• Tidak ada hasil yang ditemukan

rata-rata likuiditas

3. Pengujian Hipotesis a. Uji-t (Parsial)

Uji parsial ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh masing-masing variabel independen secara individual (parsial) terhadap

93

varaibel dependen. Hasil uji parsial ini dapat dilihat pada tabel coefficientsa. nilai hitung dari uji-t dapat dilihat dari p-value lebih kecil dari level of significant (α) = 5% yang ditentukan atau nilai t-hitung (pada kolom t) lebih besar dari t-tabel dihitung dari one-tailed α = 5% df–k , pada kolom confident level 95% dan level of significant (α)=5%.

t-tabel = { α ; df = ( n – k )} = 5% ; df = (54 – 5) = 0,05 ; df = 49 = 1,676 Tabel 4.15 Hasil Uji-t Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 1.638 .413 3.969 .000 Struktur_Aktiva -1.531 .469 -.431 -3.265 .002 Profitabiitas -1.509 .442 -.418 -3.413 .001 Ukuran_Perusahaan .028 .035 .095 .799 .428 Likuiditas -.214 .053 -.458 -4.041 .000

a. Dependent Variable: Struktur_Modal Sumber : Hasil output SPSS

1) Pengaruh Struktur Aktiva terhadap Struktur Modal

Variabel struktur aktiva berpengaruh signifikan terhadap struktur modal dengan nilai significant level 0,002 < 0,05. Sedangkan dengan membandingkan dengan hasil perhitungan didapatkan nilai t-hitung = 3,265 dan nilai t-tabel = 1,676 sehingga nilai t-hitung > nilai t-tabel

94

(3,265 > 1,676). Hal ini menunjukkan bahwa variabel struktur aktiva berpengaruh negatif signifikan terhadap struktur modal, dengan demikian H01 ditolak dan Ha1 diterima (hipotesis yang diajukan peneliti diterima).

Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan Trade off Theory, tetapi mendukung Pecking Order Theory. Permasalahan utama teori Pecking Order terletak pada informasi yang tidak sistematik dan struktur aktiva merupakan variabel yang menentukan besar kecilnya masalah ini. Ketika perusahaan memiliki proporsi aktiva berwujud yang lebih besar, penilaian asetnya menjadi lebih mudah sehingga permasalahan asimetri informasi menjadi lebih rendah. Dengan demikian, perusahaan akan mengurangi penggunaan hutangnya ketika proporsi aktiva berwujud meningkat. Ini artinya bahwa manajemen menggunakan posisi aset tetap sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan hutang. Hal ini terkait dengan kecenderungan bahwa manajemen akan berhati-hati dalam menggunakan dan membuat kebijakan hutang baru, agar kewajiban perusahaan akan semakin kecil. Semakin tinggi struktur aktiva (semakin besar jumlah aktiva tetap) maka penggunaan modal sendiri akan semakin tinggi yang akan sehingga penggunaan modal asing akan semakin sedikit atau struktur modalnya semakin rendah. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ali Kesuma (2009) dan Bram Hadianto dan Christian

95

Tayana (2010) mengatakan bahwa struktur aktiva berpengaruh negatif terhadap struktur modal.

2) Pengaruh Profitabilitas terhadap Struktur Modal

Variabel profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap struktur modal dengan nilai significant level 0,001 < 0,05. Sedangkan dengan membandingkan dengan hasil perhitungan didapatkan nilai t-hitung = 3,413 dan nilai t-tabel = 1,676 sehingga nilai t-hitung > nilai t-tabel (3,413 > 1,676). Hal ini menunjukkan bahwa variabel profitabilitas berpengaruh negatif signifikan terhadap struktur modal, dengan demikian H02 ditolak dan Ha2 diterima (hipotesis yang diajukan peneliti diterima).

Hasil penelitian ini sesuai dengan landasan teori yaitu Pecking Order Theory yang menyimpulkan bahwa apabila dana internal telah memenuhi kebutuhan sebagian besar dana maka perusahaan dapat menekan hutang ke tingkat yang lebih rendah. Ini berarti dana internal telah mampu merupakan pilihan utama dalam memenuhi sumber pembiayaan.

Dalam kaitannya dengan variabel profitabilitas, profitabilitas memiliki pengaruh negatif terhadap struktur modal yang artinya bahwa perusahaan yang mempunyai tingkat profitabilitas yang tinggi akan mengurangi ketergantungan modal dari pihak luar, karena tingkat keuntungan yang tinggi memungkinkan perusahaan untuk memperoleh sebagian besar pendanaannya yang dihasilkan secara internal yang

96

berupa laba ditahan sebelum perusahaan menggunakan sumber dana eksternal seperti hutang. Hal tersebut dapat disebabkan karena dengan semakin tingginya laba yang diperoleh perusahaan akan semakin banyak dana yang akan diperoleh sebagai sumber dana sehingga penggunaan hutang akan semakin sedikit, sehingga berpengaruh terhadap penentuan komposisi struktur modalnya. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Christina dan Johan Halim (2008), Yuanxin Liu dan Xiangbo Ning (2009) dan Murdika Alamsyah Hasan (2010) yang menyatakan bahwa variabel profitabilitas berpengaruh negatif terhadap struktur modal.

3) Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Struktur Modal

Variabel ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap struktur modal dengan nilai significant level 0,428 > 0,05. Sedangkan dengan membandingkan dengan hasil perhitungan didapatkan nilai t-hitung = 0,799 dan nilai t-tabel = 1,676 sehingga nilai t-hitung > nilai t-tabel (0,799 < 1,676). Hal ini menunjukkan bahwa variabel ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap struktur modal, dengan demikian H03 diterima dan Ha3 ditolak (hipotesis yang diajukan peneliti tidak diterima).

Hasil ini tidak sesuai dengan landasan teori yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan yang lebih besar akan lebih menjamin memiliki akses yang lebih mudah untuk mendapatkan sumber modalnya. Kemungkinan yang dapat terjadi dari hasil penelitian ini

97

adalah bahwa perusahaan lebih cenderung menyukai pendanaan yang berasal dari internal dibandingkan dari hutang, sehingga ukuran perusahaan tidak memiliki pengaruh terhadap penggunaan sumber dana eksternal. Kemungkinan lain adalah bahwa perusahaan besar yang mempunyai akses lebih mudah ke pasar modal dibandingkan dengan perusahaan kecil belum tentu dapat memperoleh dana dengan mudah di pasar modal. Hal ini disebabkan karena para investor akan membeli saham atau menanamkan modalnya tidak hanya mempertimbangkan besar-kecilnya perusahaan, tetapi juga memperhatikan faktor-faktor lain, seperti prospek perusahaan, sifat manajemen perusahaan saat ini dan lain sebagainya. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Yuanxin Liu dan Xiangbo Ning (2009) menunjukkan bahwa secara parsial ukuran perusahaan tidak mempengaruhi struktur modal.

4) Pengaruh Likuiditas terhadap Struktur Modal

Variabel likuiditas berpengaruh signifikan terhadap struktur modal dengan nilai significant level 0,000 < 0,05. Sedangkan dengan membandingkan dengan hasil perhitungan didapatkan nilai t-hitung = 4,041 dan nilai t-tabel = 1,676 sehingga nilai t-hitung > nilai t-tabel (4,041 > 1,676). Hal ini menunjukkan bahwa variabel likuiditas berpengaruh negatif signifikan terhadap struktur modal, dengan demikian H04 ditolak dan Ha4 diterima (hipotesis yang diajukan peneliti diterima).

98

Sesuai dengan Pecking Order Theory. Bahwa perusahaan yang memiliki tingkat profitabilitas dan likuiditas yang tinggi justru tingkat hutangnya rendah, sehingga perusahaan tidak menggunakan pembiayaan dari hutang. Hal ini dikarenakan perusahaan memiliki sumber dana internal yang melimpah, sehingga perusahaan lebih cenderung menggunakan dana internalnya terlebih dahulu untuk membiayai investasinya sebelum menggunakan pembiayaan eksternal melalui hutang. Hasil ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Faruk Hossain dan Ayub Ali (2012) yang menyatakan bahwa likuiditas berpengaruh negatif terhadap struktur modal.

b. Uji F (Simultan)

Pengujian ini digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh secara bersama-sama variabel struktur aktiva, profitabilitas, ukuran perusahaan dan likuiditas terhadap variabel struktur modal dengan menggunakan uji-F. Jika nilai F hitung > nilai F tabel maka terdapat pengaruh yang signifikan terhadap struktur modal.

Nilai F tabel didapat dari nilai degree of freedom (df1) = k-1, degree of freedom (df2) = n-k.

F tabel = { α ; (df1) = k-1, (df2) = n – k } = 0,05% ; df1 = (5-1), df2 = 54-5 = 0,05 ; df1 = 4, df2 = 49

99 Tabel 4.16 Hasil Uji F ANOVAb Model Sum of

Squares Df Mean Square F Sig.

1 Regression 5.411 4 1.353 9.582 .000a

Residual 6.918 49 .141

Total 12.330 53

a. Predictors: (Constant), Likuiditas, Ukuran_Perusahaan, Profitabiitas, Struktur_Aktiva b. Dependent Variable: Struktur_Modal

Sumber : Hasil output SPSS

Hasil analisis F hitung pada tabel diatas menunjukkan p-value 0,000 < 0,05 yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara varabel-variabel independen terhadap variabel dependennya sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Selain itu, dengan membandingkan F hitung dengan F tabel dengan taraf kesalahan 5% dan degree of freedom (df1) 1 = 4 dan (df2) 2 = 40 maka diperoleh F tabel sebesar 2,84. Nilai F hitung 9,582 > nilai F tabel 2,84 yang artinya terdapat pengaruh signifikan.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa struktur aktiva, profitabilitas, ukuran perusahaan dan likuiditas secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap struktur modal (debt to equity ratio) H05 ditolak dan Ha5 diterima (hipotesis yang diajukan peneliti diterima).

Dokumen terkait