• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANDASAN TEORI A.Kajian Teori

3. Pengertian Metode Numbered Head Together (NHT)

a. Definisi Metode Numbered head together (NHT)

Numbered head together (NHT) atau penomoran berfikir bersama adalah merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang di rancang memengaruhi pola interaksi siswa dan sebagai alternative terhadap sumber struktur kelas tradisional. (Jumanta, 2014: 175). Menurut Rahayu dibaca dalam (Yusuf dkk, 2006: 135) Number Head Together (NHT) adalah metode pembelajaran yang mengedepankan kepada aktivitas siswa dalam mencari, mengolah, dan melaporkan informasi dari berbagai sumber yang dipresentasikan di depan kelas.

Pembelajaran Numbered head together (NHT) merupaka bagian dari model pembelajaran kooperatif structural, yang menekankan pada struktur- struktur khusus yang di rancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa. Menurut (Aris, 2014: 107) Metode Numbered head together(NHT) merupakan suatu metode pembelajaran berkelompok yang setiap anggota kelompoknya bertanggung jawab atas tugas kelompoknya, sehingga tidak ada pemisahantara siswa yang

23

satu dengan yang laindalam satu kelompok untuk saling member dan menerima antara satu dengan lainya.

Pembelajaran menggunakan Metode Numbered head together (NHT) memberikan inovasi pada proses pembelajaran yang bersifat tradisional atau hanya bersumber dari keterangan guru, sehingga berpengaruh dalam hasil pembelajaran.

b. Langkah langkah penerapan Metode Numbered Head Together

(NHT)

Langkah-langkah penerapan metode pembelajaran Numbered head together (NHT) di kembangkan oleh Ibrahim dalam (Jumanta, 2014: 175) menjadi enam langkah sebagai berikut :

1) Tahap 1 Persiapan.

Dalam tahap pertama ini guru mempersiapkan rancangan pelajaran dengan membuat scenario pembelajaran, lembar kerja siswa (LKS) yang sesuai dengan metode Numbered head together (NHT).

2) Tahan 2 Pembentukan kelompok.

Dalam pembentukan kelompok di sesuaikan dengan metode pembelajaran Numbered head together (NHT). Guru membagi para siswa menjadi beberapa kelompok yang berbeda. Penomoran adalah hal utama dalam Numbered head together (NHT), dalam tahap ini guru membagi siswa lima orang atau di sesaikan dengan kondisi siswa dan memberi siswa nomor sehingga setiap siswa

24

dalam tim memiliki nomor yang berbeda-beda, sesuai dengan jumlah siswa di dalam kelompok. Kelompok yang di bentuk merupakan percampuran yang di tinjau dari latar belakang social, ras, suku, jenis kelamin dan kemampuan belajar. Selain itu, dalam pembentukan kelompok di gunakan nilai tes awal (pre-tes) sebagai dasar dalam membentuk masing-masing kelompok.

3) Tahap 3 Tiap kelompok harus memiliki buku paket

Dalam pembentukan kelompok, tiap kelompok harus memiliki buku pake, dalam pelaksanaanya peneliti menggunakan media komik agar memudahkan siswa dalam menyelesaikan LKS atau masalah yang di berikan oleh guru.

4) Tahap 4 Diskusi masalah

Dalam kerja kelompok, guru membagikan LKS kepada setiap siswa sebagai bahan yang akan di pelajari. Dalam kerja kelompok, setiap siswa berfikir bersama untuk menggambarkan dan menyakinkan bahwa tiap orang mengetahui jawaban dari pertanyaan yang telah ada dalam LKS atau pertanyaan yang telah di berikan oleh guru. Pertanyaan dapat bervariasi, dari yang bersifat spesifik sampai yang bersifat umum.

5) Tahap 5 Memanggil nomor anggota atau pemberian jawaban Dalam tahap ini, guru menyebut satu nomor dan para siswa dari setiap kelompok dengan nomor yang sama mengangkat tangan dan menyiapkan jawaban kepada siswa di kelas.

25 6) Tahap 6 memberi kesimpulan

Guru bersama siswa menyimpulkan jawaban akhir dari semua pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang disajikan. c. Kelebihan dan kekurangan Metode Numbered Head Together

(NHT).

1) Kelebihan Numbered Head Together (NHT)

Dalam menggunakan metode Numbered Head Together (NHT) memiliki beberapa kelebihan, dalam (Jumanta, 2014: 177) yaitu; a). Melatih siswa untuk bekerja sama dan menghargai pendapat

orang lain,

b). Melatih siswa untuk biasa menjadi tutor sebaya, c). Memupuk rasa kebersamaan,

d). Membuat siswa menjadi terbiasa dengan perbedaan. 2) Kelemahan Numbered Head Together (NHT).

Dalam menggunakan Numbered Head Together (NHT) terdapat beberapa kelemahan yang harus diwaspadai, hal ini di lakukan agar tidak terjadi hal hal yang tidak di inginkan dalam pembelajaran, di antarnya;

a). Siswa yang sudah terbiasa dengan cara konvensional akan sedikit kewalahan.

b). Guru harus bisa memfasilitasi siswa dalam pembelajaran. c). Tidak semua mendapat giliran menjawab pertanyaan guru.

26 4. Pengertian Media

a. Pengertian Media

Kata media merupakan bentuk jamak dari kata mediu. Medium dapat didefinisikan sebagai perantara atau pengantar terjadinya komunikasi dari pengirim ke penerima (Daryanto 2013: 4). Association for Edocation and Cominication Technology (AECT) mendefinisikan media yaitu segala bentuk yang dipergunakan untuk proses penyaluran informasi. Sedangkan menurut Educationon Association (NEA) dalam (Asnawir, 2002: 11) mendefinisikan sebagai benda yang dapat dimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrument yang dipergunakan dengan baik dalam kegiatan belajar mengajar, dapat mempengaruhi efektifitas program instructional.

Berdasarkan definisi-definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa media merupakan sesuatau yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan audien (siswa) sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada dirinya. b. Kriteria Pemilihan Media

Ada beberapa hal yang harus di perhatikan dalam memilih media, antara lain; tujuan pembelajaran yang ingin di capai, ketepatgunaan, kondisi siswa, ketersediaan prangkat keras (hardware) dan prangkat lunak (software), mutu teknis dan biaya.

27

Oleh sebab itu, beberapa pertimbangan menurut (Asnawir, 2002: 13) yang perlu diperhatikan antara lain :

1) Media yang dipilih hendaknya selaras dengan menunjang tujuan pembelajaran yang ditetapkan.

2) Aspek materi menjadi pertimbangan yang di anggap penting dalam media. Sesuai atau tidaknya materi dengan media yang digunakan akan berdampak pada hasil pembelajaran siswa.

3) Kondisi siswa dari segi subjek belajar, seperti kondisi umur, intelegensi, latar belakang pendidikan, budaya dan lingkunngan anak.

4) Ketersediaan media di sekolah atau memungkinkan bagi guru mendesain sendiri media yang akan di pergunakan.

5) Media yang dipilih seharusnya dapat menjelaskan apa yang akan di sampaikan kepada audien (siswa) secara tepat dan berhasil.

6) Biaya yang akan di keluarkan dalam pemanfaatan media harus seimbang hasil yang akan di capai.

c. Fungsi Media

Media pembelajaran di gunakan untuk menunjang proses belajar memilki beberapa fungsi, antara lain :

1) Alat bantu dalam proses kegiatan belajar mengajar guna menunjang keberhaasilann pembelajaran.

2) Sarana yang memberikan pengalaman visual kepada audien (siswa) dalam proses pembelajaran.

28

3) Mendorong motivasi belajar siswa agar lebih semangat dan tertarik dalam mengikuti proses pembelajaran.

4) Memperjelas penyampaian materi pembelajaran kepada audien (siswa) yang di berikan oleh guru.

5) Mempermudah konsep yang kompleks dan abstrak menjadi sederhana, konkrit dan mudah dipahami.

Dengan demikian media dapat berfungsi untuk mempertinggi daya serap audien (siswa) terhadap materi pembelajaran.

d. Klasifikasi Media

Menurut Rudi Brets dalam mengklasifikasikan cirri utama media pada tiga unsure pokok yaitu suara, visual dan gerak. Selain media pengajaran di klasifikasikan menjadi 4 menurut Oemar Hamalik dalam (Asnawir, 1985: 63), yaitu :

1) Alat-alat visual yang dapat di lihat, misalnya filmstrip, micro projection, papan tulis, bulletin board, gambar-gambar, ilustrasi, grafik, poster, peta, komik dan globe.

2) Alat-alat yang bersifat auditif atau hanya dapat di dengar misalnya; transkripsi electris, radio, rekaman pada tape recorder.

3) Alat-alat yang bias dilihat dan di dengar, misalnya film dan televisi. 4) Dramatisasi, bermain peranan, sosiodrama, sandiwara boneka dan

29 5. Pengertian Komik

a. Definisi Komik

Komik adalah suatu bentuk sajian cerita dengan seri gambar yang lucu. Buku komik menyediakan cerita-ceritanya yang sederhana, mudah ditangkap dan dipahami isinya sehingga sangat digemari baik oleh anak-anak maupun orang dewasa. Menurut McClod dalam Maharsi (2005: 51) komik adalah gambar-gambar dan lambang-lambang lain yang terjukstaposisi (berdekatan, berseblahan) dalam urutan tertentu yang bertujuan untuk memberikan informasi atau untuk mencapai tanggapan estetis dari para pembaca.

Menurut Asnawir (2002: 127) komik didefiniskan sebagai bentuk kartun yang mengungkapkan karakter dan menerapkan suatu cerita dalam urutan yang erat hubunganya dengan gambar dan dirancang untuk memberikan hiburan kepada para pembaca, pada awalnya komik di ciptakan bukan untuk kegiatan pembelajaran namun untuk kepentingan hiburan semata.

Komik dapat dibedakan menjadi komik komersial dan komik pendidikan. Komik komersial jauh lebih diperlukan dipasaran, karena bersifat personal, menyediakan humor yang kasar, dikemas dengan bahasa percakapan dan bahasa pasaran. Sedangkan komik pendidikan cenderung menyediakan isi yang bersifat informative. Komik pendidikan banyak diterbitkan oleh industry, dinas kesehatan, lembaga-lembaga non profit (Daryanto, 2013:27).

30 b. Elemen dalam komik

Komik memiliki elemen tersendiri yang perlu di perhatikan dalam proses pembuatan, dalam Maharsi (2011: 75) yaitu :

1) Panel

Panel adalah kotak yang berisi ilustrasi dan teks yang nantinya membentuk sebuah alur cerita. Panel bias dikatakan sebagai frame atau representasi dari kejadian-kejadian utama dari cerita yang terdapat dalam komik tersebut.

2) Sudut pandang

Komik dikatakan sebagai citra visual yang filmis, artinya logika gerak gerik kamera film bias di terapkan dalam visualisasi komik. Dengan demikian aspek kekayaan bahasa penuturan secara dramatis mampu dihasilkan jika pemilihan sudut pandang sesuai dengan adegan yang muncul dalam panel kimik.

3) Parit

Istilah parit merujuk pada ruang sela inilah yang menumbuhkan imajinasi pembaca, dua gambar yang terpisah dalam panel diubah pembaca untuk menjadi sebuah gagasan yang sesuai dengan interpretasi pembaca sendiri.

31 4) Balon kata

Dalam setiap komik gambar dan kata menjadi unsur utamanya. Di mana keduanya saling mendeskripsikan satu sama lain. Di dalam kata inilah materi yang akan kita sampaikan akan diletakkan sesuai dengan karakter yang berbicara, sehingga menunjukkan dialog antar tokoh.

5) Ilustrasi

Ilustrasi adalah seni gambar yang dipakai untuk member penjelasan atas suatu tujuan atau maksud tertentu secara visual. 6) Cerita

Komik merupakan sebuah medium narasi visual dari komik, komik juga dikatakan sebagai gambar. Dengan demikian terdapat dua hal yang menjadi unsur dasar terbentuknya komik yaitu gambar dan narasi cerita.

7) Symbolia

Symbolia adalah reoresentasi ikon yang digunakan dalam komik dan kartun.

8) Ekspresi wajah karakter

Di sini adalah saat di mana kita menentukan ekspresi dari perasaan sang karakter yang kita buat. Misalnya, ekspresi yang digambarkan saat tersenyum, sedih, marah, atau kaget. Penentuan ekspresi wajah sang karakter penting, karena itu dapat membantu menegaskan apa yang disampaikan oleh karakter.

32 9) Garis gerak

Di sinilah karakter yang kita gambar akan dapat terlihat hidup dalam imajinasi pembaca.

10)Latar

Menunjukkan kepada pembaca dalam konteks materi yang disampaikan komik.

11)Kop komik

Kop komik adalah bagian dari halaman komik yang berisi judul dan nama pengarang. Kop komik hanya dipakai dalam komik satu halaman tamat dan dalam komik strip maupun komik promosi

Dalam komik pembelajaran, keseluruhan unsur tersebut sangatlah penting guna menciptakan sebuah komik pembelajaran yang baik juga mampu menyampaikan pesan kepada peserta didik, sehingga peserta didik dapat dengan mudah mengingat materi yang sedang diajarkan.

c. Jenis-Jenis Komik

Menurut Bonneff dalam (Maharsi, 2011: 15), komik dibedakan dalam 2 kategori berdasarkan bentuknya yaitu komik bersambung (comic stips) dan buku komik (comic book). Namun dalam perkembangan selanjutnya terdapat beberapa jenis komik yang lainnya. Jenis-jenis komik diantaranya:

1) Komik strip (comic strips), komik yang hanya terdiri dari beberapa panel saja dan biasanya muncul di surat kabar ataupun majalah.

33

2) Buku komik (comic book), komik yang disajikan dalam bentuk buku yang tidak merupakan bagian dari media cetak lainnya. Kemasan comic book ini lebih menyerupai majalah dan terbit secara rutin.

3) Novel grafis (graphic novel), komik yang memiliki tema-tema yang lebih serius dengan panjang cerita hampir sama dengan novel dan ditujukan bagi pembaca dewasa bukan anak-anak.

4) Komik kompilasi, merupakan kumpulan dari beberapa judul komik dari beberapa komikus yang berbeda.

5) Komik online (web comic), komik yang menggunakan media internet dalam publikasinya. Komik ini muncul seiring dengan munculnya cyberspace di dunia teknologi komunikasi.

Jenis komik yang digunakan dalam penelitian pembelajaran ini adalah jenis buku komik (comic book).

d. Gaya Menggambar dalam Komik

Menurut Hikmat Darmawan, (2012: 112), secara garis besar terdapat empat gaya menggambar dalam komik, yaitu :

1) Gaya Kartun

Gaya ini biasanya dipakai untuk cerita-cerita humor, cerita petualangan untuk anak-anak, atau fantasi anak-anak. Contoh dari gaya ini yaitu Doraemon, Sin Chan, Naruto, dan lain-lain.

34 2) Gaya Realis

Gaya ini biasanya dipakai untuk cerita drama, petualangan fantasi, sejarah, atau cerita-cerita untuk orang dewasa. Gaya gambar komiknya dibuat semirip mungkin atau cenderung mendekati anatomi, postur tubuh, wajah dan ras manusia.

3) Gaya Ekspresif

Gaya ini biasanya dipakai dalam cerita-cerita petualangan penuh aksi/laga/pertempuran, atau pada komik-komik “seni”. 4) Gaya Surealistik

Gaya ini biasanya dipakai dalam menggambarkan keadaan-keadaan yang dekat dengan alam mimpi, atau alam bawah sadar.

Gaya menggambar yang dipilih dalam penggunaan komik ini adalah gaya kartun, karena siswa-siswa sekolah dasar cenderung lebih menyukai bentuk kartun.

e. Kelebihan dan Kekurangan Komik

Dalam pelaksanaan menddunakan media berbasis komik memiliki kelebihan dan kekurangan di antaranya :

1) Kelebihan Komik

Komik memiliki kelebihan yaitu dimana dalam penyajiannya mengandung unsur visual dan cerita yang kuat. Ekspersi yang divisualisasikan membuat pembaca terlibat secara emosional sehingga membuat pembaca untuk terus membacanya hingga selesai (Daryanto, 2013: 128).

35

Selain itu kelebihan komik menurut Menurut Angkowo dan Kosasih di baca dalam (Elis, 2007: 22) adalah:

1) Menggunakan bahasa sehari-hari, sehingga siswa dapat dengan cepat memahami isi dari komik;

2) Menggunakan gambar-gambar yang dapat memperjelas kata-kata dari cerita pada komik;

3) Menggunakan warna yang menarik dan terang sehingga siswa akan lebih termotivasi untuk membaca komik;

4) Cerita pada komik sangat erat dengan kejadian yang dialami siswa dikehidupan sehari-hari, sehingga mereka akan lebih paham dengan permasalahan yang mereka alami.

2) Kekurangan komik

Komik sebagai media visual atau grafis tidak akan terlihat efektif jika digunakan kepada peserta didik yang tidak dapat belajar dengan media visual atau grafis, karena pasti setiap peserta didik memiliki gaya masing-masing dalam belajar. Dengan kata lain media belajar itu harus menyesuaikan gaya belajar masing-masing peserta didik. Di sisi lain komik yang berkembang saat ini kebanyakan komik yang mengedepankan aspek hiburan, dimana isi dari komik tersebut tidaklah sesuai untuk digunakan dalam pembelajaran.

36 6. Pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial

a. Definisi IPS

Ilmu pengetahuan sosial merupakan mata pelajaran yang berisi materi dari perpaduan barbagai konsep atau ilmu- ilmu social yang diramu untuk kepentingan program pendidikan di sekolah/ madrasah. Ilmu pengeahuan social merupakan suatu mata pelajaran yang bersumber dari ilmu-ilmu sosial terpilih dan di padukan untuk kepentingan pendidikan dan pembelajaran (Wahidmurni, 2017 :15). Dipertegas oleh Soemantri dalam (Rasimin 2001: 79) berpendapat bahwa ilmu pengetahuan social merupakan program pendidikan yang memilih bahan pendidikan dari disiplin ilmu-ilmu social dan humanities yang diorganisasikan dan di sajikan secara ilmiah dan psikologis untuk tujuan pendidikan.

Ilmu pengetahuan sosial adalah bahan kaji terpadu yang merupakan penyederhanaan, dan seleksi yang diorganisasikan dari kajian konsep-konsep dan ketrampilan-ketrampilan sejarah, geografi, sosiologi, antropologi, dan ekonomi. Ilmu pengetahuan social adalah ilmu pengetahuan yang mengkaji berbagai disiplin ilmu social dan humaniora serta kegiatan dasar manusia yang di kemas secara ilmiah dalam rangka memberi wawasan dan pemahaman yang mendalam kepada peserta didik, (Susanto, 2013:137).

37

Dari definisi beberapa para ahli dapat di simpulkan bahwa Ilmu Pengeahuan Social (IPS) adalah mata pelajaran yang berisi tentang penggabungan konsep atau ilmu sosial seperti sejarah, geografi, sosiologi, antropologi, dan ekonomi untuk kepentingan pendidikan. b. Tujuan Pembelajaran IPS

Menurut (Wahidmurni, 2017:29) belajar Ilmu Pengetahuan Social memiliki Tujuan meliputi :

1) Membantu peserta didik sebagai warga Negara dalam membuat keputusan yang rasional berdasarkan informasi untuk kepentingan publik/umum dari masyarakat demokratis dan budaya yang beragam di dunia.

2) Mendukung kompetensi warga Negara dalam hal pengetahuan, proses intelektual dan karakter yang demokratis, yang di perlukan siswa untuk terlibat aktif dalam kehidupan publik.

3) Membentuk kompetensi siswa yang berkomitmen pada ide-ide dan nilai-nilai demokrasi.

4) Membentuk warga Negara yang baik, dengan kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan kehidupan masyarakat

38

Sebutan warga yang baik adalah warga yang memiliki ilmu pengetahuan, ketrampilan dan kehidupan social, yang berguna bagi diri dan masyarakat, bangsa dan Negara. Untuk merealisasikan Tujuan tersebut menurut Sumaatdja dalam (Rasimin, 2007: 10), proses pembelajaran ilmu social tidak hanya terbatas pada aspek pengetahuan dan ketrampilan saja, melainkan juga menyangkut aspek akhlak dalam menghayati dan menyadari kehidupan yang penuh dengan masalah tantangan, hambatan dan persaingan.

c. Prinsip-Prinsip pembelajaran IPS

Dalam mewujudkan tujuan pembelajaran ips hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip pembelajaran ips menuru (Susanto, 2013: 150), sebagai berikut :

1) Tingkat perkembangan usia dan belajar siswa, 2) Pengalaman belajar dan lingkungan budaya siswa,

3) Kondisi kehidupan masyarakat sekitar masa kini dan kelak yang di harapkan,

4) Isi dan pesan moral budaya bangsa, Pancasila dan agama yang dianut yang diakui bangsa dan Negara Indonesia.

Agar makna yang terkandung dalam pembelajaran ips dapat tersampaikan dengan tepat. Dan berguna untuk berkehidupan social di masyarakat.

39

d. Tinjauan materi IPS tentang Proklamasi Kemerdekaan

1) Peristiwa-peristiwa Sekitar Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945

Menjelang proklamasi kemerdekaan, Indonesia berada dalam kekuasaan Jepang. Saat itu Jepang mengalami kekalahan dalam perang melawan sekutu. Pasukan Sekutu terdiri dari Amerika, Inggris, Belanda, dan Perancis. Kesempatan itu digunakan oleh bangsa Indonesia untuk memproklamasi kan kemerdekaan. Ada beberapa peristiwa sejarah menjelang Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang patut kita ketahui yaitu:

a). Menanggapi berita kekalahan Jepang

Gambar 2.1 : Jendral Terauci

Sumber : Buku Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD/MI Kelas V, 2009

Pada tanggal 14 Agustus 1945, Presiden Amerika Derikat mengumumkan bahwa Jepang telah menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Jepang selalu menutup-nutupi berita tersebut. Namun, Sutan Syahrir dan beberapa pemuda berhasil mengetahui berita kekalahan Jepang melalui siaran radio yang mereka sadap melalui pemancar radio gelap. Setelah mengetahui berita kekalahan Jepang, pada 15 Agustus 1945, para pemuda yang diwakili oleh wikana dan

40

darwis menghadap Ir. Soekarno, mereka meminta agar Ir. Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia esok hari pada tanggal 16 Agustus 1945. Namun Ir. Soekarno menolak usulan tersebut, dengan alasan akan bermusyawarah dahulu dengan anggota PPKI.

b). Peristiwa Rengasdengklok

Setelah golongan muda gagal meyakinkan Soekarno-Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia esok hari pada tanggal 16 Agustus 1945, golongan muda kemudian mengadakan rapat kembali di jalan cikini 71. Rapat yang diadakan sekitar pukul 24.00WIB tersebut menghasilkan keputusan golongan muda akan membawa Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta ke Rengasdengklok dengan tujuan agar kedua tokoh tersebut segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia tanpa pengaruh dari Jepang.

41

Gambar 2.2 Rumah Rengasdengklok

Sumber : Buku Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD/MI Kelas V, 2009

Pada pukul 04.00 dini hari (16 Agustus 1945), kelompok pemuda seperti Soekarni, Chaerul Shaleh, Yusuf Kunto, dan Singgih membawa Ir. Soekarno dan Drs. Moh Hatta ke Rengasdengklok Krawang. Pada hari itu juga terjadi pertemuan antara golongan muda dan golongan tua. Golongan muda diwakili oleh Wikana dan golongan tua diwakili oleh Ahmad Subardjo beserta Yusuf Kunto dari PETA. Mereka sepakat membawa kembali Soekarno dan Hatta ke Jakarta untuk memproklamasikan kemerdekaan.

42

c). Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan

Pada tanggal 17 Agustus 1945 tepatnya pada hari Jum’at pukul 10.00 WIB, proses proklamasi kemerdekaan dilaksanakan di kediaman Soekarno Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta. Naskah proklamasi dibacakan oleh Ir. Soekarno dan didampingi oleh Drs. Moh Hatta.

Gambar 2.3 : Pembacaan naskah Proklamasi

Sumber : Buku Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD/MI Kelas V, 2009

Setelah pembacaan naskah proklamasi, dikibarkan bendera merah putih oleh Latief Hendraningrat, S. Suhud, dan Trimurti. dengan diiringi lagu Indonesia Raya ciptaan W.R Supratman. Bendera merah putih tersebut dijahit oleh Ibu Fatmawati, istri Soekarno. Dengan dikumandangkannya Proklamasi, sejak hari itu lahirlah sebuah Negara baru, yaitu Republik Indonesia.

43

d). Tokoh-tokoh yang Berperan dalam Peristiwa Proklamasi (1). Ir. Soekarno

Ir. Sukarno dilahirkan pada 6 Juni 1901 di Surabaya. Beliau mengawali pendidikannya di ELS (SD pada zaman Belanda). Setelah itu, beliau melanjutkan ke HBS (SMA pada zaman Belanda). Setelah lulus dari HBS, beliau melanjutkan pendidikannya ke THS Bandung (sekarang ITB). Dari THS, beliau memperoleh gelar insinyur (Ir.) pada 1925. Bung Karno wafat pada 21 juni 1970 dan dimakamkan di Kota Blitar, Jawa Timur.

Gambar 2.4 : Ir.Soekarno

Sumber : Buku Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD/MI Kelas V, 2009

Ir. Soekarno dalam peristiwa proklamasi memiliki peran sebagai berikut : (1). Ir. Soekarno bersama Drs. Moh. Hatta dan Ahmad Subardjo meruapakan tokoh perumus teks proklamasi kemerdekaan RI. (2). Ir. Soekarno didampingi Drs. Moh. Hatta membacakan teks proklamasi kemerdekaan RI.

44 (2). Drs. Moh. Hatta

Drs. Mohammad Hatta atau Bung Hatta dilahirkan di Bukit Tinggi, Sumatra Barat pada 12 Agustus 1902. Beliau mengawali pendidikannya di ELS (SD pada zaman Belanda), setelah itu, dilanjutkan ke MULO (SMP pada zaman Belanda). Setelah lulus, beliau melanjutkan pendidikannya ke Prins Hendrik School (Sekolah Dagang Belanda), dan terakhir beliau melanjutkan pendidikannya ke Handels Hogeschool atau Sekolah Tinggi Perdagangan di Belanda hingga tamat. Bung Hatta wafat pada 1980 dan dimakamkan di TPU (Tempat Pemakaman Umum) Tanah Kusir, Jakarta

Gambar 2.5 : Drs. Mohammad Hatta

Sumber : Buku Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD/MI Kelas V, 2009

Drs. Mohammad Hatta peranan dalam peristiwa proklamasi adalah: (1). Pada tanggal 17 Agustus bersama Ir. Soekarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Drs. Moh. Hatta dipilih dan diangkat menjadi wakil

Dokumen terkait