KERTAS KERJA DAN LAPORAN KEUANGAN
6.1 Pengertian Kertas Kerja Dan Laporan Keuangan
Dalam melakukan penyusunan laporan keuangan pada akhir periode setelah posting kedalam buku besar, untuk mempermudah menyusun laporan keuangan tersebut harus dibuat dulu worksheet (kertas kerja) yang memuat Trial Balance dari hasil posting tersebut. Dalam work sheet tersebut biasanya terdapat kolom nomor urut, penjelasan perkiraan, kolom trial balance, kolom Adjustment entries, kolom trial balance sesudah adjustment entries, kolom R/L dan kolom balance sheet, dalam pengisian kolom tersebut berasal dari buku besar dan data perkiraan yang harus di adjustmentkan, sesudah selesai membuat adjustment kita dapat memilih mana perkiraan Laba Rugi dan mana yang balance sheet, dari data tersebut kita dapat menyusun laba-rugi, neraca dan laporan perubahan modal.
Penyusunan laporan keuangan tersebut bisa dilakukan secara cepat dan akurat, karena worksheet ibarat peta yang bisa membantu kekurangan dan kesalahan yang ada dalam pencatatan.
Tahap Penyusuan Laporan Keuangan
Untuk menyusun laporan keuangan dari worksheet biasanya melalui tahap-tahap sebagai berikut:
1. Membuat Trial balance datanya diambil dari buku besar data yang diambil adalah saldo akhir kecuali untuk persediaan yang memakai sistem physical dan laba ditahan dimana yang diambil datanya adalah saldo awal.
2. Melakukan adjustment terhadap sebagian saldo-saldo yang ada dalam trial balance, data untuk adjustment barang diambil dari rekening-rekening yang memerlukan penyesuaian, tujuannya agar saldo-saldo yang diadjusmentkan mencerminkan keadaan yang sebenarnya.
4. Menyusun laporan rugi laba 5. Menyusun laporan neraca
Dari informasi yang ada dalam worksheet tersebut bisa disusun laporan keuangan yang terdiri dari Neraca, laba-rugi dan laporan perubahan modal, adapun contoh dari worksheet dan laporan keuangan tersebut adalah sebagai berikut:
Komponen-komponen yang dalam laporan laba-rugi terdiri dari:
a. Penjualan bersih
Adalah jumlah yang dibebankan pada pembeli, karena penjualan barang dan jasa, baik secara kredit maupun tunai, penjualan retur, pengurang harga sesuai potongan penjualan dilaporkan sebagai pengurangan penjualan bruto yang menghasilkan penjualan bersih.
b. H.P. Penjualan
Harga pokok penjualan dalam persediaan barang merupakan gabungan komponen-komponen persediaan awal ditambah pembelian, dikurangi persediaan akhir.
c. Laba bruto
Merupakan selisih antara penjualan bersih dengan harga pokok penjualan disebut laba bersih (Gross profit) atau margin kotor (gross margin) disebut bruto karena jumlah bersih harus dikurangi dengan biaya-biaya usaha.
d. Biaya-biaya usaha
Biaya usaha biasanya dikelompokkan lagi menjadi biaya penjualan (selling expense) dan biaya administrasi umum (General dan administrative expense)
biaya paling penjualan adalah semua biaya yang terjadi dalam hubungannya dengan kegiatan menjual dan memasarkan barang-barang yang dijual, sedangkan biaya administrasi dan umum adalah biaya yang bersifat umum dan muncul karena kegiatan administratif yang ada di tiap kantor.
e. Laba usaha
Merupakan selisih antara laba bruto dan biaya usaha disebut laba usaha (income from operation) atau laba operasi (Operating income), laba usaha adalah laba yang diperoleh sehubungan dengan kegiatan usaha perusahaan.
f. Pendapatan lain-lain
Pendapatan yang diperoleh bukan dari kegiatan pokok perusahaan, disebut dengan pendapatan lain-lain (other income) atau pendapatan non usaha (non operating income) termasuk dalam kelompok ini adalah pendapatan bunga bank.
g. Biaya lain-lain
Biaya yang tidak dapat dihubungkan secara langsung dan pasti dalam kegiatan pokok perusahaan tersebut dengan biaya lain-lain (other expense) atau biaya non usaha (non operating expense) contoh biaya bunga.
h. Laba bersih
Merupakan kenaikan bersih terhadap modal, sebaliknya apabila perusahaan menderita rugi, maka angka terakhirnya adalah rugi bersih.
Merupakan aktiva yang bernilai besar dari digunakan untuk kegiatan perusahaan dan tidak untuk dijual kembali, dan bersifat permanent, contoh Tanah, Gedung dsb, kecuali gedung akan berkurang nilainya karena menyusut dan dicatat oleh perusahaan sebagai biaya penyusutan, akumulasi penyusutan adalah jumlah penyusutan yang telah dilakukan sejak aktiva tetap diperoleh sampai tanggal neraca.
Kewajiban yang ada dalam perusahaan digolongkan menjadi kewajiban lancar (jangka pendek) dan kewajiban jangka panjang, kewajiban lancar adalah kewajiban yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun.
Hutang Dagang
Utang dagang yang berasal dari pembelian kredit barang-barang dagang dan jasa kepada pihak lain.
Wesel Bayar
Merupakan janji tertulis perusahaan untuk membayar sejumlah uang pada tanggal tertentu.
Hutang Bank
Merupakan kewajiban jangka pendek atau jangka panjang, kepada bank atau lembaga keuangan yang disebabkan pinjaman yang diterima perusahaan.
Kewajiban Jangka Panjang
Hutang perusahaan yang jatuh temponya lebih dari satu tahun buku, contoh obligasi, hutang bank dll.
Merupakan hak milik atas kekayaan perusahaan, bila perusahaannya berbentuk perseroan terbatas (PT), biasanya modal terdiri dari saham biasa dan istimewa dan laba ditahan.
Laporan laba ditahan
Laba atau rugi bersih perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas, hanya memperlihatkan perubahan jumlah saham yang beredar, misalnya karena bertambahnya modal disetor.
Pertambahan nilai kekayaan bersih karena laba dan penurunan yang disebabkan oleh pembagian laba kepada pemilik dalam bentuk deviden dilaporkan dalam laporan perubahan laba ditahan (Retained earning statement).
Neraca persekutuan
Perusahaan yang berbentuk persekutuan (partnership) terdiri dari (firma atau commanditaire vennotcshaap). Persekutuan adalah kerjasama dua orang secara bersama mendirikan perusahaan dengan tujuan memperoleh laba. Untuk pembagian laba perlu diadakan perjanjian yang mengatur besarnya masing-masing perolehan laba.
Laporan Perubahan Modal Sekutu
Dalam laporan perubahan modal persekutuan untuk masing-masing sekutu harus dilaporkan, sehingga perubahan modal tersebut terlihat jelas.
Laporan Interim
Akhir siklus akuntasi adalah penyusunan laporan keuangan yang biasanya disusun pada akhir tahun per triwulan, catur wulan atau per enam bulan, laporan keuangan seperti lazim disebut laporan keuangan Interim.
PT. MAKMUR SALAMINA