• Tidak ada hasil yang ditemukan

rata-rata struktur modal

TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori

1. Pengertian Modal

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori

1. Pengertian Modal

Modal adalah hak atau bagian yang dimiliki oleh perusahaan. Komponen modal terdiri dari setor, agio saham, laba yang ditahan, cadangan laba dan lainnya (Kasmir, 2010 : 81). Menurut S. Munawir (2001 : 19), modal merupakan hak atau bagian yang dimiliki oleh perusahaan yang terdapat pada sisi kanan neraca perusahaan yaitu pada pos modal saham atau laba ditahan. Sedangkan modal terdiri dari modal asing dan modal sendiri. Perimbangan antara seluruh modal asing dan modal sendiri disebut struktur keuangan, sedangkan perimbangan antara modal asing dan modal sendiri yang bersifat jangka panjang akan membentuk struktur permodalan.

Bambang Riyanto (2001 : 17) mengemukakan modal adalah sebagai hasil produksi yang digunakan untuk memproduksi lebih lanjut. Dalam perkembangannya, kemudian pengertian modal modal dinilai pada nilai, daya beli, atau kekuasaaan memakai atau menggunakan hal-hal yang terkandung dalam barang-barang modal. Sedangkan menurut Brigham (2006 : 62) modal adalah jumlah dari hutang jangka panjang, saham preferen dan ekuitas saham biasa atau mungkin pos-pos tersebut plus hutang jangka pendek yang dikenakan bunga.

15

Dari pengertian di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa modal digunakan sebagai hal penting dalam kegiatan produksi sebuah perusahaan. Modal dapat berasal dari modal sendiri, modal asing maupun perpaduan antara modal sendiri dengan modal asing yang kemudian disebut dengan struktur keuangan.

a. Sumber modal

Menurut Bambang Rianto (2001 : 156) dilihat dari asalnya sumber modal terdiri dari :

1) Sumber internal

Modal yang berasal dari sumber internal adalah modal atau dana yang dibentuk atau dihasilkan sendiri didalam perusahaan. Alasan perusahaan menggunakan sumber dana internal yaitu, dengan dana dari dalam perusahaan maka perusahaan tidak mempunyai kewajiban untuk membayar bunga, dana yang tersedia sebagian besar telah memenuhi kebutuhan dana perusahaan dan biaya pemakaian relatif murah. Sumber internal yang dibentuk atau dihasilkan sendiri didalam perusahaan adalah laba ditahan dan penyusutan (depresiasi).

2) Sumber eksternal

Modal yang berasal dari luar perusahaan. Alasan perusahaan menggunakan sumber dana eksternal adalah jumlah dana yang digunakan tidak terbatas, dapat dicari dari berbagai

16

sumber dan dapat bersifat fleksibel. Yang merupakan sumber dana eksternal adalah sebagai berikut:

a) Supplier

Supplier merupakan dana kepada suatu perusahaan dalam bentuk penjualan barang secara kredit, baik jangka pendek (kurang dari satu tahun), maupun jangka menengah (lebih dari satu tahun dan kurang dari sepuluh tahun). Penjualan kredit dengan jangka waktu pembayaran kurang dari satu tahun terjadi pada penjualan barang dagang dan bahan mentah oleh supplier kepada langganan. Pabrik sering menjual mesin atau peralatan lain kepada suatu perusahaan yang menggunakan mesin dalam jangka waktu pembayaran 5 sampai 10 tahun. b) Bank

Bank adalah lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan, serta sebagai lembaga yang berfungsi memperlancar lalulintas pembayaran.

c) Pasar modal

Pasar modal adalah suatu pengertian abstrak yang mempertemukan dua kelompok yang saling berhadapan tetapi yang kepentingannya saling mengisi, yaitu calon pemodal dan emitan yang membutuhkan dana. Dimaksudkan dengan pemodal adalah perorangan atau lembaga yang menanamkan dananya dalam efek, sedangkan emiten adalah perusahaan yang

17

menerbitkan efek untuk ditawarkan kepada masyarakat. Fungsi dari pasar modal adalah mengalokasikan secara efisien arus dana dari unit ekonomi yang mempunyai surplus tabungan kepada unit ekonomi yang defisit tabungan.

b. Jenis-jenis modal 1) Modal asing

Dalam pasal 1 angka 8. UU No. 25 tahun 2007 tentang penanaman modal asing juga telah ditentukan pengertian modal asing, yaitu modal yang dimiliki oleh Negara asing perorangan warga Negara asing, badan usaha asing, badan hukum asing dan atau badan hukum Indonesia yang sebagian atau seluruh modalnya dimiliki oleh pihak asing.

Modal asing dibagi ke dalam tiga golongan, yaitu hutang jangka pendek, hutang jangka menengah dan hutang jangka panjang. Adapun jenis-jenis hutang jangka pendek antara lain kredit rekening koran, kredit dari penjualan, kredit dari pembeli dan kredit wesel, dengan jangka waktunya paling lama satu tahun. Hutang jangka menengah terdiri dari term loan dan leasing, dengan waktunya lebih dari satu tahun dan kurang dari 10 tahun. Sedangkan hutang jangka panjang jangka waktunya lebih dari 10 tahun, umumnya digunakan untuk membelanjakan perluasan perusahaan atau memodernisasi dari perusahaan, karena kebutuhan modal untuk keperluan tersebut meliputi jumlah yang besar.

18

Adapun jenis dari hutang jangka panjang adalah pinjaman obligasi dan pinjaman hipotik (Bambang Riyanto, 2005 : 171).

2) Modal sendiri

Modal sendiri atau ekuitas (laba ditahan dan dana yang diperoleh dari penjualan saham). Biaya laba ditahan perusahaan mencerminkan biaya kesempatan pengembalian yang diperoleh para pemegang sham jika meraka menerima laba dalam bentuk deviden dan menginvestasikan dana itu sendiri. Biaya ekuitas baru perusahaan juga mencerminkan biaya kesempatan, pengembalian diperoleh para pemegang modal baru jika mereka menginvestasikan dananya dalam bentuk lain, bukan dalam perusahaan. Biaya ini lebih tinggi daripada biaya laba ditahan karena juga mencakup beban yang terkait penjualan saham baru atau biaya mengambang (Jeff Madura, 2006 : 239). Modal sendiri diharapkan tetap berada dalam perusahaan untuk jangka waktu yang tidak terbatas sedangkan modal pinjaman mempunyai jatuh tempo. Menurut Erich A. Helfert (1997 : 242), ada dua sumber utama dari modal sendiri, yaitu:

a) Modal saham preferen, bentuk kepemilikan ekuitas ini secara konseptual berada pada titik tengah antara hutang dan saham biasa. Walaupun berada pada peringkat yang lebih rendah dibandingkan sebagai kreditor perusahaan, pemegang saham preferen mempunyai klaim terhadap laba perusahaan dengan

19

peringkat lebih tinggi daripada posisi pemegang saham biasa. Dalam hal likuiditas, klaim pemegang saham preferen dipenuhi sebelum klaim tersisa untuk pemegang saham biasa.

b) Modal saham biasa, pemegang saham biasa sebagai pemilik dalam urutan terakhir dari perusahaan (klaim saham biasa berlaku untuk semua aktiva dan laba yang tidak dituntut oleh kalim sebelumnya) memberikan dana jangka panjang dengan harapan memperoleh imbalan dari peningkatan nilai ekonomi saham. Nilai tambahan ini terdiri dari dampak pertumbuhan laba dan pertumbuhan deviden yang diterima pada nilai pasar, yang selanjutnya dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan risiko tertentu dalam industri dan perusahaan.

Dokumen terkait