BAB IV. HASIL PENELITIAN
B. Peranan Guru dalam menanamkan Sifat Keteladanan di SMP
Peranan guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan sifat keteladanan di SMP Muhammadiyah Limbung Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa.
Sebelum membahas lebih jauh mengenai peranan guru pendidikan dalam menanamkan sifat keteladanan, maka tentunya kita harus mengetahui mengenai sistem atau penilaian yang dilakukan oleh penulis, oleh karena itu langkah yang dilakukan oleh penulis adalah memberikan tes kepada siswa dalam bentuk pilihan ganda yang berdasarkan sampel yang telah ditentukan oleh penulis sebelumnya yaitu di SMP
Muhammadiyah limbung Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa. Sebanyak 62 siswa dari jumlah keseluruhan.
Untuk mengetahui perananan guru pendidikan agama Islam dalam menanamkan sifat keteladanan, maka tentunya penulis memberikan soal pilihan ganda kepada siswa untuk mengukur sejauh mana peranan guru pendidikan agama islam dalam menanamkan sifat keteladanan terhadap siswa di SMP Muahammadiyah Limbung Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa.
Berdasarkan data yang diperoleh oleh penulis dari angket-anket yang disebarkan kepada responden di SMP Muhammadiyah Limbung Kecamata Bajeng Kabupaten Gowa sebanyak 62 orang siswa, setelah diperoleh data berdasarkan angket tersebut, maka hsilnya penulis akan deskripsikan dalam bentuk tabel-tabel.
Setelah menelusuri mengenai soal pilihan ganda yang diberikan kapada siswa dalam mengukur sejauh mana peranan guru pendidikan agama islam dalam menanamkan sifat keteladanan terhadap siswa, untuk memberikan gambaran umum mengenai peserta didik tentang sifat keteladanan terhadap siswa, maka untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :
Tabel 8
Responden siswa terhadap Peranan guru pendidikan Agama Islam dalam menanamkan sifat keteladanan dalam hal disiplin waktu di SMP Muhammmadiyah limbung Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa
NO Jawaban Responden Frekuensi Presentase(%)
1 YA 24 39 %
2 Kadang-kadang 38 61 %
3 Tidak 0 0 %
Jumlah 62 100 %
Sumber data: angket nomor 1
Data dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa dari 62 reponden 24 atau 39 % menyatakan YA.38 atau 61 % mengatakan kadang-kadang.
0 atau 0% mengatakan tidak. Jadi sudah jelas bahwa dalam hal kedesiplinan waktu masih banyak yang belum tepat waktu masuk mengajar dikelas, sedangkan yang menyatakan kadang-kadang lebih banyak dibanding dengan yang menjawab ya kemudian tidak 0 atau )0%
Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahawa masih lebih banyak siswa yang memilki pandangan kadang-kadang terhadap disiplin waktu di SMP Muhammadiyah Limung Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa.Dan sudah sesuai dengan ketentuan yang ada di SMP Muhammadiyah Limbung Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa. Untuk lebih jelasnya peneliti sajikan tabel sebagai berikut:
Tabel ke 9
perananan guru Pendidikan Agama Islam dalam mengigatkan waktu shalat di SMP Muhammadiyah Limbung Kecamatan Bajeng
Kabupaten Gowa 2015 - 2016.
No Jawaban responden Frekuensi Presentase(%)
1 YA 38 91%
2 Kadang-kadang 23 37%
3 Tidak 1 1%
Jumlah 62 100%
Sumber data: angket nomor 2
Data dari tabel tersebut disimpulkan bahwa dari 62 responden 38 atau 91 % menyatakan YA. mengatakan kadang-kadang. 23 atau 37 % mengatakan tidak 1 atau 1 %. Jadi sudah jelas bahwa lebih banyak yang mengatakan kadang-kadang dalam mengigatkan waktu shalat ketika tiba waktu shalat.
Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa lebih banyak yang memiliki pandangan Ya dalam mengingatkan waktu shalat ketika tiba waktunya di SMP Muhammadiyah Limbung Kecamatan Bajeng Gowa.
Pada saat melakukan wawancara oleh guru pendidikan agama Islam Mustari, S Ag. mengatakan bahwa:
Terkait dengan peranan guru adalah terlebih dahulu guru memberikan contoh seperti cara berpakaian dengan rapi sesuai dengan ajaran Islam agar supaya siswa dapat mengikuti aturan yang berlaku di sekolah kemudian bukan hanya guru agama saja yang harus mengajarkan sifat keteladanan seperti dalam hal mengingatkan waktu shalat tetapi semua guru yang ada di SMP Muhammadiyah limbung(wawancara 19 juli 2016)
Tabel ke 10
Responden siswa terhadap guru pendidikan agama Islam dalam menicerminkan sopan santun di SMP Muhammadiyah Limbung
Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa.
Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa dari 62 reponden yang menyatakan Ya 53 oang atau 83 % yang mengatakan kadang-kadang 9 orang atau 15 % dan tidak 0 atau 0 %, jadi sudah jelas bahwa lebih banyak yang memandang Ya di banding kadang-kadang ini menandakan bahwa semua guru masih dapat mememlihara keteladanan terhadap siswa di SMP Muhammadiyah Limbung Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa.
Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bawah pandanagan siswa secara umum kepada guru pendidikan agama Islam masih sangat
bagus dalam mengajarkan sifat keteladanan terhadap siswa di SMP muhammadiyah Limbung Kabupaten Gowa.
Melihat beberpa pengalaman selama mengajar di SMP Muhammadiyah Limbung menurut Idrus, S. Pd.I mengatakan bahwa:
Untuk menjadi guru yang baik itu tidak muda karanah ada beberpa hal yang harus diperhatikan diantarnya adalah harus mampu mencerminkan akhlak yang baik kepada peserta didik,sebelum pelajaran di mulai harus terlebih dahulu berdoa, harus menghomati diri sendiri,harus mengajarkan adab-adab bertamu baik di sekolah maupun dirumah, kemudian kalau metode guru dalam mengajarkan keteladanan adalah harus menceritakan kembali tentang kisah-kisah nabi agar mudah lebih dipahami kemudian berpakaian dengan rapi sesuai dengan ajaran Islam(wawancara 19 juli 2016).
Tabel ke 11
Responden siswa kepada Guru pendidikan Islam dalam
mengaplikasikan sifat kesabaran keteladanan dalam terhadap siswa SMP Muhammadiyah Limbung Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa
2015 - 2016.
kadang-kadang 28 orang siswa atau 45 % dan tidak 0 atau 0% jadi sudah jelas bahwa masih banyak siswa yang memiliki jawaban Ya di banding dengan jawaban kadang-kadang ini menandakan bahwa guru pendidikan agama Islam masih sabar dalam mengadapi siswa di kelas selama berinteraksi di SMP Muhammadiyah Limbung Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa.
Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar guru masih sabar dalam mengahadapi siswa saat terjadi berbagai masalah dan tantangan dalam proses pendidikan berlangsung di sekolah, sesuai dengan hasil wawancara menurut Idrus, S. Pd. Mengatakan bawah:
Guru itu tidak gampang karanah harus memiliki kesabaran yang tinggi dan mampu membaca kadaan siswanya di kelas jadi guru jadi memang guru harus matang dalam hal ilmu pengetahuan utama di bidang agama kemudian berbicara tentang keteladanan guru ini bukan hanya pada guru agama saja yang harus memberikan contoh tetapi semua guru harus memberikan contoh yang baik kepada siswa di SMP Muhammadiyah Limbung(wawancara 19 juli 2016)
Tabel ke 12
peranan guru pendidikan Agama Islam dalam memberikan nasehat kepada siswa sebelum pelajaran dimulai di SMP Muhammadiyah
Limbung Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa.
No Jawaban responden Frekuensi Presentase
1 Sering 44 71%
2 Kadang-kadang 18 29%
3 Tidak 0 0%
Jumlah 62 100%
Sumber data : angket No 5
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa 44 orang atau 71 % siswa yang menyatakan sering, ada 18 orang atau 29 % siswa yang menyatakan kadang-kadang dan tidak o atau % ini menandakan bahwa guru masih sering memberikan nasehat kepada siswa sebelum pelajaran di mulai di SMP Muhammadiyah limbung KecamatKabupaten Bajeng Kabupaten Gowa.
Dari beberapa uraian di atas dapat disimpulkan bahwa perananan guru pendidikan Agama Islam dalam menanamkan sifat keteladanan terhadap siswa di SMP Muhammadiyah Limbung Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa secara umum dapat terlaksana proeses pendidikan dengan baik walaupun belum sampai kepada kesempuranaan tetapi dapat juga dilihat dai beberapa prestasi yang di rahi setiap tahunnya mengalami peningkatan, yaitu ketika guru mampu menciptakan kreatifitasnya dalam proses pembelajaran dan iteraksinya dengan siswa. Olehnya itu sebagai seorang guru (pendidik) dituntut untuk profesional sesuai dengan Pasal I UU Sisdiknas tahun 2003 menyatakan bahwa di antara tujuan pendidikan Nasional adalah mengembangkan potensi siswa untuk memiliki kecerdasan, kepribadian dan akhlak yang mulia. Dari tujuan diatas, maka seorang guru tidak hanya mengutamakan kecerdasan intelektualal pada
siswanya tapi juga mengutamakan penanaman kepribadian, karakter, dan akhlak yang mulia sehingga akan melahirkan siswa yang yang berkualitas.
C. Metode-Metode Pendidikan yang digunakan guru PAI SMP