa dalam kegiatan belajar tidak lain adalah untuk mengkonstruksi pengetahuan mereka sendiri. Mereka aktif membangun pemahaman atas persoalan atau segala sesuatu yang mereka hadapi dalam proses pembelajaran. Mahasiswa yang aktif dalam belajar akan mendapatkan prestasi yang baik dibandingkan mahasiswa yang kurang aktif dalam belajar.

Menurut Harjati (2008:43) menyatakan bahwa prestasi belajar merupakan hasil usaha yang dilakukan dan menghasilkan sebuah perubahan yang dinyatakan dalam bentuk simbol untuk menunjukan kemampuan pencapaian dalam hasil kerja dalam waktu tertentu.

Keaktifan mahasiswa dan prestasi belajar memiliki hubungan yang sangat erat. Keaktifan mahasiswa sangat diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar, karena segala sesuatu tidak akan tercapai secara maksimal bila setiap individu tidak aktif dalam melaksanakan suatu kegiatan.

Dari uraian diatas hubungan antara variabel media pembelajaran dan keaktifan mahasiswa dengan prestasi belajar dalam mata kuliah akuntansi keuangan lanjutan pada penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 2.2 Paradigma Penelitian

Keterangan :

= Pengaruh X1 dan X2 secara sendiri-sendiri terhadap Y Penggunaan Media

Pembelajaran (𝑋1)

Keaktifan Mahasiswa (𝑋2)

Prestasi Belajar (Y)

E. Hipotesis

Dari landasan teori dan kerangka berpikir yang telah diuraikan, maka dapat dirumuskan hipotesis dalam penelitian ini adalah :

Ha1: Ada hubungan penggunaan media pembelajaran dengan prestasi belajar Akuntansi Keuangan Lanjutan pada mahasiswa Pendidikan Akuntansi semester VI Universitas Sanata Dharma.

Ha2: Ada hubungan keaktifan mahasiswa dengan prestasi belajar Akuntansi Keuangan Lanjutan pada mahasiswa Pendidikan Akuntansi semester VI Universitas Sanata Dharma.

24 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini merupakan penelitian ex post facto, yang dimaksud dengan penelitian ex post facto adalah suatu penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah terjadi dan kemudian menurut ke belakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menimbulkan kejadian tersebut (Sugiyono, 2010:7). Penelitian ini hanya mengungkap data mengenai peristiwa yang telah berlangsung pada responden yang tidak ada perlakuan dan kontrol.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data kuantitatif merupakan data yang berupa angka atau data kualitatif yang diangkakan.

Pendekatan kuantitatif yang digunakan untuk mengukur semua variabel bebas dengan variabel terikat menggunakan angka-angka. Penelitian ini dilakukan untuk mencari hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat.

B. Tempat dan Waktu Pelaksanaan

Penelitian dilakukan di Universitas Sanata DharmaYogyakarta, Jalan Affandi, Mrican, Catur Tunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta, pada bulan April - Mei 2018

.

C. Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek Penelitian

Subjek penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi yang sedang mengikuti mata kuliah Akuntansi Keuangan Lanjutan pada Semester VI.

2. Objek Penelitian

Objek penelitian dalam tulisan ini adalah hubungan penggunaan media pembelajaran dan keaktifan mahasiswa dengan prestasi belajar dalam mata kuliah Akuntansi Keuangan Lanjutan.

D. Populasi Penelitian

Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. (Arikunto, 2006:130). Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Semester VI Pendidikan Akuntansi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Tabel 3.1

Jumlah Mahasiswa PAK Semester VI Universitas Sanata Dharma Tahun Ajaran 2017/2018

No Kelas Jumlah

1 PAK A 41

2 PAK B 39

Jumlah Populasi 80

E. Sampel Penelitian

Menurut Suharsimi Arikunto (2002:109), sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Sampel juga merupakan bagian yang diambil dari suatu populasi yang karakteristiknya diteliti dan dianggap dapat mewakili populasi secara keseluruhan. Jadi jenis sampel yang diambil harus mencerminkan populasi. Data yang dianalisis dalam suatu penelitian merupakan data hasil pengukuran yang diperoleh dari sampel. Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa dan mahasiswi pendidikan akuntansi semester VI Universitas Sanata Dharma yang berjumlah 80 orang.

F. Teknik pengambilan sampel

Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan atau kriteria tertentu. Pada Peneliti ini kriteria yang dikehendaki oleh peneliti adalah mahasiswa dengan peminatan mata pelajaran akuntansi keuangan lanjutan atau yang mendapat pelajaran akuntansi.

G. Variabel Penelitian dan Pengukuran 1. Variabel Penelitian

a. Variabel Independen (Variabel Bebas)

Variabel bebas yaitu variabel yang mempengaruhi variabel terikat.

Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan media pembelajaran (X1), dan keaktifan mahasiswa (X2).

b. Variabel dependen (Variabel Terikat)

Variabel terikat yaitu variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat, karena adanya variabel bebas (Sugiono, 2013:61). Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat adalah Prestasi Belajar (Y).

2. Pengukuran

Pengukuran variabel bebas dan variabel terikat menggunakan skala likert, yaitu menggunakan pernyataan-pernyataan dengan menggunakan lima alternatif jawaban, yaitu Sangat Setuju, Setuju, Netral, Tidak Setuju, dan Sangat Tidak Setuju. Jawaban atas setiap instrumen yang menggunakan skala likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif (Mujahidin, 2014:97)

Tabel 3.2 Skala Likert

Alternatif Jawaban Skor

Positif (+) Negatif (-)

Sangat Sesuai 5 1

Sesuai 4 2

Cukup Sesuai 3 3

Tidak Sesuai 2 4

Sangat Tidak Sesuai 1 5

H. Definisi Operasionalisasi Variabel Penelitian

Definisi operasional adalah variabel penelitian yang dimaksudkan untuk memahami arti setiap variabel penelitian (Sujarweni, 2015:77).

1. Media pembelajaran

Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk menyalurkan pesan serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan belajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar mengajar yang efektif dan efisien.

2. Keaktifan mahasiswa

Keaktifan mahasiswa adalah hal atau keadaan dimana mahasiswa dapat aktif dalam segala kegiatan yang bersifat fisik maupun non fisik dalam proses kegiatan belajar mengajar yang optimal sehingga dapat menciptakan suasana kelas yang kondusif. Keaktifan merupakan hal yang sangat penting

dalam peningkatan prestasi belajar mahasiswa, karena di dalam proses kegiatan belajar mengajar tanpa adanya keaktifan mahasiswa, maka belajar tidak akan mencapai hasil yang maksimal.

3. Prestasi belajar

Prestasi belajar merupakan hasil usaha yang dilakukan dan menghasilkan sebuah perubahan yang dinyatakan dalam bentuk simbol untuk menunjukan kemampuan pencapaian dalam hasil kerja dalam waktu tertentu.

Pengalaman, pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh siswa akan mementuk kepribadian, memperluas kepibadian, memperluas wawasan kehidupan serta meningkatkan kemampuan siswa.

I. Teknik Pengumpulan Data 1. Dokumentasi

Dokumentasi merupakan metode pengumpulan data dengan cara mengambil dokumen yang tersedia. Pada penelitian ini data yang diambil untuk dokumentasi adalah hasil belajar mahasiswa yang dapat diambil datanya dari nilai ujian akhir semester mahasiswa bidang studi pendidikan akuntansi semester VI.

2. Kuesioner

Kuesioner adalah alat riset atau survei yang terdiri atas serangkaian pertanyaan tertulis yang bertujuan untuk mendapatkan tanggapan dari kelompok orang terpilih. Kuesioner ini digunakan untuk mengumpulkan data

tentang penggunaan media pembelajaran dan keaktifan mahasiswa. Kuesioner dalam penelitian ini berbentuk tertutup, peneliti hanya menyediakan alternatif jawaban yang telah disediakan sehingga responden diminta memilih jawaban yang ada. Berikut ini akan disajikan kisi-kisi kuesioner dari penggunaan media pembelajaran dan keaktifan mahasiswa dalam bentuk tabel.

Tabel 3.3

Kisi-kisi Kuesioner Penggunaan Media Pembelajaran

No Indikator Pertanyaan

Positif Negatif 1. Mempunyai pengetahuan

mengenai media pembelajaran 1,2,3,6,7 4 2. Perasaan senang dan ketertarikan

pada penggunaan media pembelajaran

5 9,10

3. Adanya perhatian terhadap

penggunaan media pembelajaran 8,11,12 4. Adanya pengaruh lingkungan

dalam penggunaan media 14

5. Kesesuaian dalam penggunaan

media 13,15

Pada variabel penggunaan media pembelajaran maka diajukan pertanyaan untuk mengetahui seberapa besar ketertarikan mahasiswa pada penggunaan media pembelajaran.

Tabel 3.4

Kisi-kisi Kuesioner Keaktifan Mahasiswa

No Indikator Pernyataan

Positif Negatif 1. Memiliki tingkat pemahaman untuk

materi 8,12

2. Mengukur perbandingan antara

tugas dan nilai yang diberikan 3,18 10 3. Kemampuan memberikan pendapat 2, 16 4. Kemampuan bekerja tim dalam

kelompok 1,4,5,6,7,11 9,13,14

5. Memiliki kesempatan dalam proses

pembelajaran 15 17

6. Membuat mahasiswa lebih aktif 18 19

J. Teknik Pengujian Instrumen 1. Validitas

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang seharusnya diukur dan dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat.

Validitas tes perlu ditentukan untuk mengetahui kualitas tes dalam kaitannya dengan mengukur hal yang seharusnya diukur. Nunnanly (1972) menyatakan bahwa pengertian validitas senantiasa dikaitkan dengan penelitian empiris dan pembuktian-pembuktiannya bergantung kepada macam validitas yang digunakan. Validitas tes perlu dilakukan untuk

mengetahui kualitas tes dalam kaitannya mengukur hal yang seharusnya diukur. Bentuk validitas dibedakan menjadi dua yaitu validitas logis dan validitas empiris. Validitas ini pengujiannya dengan cara validitas eksternal.

Validitas eksternal yaitu validitas instrumen dicapai apabila data yang dihasilkan dari instrumen tersebut sesuai dengan data atau informasi lain mengenai pengertian variabel yang dimaksud. Validitas eksternal harus memungkinkan perbandingan dengan hasil-hasil studi lain. Harus ada deskripsi atau definisi yang jelas tiap komponen (seperti konsep yang dikembangkan, ciri-ciri populasi, sampling, situasi lokasi dan sebagainya) agar dapat diadakan perbandingan oleh peneliti lain, sehingga orang lain dapat memahami sesuai dengan pemahaman peneliti sendiri.

Rumus korelasi yang dapat digunakan adalah rumus korelasi product moment yang dikemukakan oleh Pearson sebagai berikut:

π‘Ÿπ‘₯𝑦 = 𝑁 βˆ‘ π‘‹π‘Œβˆ’(βˆ‘ 𝑋)(βˆ‘ π‘Œ)

√[𝑁 βˆ‘ π‘₯2βˆ’ (βˆ‘ π‘₯2)][𝑁 βˆ‘ 𝑦2βˆ’ (βˆ‘ π‘Œ)]2

Keterangan :

π‘Ÿπ‘₯𝑦 = Koefisien korelasi antara variabel x dan y 𝑁 = Jumlah peserta tes

βˆ‘π‘₯𝑦 = Jumlah perkalian antara x dan y βˆ‘π‘₯ = Jumlah variabel x

βˆ‘π‘¦ = Jumlah skor variabel y βˆ‘π‘₯2 = Jumlah kuadrat dari x βˆ‘π‘¦2 = Jumlah kuadrat dari y

Pengujian validitas dilakukan menggunakan bantuan SPSS versi 17.0 For Windows. Kriteria butir pernyataan kuesioner dinyatakan valid apabila rhitung yang diperoleh lebih besar dari pada rtabel, sebaliknya apabila rhitung yang diperolah lebih kecil dari pada rtabel maka kuesioner tersebut dinyatakan tidak valid. Pengujian validitas ini menggunakan sampel yaitu N = 80, dengan df (degree of freedom) = N-2 (80 – 2 = 78), sehingga didapatkan nilai rtabel sebesar 0,185 dengan taraf signifikan 5%.

a. Hasil Pengujian Validitas Item Media Pembelajaran

Berikut ini disajikan hasil pengujian validitas item Media Pembelajaran : Tabel 3.5

Uji Validitas Item Variabel Media Pembelajaran No. Item Rhitung Rtabel Keterangan

butir 1 .580 0,1852 Valid Sumber: Data Primer, diolah 2018

Pada pengujian yang pertama ini, hasil uji validitas di atas menunjukkan bahwa dari 15 butir pernyataan yang digunakan untuk mengukur variabel media pembelajaran, terdapat 11 butir pernyataan yang valid dikarenakan nilai rhitung

lebih besar dari rtabel, sedangkan 4 butir pernyataan dianggap tidak valid karena nilai rhitung lebih kecil dari rtabel. Item pernyataan yang tidak valid dikeluarkan dari data penelitian.

Berikut ini disajikan data perhitungan validitas pengujian untuk kedua kalinya : Tabel 3.6

Hasil Pengujian Ulang Validitas Media Pembelajaran No. Item Rhitung Rtabel Keterangan

butir 1 .631 0,1852 Valid butir 2 .621 0,1852 Valid butir 3 .605 0,1852 Valid butir 5 .627 0,1852 Valid butir 6 .639 0,1852 Valid butir 7 .429 0,1852 Valid butir 8 .634 0,1852 Valid butir 11 .620 0,1852 Valid butir 12 .639 0,1852 Valid butir 13 .550 0,1852 Valid butir 15 .619 0,1852 Valid Sumber: Data Primer, diolah 2018

Hasil pengujian validitas kedua di atas menunjukkan bahwa dari 11 butir pernyataan yang digunakan untuk mengukur variabel media pembelajaran, semua pernyataan dinyatakan valid. Hal ini dikarenakan nilai rhitung lebih besar dari rtabel.

b. Hasil Pengujian Validitas Item Variabel Keaktifan Mahasiswa

Berikut ini disajikan hasil pengujian validitas item variabel Keaktifan Mahasiswa:

Tabel 3.7 Uji Validitas Item Variabel Keaktifan Mahasiswa

No. Item Rhitung Rtabel Keterangan butir 16 .413 0,1852 Valid bahwa dari 19 butir pernyataan yang digunakan untuk mengukur variabel keaktifan mahasiswa, terdapat 11 butir pernyataan yang valid dikarenakan nilai rhitung lebih besar dari rtabel, sedangkan 6 butir pernyataan dianggap tidak valid

karena nilai rhitung lebih kecil dari rtabel. Item pernyataan yang tidak valid dikeluarkan dari data penelitian.

Berikut disajikan data perhitungan validitas pengujian untuk kedua kalinya:

Tabel 3.8 Uji Validitas Item Variabel Keaktifan Mahasiswa

No. Item Rhitung Rtabel Keterangan butir 16 .443 0,1852 Valid butir 17 .497 0,1852 Valid butir 18 .529 0,1852 Valid butir 19 .411 0,1852 Valid butir 20 .427 0,1852 Valid butir 21 .556 0,1852 Valid butir 22 .461 0,1852 Valid butir 23 .559 0,1852 Valid butir 26 .513 0,1852 Valid butir 27 .503 0,1852 Valid butir 30 .392 0,1852 Valid butir 31 .164 0,1852 Tidak Valid butir 33 .455 0,1852 Valid Sumber: Data Primer, diolah 2018

Pada pengujian yang kedua ini, hasil uji validitas di atas menunjukkan bahwa dari 13 butir pernyataan yang digunakan untuk mengukur variabel keaktifan mahasiswa, terdapat 12 butir pernyataan yang valid dikarenakan nilai rhitung lebih besar dari rtabel, sedangkan 1 butir pernyataan dianggap tidak valid karena nilai rhitung lebih kecil dari rtabel. Item pernyataan yang tidak valid dikeluarkan dari data penelitian.

Oleh karena itu, pengujian akan dilakukan yang ketiga kalinya untuk mengukur kevalidan pada data :

Tabel 3.9

Hasil Pengujian Ulang Validitas Keaktifan Mahasiswa

No. Item Rhitung Rtabel Keterangan butir 16 .437 0,1852 Valid butir 17 .482 0,1852 Valid butir 18 .518 0,1852 Valid butir 19 .394 0,1852 Valid butir 20 .407 0,1852 Valid butir 21 .540 0,1852 Valid butir 22 .447 0,1852 Valid butir 23 .548 0,1852 Valid butir 26 .509 0,1852 Valid butir 27 .480 0,1852 Valid butir 30 .382 0,1852 Valid butir 33 .464 0,1852 Valid Sumber: Data Primer, diolah 2018

Hasil pengujian validitas ketiga di atas menunjukkan bahwa dari 12 butir pernyataan yang digunakan untuk mengukur variabel media pembelajaran, semua pernyataan dinyatakan valid, karena nilai rhitung lebih besar dari rtabel.

2. Reliabilitas

Reliabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Instrumen yang baik tidak akan bersifat tendensius mengarahkan responden untuk memilih jawaban-jawaban tertentu. Instrumen yang sudah dapat dipercaya, yang reliabel akan

menghasilkan data yang dapat dipercaya juga. Apabila datanya memang benar sesuai dengan kenyataannya, maka beberapa kalipun diambil, tetap akan sama. Reliabilitas menunjuk pada tingkat keterandalan sesuatu.

Reliabel artinya dapat dipercaya, jadi dapat diandalkan. Reliabilitas internal diperoleh dengan cara menganalisis data dari satu kali hasil pengetesan. Ada bermacam-macam cara untuk mengetahui reliabitas internal. Pemilihan sesuatu teknik didasarkan atas bentuk instrumen maupun selera peneliti.

Berbagai teknik mencari reliabilitas yang akan diuraikan adalah dengan rumusan Spearman-Brown. Dalam menghitung reliabilitas dengan teknik ini peneliti harus melalui langkah yaitu membuat tabel analisis butir soal atau butir pertanyaan. Dari analisis ini skor-skor dikelompokkan menjadi dua berdasarkan belahan bagian soal. Ada dua cara membelah yaitu belah ganjil – genap dan belah awal – akhir. Oleh karena inilah maka teknik Spearman-Brown dalam mencari ini juga disebut teknik belah dua. Langkah selanjutnya adalah mengokorelasikan skor belahan pertama dengan skor belahan kedua, dan akan diperoleh harga rXY.

Menurut Ghozali (2005:42), suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach’s Alpha >0,60. Menurut Arikunto (2006:276) dalam menentukan besarnya tingkat reliabilitas dapat diliat dari tebel interprestasi nilai r11, adalah sebagai berikut:

Tabel 3.10 Tabel Intepretasi

Uji reliabilitas dilakukan menggunakan bantuan SPSS versi 17.0 For Windows. Kriteria dalam pengujian reliabilitas yaitu apabila hasil koefisien Alpha > 60% atau 0,6 maka kuesioner tersebut reliable, sedangkan apabila hasil koefisien Alpha < 60% atau 0,6 maka kuesioner tersebut tidak reliable.

Tabel 3.11

Sumber: Data Primer, diolah 2018

Berdasarkan tabel uji reliabilitas di atas, dapat dilihat bahwa koefisien Cronbach's Alpha untuk semua variabel berada di atas 0,6 sehingga dapat dikatakan bahwa semua instrumen yang digunakan dalam penelitian ini sudah reliabel. Dari hasil uji validitas dan reliabilitas yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa kuesioner sudah layak untuk digunakan sebagai instrumen penelitian.

No Besarnya nilai r Intepretasi

1 0,800 – 1,000 Tinggi

2 0,600 – 0,799 Cukup

3 0,400 – 0,599 Agak Rendah

4 0,200 – 0,399 Rendah

5 0,000 – 0,199 Sangat Rendah

K. Teknik Analisis Data 1. Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif dipergunakan untuk mengetahui dan mendeskripsikan karakteristik yang ada pada mahasiswa yaitu penggunaan media pembelajaran, keaktifan mahasiswa dan prestasi belajar dalam mata kuliah akuntansi keuangan lanjutan. Pendeskripsian data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan penyajian nilai-nilai statistik. Untuk mendeskripsikan data dapat menggunakan patokan penilaian dengan PAP Tipe II (Masidjo, 1995:157) sebagai berikut :

Tabel 3.12

Standar Patokan Penilain Dengan PAP II

Skor Penilaian

81%-100% Sangat Baik

66%-80% Baik

56%-65% Cukup Baik

46%-55% Kurang Baik

Dibawah 46% Sangat Kurang Baik

Mendeskripsikan kategori variabel maka harus menentukan skor interval dengan rumus sebagai berikut:

NTR + (nilai persentil x (NTT – NTR))

Keterangan:

NTT = Nilai tertinggi yang mungkin terjadi NTR = Nilai terendah yang mungkin terjadi

2. Pengujian Persyaratan Analisis a. Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk melihat apakah sebaran data yang digunakan berdistribusi normal atau tidak. Dalam penelitian ini pengujian normalitas berdasarkan uji normalitas bivariat. Ketentuannya yaitu jika nilai R square > 0,8 maka data tersebut berdistribusi normal, tetapi sebaliknya, apabila nilai R square < 0,8 maka data tersebut berdistribusi tidak normal.

b. Pengujian Hipotesis:

1) Membuat formulasi uji hipotesis:

a) Hubungan penggunaan media pembelajaran dengan prestasi belajar dalam mata kuliah akuntansi keuangan lanjutan.

Ho1: Tidak terdapat hubungan penggunaan media pembelajaran dengan prestasi belajar dalam mata kuliah akuntansi keuangan lanjutan.

Ha1: Terdapat hubungan penggunaan media pembelajaran dengan prestasi belajar dalam mata kuliah akuntansi keuangan lanjutan.

Uji hipotesis untuk variabel nomor 1 menggunakan korelasi Product Moment pearson. Pengujian ini digunakan untuk menguji dua variable apakah ada hubungan atau tidak, dengan jenis data berdistribusi normal.

Jika data tidak berdistribusi normal maka menggunakan Spearman Rank.

Rumus Product Moment pearson menurut (Sujarweni, 2012:185) sebagai berikut :

Dimana :

r = Koefisien korelasi antara X dan Y Ξ£x = total jumlah dari variabel X Ξ£y = total jumlah dari variabel Y

Ξ£x2 = kuadrat dari total jumlah variabel X Ξ£y2 = kuadrat dari total jumlah variabel Y

Ξ£xy = hasil perkalian dari total jumlah variabel X dan variabel Y.

Berdasarkan nilai signifikansinya jika nilai sinifikansi < 0,05 maka terdapat korelasi, sebaliknya jika nilai signifikansi > 0,05 maka tidak terdapat korelasi.

Menurut Siregar (2003 :251), tingkat korelasi dan kekuatan hubungan dikategorikan dalam tabel sebagai berikut:

Menurut Siregar (2003 :251), tingkat korelasi dan kekuatan hubungan dikategorikan dalam tabel sebagai berikut:

Dokumen terkait