BAB I PENDAHULUAN
1.5 Kerangka Teori
1.5.2 Semangat Kerja
1.5.2.1 Pengertian Semangat Kerja
Semangat kerja adalah keinginan dan kesungguhan seseorang mengerjakan pekerjaannya dengan baik serta berdisiplin untuk mencapai prestasi yang maksimal.12 Semangat kerja karyawan menunjukkan sejauh mana karyawan bergairah dalam
11T. Hani Handoko. Manajemen.2002 hal:56
12Hasibuan,Manajemen Sumber Daya Manusia 2001 hal :105
melakukan tugas dan tanggung jawabnya di dalam perusahaan. Semangat kerja karyawan dapat dilihat dari kehadiran, kedisiplinan, ketetapan waktu menyelesaikan pekerjaan, gairah kerja, dan tanggung jawab.13
Semangat kerja merupakan sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaanya. Sikap ini di cerminkan oleh moral kerja, kedisiplinan dan prestasi kerja.
Banyak faktor yang mempengaruhi semangat kerja, diantaranya sistem pengupahan, kondisi lingkungan kerja, insentif produksi, pendidikan, penghargaan kerja, dan sebagainya. Motivasi dan penghargaan kerja yang tepat akan meningkatkan semangat kerja yang dicapai lebih tinggi. Semua ini mencakup kepada pemberian upah dan gairah kerja.14
Semangat kerja diartikan sebagai suatu kondisi rohaniah atau perilaku individu tenaga kerja dan kelompok-kelompok yang menimbulkan kesenangan dalam diri pekerja untuk bekerja dengan giat dan konsekuensi dalam mencapai tujuan dan aturan niat yang telah di tetapkan oleh perusahaan.15Melakukan pekerjaan dengan lebih giat sehingga dengan demikian pekerjaan dapat selesai lebih cepat dan lebih baik, lebih lanjut dapat diartikan semangat kerja sebagai sesuatu yang positif dan sesuatu yang baik, sehingga mampu memberikan sumbangan terhadap pekerjaan, dalam arti lebih cepat dan lebih baik.16
Semangat kerja karyawan dalam suatu organisasi tidaklah selalu stabil, hal ini disebabkan oleh faktor intern dan ekstern yang berasal dari lingkungan kerja karyawan maupun dari masalah karyawan di luar lingkungan kerja.
13Siagian,Manajemen Sumber Daya Manusia 2003 hal : 57
14Siska.M.Nst. Pengaruh Kesjahteraan Karyawan TerhadapSemangat Kerja Karyawan Pada PT.Pangansari Utama.Medan 2010
15Bedjo Siswanto,Manajemen Tenaga Kerja2001 hal :264
16Alex S.Nitisemito, Manajemen Personalia2,001 hal :160
1.5.2.2. Indikator Turunnya Semangat Kerja
Menurunnya semangat kerja karyawan hendaknya perlu diketahui oleh pimpinan, karena hal ini memberi dampak terhadap produktivitas perusahaan. Sehingga perusahaan dapat mengambil langkah ataupun tindakan yang dapat mencegah faktor- faktor yang menandakan semangat kerja perusahaan menurun. Faktor-faktor tersebut diantaranya ialah,
1. Turunnya/rendahnya produktivitas
Salah satu indikasi turunnya semangat kerja adalah turunnya produktivitas. Turunnya produktivitas ini dapat diukur atau
diperbandingkan dengan waktu sebelumnya. Itu semua merupakan indikasi turunnya semangat kerja. Meskipun demikian, sebelum
mengambil kesimpulan, hendaknya diteliti dahulu apakah ada faktor yang mempengaruhi turunnya produktivitas.
2. Tingkat absensi yang naik/tinggi
Tingkat absensi yang tinggi juga merupakan salah satu indikasi turunnya semangat kerja karyawan. Oleh karena itu bila ada gejala-gejala absensi naik, perlu segera dilakukan pemeriksaan. Pada umumnya bila semngat kerja turun, mereka akan malas untuk datang setiap hari kerja. Apalagi bila kompensasi atau upah yang diterimanya tidak dipotong sewaktu mereka tidak masuk. Setiap ada kesempatan untuk tidak bekerja akan mereka gunakan, apalagi waktu tersebut dapat dipakai untuk dapat penghasilan yang lebih tinggi meskipun untuk sementara.
3. Labor turn over (tingkat perpindahan buruh) yang tinggi
Bila dalam suatu perusahaan terdapat tinggak keluar masuk karyawan yang tinggi dari tingkat sebelumnya, hal ini merupakan indikasi
menurunnya semangat kerja. Keluar masuknya karyawan yang meningkat tersebut terutama disebabkan ketidaksenangan mereka bekerja pada perusahaan tersebut. Selain dapat menurunkan produktivitas, tingkat keluar masuk karyawan yang tinggi juga dapat mennganggu
kelangsungan jalannya perusahaan.
4. Tingkat kerusakan yang tinggi
Indikasi lain yang menunjukkan turunnya semangat kerja karyawan adalah bila tingkat kerusakan terhadap bahan baku, maupun peralatan yang dipergunakan naik. Naiknya tigkat kerusakan tersebut sebetulnya menunjukkan bahwa perhatian dalam bekerja berkurang, terjadinya kecerobohan dalam bekerja, dan sebagainya.
5. Kegelisahan dimana-mana
Kegelisahan dimana-mana akan terjadi bila semangat kerja turun, kegelisahan itu dapat terwujud dalam bentuk ketidaktenangan bekerja, keluh kesah, serta hal-hl lain. Kegelisahan pada tingkat terbatas mungkin akan berhenti dengan sendirinya bila dibiarkan begitu saja, tetapi pada tingkat tertentu yang dibiarkan begitu saja akan dapat merugikan perusahaan.
6. Tuntutan sering kali terjadi
Sering terjadi tuntutan juga merupakan indikasi semangat kerja turun.
Tuntutan sebetulnya merupakan dari ketidakpuasan. Oleh karena itu, disuatu perusahaan sering terjadi tuntutan oleh karyawan.
7. Pemogokan
Indikasi paling kuat tentang turunnya semangat kerja adalah terjadinya pemogokan. Pemogokan merupakan perwujudan dari ketidakpuasan, kegelisahan dan rasa kekecewaan yang begitu mendalam serta sebagainya. Bila hal ini telah memuncak dan tak tertahan lagi, akan menimbulkan tuntutan. Jika tuntutan tidak berhasil, pada umumnya akan berakhir dengan pemogokan besar-besaran yang ini tentunya akan sangat merugikan bagi perusahaan.17
1.5.2.3. Upaya-Upaya dalam Meningkatkan Semangat Kerja
Cara-cara yang paling tepat untuk meningkatkan semangat dan kegairahan kerja antara lain:
a. Gaji yang cukup
Setiap perusahaan seharusnya dapat memberikan gaji yang cukup pada karyawan. Pengertian cukup adalah relative sifatnya, yaitu apabila jumlah yang mampu dibayarkan oleh perusahaan tanpa menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Dan dengan sejumlah gaji yang diberikan tersebut akan mampu memberikan semangat kerja pada karyawan.
17Ahmad tihardi pemahaman Praktis Manajemen Sumber Daya Manusia 2002.hal:431
b. Memperhatikan kebutuhan rohani
Perusahaan harus memperhatikan kebutuhan rohaniah karyawan dengan membangun tempat ibadah, yaitu agar karyawan dapat memenuhi kewajibannya kepada Yang Maha Kuasa.
c. Sesekali perlu mendapat perhatian suasana santai
Suasana kerja yang kompleks dapat menimbulkan kebosanan dan ketegangan kerja bagi karyawan, untuk menghindari hal-hal tersebut d. Harga diri perlu mendapat perhatian
Pihak perusahaan perlu memperhatikan harga diri karyawan, yaitu dengan memberikan penghargaan, baik berupa surat penghargaan, maupun dalam bentuk hadiah materi, bagi para karyawan yang memiliki prestasi kerja menonjol.
e. Menempatkan pegawai pada posisi yang tepat
Setiap perusahaan hendaknya menempatkan para karyawan pada posisi yang tepat karena apabila terjadi ketidaktepatan dalam penempatan posisi dapat menurunkan prestasi kerja karyawan karena ia tidak sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
f. Memberikan kesempatan untuk maju
Semangat kerja karyawan akan timbul apabila mereka memiliki harapan untuk dapat maju. Perusahaan hendaknya memberikan penghargaan kepada karyawan yang berprestasi, yang dapat berupa pengakuan, hadiah, kenaikan gaji, kenaikan pangkat dan promosi jabatan.
g. Perasaan aman untuk masa depan perlu diperhatikan
Semangat kerja karyawan akan terbuka jika mereka merasa aman dalam menghadapi masa depan dengan pekerjaan yang ditekuni. Untuk
menciptakan rasa aman, perusahaan mengadakan program pension, mereka memiliki alternatif lain yaitu mewajibkan karyawan untuk menyisihkan sebagian penghasilannya untuk ditabung dalam polis asuransi.
h. Usahakan agar karyawan mempunyai loyalitas
Untuk dapat menimbulkan loyalitas pada karyawan, maka pihak pimpinan harus mengusahakan agar karyawan merasa senasip dengan perusahaan.
Salah satu cara menimbulkan sikap loyalitas yaitu, loyal para karyawan perusahaan. Memberi gaji yang cukup, dan memenuhi kebutuhan rohani mereka.
i. Fasilitas yang menyenangkan
Fasilitas yang menyenangkan dapat berupa melakukan kegiatan reaksi, kafeteria, tempat olah raga, balai pengobatan, tempat ibadah, toilet yang bersih dan pendidikan untuk anak.18
Dengan melihat penjelasan diatas, maka semangat kerja dapat ditingkatkan dengan berbagai cara yakni dengan memperhatikan hal-hal yang dapat
meningkakan semangat kerja tersebut. Begitu juga sebaliknya. Banyak semangat kerja yang menurun karena diakibatkan oleh kurang memperhatikan hal-hal kecil
18Opcit. Siagian. Hal: 35-37
yang justru dapat menunjang semangat kerja dan berdampak pada produktivitas kerja.
Untuk lebih jelasnya, kesepuluh faktor pemberi semangat kerja menurut Alex S.Nitisemito dapat di gambarkan sebagai berikut:19
Gambar 1.1 Faktor pemberi semangat kerja
19Husni Fauzi,pengaruh stress kerja dan konflik kerja terhadap semangat kerja keryawan di PT Karya Mandiri Enveronment
Kepuasan
Semangat kerja Kebutuhan Material dan non
material
Gaji yang cukup
Kebutuhan rohani
Suasana hati
Harga diri
Posisi yang tepat
Kesempata untuk maju
Perasaan aman di masa depan
Diajak berunding
Insentif yang terarah
Fasilitas yang menyenangkan
Dari penjelasan diatas, penulis menuliskan kembali faktor-faktor lain yang menimbulakan semangat kerja diantaranya adalah :
a. Kedudukan (posisi) b. Pangkat (golongan) c. Umur
d. Jaminan finansial dan jaminan sosial e. Mutu pengawasan.20
Sedangkan menurut “Lateiner” ada beberapa faktor yang mempengaruhi semangat kerja, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Kebanggan atau kecintaan pekerja akan pekerjaannya dan kepuasannya dalam menjalankan pekerjaan yang baik.
2. Sikap terhadap pimpinan 3. Hasrat untuk maju
4. Perasaan telah diperlukan secara baik
5. Kemampuan untuk bergaul dengan kawan-kawan sekerjanya 6. Kesadaran akan tanggung jawab terhadap penyelesaian pekerjaan.
Tolak ukur tingkat semangat kerja yang mutlak tidak ada, karena setiap individu karyawan berbeda standar kepusannya. Indikator semangat kerja hanya diukur dengan kedisiplinan, moral kerja dan turn over kecil, maka secara relative semangat kerja karyawan baik, tetapi sebaliknya jika kedisiplinan, moral kerja
20Moh. As’ad Psikologi Industri 2003 hal:114
dan turn over karyawan besar, maka semangat kerja karyawan di perusahaan kurang.21
Dalam meningkatkan semangat kerja karyawan di suatu perusahaan tidaklah mudah. Hal ini dikarenakan setiap karyawan memiliki motivasi yang berbeda terhadap semangat kerja yang dilakukan kepada organisasi perusahaan. Untuk itu, pimpinan organisasi/perusahaan harus terus menerus melakukan pembinaan agar semangat kerja yang dimiliki para karyawan tidak merosot. Oleh sebab itu, pimpinan memiliki langkah-langkah dalam menciptakan semangat kerja dalam diri karyawan, yaitu sebagai berikut:
1) Become a Genuine and Authentic Manager
Pimpinan hendaknya memberikan perhatian khusus pada karyawan dan membuat mereka merasa special dan dinilai.
2) Tune inti the Emotional Needs your Employes
Mengetahui dan dapat memahami kebutuhan akan perasaan karyawan merupakan cara untuk meyakinkan mereka bahwa keinginan dan kebutuhan akan dapat terpenuhi.
3) Taking care of Talent
Untuk dapat menciptakan iklim yang kreatif di dalam organisasi, pimpinan perlu melatih karyawaannya untuk dapat mengembangkan pengetahuan dan bakatnya. Sehingga pimpinan dapat melibatkan seluruh karyawan dalam kegiatan organisasi dan menjadikan mereka sebagai bagian terpenting dari kegiatan tersebut.
21Ahmad Tohardi,Pemahaman Praktis Manajemen Sumber Daya Manusia 2002.hal:421
4) Giving feedback to Build Morale Employe
Memberikan tanggapan yang tulus dan positif terhadap pekerja yang di lakukan karyawannya merupakan masalah yang positif bagi karyawan dan membuat meraka merasa diperhatikan.
5) Alter The Work Environment Pimpinan perlu menciptakan lingkungan
kerja yang penuh semangat, dimana setiap karyawannya dapat merasa nyaman, dan tidak jenuh.22
1.5.3.Motivasi