• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV DATA DAN ANALISIS DATA

KERANGKA TEORITIS

A. Teori Propaganda

1. Pengertian Propaganda

BAB II

KERANGKA TEORITIS

A.Teori Propaganda

1. Pengertian Propaganda

Propaganda merupakan sebuah usaha yang dilakukan oleh sekelompok orang atau sebuah organisasi untuk mempengaruhi manusia. Terkadang propaganda dilakukan untuk merubah pemikiran seseorang dengan tujuan untuk kepentingan sendiri karena propaganda dapat merubah kepercayaan dan opini.

Dalam propaganda mempunyai kajian pokok “How to Influence and to control the mind’s of men”- Bagaimana mempengaruhi dan menguasai pikiran manusia.1 Istilah propaganda bisa jadi telah mengukirkan suatu gambaran negatif atau hal buruk di dalam pikiran seseorang.2 kegiatan seperti ini bagian dari upaya untuk membujuk orang lain agar mengikuti dan melakukan sesuai keinginan propagandis.

Propaganda berasal dari bahasa Latin propagare artinya cara tukang kebun menyemaikan tunas suatu tanaman ke sebuah lahan untuk memproduksi suatu tanaman baru yang kelak akan tumbuh sendiri. Dengan kata lain juga berarti mengembangkan atau memekarkan (untuk tunas).3 Dari sejarahnya sendiri, propaganda awalnya adalah mengembangkan dan memekarkan agama Khatolik Roma baik di Italia maupun di negara-negara lain. sejalan dengan tingkat

1

Ginting Munthe, Moeryanto, Propaganda dan Ilmu Komunikasi, Jurnal IISIP, Vol. IV, No. 1, Edisi Juni 2012, h. 49

2

Ginting Munthe, Moeryanto, Propaganda dan Ilmu Komunikasi, Jurnal IISIP, Vol. IV, No. 1, Edisi Juni 2012, h. 40

3

perkembangan manusia, propaganda tidak hanya digunakan dalam bidang keagamaan saja tetapi juga dalam bidang pembangunan, politik, komersial, pendidikan, dan lain-lain.

Menurut Jacques Ellul, seorang sosiolog dan filosof Perancis, pengertian propaganda sebagai komunikasi yang “digunakan oleh suatu kelompok terorganisasi yang ingin menciptkan partisipasi aktif atau pasif dalam tindakan-tindakan suatu massa yang terdiri atas individu-individu, dipersatukan secara psikologis melalui manipulasi psikologis dan digabungan dalam suatu organisasi”. 4

Jacques Ellul (1965) propaganda politik adalah kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah, partai politik, dan kepentingan untuk mencapai tujuan politik (strategis dan taktis) dengan pesan-pesan yang lebih khas yang lebih berjangka pendek.5

Propaganda politik adalah sebuah bentuk kekerasan yang halus dan tak mampu, yang menyembunyikan pemaksaan interpretasi dan realitas, maka dia dapat dilihat sebagai sebauh bentuk kekerasan pada tingkat tanda atau simbol.6

Propaganda politik dapat merupakan kegiatan komunikasi politik yang dilakukan secara terencana dan sistematik, untuk menggunakan sugesti (mempermainkan emosi), untuk tujuan mempengaruhi seseorang atau kelompok orang, khalayak atau komunitas yang lebih besar (bangsa) agar melaksanakan atau menganut suatu ide (ideology, gagasan, sampai sikap), atau kegiatan tertentu dengan kesadarannya sendiri tanpa merasa dipaksa/terpaksa.

4

Dan Nimmo, Komunikasi Politik (Komunikator, Pesan, dan Media), (Bandung: Remadja Karya, 1989), h. 136

5

Anwar Arifin, Komunikasi Politik: Paradigma-Teori-Aplikasi-Strategi dan Komunikasi Politik di Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2003), h. 74

6

Arief Adityawan S, Propaganda Pemimpin Politik Indonesia, (Jakarta: Pustaka LP3ES Indonesia, 2008), h. xix

Harold D. Lasswell dalam tulisannya Propaganda mengatakan propaganda adalah teknik untuk mempengaruhi kegiatan manusia dengan memanipulasi representasinya (Propaganda in broadest sense is the technique of influencing human action by the manipulation of representations)”. Definsi lainnya dari Laswell yang menyebutkan propaganda adalah semata-mata kontrol opini yang dilakukan melalui simbol-simbol yang mempunyai arti, atau menyampaikan pendapat yang kongkrit dan akurat (teliti), melalui sebuah cerita, rumor laporan gambar-gambar dan bentuk-bentuk lain yang bisa digunakan dalam komunikasi sosial (It refeers propaganda solely to the control of public opinion by significant symbols, or to speak more concretely and less accurately, by the stories, rumours, report, pictures and other form of social communication)”.7

Dalam negara demokrasi, propaganda menurut Leonard W. Dobb dipahami sebagai suatu usaha individu atau individu-individu yang berkepentingan untuk menggunakan sugesti. Sedang Harbert Blumer mengemukakan bahwa propaganda dapat dianggap sebagai suatu kampanye politik yang dengan sengaja mengajak dan membimbing untuk mempengaruhi/membujuk orang guna menerima suatu pandangan, sentiment, atau nilai.8

Dalam propaganda media memiliki peran yang penting dalam proses penyebaran pesan. Salah satu media yang biasanya digunakan dalam kegiatan propaganda adalah media massa karena keunggulan media massa adalah

7

Nurudin, Komunikasi Propaganda, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008), h. 10 8

Anwar Arifin, Komunikasi Politik: Paradigma-Teori-Aplikasi-Strategi dan Komunikasi Politik di Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2003), h. 74

jangkauannya yang sangat luas. Sehingga peran media massa untuk propaganda sangat efektif.9

Propaganda politik yang dilakukan melalui media massa sebenarnya upaya untuk mengemas isu, tujuan, pengaruh, dan kekuasaan politik untuk memanipulasi psikologi khalayak.10 Salah satu media yang digunakan untuk menyebarluaskan pesan yang bertujuan mempengaruhi pikiran manusia adalah film.

Dalam Film 3 ini, propaganda yang dilakukan yaitu dengan menyerbarluaskan isu-isu yang bohong kepada masyarakat untuk merubah kepercayaan masyarakat terhadap Islam. Berbagai pesan yang disampaikan oleh pemimpin politik untuk mempengaruhi pemikiran rakyat hal itu bertujuan agar masyarakat membenci agama Islam sehingga tujuan yang diinginkan oleh pemimpin politik tercapai.

Pesan-pesan yang disebarluaskan mengandung bujukan atau rayuan sehingga rakyat mengikuti apa yang diinginkan oleh seorang propagandis. Proapaganda yang disebarluaskan dalam Film 3 ini dengan mengungkapkan pesan yang belum tahu kebenarannya sehingga pesan yang disampaikan oleh kalangan pemimpin politik masih mengandung kenyataan yang semu atau kebohongan.

Dalam Film 3 ini, pemimpin negara yang memiliki kekuasaan tertinggi di negara yang melakukan propaganda kepada masyarakat. Bahakan, dia yang menyebarkan isu-isu yang bohong semata-mata hanya untuk memperoleh kekuasaan yang lebih tinggi lagi dan agara masyarakat percaya kepada pemerintah dan peraturan yang ada bukan kepada agama Islam.

9

Nurudin, Komunikasi Propaganda. (PT. Remaja Rosdakarya, Bandung: 2002), h. 35

10

Gungun, Heryanto, Propaganda Politik Melalui Media Massa: Analisa Dari Perspektif Teori Agenda Setting, Jurnal Dakwah UIN Jakarta, Volume IX No. 1, Edisi Juni 2007, h. 7

Jadi, propaganda politik merupakan cara yang dilakukan oleh kalangan elit-elit politik yang berkuasa di dalam sebuah pemerintahan. Para pemimpin politik biasanya mempengaruhi pemikiran rakyatnya dengan mengubah representasi yang ada sehingga secara tidak sadar rakyat terpengaruh dengan apa yang disampaikan oleh kalangan pemimpin politik tersebut. Biasanya mereka menyebarkan pesan-pesan yang tidak sesuai dengan kenyataannya sehingga secara tidak langsung para elit politik membohongi rakyat. Dengan seperti itu para pemimpin politik melakukan propaganda terutama jika itu dilakukan secara terus menerus.