• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

J. Teknik Pengujian Instrumen

J. Teknik Pengujian Instrumen 1. Validitas

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang seharusnya diukur dan dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat.

Validitas tes perlu ditentukan untuk mengetahui kualitas tes dalam kaitannya dengan mengukur hal yang seharusnya diukur. Nunnanly (1972) menyatakan bahwa pengertian validitas senantiasa dikaitkan dengan penelitian empiris dan pembuktian-pembuktiannya bergantung kepada macam validitas yang digunakan. Validitas tes perlu dilakukan untuk

mengetahui kualitas tes dalam kaitannya mengukur hal yang seharusnya diukur. Bentuk validitas dibedakan menjadi dua yaitu validitas logis dan validitas empiris. Validitas ini pengujiannya dengan cara validitas eksternal.

Validitas eksternal yaitu validitas instrumen dicapai apabila data yang dihasilkan dari instrumen tersebut sesuai dengan data atau informasi lain mengenai pengertian variabel yang dimaksud. Validitas eksternal harus memungkinkan perbandingan dengan hasil-hasil studi lain. Harus ada deskripsi atau definisi yang jelas tiap komponen (seperti konsep yang dikembangkan, ciri-ciri populasi, sampling, situasi lokasi dan sebagainya) agar dapat diadakan perbandingan oleh peneliti lain, sehingga orang lain dapat memahami sesuai dengan pemahaman peneliti sendiri.

Rumus korelasi yang dapat digunakan adalah rumus korelasi product moment yang dikemukakan oleh Pearson sebagai berikut:

π‘Ÿπ‘₯𝑦 = 𝑁 βˆ‘ π‘‹π‘Œβˆ’(βˆ‘ 𝑋)(βˆ‘ π‘Œ)

√[𝑁 βˆ‘ π‘₯2βˆ’ (βˆ‘ π‘₯2)][𝑁 βˆ‘ 𝑦2βˆ’ (βˆ‘ π‘Œ)]2

Keterangan :

π‘Ÿπ‘₯𝑦 = Koefisien korelasi antara variabel x dan y 𝑁 = Jumlah peserta tes

βˆ‘π‘₯𝑦 = Jumlah perkalian antara x dan y βˆ‘π‘₯ = Jumlah variabel x

βˆ‘π‘¦ = Jumlah skor variabel y βˆ‘π‘₯2 = Jumlah kuadrat dari x βˆ‘π‘¦2 = Jumlah kuadrat dari y

Pengujian validitas dilakukan menggunakan bantuan SPSS versi 17.0 For Windows. Kriteria butir pernyataan kuesioner dinyatakan valid apabila rhitung yang diperoleh lebih besar dari pada rtabel, sebaliknya apabila rhitung yang diperolah lebih kecil dari pada rtabel maka kuesioner tersebut dinyatakan tidak valid. Pengujian validitas ini menggunakan sampel yaitu N = 80, dengan df (degree of freedom) = N-2 (80 – 2 = 78), sehingga didapatkan nilai rtabel sebesar 0,185 dengan taraf signifikan 5%.

a. Hasil Pengujian Validitas Item Media Pembelajaran

Berikut ini disajikan hasil pengujian validitas item Media Pembelajaran : Tabel 3.5

Uji Validitas Item Variabel Media Pembelajaran No. Item Rhitung Rtabel Keterangan

butir 1 .580 0,1852 Valid Sumber: Data Primer, diolah 2018

Pada pengujian yang pertama ini, hasil uji validitas di atas menunjukkan bahwa dari 15 butir pernyataan yang digunakan untuk mengukur variabel media pembelajaran, terdapat 11 butir pernyataan yang valid dikarenakan nilai rhitung

lebih besar dari rtabel, sedangkan 4 butir pernyataan dianggap tidak valid karena nilai rhitung lebih kecil dari rtabel. Item pernyataan yang tidak valid dikeluarkan dari data penelitian.

Berikut ini disajikan data perhitungan validitas pengujian untuk kedua kalinya : Tabel 3.6

Hasil Pengujian Ulang Validitas Media Pembelajaran No. Item Rhitung Rtabel Keterangan

butir 1 .631 0,1852 Valid butir 2 .621 0,1852 Valid butir 3 .605 0,1852 Valid butir 5 .627 0,1852 Valid butir 6 .639 0,1852 Valid butir 7 .429 0,1852 Valid butir 8 .634 0,1852 Valid butir 11 .620 0,1852 Valid butir 12 .639 0,1852 Valid butir 13 .550 0,1852 Valid butir 15 .619 0,1852 Valid Sumber: Data Primer, diolah 2018

Hasil pengujian validitas kedua di atas menunjukkan bahwa dari 11 butir pernyataan yang digunakan untuk mengukur variabel media pembelajaran, semua pernyataan dinyatakan valid. Hal ini dikarenakan nilai rhitung lebih besar dari rtabel.

b. Hasil Pengujian Validitas Item Variabel Keaktifan Mahasiswa

Berikut ini disajikan hasil pengujian validitas item variabel Keaktifan Mahasiswa:

Tabel 3.7 Uji Validitas Item Variabel Keaktifan Mahasiswa

No. Item Rhitung Rtabel Keterangan butir 16 .413 0,1852 Valid bahwa dari 19 butir pernyataan yang digunakan untuk mengukur variabel keaktifan mahasiswa, terdapat 11 butir pernyataan yang valid dikarenakan nilai rhitung lebih besar dari rtabel, sedangkan 6 butir pernyataan dianggap tidak valid

karena nilai rhitung lebih kecil dari rtabel. Item pernyataan yang tidak valid dikeluarkan dari data penelitian.

Berikut disajikan data perhitungan validitas pengujian untuk kedua kalinya:

Tabel 3.8 Uji Validitas Item Variabel Keaktifan Mahasiswa

No. Item Rhitung Rtabel Keterangan butir 16 .443 0,1852 Valid butir 17 .497 0,1852 Valid butir 18 .529 0,1852 Valid butir 19 .411 0,1852 Valid butir 20 .427 0,1852 Valid butir 21 .556 0,1852 Valid butir 22 .461 0,1852 Valid butir 23 .559 0,1852 Valid butir 26 .513 0,1852 Valid butir 27 .503 0,1852 Valid butir 30 .392 0,1852 Valid butir 31 .164 0,1852 Tidak Valid butir 33 .455 0,1852 Valid Sumber: Data Primer, diolah 2018

Pada pengujian yang kedua ini, hasil uji validitas di atas menunjukkan bahwa dari 13 butir pernyataan yang digunakan untuk mengukur variabel keaktifan mahasiswa, terdapat 12 butir pernyataan yang valid dikarenakan nilai rhitung lebih besar dari rtabel, sedangkan 1 butir pernyataan dianggap tidak valid karena nilai rhitung lebih kecil dari rtabel. Item pernyataan yang tidak valid dikeluarkan dari data penelitian.

Oleh karena itu, pengujian akan dilakukan yang ketiga kalinya untuk mengukur kevalidan pada data :

Tabel 3.9

Hasil Pengujian Ulang Validitas Keaktifan Mahasiswa

No. Item Rhitung Rtabel Keterangan butir 16 .437 0,1852 Valid butir 17 .482 0,1852 Valid butir 18 .518 0,1852 Valid butir 19 .394 0,1852 Valid butir 20 .407 0,1852 Valid butir 21 .540 0,1852 Valid butir 22 .447 0,1852 Valid butir 23 .548 0,1852 Valid butir 26 .509 0,1852 Valid butir 27 .480 0,1852 Valid butir 30 .382 0,1852 Valid butir 33 .464 0,1852 Valid Sumber: Data Primer, diolah 2018

Hasil pengujian validitas ketiga di atas menunjukkan bahwa dari 12 butir pernyataan yang digunakan untuk mengukur variabel media pembelajaran, semua pernyataan dinyatakan valid, karena nilai rhitung lebih besar dari rtabel.

2. Reliabilitas

Reliabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Instrumen yang baik tidak akan bersifat tendensius mengarahkan responden untuk memilih jawaban-jawaban tertentu. Instrumen yang sudah dapat dipercaya, yang reliabel akan

menghasilkan data yang dapat dipercaya juga. Apabila datanya memang benar sesuai dengan kenyataannya, maka beberapa kalipun diambil, tetap akan sama. Reliabilitas menunjuk pada tingkat keterandalan sesuatu.

Reliabel artinya dapat dipercaya, jadi dapat diandalkan. Reliabilitas internal diperoleh dengan cara menganalisis data dari satu kali hasil pengetesan. Ada bermacam-macam cara untuk mengetahui reliabitas internal. Pemilihan sesuatu teknik didasarkan atas bentuk instrumen maupun selera peneliti.

Berbagai teknik mencari reliabilitas yang akan diuraikan adalah dengan rumusan Spearman-Brown. Dalam menghitung reliabilitas dengan teknik ini peneliti harus melalui langkah yaitu membuat tabel analisis butir soal atau butir pertanyaan. Dari analisis ini skor-skor dikelompokkan menjadi dua berdasarkan belahan bagian soal. Ada dua cara membelah yaitu belah ganjil – genap dan belah awal – akhir. Oleh karena inilah maka teknik Spearman-Brown dalam mencari ini juga disebut teknik belah dua. Langkah selanjutnya adalah mengokorelasikan skor belahan pertama dengan skor belahan kedua, dan akan diperoleh harga rXY.

Menurut Ghozali (2005:42), suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach’s Alpha >0,60. Menurut Arikunto (2006:276) dalam menentukan besarnya tingkat reliabilitas dapat diliat dari tebel interprestasi nilai r11, adalah sebagai berikut:

Tabel 3.10 Tabel Intepretasi

Uji reliabilitas dilakukan menggunakan bantuan SPSS versi 17.0 For Windows. Kriteria dalam pengujian reliabilitas yaitu apabila hasil koefisien Alpha > 60% atau 0,6 maka kuesioner tersebut reliable, sedangkan apabila hasil koefisien Alpha < 60% atau 0,6 maka kuesioner tersebut tidak reliable.

Tabel 3.11

Sumber: Data Primer, diolah 2018

Berdasarkan tabel uji reliabilitas di atas, dapat dilihat bahwa koefisien Cronbach's Alpha untuk semua variabel berada di atas 0,6 sehingga dapat dikatakan bahwa semua instrumen yang digunakan dalam penelitian ini sudah reliabel. Dari hasil uji validitas dan reliabilitas yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa kuesioner sudah layak untuk digunakan sebagai instrumen penelitian.

No Besarnya nilai r Intepretasi

1 0,800 – 1,000 Tinggi

2 0,600 – 0,799 Cukup

3 0,400 – 0,599 Agak Rendah

4 0,200 – 0,399 Rendah

5 0,000 – 0,199 Sangat Rendah

K. Teknik Analisis Data

Dokumen terkait