• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV : GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN

LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS

B. Pengertian Manajemen Pemasaran

1. Pengertian Merek

Beriku a) Me

Me ngan, atau kombinasi

dari hal-ha

nentukan produk dan program pemasarannya.

dan menaf

nentukan dan melaksanakan strategi yang paling baik, apakah

itikberatkan pada mutu yang tinggi, harga yang murah atau model

g baik.

tuk memberi

pemasaran yang ada harus dikoordinasikan dan

patkan laba melalui kepuasan konsumen

konsep pemasaran adalah memperbaiki hubungan dengan

en sehingga dapat menguntungkan pe

menggunakan kemampuan yang optimal sehingga kepuasan

en terpenuhi.

t ini beberapa pengertian tentang merek:

nurut Philip Kotler (1999;460):

rek adalah nama, istilah, tanda, simbol, ranca

atau me b) Me Me log dar c) Me Me

kom but yang dirancang untuk mengidentifikasi

kan oleh penjual.

janji penjual untuk secara

pem hanya sekedar simbol yang membedakan dengan

pro

dapat m

Kotler (1999;460):

1.

Set

diciptakan agar konsumen dapat mengetahui dengan pasti

atribut-2. Ma

Selain atribut, merek juga memiliki serangkaian manfaat. Karena

konsumen membeli manfaat bukan membeli atribut. jasa dari seorang atau sekelompok penjual dan untuk

mbedakan dari produk pesaing.

nurut Aaker (1996; 316)

rek adalah nama atau simbol yang bersifat membedakan (seperti

o, cap, kemasan) dengan maksud mengidentifikasi barang atau jasa

i seorang penjual atau sebuah keputusan penjual tertentu.

nurut Susanton (1996)

rek adalah nama, istilah, simbol, atau desain khusus atau beberapa

binasi unsur-unsur terse

produk atau jasa yang ditawar

Dengan demikian merek merupakan

konsisten memberikan feature, manfaat dan jasa tertentu kepada

beli, bukan

duk perusahaan tertentu dengan kompetitornya, sehingga merek

embawa suatu produk ke dalam enam tingkatan arti (Philip

Atribut

iap merek memiliki atribut, dimana atribut ini perlu dikelola dan

atribut apa saja yang terkandung dalam suatu merek.

manfaat dari atribut yang membuat konsumen tertarik membeli

ek.

ai mer

3. Nil

tang nilai bagi produsen. Merek

ingga dapat mencerminkan siapa

4.

rtentu.

ewakili budaya Jerman yang terorganisasi

produk yang berkualitas tinggi.

Merek

6.

is konsumen pemakai merek tersebut.

Itulah

Merek juga menyatakan sesuatu ten

yang memiliki nilai tinggi akan dihargai oleh konsumen sebagai

merek yang berkelas, seh

pengguna merek tersebut.

Budaya

Merek juuga dapat mewakili budaya te

Misalnya; Mercedes m

dengan baik, mewakili cara kerja yang efisien dan selalu

menghasilkan

5. Kepribadian

juga mewakili kepribadian, yaitu kepribadian bagi

penggunanya. Jadi diharapkan dengan menggunakan merek,

keperibadian si pengguna akan tercermin bersama dengan merek

yang digunakan.

Pemakai

Merek juga menunjukkan jen

sebabnya para pemasar selalu menggunakn analog

orang-orang terkenal untuk penggunaan mereknya.

Dengan enam tingkatan di atas, perusahaan harus

identitas merek. Merupakan tantangan bagi perusahaan adalah

bagaimana mengembangkan satu set makna yang mendalam untuk

mosikan atribut merek saja

merupa

2. Ekuita

a. Beb

1.

alam segala jenis cara yang

ber

pada perusahaan. sebuah merek, sehingga mempro

kan satu kesalahan. Pertama, karena konsumen tidak begitu

saja tertarik pada atribut merek dibandingkan dengan manfaat

merek. Kedua, karena pesaing dapat dengan mudah meniru atribut

tersebut. Ketiga, atribut yang ada sekarang mungkin di waktu yang

akan datang kurang bernilai sehingga merugikan merek yang selalu

terikat atribut tersebut.

s Merek (Brand Equity)

erapa definisi mengenai ekuitas merek:

Aaker, Kumar and Day (2001) mendefinisikan dalam beberapa

pengertian:

a) Ekuitas merek adalah sekumpulan asset yang diciptakan

melalui proses yang panjang dari suatu investasi jangka

panjang.

b) Ekuitas menghasilkan suatu nilai d

beda-beda, baik itu bagi produk, penjualan maupun

perusahaan.

c) Ekuitas merek memberikan nilai bagi konsumen seperti

d) Segala sesuatu yang berhubungan dengan ekuitas merek seperti

asset maupun liabilitas akan berkaitan dengan simbol dan nama

merek

Schiffman dan Kanuk (1997; 224)

Ekuitas merek adalah suatu nilai yang terkandung dalam suatu

merek produk yang terkenal. 2. f konsumen, Kotler (1993), mendef b. Uns Bra seba 1) sua

Sedangkan menurut persepekti

inisikan sebagai nilai lebih yang terdapat pada produk yang

dibentuk oleh merek produk tersebut.

ur-unsur Brand Equity

nd Equity atau ekuitas merek mempunyai unsur-unsur pembentuk

gai berikut:

Brand Awareness (Kesadaran merek)

Brand Awareness yaitu suatu kekuatan merek yang

membekas dalam memori konsumen yang dicerminkan dalam

kemampuan konsumen untuk mengidentifikasi atau mengenal

tu merek dalam keadaan yang berbeda-beda, atau dengan kata

lain, seberapa baik identitas merek tersebut menjalankan fungsinya

untuk mengenalkan produk.

Brand Awareness ini biasanya dicapai konsumennya

melalui slogan merek, iklan yang intensif dan menarik.

Jika kesadaran merek konsumen tinggi (high degree of Brand

ingat merek apa yang telah ia gunakan dan memberikan kepuasan

dan akan mendorong konsumen ke arah Brand Loyalty.

esan Kualitas)

elakukan pembelian ulang produk yang sama. Salah satu faktor

digunakan pemasar untuk mengembangkan loyalitas merek

dari konsumennya. Pemasar yang kurang atau tidak

memperhatikan kualitas produk yang ditawarkan akan

menanggung resiko tidak loyalnya konsumen. Jika pemasar sangat

memperhatikan kualitas, bahkan diperkuat dengan periklanan yang

lebih mudah diperoleh.

3) Brand Associations (Asosiasi Merek)

Brand Associations yaitu kumpulan keterkaitan sebuah

me ngat sebuah me

asosiasi yang timbul karena informasi yang disampaikan kepada

konsumen.

Brand Associations me en pembentuk ekuitas

yang i ketika konsumen

2) Perceived Quality (K

Perceived Quality yaitu persepsi kualitas yang

diterima/dirasakan konsumen atau Persepsi konsumen terhadap

keseluruhan kualitas produk atau jasa. Konsumen yang

memperoleh kepuasan atas produk yang dibelinya cenderung

m

penting yang dapat membuat konsumen puas adalah kualitas. Ini

dapat

intensif, loyalitas konsumennya pada merek yang ditawarkan akan

rek pada saat konsumen mengi rek dan berupa

rupakan elem

Familier terhadap merek dan mempunyai asosiasi yang kuat, layak

aknya. Asosiai tersebut berupa kesan-kesan

a hal ini me kelompok an yang sangat pro

perusahaan terlihat lemah, maka perusahaan harus mendapatkan

me t performance,

n serta

dan unik dalam ben

yang berhubungan dengan merek yang tertanam diingatan atau

benak konsumen. Kemudian kumpulan asosiasi-asosiasi tersebut

membentuk citra merek yang positif (positive brand image) dan

membuat konsumen suka dan puas pada merek tersebut.

4) Brand Loyalty (Loyalitas Merek)

Brand Loyalty yaitu ukuran dari kesetiaan konsumen

terhadap suatu merek. Loyalitas merek merupakan inti dari brand

equity yang menjadi gagasan sentral dalam pemasaran, karen

rupakan ukuran keterkaitan seorang pelanggan pada sebuah

merek. Apabila loyalitas meningkat, maka kerentanan

pelanggan dari serangan kompetitor dapat dikurangi. Hal ini

merupakan suatu indikator dari brand equity yang berkait

dengan laba di masa yang akan datang karena loyalitas merek

secara langsung dapat diartikan sebagai penjualan diamasa depan.

Pengukuran ekuitas merek merupakan suatu hal

penting bagi perusahaan karena sangat berguna untuk mengevaluasi

gram pemasaran mereka. Jika pada suatu saat ekuitas merek

feedback dari konsumennya. Umpan balik (feedback) ini dapat

mbantu dalam mengidentifikasi masalah produc

memberikan feedback kepada karyawann perusahaan mengenai

katan yang harus dilakukan.

E.

Ker

atau enelitian (Bilson Simamora,

2004:36).

terperinci p

penelitian.

Jadi kerangka pemikiran teoritis dalam penelitian ini digambarkan

sebagai ber

Gambar II.1. Konsep ekuitas merek Sumber: Sitinjak, 2001.

dimana pening

Kerangka Pemikiran Teoritis

angka pemikiran teoritis adalah model konseptual yang disesuaikan

dibentuk sesuai dengan kebutuhan p

Kerangka pemikiran teoritis yang baik adalah menjelaskan secara

emikiran tentang hubungan antara konsep yang diduga ada dalam

ikut: Brand Equity Brand Awareness Brand Loyalty Asosiasi-siasi merek Percieved Quality aso Asset-asset merek yang lain

Memberikan nilai pelanggan dengan menguatka

a. Interprestasi/ proses info

b. Rasa percaya diri

dala pembelian c. Pen dengan m kepada n: rmasi m proses capaian kepuasan erek

Memberikan nilai kepada produsen dengan menguatkan:

a. Efisiensi dan efektifitas

b. Loyalitas merek c. Harga/laba d. Perluasan merek f. Keuntungan Kompetitif program pemasaran e. Peningkatan perdagangan

Manfaat E

c. kuitas Merek

sahaan yang menambah

value

merupa

me atas kualitas. Karena merek

menggambarkan value yang perusahaan tawarkan, maka merek

menjadi alat kunci bagi pelanggan dalam menetapkan pilihan

pembelian. Jika merek memberikan value ke pelanggan maka tentu

saja merek juga memberikan value ke perusahaan atau produsen.

Manfaat (value) yang perusahaan dapatkan jika memiliki

ekuitas merek yang kuat adalah (Philip Kotler (1999;462):

a. Perusahaan akan menikmati biaya pemasaran yang lebih kecil

karena kesadaran dan kesetiaan merek konsumen yang tinggi.

b. Perusahaan akan mempunyai posisi yang lebih kuat dalam

negosiasi dengan distributor dan pengecer karena pelanggan

mengharapkan mereka untuk menjual merek tersebut

c. Perusahaan dapat mengenakan harga yang lebih tinggi dari

pesaingnya karena merek tersebut memiliki mutu yang diyakini

lebih tinggi.

d. Perusahaan lebih mudah untuk meluncurkan perluasan merek

karena merek tersebut memiliki kredibilitas tinggi.

e. Merek itu melindungi perusahaan dari persaingan yang ganas

Merek merupakan ekuitas peru

bagi produk dan jasa yang ditawarkan ke pelanggan. Merek

kan asset yang menciptakan value bagi pelanggan dan

F. Perilaku K

Dokumen terkait