F. Manfaat penelitian
1. Pengertian Lingkungan Belajar
Lingkungan belajar merupakan suatu tempat yang digunakan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi lingkungannya. Masyarakat yang tinggal di sekitar siswa dapat memberikan pengaruh proses sosialisasi terhadap siswa. Proses sosialisasi ialah proses belajar, hal ini dinyatakan oleh Havighurst dan Neugarten (Vembriarto, 1993: 18),
“ …socialization is the process by which children learn the ways of their society and make these ways part of
their own personalities”.
Menurut Rice dan Dolgin (2008: 275),
… the hours academically successfull student spend studying take time away from peer intreraction and decrease
their ability to be spontaneous …..
Maksud dari pernyataan tersebut, ialah siswa yang berhasil dalam akademik menghabiskan waktu belajar dari interaksi teman sebaya dan pengurangan kemampuan mereka secara spontan. Siswa yang mempuyai prestasi dalam akademiknya banyak menghabiskan waktu belajarnya dengan teman sebaya dan mereka mengurangi belajar secara mandiri.
Menurut Sertain ( Dalyono 2005: 133), lingkungan dapat dibagi menjadi tiga bagian sebagai berikut:
a. Lingkungan alam atau luar ialah segala sesuatu yang ada dalam dunia ini yang bukan manusia seperti rumah, tumbuh-tumbuhan, air, iklim atau hewan
b. Lingkungan dalam ialah segala sesuatu yang tidak termasuk lingkungan luar atau alam.
c. Lingkungan sosial atau masyarakat ialah semua orang atau manusia lain yang mempengaruhi kita seperti keluarga, teman atau sekolah.
Menurut Hutabarat (1995: 203-201) Lingkungan fisik tempat belajar adalah segala sesuatu yang terdapat di tempat kita belajar seperti penerangan, kursi, meja dan tempat belajar. Lingkungan fisik tempat belajar diantaranya adalah sebagai berikut:
1) Penerangan
Cahaya penerangan di dalam tempat belajar haruslah cukup. Dalam mengatur penerangan di tempat belajar ada beberapa hla yang perlu diperhatikan yaitu:
a) Harus cukup terang b) Hindari kesilauan
2) Ventilasi
Ventilasi adalah keadaan peredaran udara di dalam ruangan tempat belajar. Secara umum dapat dikatakan bahwa ventilasi harus memungkinkan beredarnya udara bersih untuk dihirup atau suhu udara yang membuat suhu badan dalam keadaan sejuk.
3) Suhu udara
Di dalam melaksanakan tugas dengan menggunakan otak atau pikiran, hendaklah suhu udara yang baik adalah suhu yang membuat badan terasa sejuk.
4) Tempat belajar
Sebaiknya tempat belajar mempunyai lokasi yang tepat disuatu tempat. Temapt yang tetap ini memberikan suasana yang cocok dan dorongan untuk belajar. Buku dan alat-alat belajar yang diperlukan tidak perlu lagi dipindah-pindah ke tempat lain. Juga dapat diusahakan agar lingkungan di sekitarnya tidak terlaluu bising. 5) Perabotan belajar
Cara belajar yang terbaik adalah memakai meja dan duduk dengan tegak. Oleh karena biasanya berlangsung beberapa jam, maka ukuran meja dan kursi haruslah diperhatikan. Ukuran yang tidak sesuai dapat membuat kita lekas dan kurang berkonsentrasi.
6) Kebisingan
Kebisingan yang paling buruk pengaruhnya kepada orang yang sedang belajar atau bekerja ialah bunyi keras yang tidak kontinyu.
Menurut Slameto (2010: 54), faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar yaitu:
1) Faktor internal, yaitu faktor jasmani, faktor psikologi meliputi intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan, dan kesiapan. Sedangkan faktor kelelahan meliputi kelelahan jasmani dan rohani.
2) Faktor eksternal, yaitu faktor keluarga, faktor sekolah dan masyarakat. Faktor keluarga meliputi cara orang tua mendidik, relasi antar anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi kelurga, perhatian orangtua, latar belakang budaya keluarga. Faktor sekolah meliputi antara lain metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, alat pengajaran. Sedangkan faktor masyarakat meliputi kegiatan siswa dalam masyarakat, media masa, teman bergaul, bentuk kehidupan masyarakat.
Faktor eksternal adalah faktor yang ada diluar siswa. Ada beberapa faktor ekstern yang berpengaruh:
1. Faktor keluarga
Keluarga yang pertamakali memberikan pengaruh terhadap anak dalam belajar. Faktor keluarga sangat berperan aktif bagi siswa dan yang dapat mempengaruhi dari keluarga antara lain:
a. Cara orangtua mendidik besar sekali pengaruhnya terhadap prestasi belajar anak. Hal ini dipertegas oleh Slameto (2010: 60)
bahwa keluarga adalah lembaga pendidikan yang pertama dan utama. Keluarga yang sehat, besar artinya untuk mendidik dalam ukuran kecil, tetapi bersifat menentukan mutu pendidikan dalam ukuran besar yaitu pendidikan bangsa dan Negara.
b. Relasi antar anggota keluarga adalah relasi antar orang tua dan anak, selain itu juga relasi anak dengan saudaranya atau dengan keluarga yang lain turut mempengaruahi belajar anak
c. Keadaan keluarga sangat mempengaruhi prestasi belajar anak karena dipengaruhi oleh beberapa faktor dari keluarga yang dapat menimbulkan perbedaan individu seperti kultur keluarga, pendidikan orang tua, tingkat ekonomi, hubungan antar orang tua, sikap keluarga terhadap masalah sosial dan relasi kehidupan. Berdasarkan pendapat di atas bahwa keadaan keluarga dapat mempengaruhi prestasi beajar anak sehingga faktor inilah yang memberikan pengalaman kepada anak untuk dapat menimbulkan prestasi, minat, sikap dan pemahamannya sehingga proses belajar yang dicapai oleh anak itu dapat dipengaruhi oleh orang tua yang tidak berpendidikan atau kurang ilmu pengetahuannya. d. Perhatian orang tua, bahwa anak belajar perlu dorongan orang
tua. Bila anak sedang belajar jangan digangguu dengan tugas-tugas rumah. Kadang-kadang anaka mengalami lemah semangat, orang tua wajib memberikan perhatian dan mendorongnya untuk sedapat mungkin mengatasi kesulitan yang dialami.
e. Keadaan ekonomi keluarga. Keadaan ekonomi keluarga erat hubungannya dengan belajar anak. Anak yang sedang belajar selain terpenuhi kebutuhan pokoknya, missal makanan, pakian, perlindungan kesehatan, juga membutuhkan fasilitas belajar seperti ruang belajar, meja, kursi, penerangan, maupun alat tulis menulis.
f. Latar belakang kebudayaan. Tingkat pendidikan antara kebiasaan di dalam keluarga mempengaruhi sikap anak dalam belajar oleh karena itu perlu kepada anak ditanamkan kebiasaan-kebiasaan baik, agar mendorong tercapainya hasil belajar yang optimal.
g. Suasana rumah sangat mempengaruhi prestasi belajar. Hal ini sesuai dengan pendapat slameto (2010: 63) yang mengemukakan bahwa suasana rumah merupakan situasi atau kejadian yang sering terjadi di dalam keluarga di mana anak-anak beradan dan belajar. Suasana rumah yang gaduh, bising dan semrawut tidak akan memberikan ketenagan terhadap diri anak untuk belajar. 2. Prestasi Belajar IPS
Prestasi belajar adalah tingkat keberhasilan peserta didik dalam memahami sejumlah mata pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam angka yang diperoleh dari sejumlah materi tertentu. Muhibbin Syah (2015: 141) berpendapat, prestasi belajar adalah kemampuan nyata seseorang sebagai hasil dari melakukan atau usaha kegiatan tertentu
dan dapat diukur hasilnya dalam bentuk nilai atau huruf oleh guru yang bersangkutan. Pendapat lain dijelaskan oleh Wisanggeni (2011: 1) prestasi belajar merupakan ukuran keberhasilan kegiatan belajar peserta didik dalam menguasai sejumlah mata pelajaran selama periode tertentu yang dinyatakan secara kuantitas dan kualitas.
Hasil dari prestasi belajar selama proses belajar dapat dilihat dari nilai ulangan, tugas-tugas dan raport peserta didik. Seperti halnya yang diungkapkan oleh Waskito dan Kumaidi (2010: 89) perstasi belajar adalah hasil yang diperoleh peserta didik setelah melakukan suatu belajar.
Hal ini sebagaimana pendapat Arends & Klicher (2010: 59), ….. “acivement is satisfied when students strive to learn particular subject or acquire difficult skills and are successful in their quest”.
Maksud dari pendapat di atas bahwa prestasi merupakan kepuasan ketika siswa berusaha untuk mempelajari mata pelajaran tertentu atau memperoleh keterampilan yang sulit dan berhasil dalam upaya mereka. Untuk mengukur prestasi yang paling umum digunakan adalah tes standar. Lebih lanjut pendapat Rober & Chafer (2009: 9),
…..”student achievement is the statuse of subject-matter knowledge, understanding, and skills at one point in time most commonly used measure of student achievement is a standardized test”.
Maksud dari pernyataan di atas bahwa prestasi siswa adalah status pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan terhadap materi yang telah dicapai siswa pada waktu yang ditentukan.
Berdasarkan uraian di atas, prestasi belajar adalah kemampuan nyata seseorang sebagai hasil dari melakukan atau usaha kegiatan tertentu dan dapat diukur hasilnya dalam bentuk nilai atau huruf oleh guru yang bersangkutan.