BAB III KONSEPSI IBADAH DAN MORAL HARUN NASUTION
B. Moral
1. Pengertian Moral
Kata moral34 berasal dari kata latin ”mos-moris” yang berarti “adat kebiasaan”. Pengertian moral adalah ajaran baik buruk yang diterima umum yang berkenaan dengan perbuatan, sikap, kewajiban manusia. Moral adalah aturan kongkrit bagi penilaian baik buruknya perilaku manusia.
Di samping kata moral, terdapat istilah lain yang secara umum sering dianggap memilki pengertian yang sama, yakni “etika”. Secara etimologis, kata etika berasal dari kata Yunani “ethos”, yang secara harfiah juga berarti, “adat kebiasaan”,
33
Harun Nasution, Islam Rasional: Gagasan dan Pemikiran, hal. 444. 34
Moral adalah kondisi mental yang membuat orang tetap berani, bersemangat, bergairah, berdisiplin dan sebagainya; isi hati atau keadaan perasaan sebagaimana terungkap dalam perbuatan. Ajaran kesusilaan yang ditarik dari suatu cerita. Anton M. Moeliono, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka,1988), hal. 592. Bisa dilihat di buku K. Bertens, Etika (Jakarta: Gramedia, 1993)
watak, atau “kelakuan manusia”. Istilah etika dipakai untuk menyambut ilmu dan prinsip-prinsip dasar penilaian baik buruknya perilaku manusia.35
Berdasarkan definisi tersebut maka istilah moral dan etika memiliki pengertian yang sama, yakni sebuah penilaian yang sesuai dengan ide-ide yang diterima secara umum dari tindakan manusia yang berkaitan dengan makna yang baik dan wajar. Dengan kata lain, moral adalah suatu kebaikan yang disesuaikan dengan ukuran-ukuran tindakan yang diterima oleh manusia secara umum, yang meliputi kesatuan sosial atau lingkungan tertentu. Kata moral selalu mengacu pada baik buruknya perbuatan manusia sebagai manusia.36 Dengan demikian, moral hanya berlaku pada manusia serta tidak terdapat pada makhluk selain manusia.37
Moral melekat pada diri manusia secara rohani. Orang yang memahami nilai moral pasti mengerti tentang baik buruk dari apa yang dikerjakannya. Ketika mengkaji tentang moral, berarti membahas terminologi yang sangat substansial yang mengandung makna tentang norma kebaikan yang dihadapkanpada norma keburukan seseorang.38
Di dalam bahasa agama, istilah moral atau etika juga sering diungkapkan dengan istilah akhlak, yang mana di dalamnya terkandung nilai-nilai budi pekerti baik yang bersumber dari ajaran agama maupun dari kebudayaan manusia. Berkenaan
35
Sudarminta, Etika Umum, (Yogyakarta: Kanisius IKAPI, 2013), hal. 3. 36
Imam Sukardi dkk., Pilar Islam bagi Pularalisme Modern (Solo:Tiga Serangkai, 2003), hal. 80.
37
Octa Dwienda Ristica, Prinsip Etika dan Moralitas dalam Pelayanan Kebidanan
(Yogyakarta: Budi Utama, 2012), hal. 4. 38
Muhammad Djakfar, Etika Bisnis: Menangkap Spirit Ajaran langit dan Pesan Moral Ajaran Bumi (Jakarta: Penebar Plus, 2012), hal. 14-97.
dengan ini, agama Islam datang ke dunia untuk membimbing manusia agar mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Oleh karena itu, tujuan dari agama Islam untuk membina manusia agar beralih pada kebaikan dan kesehatan mental yang mendorong untuk berbuat baik semata.
Seperti halnya perilaku Harun Nasution pada masa hidupnya baik di kalangan keluarga maupun di kalangan masyarakat. Ia dikenal baik, ramah, sopan, tegas, konsisten dan tepat waktu. Seperti halnya apa yang telah dikatakan Prof. Dr. Abdul Aziz Dahlan, bahwa Harun Nasution sangat konsisten, apabila ingin bertemu dengan beliau harus janji terlebih dahulu dan ditentukan jamnya dan biasanya malah Harun Nasution lebih dulu datang dari pada yang ia janjikan dari jam sebelumnya. Harun Nasution juga sangat menghargai orang lain dan selalu mengayomi murid-murindnya.39
Dengan demikian, moral berarti tindakan manusia yang sesuai dengan ukuran yang diterima oleh umum, sehingga tolak ukurnya adalah kebiasaan yang berlaku. Salah satu kompetensi moral yang dimiliki seseorang yang berbudaya kerja Islam itu adalah nilai keikhlasan. Karena ikhlas merupakan bentuk dari cinta, bentuk kasih sayang dan pelayanan tanpa ikatan.
Kemudian untuk memperkuat argumentasi di atas maka Harun Nasution menegaskan bahwa moral juga berhubungan dengan kehidupan sehari-hari dalam diri manusia, moral juga merupakan keyakinan individu bahwa sesuatu adalah mutlak
39
Hasil wawancara dengan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Abdul Aziz Dahlan MA, tangal 06 Oktober 2015 jam: 12: 25.
baik atau buruk walaupun situasi berbeda, karena tujuan dari ajaran Islam, untuk mencegah manusia dari perbuatan buruk atau jahat dan selalu mendorong manusia untuk mengerjakan kelakuan baik. Dari sinilah budi pekerti luhur masyarakat baik dapat diwujudkan. Di samping membuat latihan spiritual dan moral manusia, al-Qur’ān juga membawa ajaran-ajaran atau norma-norma yang harus dilaksanakan dan dipegang oleh umat Islam. Allah berfirman dalam Ayat 58 dari Surah al-Nisā’ yang artinya:
Tuhan memperintahkan supaya kamu menyampaikan kepada yang berhak apa yang dipercayakan padamu dan supaya bersikap adil jika menentukan hukum di antara manusia .40
Dari penjelasan ayat ini menunjukkan bahwa manusia diperintahkan untuk berbuat adil kepada sesama. Perbuatannya tersebut tidak bisa lepas dari aturan-aturan dan adat istiadat, baik dan buruk yang dikerjakan manusia untuk melihat baik buruknya manusia harus dilihat dari aspek moral. Seperti halnya apa yang telah dikatakan Immanuel Kant, ia berpendapat bahwa perbuatan baik menjadi baik, karena akibat-akibat baik yang timbul dari berbuatan itu dan tidak pula bahwa karena ajaran agama mengerjakan bahwa perbuatan itu baik.
Oleh karena itu suatu perbuatan adalah baik, karena manusia tahu dari perasaan yang tertanam dalam jiwanya bahwa ia diperintahkan untuk mengerjakan yang baik dan mejauhi perbuatan-perbuatan buruk. Selain dari itu Harun Nasution mengungkapkan bahwa manusia mempunyai kemerdekaan dalam hidupnya, sehingga
40
Endang Hendra dkk., Al-Quran Cordoba (Bandung: Cordoba Internasional Indonesia, 2012), hal. 88
manusia setiap hari selalu mengadakan pilihan antara tunduk perintah hati sanubari dan patuh pada kemauan.41
Dalam kehidupan manusia sehari-hari jelas kelihatan bahwa manusia mempunyai pilihan untuk menempuh jalan hidupnya karena dalam diri manusia ada perintah sanubari dan rayuan kemauan hati. Hati membawa kepada kebaikan, sedangkan kemauan bisa membawa kebaikan dan keburukan.42 Yang dimaksud baik dalam tulisan di sini adalah dengan perbuatan baik bukan hanya yang merupakan ibadah, tetapi perbuatan duniawi yang setiap hari dilakukan manusia, bahkan juga dengan mahluk lain, termasuk binatang. Demikian juga dengan berbuatan buruk atau jahat adalah perbuatan buruk dan jahat yang dilakukan manusia, juga terhadap sesama manusia, di samping terhadap sesama manusia dan mahluk lain di dunia ini.43