BAB III. METODE PENELITIAN
H. Teknik Analisis Data
Untuk menganalisa data penelitan ini, peneliti akan menggunakan teknik analisis deskripitif kualitatif yaitu data-data yang dikelola dengan mengunakan teknik kualitatif, dan selanjutnya ditabulasikan atau diorganisasikan lalu ditarik suatu kesimpulan secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan rumusan persentase. Adapun rumusan persentase adalah sebagai berikut:
P = x 100 %
Keterangan : P = Prosentase
F = Frekwensi (Jumlah responden)
N = Number of Cases (Banyaknya individu)
BAB IV
HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
1. Sejarah Berdirinya SMP Muhammadiyah Limbung
SMP Muhammadiyah Limbung terletak di Jl. Poros Bajeng. Sekolah ini berdiri pada tahun 1950 dengan pimpinan pertamanya adalah Syamsuddin Dg Ngerang.
Sekolah ini didirikan oleh Pimpinan Daerah Kab. Gowa yaitu Majelis Dikdasmen Daerah. Dalam pendirian sekolah ini pimpinan pertamanya adalah KetuaPimpinan Daerah Muhammadiyah ( PDM ) Kab. Gowa.
Sekolah ini merupakan salah satu sekolah swasta yang memiliki predikat terbaik di Kab. Gowa dengan akreditasi “ A “. Dan merupakan sekolah muhammadiyah ketiga yang didirinkan di Daerah Gowa setelah Malino. Sejak awal berdirinya sekolah ini tenaga pendidiknya sudah terbukti kualitasnya yang dibuktikan dengan hampir semua adalah PNS dan ini tidak sedikit.
SMP Muhammadiyah Limbung sudah 6 kali berganti kepala sekolah. Beberapa pimpinan SMP Muhammadiyah Limbung; diangkat oleh majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah.
Kepala sekolah sekarang ini yaitu bernama Muhammad Risal, S.Pd.,M.Pd.I. tepat tanggal lahir Limbung 01 Juli 1978. Sebelum menjabat kepala sekolah beliau wakil kepala sekolah. Beliau menjadi kepala
58
sekolah atas Musyawarah Pimpinan Muhammadiyah limbung yang kemudian direkomendasikan kepada Majelis Diknasmen Muhammadiyah Limbung dilakukan setiap tahun ajaran baru. Sama seperti Sekolah lainnya. Dengan kata lain mengikuti aturan pemerintah. Setiap tahunnya sekolah ini mengalami peningkatan jumlah peserta didik. Dan pada tahun ini. Sekolah SMP Muhammadiyah limbung mempunyai jumlah total peserta didik sebanyak 985.
2. Visi dan Misi Sekolah
Adapun visi dan misi SMP Muhammadiyah Limbung adalah sebagai berikut:
a. Visi SMP Muhammadiyah Limbung:
Patuh, Disiplin, beriman dan berwawasan lingkungan.
b. Misi SMP Muhammadiyah limbung:
1. Menumbuhkan Penghayatan dan Pengamalan Terhadap Agama Islam.
2. Melaksanakan bimbingan belajar secara itensif.
3. Mendorong dan membantu siswa untuk mengenal potensi dirinya sehingga dapat berkembang secara optimal.
4. Menumbuhkan sikap disiplin pada seluruh warga sekolah.
5. Menumbuhkan sikap peduli terhadap lingkungan dan kesehatan sekolah.
3. Struktur Organisasi Sekolah
Berikut ini tabel Struktur Organisasi sekolah di SMP Muhammadiyah Limbung tahun ajaran 2015/2016:
a. Guru
Menurut akmal Hawi (2014: 9) mengatakan bahwa guru adalah semua orang yang berwewnang dan bertanggung jawab terhadap pendidikan murid. Baik secara individual ataupun klsikal. Baik sekolah maupun luar sekolah.
Tabel ke 3
Nama- nama Guru dan Jabatannya di SMP Muhammadiyah Limbung Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa Tahun 2015/2016
NO Nama Jabatan Alamat
1 Muhammad Rizal, S.
Pd. M. Pd. I
Kepala sekolah Kel. Mata Allo
2 Ariyani S. Pd. Wakil kepala sekolah Bonto Cinde Desa
4 Dra. Rabani p. Guru Matematika Jl. Pendidikan Limbung 5 Rabuddin abdy.S. Pd. Guru IPA Terpadu Limbung
6 Firdaus Guru Penjaskes JL. Prmuka
limbung
7 Hj. Nursyarkiah. S.Pd. Gurun IPS Terpadu Kel. Mata Allo Hj. Haspiah. Guru bahasa
Indonesia
Jl. Pendidikan Limbung 9 Dra. Hj. Nadimah Guru pendidikan
agama islam
Bontomaero
10 Dra. Hj. Jumariah IPS Terpadu Gowa
11 Marwiah. SPd. Guru Bahasa Indonesia
Bontoramba
12 Hj. Misbawati. S.Pd. Guru Bahasa Indonesia
Limbung
13 Sitti Palamuri.S.S.Pd. Guru PKN Jl. Pendidikan Limbung 14 Husniar. S. Pd. Guru Kesenian Limbung 15 Andriani S. Pd. Guru IPA Terpadu Limbung 16 Syafaruddin. K. Guru matematika Gowa 17 Mustari. S. Ag. Guru Pendidikan
Agama Islam
Talakuwe
18 Hj. St. Nurbaya Guru Bahasa Daerah Jatia
19 Dra. Jumasiah Guru IPS Terpadu Biring Balang 20 Nasrullah Rauf. S. TP. Guru Tik Jl. Pendidikan
Limbung 21 Azizah Aliyah. S. Ag. Guru Bahasa Arab Bontonompo 22 Roslinah. S.Pd. Guru IPA Terpadu Jl. Pendidikan
Limbung
23 Hamdana. S. Ag. Guru Pendidikan Agama Islam
Jl. Pendidikan Limbung 24 Suhardi. S. Pd. Guru Bahasa Derarah Jl. Balla
Lompoa Bonto
Guru Bahasa Inggris Kel. Mata Allo Kutulu
27 Nelly. S. Pd. Guru Matematika Kel. Mata Allo 28 Irwas Abdullah. S. Ag. Guru
Kemuhmmadiyahan
Mandalle
29 Rasdar. S.Pd. Guru Bahasa inggris Jl. Pendidikan Limbung 30 Syahruni. S. Pd. Guru Bahasa Arab Limbung
31 Nurwahidah. S. Pd. Guru Matematika Sungguminasa
32 Nawir Lalo Guru Kesenian Kel. Mata Allo.
Timpoppo 33 Munawir Muhammad.
S. Pd. I
Guru Bahasa Arab Kel. Mata Allo.
Kutulu 34 Nur Fadly
Mansyur. S. Pd.
Guru Penjaskes Panciro
35 Udin. S.Pd. Guru Penjaskes Sungguminasa
36 Jamaluddin. A. Md.
Kom.
Guru Tik. Pulau Kijang
Sumber data: SMP Muhmmmadiyah Limbung 2016
b. Staf
Tabel ke 4
Nama- nama staf dan jabatannya SMP Muhammadiyah Limbung Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa Tahun 2015/2016
Sumber data: SMP Muhammadiyah Limbung 2016
37 Siarmawati. S. Pd. Guru PKN Bontomaero
No. Nama Jabatan Alamat
1 Kamaruddin Rani KTU Limbung
2 Rosmala Dewi Staf Tata Usaha Bontomaero 3 Muajirah. S.Kom. Staf Tata Usaha Jl. Balla Lompoa
Limbung
4 syamrah Staf Tata Usaha Jl. Pendidikan
Limbung 5 Idrus. S. Pd.I. Staf Laboratorium Limbung
Saldi Staf Perpustakaan Kel. Mata Allo
7 Amiruddin Pembina HW Jl. Balla Lompoa
8 Ramli Dg Ngoyo Cleaning service Kel. Mata Allo Limbung
c. Petugas Keamanan
Tabel ke 5
Petugas Keamanan SMP Muhammadiyah Limbung Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa Tahun 2015/2016
NO. Nama Jabatan
1 Irfan Keamanan
2 Najamuddin Keamanan
Sumber data: SMP Muhammadiyah Limbung 2016 4. Keadaan Siswa
a. Penerimaan Siswa Baru
Seperti pada sekolah - sekolah lainnya. SMP Muhammadiyah Limbung dalam melakukan penerimaan siswa baru harus melaluai beberapa tahapan dengan persyaratan telah dinyatakan lulus dari Sekolah Dasar. Tahapan yang harus dilalui oleh calon siswa baru adalah mendaftarkan diri sebagai calon peserta didik pada sekolah tersebut.
Kemudian melakukan pengambilan formulir dan sebelum di beri formulir atau di tes membaca Al- qur’an sebelumnya; mengembalikan formulir; dan kemudian mengikuti kegiatan seleksi untuk mengetahui apakah calon peserta didik tersebut berhak menjadi peserta didik pada sekolah tersebut atau tidak.
b. Proses Kenaikan Kelas
Proses kenaikan kelas dim sekolahSMP Muhammadiyah Limbung adalah sebagai berikut:
1. Dilaksanakan pada akhir tahun pelajaran
2. Kehadiran tatap muka pada setiap mata pelajaran diperhitungkan dari tatap muka tanpa memperhitungkan ketidakhadiran karena sakit atau alasan tertentu sesuai dengan peraturan yang berlaku.
3. Sikap; perilaku; budi pekerrti peserta didik antara lain:
a. Tidak terlibat narkoba; perkelahian atau tawuran; dan tidak melawan tenaga pendidik atau tenaga kependidikan secara fisik atau nonfisik.
b. Tidak terlibat tindak kriminal.
4. Peserta didik dinyatakan tidak tuntas apabila yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran dan memiliki kepribadian yang tidak sesuai ketentuan yang berlaku dan dikondisikan dengan peraturan daerah yakni mengikuti remedial teaching untuk mengikuti program Kelas Tuntas Berkelanjutan (KTB).
c. Waktu Belajar
Waktu belajar yang terdapat pada SMP Muhammadiyah Limbung secara umum dimulai pukul 07. WITA dan berakhir pada pukul 13 20 WITA kecuali kelas IX dia pulang pada pukul 12. 40 WITA setelah melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah. Terkhusus pada hari senin dan jumat rutin dilaksanakan kegiatan jumatan diantaranya:
1. Jumat pekan pertama dan kedua di isi dengan jumat ibadah ( pematerinya dari PCM Limbung dan guru-guru di SMP Muhammmadiyah Limbung)
2. Jumat pekan ketiga di isi dengan senam kebugaran jasmani (guru olahraganya).
d. Jumlah siswa
Jumlah siswa pada SMP Muhammadiyah Limbung tiga tahun terakhir berikut data- datanya sebagai berikut:
Tabel ke 6
Data Keadaan Guru dan Siswa SMP Muhammadiyah Limbung Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa Tahun 2015/2016
No Obyek Jenis Kelamin Jumlah
Populasi Laki-laki Perempuan
1 Guru PAI 2 3 5
2 Siswa kelas VII 147 165 301
3 Siswa kelas VIII 162 135 297
4 Siswa kelas IX 172 179 351
Jumlah 481 468 985
Sumber data: SMP Muhammadiyah limbung Kec. Bajeng Kab. Gowa 2016
Berdasarkan tabel tersebut di atas menunjukkan bahwa jumlah siswa SMP Muhammadiyah limbung Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa dalam tahun ajaran 2015/2016 985 orang, dimana dari tahun ketahun mengalami peningkatan.
e. Keadaan sarana dan prasarana
Masalah sarana prasarana menjadi bagian dari objek penelitian dalam setiap kegiatan kegiatan penelitian.Maka kedaan sarana prasarana yang dimiliki oleh SMP Muhammadiyah Limbung Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa dapat dilihat dalambentuk tabel sebagai berikut:
Tabel ke 7
Keadaan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh SMP Muhammadiyah Limbung Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa.
Tahun 2015/2016
No Sarana dan prasarana Jumlah
keadaan
Baik Rusak
1 Kantor kepala sekolah 1 Unit √
-2 Ruang Guru 1 Unit √
-3 Ruang tata usaha 1 Unit √
-4 Perpustakaan 1 Unit √
-5 Lemari 1 Unit √
-6 Bangku belajar 1Unit √
-7 Kursi belajar 945 buah √
-8 Lapangan olahrga 1 (satu) √
-9 Televisi 1 buah √
-10 Mesin ketik 2 buah √
-11 Ruang kelas belajar 27 ruangan √
-12 Kursi guru 20 buah √
-13 Meja guru 20 buah √
-14 Komputer 3 buah √
-15 Printer 3 buah √
-16 Toilet 6 rungan √
-17 Kantin 1 ruangan √
-18
Alat peraga - IPA
- Matematika - IPS
20 buah 42 buah 8 buah
√
-19 Alat keterampilan 10 buah √
-20 Masjid 1 ruangan √
-Sumber data : kantor tata usaha SMP Muhammadiyah Limbung Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa tahun 2016.
Dari tabel diatas dapat di pahami bahwa keadaan sarana prasarana pendidikan cukup memadai untuk menjalangkan aktifitas pemeblajaran dan pendidikan. Meskipun masih ada kelengkapan sarana
dana prarana yang belum bisa diadakan, namun dengan keberadaan sarana dan prasarana yang sekarang ini, sudah cukup memadai.
Keberadaan mesjid didalam lokasi SMP Muhammadiyah Limbung, seperti biasa dalam hal keagamaan berjalan secara aktif, hal ini dapat kita lihat dengan rutinnya shalat berjamaah siswa, guru dan pegawai di sekolah dalam kesehariannya.
Dari penjelasn diatas dapat disimpulkan bahwa penunjang keberhasilan proses belajar mengajar sangat didukung pula oleh fasilitas-fasilitas yang memadai yang dibutuhkan selama proses belajar mengajar dan selama beriteraksi disekolah. Karena tanpa fasilitas-fasilitas pembelajaran, maka proses pentransferan ilmu dan pendidikan akhlak yang akan disalurkan ke siswa tidak akan terlaksana dengan baik.
B. Peranan Guru dalam menanamkan Sifat Keteladanan di SMP Muhammadiyah Limbung Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa
Peranan guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan sifat keteladanan di SMP Muhammadiyah Limbung Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa.
Sebelum membahas lebih jauh mengenai peranan guru pendidikan dalam menanamkan sifat keteladanan, maka tentunya kita harus mengetahui mengenai sistem atau penilaian yang dilakukan oleh penulis, oleh karena itu langkah yang dilakukan oleh penulis adalah memberikan tes kepada siswa dalam bentuk pilihan ganda yang berdasarkan sampel yang telah ditentukan oleh penulis sebelumnya yaitu di SMP
Muhammadiyah limbung Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa. Sebanyak 62 siswa dari jumlah keseluruhan.
Untuk mengetahui perananan guru pendidikan agama Islam dalam menanamkan sifat keteladanan, maka tentunya penulis memberikan soal pilihan ganda kepada siswa untuk mengukur sejauh mana peranan guru pendidikan agama islam dalam menanamkan sifat keteladanan terhadap siswa di SMP Muahammadiyah Limbung Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa.
Berdasarkan data yang diperoleh oleh penulis dari angket-anket yang disebarkan kepada responden di SMP Muhammadiyah Limbung Kecamata Bajeng Kabupaten Gowa sebanyak 62 orang siswa, setelah diperoleh data berdasarkan angket tersebut, maka hsilnya penulis akan deskripsikan dalam bentuk tabel-tabel.
Setelah menelusuri mengenai soal pilihan ganda yang diberikan kapada siswa dalam mengukur sejauh mana peranan guru pendidikan agama islam dalam menanamkan sifat keteladanan terhadap siswa, untuk memberikan gambaran umum mengenai peserta didik tentang sifat keteladanan terhadap siswa, maka untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :
Tabel 8
Responden siswa terhadap Peranan guru pendidikan Agama Islam dalam menanamkan sifat keteladanan dalam hal disiplin waktu di SMP Muhammmadiyah limbung Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa
NO Jawaban Responden Frekuensi Presentase(%)
1 YA 24 39 %
2 Kadang-kadang 38 61 %
3 Tidak 0 0 %
Jumlah 62 100 %
Sumber data: angket nomor 1
Data dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa dari 62 reponden 24 atau 39 % menyatakan YA.38 atau 61 % mengatakan kadang-kadang.
0 atau 0% mengatakan tidak. Jadi sudah jelas bahwa dalam hal kedesiplinan waktu masih banyak yang belum tepat waktu masuk mengajar dikelas, sedangkan yang menyatakan kadang-kadang lebih banyak dibanding dengan yang menjawab ya kemudian tidak 0 atau )0%
Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahawa masih lebih banyak siswa yang memilki pandangan kadang-kadang terhadap disiplin waktu di SMP Muhammadiyah Limung Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa.Dan sudah sesuai dengan ketentuan yang ada di SMP Muhammadiyah Limbung Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa. Untuk lebih jelasnya peneliti sajikan tabel sebagai berikut:
Tabel ke 9
perananan guru Pendidikan Agama Islam dalam mengigatkan waktu shalat di SMP Muhammadiyah Limbung Kecamatan Bajeng
Kabupaten Gowa 2015 - 2016.
No Jawaban responden Frekuensi Presentase(%)
1 YA 38 91%
2 Kadang-kadang 23 37%
3 Tidak 1 1%
Jumlah 62 100%
Sumber data: angket nomor 2
Data dari tabel tersebut disimpulkan bahwa dari 62 responden 38 atau 91 % menyatakan YA. mengatakan kadang-kadang. 23 atau 37 % mengatakan tidak 1 atau 1 %. Jadi sudah jelas bahwa lebih banyak yang mengatakan kadang-kadang dalam mengigatkan waktu shalat ketika tiba waktu shalat.
Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa lebih banyak yang memiliki pandangan Ya dalam mengingatkan waktu shalat ketika tiba waktunya di SMP Muhammadiyah Limbung Kecamatan Bajeng Gowa.
Pada saat melakukan wawancara oleh guru pendidikan agama Islam Mustari, S Ag. mengatakan bahwa:
Terkait dengan peranan guru adalah terlebih dahulu guru memberikan contoh seperti cara berpakaian dengan rapi sesuai dengan ajaran Islam agar supaya siswa dapat mengikuti aturan yang berlaku di sekolah kemudian bukan hanya guru agama saja yang harus mengajarkan sifat keteladanan seperti dalam hal mengingatkan waktu shalat tetapi semua guru yang ada di SMP Muhammadiyah limbung(wawancara 19 juli 2016)
Tabel ke 10
Responden siswa terhadap guru pendidikan agama Islam dalam menicerminkan sopan santun di SMP Muhammadiyah Limbung
Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa.
Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa dari 62 reponden yang menyatakan Ya 53 oang atau 83 % yang mengatakan kadang-kadang 9 orang atau 15 % dan tidak 0 atau 0 %, jadi sudah jelas bahwa lebih banyak yang memandang Ya di banding kadang-kadang ini menandakan bahwa semua guru masih dapat mememlihara keteladanan terhadap siswa di SMP Muhammadiyah Limbung Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa.
Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bawah pandanagan siswa secara umum kepada guru pendidikan agama Islam masih sangat
bagus dalam mengajarkan sifat keteladanan terhadap siswa di SMP muhammadiyah Limbung Kabupaten Gowa.
Melihat beberpa pengalaman selama mengajar di SMP Muhammadiyah Limbung menurut Idrus, S. Pd.I mengatakan bahwa:
Untuk menjadi guru yang baik itu tidak muda karanah ada beberpa hal yang harus diperhatikan diantarnya adalah harus mampu mencerminkan akhlak yang baik kepada peserta didik,sebelum pelajaran di mulai harus terlebih dahulu berdoa, harus menghomati diri sendiri,harus mengajarkan adab-adab bertamu baik di sekolah maupun dirumah, kemudian kalau metode guru dalam mengajarkan keteladanan adalah harus menceritakan kembali tentang kisah-kisah nabi agar mudah lebih dipahami kemudian berpakaian dengan rapi sesuai dengan ajaran Islam(wawancara 19 juli 2016).
Tabel ke 11
Responden siswa kepada Guru pendidikan Islam dalam
mengaplikasikan sifat kesabaran keteladanan dalam terhadap siswa SMP Muhammadiyah Limbung Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa
2015 - 2016.
kadang-kadang 28 orang siswa atau 45 % dan tidak 0 atau 0% jadi sudah jelas bahwa masih banyak siswa yang memiliki jawaban Ya di banding dengan jawaban kadang-kadang ini menandakan bahwa guru pendidikan agama Islam masih sabar dalam mengadapi siswa di kelas selama berinteraksi di SMP Muhammadiyah Limbung Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa.
Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar guru masih sabar dalam mengahadapi siswa saat terjadi berbagai masalah dan tantangan dalam proses pendidikan berlangsung di sekolah, sesuai dengan hasil wawancara menurut Idrus, S. Pd. Mengatakan bawah:
Guru itu tidak gampang karanah harus memiliki kesabaran yang tinggi dan mampu membaca kadaan siswanya di kelas jadi guru jadi memang guru harus matang dalam hal ilmu pengetahuan utama di bidang agama kemudian berbicara tentang keteladanan guru ini bukan hanya pada guru agama saja yang harus memberikan contoh tetapi semua guru harus memberikan contoh yang baik kepada siswa di SMP Muhammadiyah Limbung(wawancara 19 juli 2016)
Tabel ke 12
peranan guru pendidikan Agama Islam dalam memberikan nasehat kepada siswa sebelum pelajaran dimulai di SMP Muhammadiyah
Limbung Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa.
No Jawaban responden Frekuensi Presentase
1 Sering 44 71%
2 Kadang-kadang 18 29%
3 Tidak 0 0%
Jumlah 62 100%
Sumber data : angket No 5
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa 44 orang atau 71 % siswa yang menyatakan sering, ada 18 orang atau 29 % siswa yang menyatakan kadang-kadang dan tidak o atau % ini menandakan bahwa guru masih sering memberikan nasehat kepada siswa sebelum pelajaran di mulai di SMP Muhammadiyah limbung KecamatKabupaten Bajeng Kabupaten Gowa.
Dari beberapa uraian di atas dapat disimpulkan bahwa perananan guru pendidikan Agama Islam dalam menanamkan sifat keteladanan terhadap siswa di SMP Muhammadiyah Limbung Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa secara umum dapat terlaksana proeses pendidikan dengan baik walaupun belum sampai kepada kesempuranaan tetapi dapat juga dilihat dai beberapa prestasi yang di rahi setiap tahunnya mengalami peningkatan, yaitu ketika guru mampu menciptakan kreatifitasnya dalam proses pembelajaran dan iteraksinya dengan siswa. Olehnya itu sebagai seorang guru (pendidik) dituntut untuk profesional sesuai dengan Pasal I UU Sisdiknas tahun 2003 menyatakan bahwa di antara tujuan pendidikan Nasional adalah mengembangkan potensi siswa untuk memiliki kecerdasan, kepribadian dan akhlak yang mulia. Dari tujuan diatas, maka seorang guru tidak hanya mengutamakan kecerdasan intelektualal pada
siswanya tapi juga mengutamakan penanaman kepribadian, karakter, dan akhlak yang mulia sehingga akan melahirkan siswa yang yang berkualitas.
C. Metode-Metode Pendidikan yang digunakan guru PAI SMP Muhammadiyah Limbung
Pada saat melakukan wawancara oleh guru pendidikan agama Islam Mustari, S Ag. mengemukakan bahwa metode-metode yang beliau terapkan terhadap peserta didiknya adalah:
1. Metode Pendidikan melalui Teladan
Setiap muslim wajib meneladani Rasulullah Saw dan akan selamat apabila meneladaninya. Rasulullah Saw adalah pelita penerang terhadap hati yang gelap. Beliau merupakan teladan yang terbesar buat umat manusia dalam sejarah manusia yang panjang. Beliau adalah seorang pendidik yang memberi petunjuk kepada manusia dengan tingkah lakunya terlebih dahulu sebelum kata-kata yang baik.
Dengan demikian, seorang pendidik dituntut untuk menjadi teladan dihadapan peserta didiknya, bersegera untuk berkorban untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang hina. Artinya setiap peserta didik akan meneladani pendidiknya dan benar-benar puas terhadap ajaran yang diberikan kepadanya sehingga perilaku ideal yang diharapkan setiap anak merupakan realitas dan dapat diaplikasikan, sebagaimana dalam firman Allah dalam Q.S Al-Azhab (33) : 21
َمْﻮَـﻴْﻟاَو َﻪﱠﻠﻟا ﻮُﺟْﺮَـﻳ َنﺎَﻛ ْﻦَﻤِﻟ ٌﺔَﻨَﺴَﺣ ٌةَﻮْﺳُأ ِﻪﱠﻠﻟا ِلﻮُﺳَر ِﰲ ْﻢُﻜَﻟ َنﺎَﻛ ْﺪَﻘَﻟ
﴿اًﲑِﺜَﻛ َﻪﱠﻠﻟا َﺮَﻛَذَو َﺮ ِﺧﻵا ٢١
﴾
Terjemahnya :
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
2. Metode Pendidikan Melalui Pembiasaan
Metode ini merupakan suatu amalan atau perbuatan yang diulang-ulang, sehingga menjadi kegiatan yang ringan dan mudah dikerjakan, oleh karena itu metode pembiasaan ini sangat epektif dalam proses belajar mengajar karena dapat mempermudah atau memperlancar peserta didik dalam melaksanakan sesuatu sehingga itu terasa mudah dilaksanakan.
Ketika Rasulullah menggunakan metode ini dapat kita jumpai melalui pembianaan yang dilakukan yang dilakukan kepada para sahabatnya ketika mengajarkan shalat dia langsung menjadi imamnya dan para sahabat menjadi makmum sekaligus belajar dengan mereka.
Jadi proses pembelajaran yang dapat ditarik sebagai kesimpulan dari metode pembiasaan ini yaitu:
a. Senantiasa memotivasi peserta didik untuk terus belajar
b. Mengarahkan peserta didik untuk memahami bahwa yang dilakukannya salah dan membiarkannya untuk memperbaikinya sendiri atau bertanya langsung.
c. Bisa jadi, ketika pada gilirannya Rasulullah Saw tidak menjelaskan secara langsung kepada para sahabatnya yang bersangkutan mengenai kesalahannya, tetapi sahabat tersebut yang langsung bertanya.
3. Metode Pendidikan melalui Nasehat
Metode nasehat merupakan cara mendidik yang bertumpu pada bahasa yang baik lisan maupun tulisan. Nasehat bertujuan untuk memberikan kesadaran bagi yang mendengar dan membacanya, sebagaimana dalam firman Allah dalam Q.S Al-Ashar (103) : 3
ﻻِإ ِْﱪﱠﺼﻟﺎِﺑ اْﻮَﺻاَﻮَـﺗَو ﱢﻖَْﳊﺎِﺑ اْﻮَﺻاَﻮَـﺗَو ِتﺎَِﳊﺎﱠﺼﻟا اﻮُﻠِﻤَﻋَو اﻮُﻨَﻣآ َﻦﻳِﺬﱠﻟا
Terjemahnya :
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.
BAB V PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari hasil penelitian yang dilakukan, mengenai peranan Guru pendidikan Agama Islam dalam menanamkan sifat keteladanan terhadap siswa SMP Muhammadiyah Limbung Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Peranan Guru pendidikan Agama Islam dalam menanamkan Sifta keteladanan terhdap siswa SMP Muhammadiyah Limbung adalah Islam telah mengajarkan tentang sifat keteladanan sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw sebagai suri teladan yang baik bagi seluruh umat manusia di muka bumi sehingga ia di gelar sebagai rahmatan lilalamin rahmat bagi seluruh alam.peranan guru harus mampu mengaktifkan kembali siswa dengan menanamkan sifat keteladanan yang menjadi tolak ukur dalam keberhasilan tujuan pendidikan.
2. sifat keteladanan adalah ajaran Islam yang telah di bawa oleh Nabi Muhammad Saw yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadis, olehnya itu pendidikan islam merupakan konsep senanatiasa menyeruhkan pada jalan Allah, dengan demikian seorang pendidik ditunutu untuk menjadi teladan dihadapan anak didiknya, karenah sedikit
80
banyaknya anak didik akan meniru apa yang dilakukan pendidiknya (guru).
3. Peranan guru dalam mencerminkan sifat keteladanan guru terlebih dahulu memberikan contoh yang kemudian mengajarkan kepada
3. Peranan guru dalam mencerminkan sifat keteladanan guru terlebih dahulu memberikan contoh yang kemudian mengajarkan kepada