BAB I PENDAHULUAN
2.7 Metode Analisis Data
2.7.4 Uji Signifikan Parsial
2.7.4. Uji signifikan parsial (uji t)
Uji hipotesis dengan t-test digunakan untuk mengetahui apakah variabel bebas memiliki Pengaruh signifikan atau dengan variabel terikat secara individual untuk setiap variabel.
Untuk melihat pengaruh variabel x dan y digunakan uji statistik dengan rumus : √
√
Hipotesis yang diajukan:
H0 : b1 = 0, artinya secara langsung tidak terdapat pengaruh tingkat insentif karyawan(b1) terhadap semangat kerja karyawan.
H1 : b1 ≠ 0, artinya secara langsung terdapat pengaruh tingkat insentif terhadap semangat kerja karyawan.
Kriteria pengambilan keputusan:
H0 diterima jika thitung <ttabel pada ɑ 5%
H0 ditolak jika thitung >ttabel pada ɑ 5 %
BAB III
DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN
3.1. Sejarah Ringkas Perusahaan
Kebun Bah Jambi adalah sala satu unit Usaha PT.Perkebunan Nusantara IV (Persero) yang berada di kabupaten Simalungun Sumatera Utara, bergerak dibidang usaha Perkebunan dan Pengolahan Kelapa Sawit yang menghasilkan Minyak (CPO) dan inti (PK). Pada mulanya Kebun Bah Jambi adalah milik swasta Asing NV. HVA (Handle Veroniging Amsterdam ) dari negeri Belanda, komoditinya Budidaya Sisal (Agave Sisalana). Tangga 02 Mei 1959 di ambil alih oleh pemerintah berdasarkan Peraturan Nomor 19 dalam lembaran Negara Nomor 31, tahun 1959 dengan peralihan status menjadi PPN Baru sampai dengan tahun 1963.
Lokasi kebun Bah Jambi berada di Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi dan Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simanlungun. Jarak dengan kota Medan sebagai ibu kota Provinsi Sematera Utara berkisar 147 km dan dari kota Pematang Siantar 19 km.
Topografi tanah keadannya cukup bergelombang dan berbukit. Kebun Bah Jambi memiliki luas HGU 8.060,5 Ha, terdiri dari 9 afdeling tanaman kelapa Sawit, emplasmen, pembibitan, pabrik dan kolam limbah.
Sebelum pengambil alihan oleh Pemerintah Republik Indoneia, pabrik Kelapa Sawit Bah Jambi adalah miik Perusahaan Belanda NV. Handle Veroniging Of Amsterdam (HVA) yang mengelola produk Sisal (Agave Silasana). Kemudian direnovasi menjadi Pabrik Kelapa Sawit dan mulai beroprasi pada tahun 1967 dengan kapasitas awal 30 ton tandan buah segar (TBS) per jam, yang kemudian pada tahun 1998 dilaksanakan pembenahan tata letak, tata ruang serta penyempurnaan mesin- mesin pabrik kelapa
sawit dari kapasitas 50 ton tandan buah segar (TBS) per jam menjadi 60 ton tandan buah segar (TBS) Pabrik Kelapa Sawit Kebun Kebun Bah Jambi mengelolah buah kelapa sawit menjadi Crude Palm Oil (CPO) dan Inti Sawit (PK) merupakan bahan setengah jadi yang selanjutnya dikirim ke PT.SAN Belawan dan sejak tahun 2000 inti sawit (PK) diolah ke PPIS Pabatu menjadi PK Oil dan PK Meal.43
3.2. Visi Misi dan Budaya Perusahaan 3.2.1. Visi
Menjadi pusat keunggulan pengelolaan perusahaan agro industry kelapa sawit dengan tata kelola perusahaan yang baik serta berwawsan lingkungan
3.2.2. Misi
1. Menjamin berkelanjutan usaha yang kompetitif
2. Meningkatkan daya saing produk secara berkesinambungan dengan system, cara dan lingkungan kerja yang mendorong munulnya kreativitas dan inovasi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi
3. Meningkatkan laba secara berkesinambungan
4. Mengelolah usaha secara professional untuk meningkatkan nilai perusahaan yang dipedomani etika bisnis dan tata kelolah perusahaan yang baik (GCG)
5. Meningkatkan tanggung jawab social dan lingkungan
6. Melaksanakan dan menunjang kebijakan serta program pemerintah pusat/daerah.
43 PTPNIV.co.id
3.2.3. Budaya Perusahaan
Memberi, membimbing dan mendorong perilaku seluruh karyawan perusahaan agar dalam melaksanakan tugas selalu:
1. Berfikir positif untuk dapat menangkap setiap peluang 2. Proaktif dalam menghasilkan inovasi dan prestasi 3. Kerjasama tim untuk membangun kekuatan
4. Menempatkan kepentingan perusahaan sebagai pertimbangan utama bagi setiap keputusan yang diambil oleh setiap jajaran perusahaan
5. Menempatkan peningkatan kesejahteraan karyawan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pencapaian sasaran perusahaan
3.3. Luas dan Jumlah Karyawan Panen Kebun Bah Jambi 3.3.1. Luas Kebun Kelapa sawit
Tabel 3.1 Luas Perkebunan Kelapa Sawit Kebun Bah Jambi
AFDELING TAHUN
TANAM I II III IV V VI VII VIII IX TOTAL (Ha)
1990 191
1992 91 98 237 118
1993 143 47 52 159
1994 35 120 7
1995 71 126 106
1996 74 106 65
1997 140 73
1999 16 47 86
2000 37 101 142
2003 4 142 94
2004 105 121
2005 133 46
2006 111 78 49 36 49
2007 95 185
2008 55 123 69 54
2009 141 8 234
2010 142 58 38
2011 70
TOTAL (Ha)
487 470 435 478 456 673 906 496 327 4728
Sumber : Hasil Penelitian 2017
3.3.2. Jumlah Karyawan Panen Kebun Bah Jambi
Jumlah Karyawan panen Kelapa Sawit unit kebun Bah Jambi sebanyak 222 jiwa, dengan persentase jumlah Karyawan sebanyak 121 jiwa (54,50%), jumlah buruh harian lepas (BHL) Sebanyak 101 jiwa (45,50%).
Tabel 3.2 Jumlah Karyawan Panen Kebun Bah Jambi
NO URAIAN TOPOGRAFI TENAGA AFDELING
JUMLAH Sumber : Hasil Penelitian 2017
BAB IV PENYAJIAN DATA
Pada bab ini peneliti akan memaparkan data primer yang didapatkan dari hasil penelitian selama dilapangan. Yakni data primer yang diperoleh dari kuisioner responden karyawan panen kebun Bah Jambi sebanyak 55 Responden dari Sembilan Afdeling yang terdapat di Bah Jambi.
4.1 Deskrpsi data Identitas Responden
Data idenut titas responden mencakup distribusi responden menurut jenis kelamin, usia, lama bekerja, dan golongan. Berdasarkan hasil penelitin yang dilakukan, maka identitas responden dapat di di kelompokkan seperti di bawah ini:
Tabel 4.1 Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
No
Jenis Kelamin Frekuensi Persentase (%)
1 Laki-Laki 55 Orang 100%
2 Perempuan -
Total 55 Orang 100%
Sumber : Hasil Penelitian 2017
Berdasarkan table diatas dapat diketahui bahwa Responden keseluruhan dari penelitin ini ialah Berjenis kelamim Laki-Laki sebanyak 55 orang (100%)
Tabel 4.2 Distribusi Responden Berdasarkan Jumlah sampel pada setiap Afdeling No Afdeling Frekuensi Persentase %
1 Afd 1 6 10.90%
2 afd 2 6 10,90%
3 Afd 3 5 9,09%
4 Afd 4 6 10,90%
5 Afd 5 6 10,90%
6 Afd 6 4 7,27%
7 Afd 7 8 14,54%
8 Afd 8 6 10,90%
9 Afd 9 8 14,54%
Total 55 100%
Sumber : Hasil Penelitian 2017
Berdasarkan table diatas dapat diketahui bahwa Responden dari penelitian ini bersifat acak dengan mengambil beberapa pemanen Kelapa Sawit setiap Afdeling.
Dengan sampel terbanyak terdaat di Afdeling 7 dan 9 yaitu sebesar 14,54%, sedangkan sampel terkecil yaitu pada Afdeling 6 sebesar 7,27%.
Tabel 4.3 Distribusi responden berdasarkan umur No Usia/Umur Frekuensi Persentase %
1 20-25 1 1,81%
2 26-30 20 36,36%
3 30-35 18 32,72%
4 36-40 10 18,18%
5 > 40 6 10,90%
Total 55 100%
Sumber : Hasil Penelitian 2017
Berdasarkan table distribusi diatas, dapat dilihat bahwa umur Karyawan panen umumnya berumur antara 26-30 tahun sebanyak 36,36%, dan umur 30-35 tahun sebanyak 32,72% yakitu berjumlah 38 orang dari 55 seluruh jumlah responden.
4.2 Deskripsi Data Penelitian Variabel
Penelitian ini menggunakan dua (2) variabel yaitu variabel bebas (X) Insentif Karyawan panen dengan variabel terikat (Y) Semangat Kerja Karyawan. Dengan total pertanyaan sebanyak 29 pertanyaan. Terdiri dari variabel bebas (X) 14 pertanyaan, dan variabel terikat (Y) 15 pertanyaan.
4.2.1 Variabel Bebas (X) Insentif Panen
Tabel 4.4 Tanggapan Responden Mengenai Kepuasan Karyawan dengan Insentif yang di berikan Perusahaan
No Kategori Frekuensi (F) Persentase (%) 1 Sangat Puas
2 Puas 19 34,54%
3 Kurang Puas 31 56,36%
4 Tidak Puas 5 9,10%
5 Sangat Tidak Puas
Total 55 100%
Sumber : Hasil Penelitian 2017
Berdasaarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa responden menyatan kurang puas sebanyak 31 orang (56,36%) dan tidak puas sebanyak 5 orang (9,10%), dengan insentif yang diberikan kepada karyawan panen, hal ini berkaitan dengan pernyataan kuisioner sebelumnya bahwa kelapa sawit yang tidak sesuai akan dikembalikan ke afdeling yang bersangkutan dan mengurangi jumlah insentif yang akan diterima nantinya. Sedangkan sebanyak 19 orang (34,54%) menyatakan puas dengan insentif yang diterima setiap bulannya.
Tabel 4.5 Tanggapan Responden Mengenai Selalu Memdapat Insentif Panen setiap Bulan
No Kategori
Frekuensi
(F) Persentse (%)
1 Sangat Setuju 3 5,45%
2 Setuju 26 47,27%
3 Kurang Setuju 25 45,46%
4 Tidak Setuju 1 1,82%
5 Sangat Tidak Setuju
Total 55 100
Sumber : Hasil Penelitian 2017
Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa responden menyatakan sangat setuju sebanyak 3 orang (5,45%) dan 26 orang (47,27%) menyatakan dengan setuju dengan insentif yang di peroleh karyawan setiap bulan pada gajian pertama di awal bulan setiap bulannya bersama dengan gaji pokok berdasarkan golongan yang didapat selama bekerja. Sedangkan sebanyak 25 orang (45,46%) menyatakan kurang setuju dengan insentif yang diperoleh setiap bulannya bersama dengan gaji pokok dan sebanyak 1 orang (1,82%) menyatakan tidak setuju dengan pernyataan bahwa karyawan selalu mendapatkan insentif setiap bulannya.
Hal ini diketahui berdasarkan wawancara dengan beberapa responden, mandor panen dan tata usaha kebun Bah Jambi saat peneliti melakukan penelitian. Yaitu bahwa insentif panen yang diterma tidak selalu ada setiap bulanya pada masyarakat panen.
Sehingga peneliti mendapatkan jawaban responden bermacam macam skor.
Tabel 4.6 Tanggapan Responden Mengenai Penerimaan Insentif Tidak Berdasarkan Golongan
No Kategori Frekuensi (F) Persentase(%)
1 Sangat Setuju 1 1,82%
2 Setuju 43 78,18%
3 Kurang Setuju 11 20%
4 Tidak Setuju 5 Sangat Tidak Setuju
Total 55 100%
Sumber : Hasil Penelitian 2017
Berdasarka tabel diatas, dapat dilihat bahwa responden dari penelitian ini menyatakan kurang setuju setuju terhadap pemberian insentif tidak berdasarkan golongan sebanyak 11 orang (20%) dan sebanyak 43 orang (78,18%) menyatakan setuju bahwa pemberian insentif tidak berdasarkan golongan karyawan panen kebun bahjambi. Sedangkan sebanyak 1 orang (1,82%) menyatakan sangat setuju dengan pemberian insentif tidak berdasarkan golongan panen. Hal ini sesuai dengan hasil wawancara peneliti kepada karyawan tata usaha bagian sumber daya manusia(SDM) unit kebun Bah Jambi dan para Krani panen kebun Bah Jambi yang menyebutkan bahwa jumlah insentif yang diterima berdasarkan banyaknya jumlah buah kelapa sawit yang dipanen karyawan.
Tabel 4.7 Tanggapan Responden Mengenai tidak Rumitnya Prosedur Penerimaan Insentif
No Kategori Frekuensi F Persentase %
1 Sangat Setuju 2 3,64%
2 Setuju 15 27,27%
3 Kurang Setuju 38 69,10%
4 Tidak Setuju 5 Sangat Tidak Setuju
Total 55 100%
Sumber : Hasil Penelitian 2017
Berdasarkan tabel tanggapan responden diatas, maka dapat dilihat bahwa sebanyak 2 orang (3,64%) menyatakan sangat setuju mengenai tidak rumitnya insentif yang diterima dan sebanyak 15 orang (27,27%) menyatakan setuju, sedangkan 38 orang (69,10%) menyatakan kurang setuju bahwa insentif yang diterima melalui prosedur yang tidak rumit.
Berdasarkan hasil wawancara kepada mandor panen dan beberapa karyawan panen, para responden menyatakan tidak mengetahui bagaimana prosedur yang dilakukan dilakukan. Para responden hanya mengetahui bahwa jumlah buah Kelapa Sawit yang dipanen sesuai dengan jumlah insentif yang diterima diawal bulan.
Tabel 4.8 Tanggapan Responden Mengenai Peningakatan Insentif Setiap Bulan
No Kategori Frekuensi F Persentase %
1 Sangat Meningkat 19 34,55%
2 Meningkat 26 47,27%
3 Kurang Meningkat 10 18,18%
4 Tidak Meningkat
5 Sangat Tidak Meningkat
Total 55 100%
Sumber : Hasil Penelitian 2017
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa responden penelitian menyatakan insentif yang diterima sangat meningkat yaitu sebanyak 19 orang (34,55%), dan sebanyak 26 orang (47,27%) menyatakan insentif panen meningkat, dan sebanyak 10 orang (18,18%) menyatakan kurang mengalami peningkatan insentif setiap bulannya,. Berdasarkan wawancara peneliti terhadap karyawan panen, yang menyebabkan meningkatnya Insentif panen ialah cuaca, jumlah kehadiran, banyak buah yang tersedia dan keinginan karyawan untuk menambah jumlah blok (pasar) pada saat memanen kelapa sawit.
Tabel 4.9 Tanggapan Responden Mengenai Pengaruh Insentif terhadap Kinerja Karyawan Panen
No Kategori
Frekuensi
F Persentase %
1 Sangat Berpengaruh 3 5,45%
2 Berpengaruh 22 40%
3 Kurang Berpengaruh 31 56,36%
4 Tidak Berpengaruh
5 Sangat Tidak Berpengaruh
Total 55 100%
Sumber : Hasil Penelitian 2017
Berdasarkan tabel diatas dapt dilihat bahwa tanggapan responden mengenai pernyataan kuisioner tersebut ialah sebanyak 3 orang (5,45%) menyatakan sangat berpengaruh dan sebanyak 22 orang (40%) menyatan setuju sedangakan sebanyak 31 orang (56,36%) menyatakan kurang setuju bahwa insentif panen mempengaruhi kinerja karyawan dalam memanen.
Berdasarkan hasil wawancara terhadap responden penelitian, menyatakan bahwa insentif yang diterima setiap bulan menjadi motivasi bagi karyawan untuk lebih giat dalam mendapat insentif yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari hari. Sedangkan responden lainnya memberikan keterangan bahwa insentif yang kurang mempengaruhi kinerja dalam memanen hal ini dikarenakan mereka memiliki penghasilan sampingan selain sebagai karyawan panen.
Tabel 4.10 Tanggapan Responden Mengenai Mudahnya Mendapatkan Insentif yang ditentukan Perusahaan
No Kategori Frekuensi F Persentase %
1 Sangat Muda 5 9,10%
2 Muda 43 78,18%
3 Kurang Muda 7 12,72%
4 Tidak Muda
5 Sangat Tidak Muda
Total 55 100%
Sumber : Hasil Penelitian 2017
Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahawa responden penelitian sebagian menyatkan bahwa sangat muda dalam mendapatkan Insentif yang diberikan perusahaan yakni sebanyak 5 orang (9,10%), sedangkan sebanyak 43 orang (78,18%) menyatakan muda mendapatkan insentif panen setipa hari. Dan sebanyak 7 orang (12,72%) menyatakan tidak trlalu muda dalam mendapatkan insentif panen.
Berdasarkan wawancara yang dilakukan terhadap karyawan panen, tidak ada kesulitan dalam mendapat insentif panen, hal ini dikarenakan dalam memanen buah kelapa sawit setiap harinya telah diatur oleh setiap Afdeling dengan cara membagi blok (pasar), sehingga pemanen sawit mendapat blok yang dipanen tersebut setelah 7-8 hari untuk kembali ke blok (pasar) yang sama. Tujuan dari metode ini ialah untuk menjaga agar Afdeling bisa memenuhi taget borongan setiap harinya.
Tabel 4.11 Tanggapan Responden Mengenai Berbanding Lurusnya Insentif dengan Kinerja Karyawan
No Kategori
Frekuensi
F Persentase %
1 Sangat Berbading Lurus 23 41,82%
2 Berbanding Lurus 20 36,36%
3 Kurang Berbanding Lurus 12 28,82%
4 Tidak Berbanding Lurus 5 Sangat Tidak Berbanding Lurus
Total 55 100%
Sumber : Hasil Penelitian 2017
Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa responden memberikan tanggapan bahwa insentif sangat berbading lurus terhadap kinerja karyawan panen sebanyak 23 orang (41,82%), dan 20 orang (36,36%) menyatan berbanding lurus antara insentif dan Kinerja pegawai, sebanyak 12 orang (28,82%) menyatakan kurang berbading lurus antara insentif dengan kinerja pegawai, sedangkan sebanyak 2 orang (3,64%) menyatakn tidak berbanding lurus antara insentif dengan kinerja pegawai. Dari data diatas tampak bahwa mayoritas responden menyatakan setuju bahwa insentif berbading lurus terhadap kinerja pegawai.
Berdasarkan wawancara yang dilakukan terhadap para responden, ada bebarapa hal yang berkaitan dengan hal tersebut diantaranya ialah jumlah orang atau tim yang ada dalam memanen buah kelapa sawit. Karena semua karyawan panen bekerja sendirian, sebagian karyawan biasanya membawa istri ataupun orang untuk bekerja sama dalam memanen untuk mendapatkan jumlah kelapa sawit yang tinggi
Tabel 4.12 Tanggapan Responden Mengenai Insentif dalam Bentuk Barang
No Kategori Frekuensi F Persentase % 1 Sangat Setuju
2 Setuju
3 Kurang Setuju
4 Tidak Setuju 37 67,27%
5 Sangat Tidak Setuju 18 32,73%
Total 55 100%
Sumber : Hasil Penelitian 2017
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa insentif yang diterima karyawan hanya insentif finansial (berbentuk uang), dengan jawaban responden sebanyak 37 orang (62,27%) menyatakan tidak setuju dengan penyataan kuisioner, sebanyak 18 orang (32,73%) menyatakan sangat tidak setuju dengan penyataan kuisioner. Hal ini juga sesuai dengan wawancara yang dilakukan terhadap responden dan bagian sumber daya manusia (SDM) kebun Bah Jambi, yang menyatakan bahwa insentif yag diterima karyawn hanya berupa uang tambahan diluar gaji.
4.2.2 Variabel Terikat (Y) Semangat Kerja
Tabel 4.13 Tanggapan Responden Mengenai Tidak Perna Izin Dalam Bekerja kecuali Urusan Penting
No Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1 Sangat Setuju 1 1,82%
2 Setuju 25 45,46%
3 Kurang Setuju 26 47,27%
4 Tidak 3 5,45%
5 Sangat Tidak Setuju
Total 55 100%
Sumber : Hasil Penelitian 2017
Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa sebanyak 1 orang (1,82%) sangat setuju tidak pernah izin dalam bekerja selama menjadi karyawan, dan 25 orang (45,46%) menyatakan setuju tidak pernah izin diluar dengan urusan yang tidak bisa ditinggalkan, sedangkan sebanyak 26 orang (47,27%) kurang setuju bahwa tidak pernah izin kerja, dan sebanyak 3 orang (5,45%) menyatakan tidak setuju dengan pernyataan kuisioner.
Berdasarkan wawancara kepada para responden, peneliti menemukan jawaban bahwa sebagian para izin tidak bekerja dengan alsan yang harus meninggalkan pekerjaannya misalnya acara kematian, sakit dan pernikahan. Sebagian para responden menyatakan bahwa pekerjaan mereaka akan terasa gantung jika tetap bekerja pada hari itu, misalnya hambatan yang bersifat sementara seperti hujan, banjir dan keperluan lain yang masih bisa ditunda.
Tabel 4.14 Tanggapan Responden Mengenai Pemanenan Kelapa Sawit Sesuai Standar Perusahaan
No Kategori
Frekuensi
(F) Persentase (%)
1 Sangat Sesuai 7 12,73%
2 Sesuai 47 85,45%
3 Kurang Sesuai 1 1,82%
4 Tidak Sesuai 5 Sangat Tidak Sesuai
Total 55 100%
Sumber : Hasil Penelitian 2017
Dari data tabel diatas, dapat disimpulkan bahwa responden menyatakan sangat sesuai memanen kelapa sawit sesuai dengan standart yang ditentukan karyawan sebanyak 7 orang (12,73%), dan sebanyak 47 orang (85,45%) menyatakan peroses pemanenan yang dilakukan sudah sesuai denga standart dari perusahaan. Sedangkan sebanyak 1 orang (1,82%) menyatakan kurang sesuai proses pemanenan kelapa sawit seperti yang ditentukan perusahaan.
Berdasarkan wawancara terhadap mandor panen dan responden dari kuisioner penelitian, alasan mereka memanen sesuai standart dikarenakan tidak ingin mendapat sanksi berupa lisan maupun tindakan dari asisten kebun dan mandor panen.adapun alasan responden kurang sesuai standart dalam memanen dikarenakan rasa letih dan penat dalam mencari buah sawit yang telah merah.
Tabel 4.15 Tanggapan Responden Mengenai Bekerja Sesuai Standart dari Perusahaan
No Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1 Sangat Sesuai 19 34,54%
2 Sesuai 34 61,82%
3 Kurang Sesuai 2 3,64%
4 Tidak Sesuai 5 Sangat Tidak Sesuai
Total 55 100%
Sumber : Hasil Penelitian 2017
Dari tabel diatas bisa dilihat bahwa sebanyak 19 orang (34,54%) responden bekerja sangat sesuai dengan standart yang ditentukan perusahaan, dan sebanyak 34 orang (61,82%) responden bekerja sesuai standart yang ditentukan perusahaan sedangkan sebanyak 2 orang (3,64%) responden bekerja kurang sesuai dengan standart dari perusahaan yang bersangkutan.
Dari hasil wawancara peneliti kepada karyawan dan mandor panen, alasan mereka bekerja sesuai denganstandart ialah untuk keselamatan diri sendiri dan meminimalisir kecelakaan dalam bekerja, sedangakan beberapa responden menyatakan bahwa tidak terbiasa dan mengganggu jika memakai alat yang diajurkan perusahaan seperti helm, sepatu boot,sarung tangan,celana pajang dan baju lapangan/kaus lapagan.
Tabel 4.16 Tanggapan Responden Mengenai Selalu menambah Jumlah Kelapa Sawit yang Dipanen
No Kategori
Frekuensi
(F) Persentase (%)
1 Selalu Menambah 6 10,90%
2 Menambah 38 69,10%
3 Jarang Menambah 10 18,18%
4 Tidak Menambah 1 1,82%
5 Selalu Tidak Menambah
Total 55 100%
Sumber : Hasil Penelitian 2017
Berdasarkan tabel diatas dapt dilihat bahwa sebanyak 6 orang (10,90%) selalu menambah jumlah kelapa sawit diluar jumlah borongan yang ditentukan setiap hari, dan sebanyak 38 orang (69,10%) responden menambah jumlah buah sawit diluar jumlah borongan yang ditentukan setiap hari, sedangkan sebanyak 10 orang (18,18%) jarang menabah jumlah buah setiap harinya dalam bekerja , dan sebanyak 1 orang (1,82%) menjawab tidak selalu menambah jumlah buah sawit dluar dri jumlah basis borong.
Berdasarkan wawancara yang dilakukan kepada responden, alasan mereka selalu menambah kuantitas buah sawit setiap hari di luar jumlah basis borong ialah untuk mendapatkan insentif yang tinggi, sedangkan alasan responden tidak selalu menambah jumlah kelapa sawit setiap hari dikarenakan sulitnya mencari buah yang cocok untuk dipanen setiap hari.
Tabel 4.17 Tanggapan Responden Mengenai Selalu Memanen Kelapa Sawit Yang Matang
No Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1 Sangat Selalu 1 1,82%
2 Selalu 54 98,18%
3 Jarang 4 Tidak Pernah 5 Sangat Tidak Perna
Total 55 100%
Sumber : Hasil Penelitian 2017
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa responden penelitian sebanyak 1 orang (9’1,82%) sangat selalu memanen buah sawit yang matang, dan sebanyak 54 orang (98,18%) menyatakan selalu memanen kelapa sawit yang telah matang.
Dari hasil wawancara kepada responden, peneliti mendapat pernyataan bahwa para responden (karyawan) tidak ingin pekerjaannya sia-sia jika memanen kelapa sawit yag belum matang, karena akan di kembalikan saat proses pemilahan di pabrik.
Tabel 4.18 Tanggapan Responden Mengenai Terpenuhinya PN Setiap Hari Kerja
No Kategori Frekuensi (F) Persentase (%) 1 Selalu Terpenuhi
2 Terpenuhi 42 76,36%
3 Kurang Terpenuhi 12 21,82%
4 Tidak Terpenuhi 1 1,82%
5 Sangat Tidak Terpenuhi
Total 55 100%
Sumber : Hasil Penelitian 2017
Dari tabel diatas terlihat bahwa responden dari penelitian ini menyatakan bahwa sebanyak 42 orang (76,36%) terpenuhi PN kelapa sawit setiap harinya, sebanyak 12 orang (21,82%) kurang terpenuhi PN kelapa sawit setiap hari kerja sedangkan sebanyak 1 orang (1,82%) menyatakan tidak terpenuhinya jumlah PN sawit setiap hari kerja.
Berdasarkan wawancara kepada mandor panen dan keryawan panen, sulitnya memenuhi PN setiap hari dikarenakan sulitnya mencari buah sawit ynag cocok untuk dipanen sesuaistandart perusahaan, hal ini diakibatkan oleh minimnya curah hujan, usia tanaman produktif dan jumlah blok yang tersedia.
Tabel 4.19 Tanggapan Responden Mengenai Hubungan Bik Karyawan Dengan Mandor
No Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1 Sangat Baik 1 1,82%
2 Baik 53 96,36%
3 Kurang Baik 1 1,82%
4 Tidak Baik 5 Sangat Tidak Baik
Total 55 100%
Sumber : Hasil Penelitian 2017
Dari tabel diatas maka dapat dilihat bahwa sebagian besar karyawan memiliki hubungan baik dengan mandor panen yaitu sebanyak 1 irang (1,82%) memiliki hubungan sangat baik, dan sebanyak 53 orang (96,36%) memiki hubungan baik dengan mandor, sedangkan 1 orang (1,82%) memiliki hubungan kurang baik dengan mandor panen.
Dari wawancara kepada responden penelitian, didapat bahwa hubungan baik antara karyawan panen dengan mandor panen akan berdampak pula pada kesenangan dalam bekerja. Karena jika antara atasan dan bawahan memiliki hubungan yang kurang baik, maka hasilnya pun akan tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Tabel 4.20 Tanggapan Responden Mengenai Tanggal Penerimaan Gaji Berdampak Pada Semangat Kerja
No Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1 Sangat Semangat 27 49,09%
2 Semangat 28 50,91%
3 Kurang Semangat 4 Tidak Semangat 5 Sangat Tidak Semangat
Total 55 100%
Sumber : Hasil Penelitian 2017
Dari tabel diatas maka dapat dilihat bahwa tanggal penerimaan gaji berpengaruh besar terhadap semnagat kerja karyawan panen hal ini dibuktikan dengan jumlah sebanyak 27 orang (49,09%) sangat semangat bekerja jika bertepatan dengan tanggal penerimaan gaji. Dan sebanyak 28 orang (50,91%) semangat berkerja meningkat jiak jatuh pada tanggal gajian.
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan terhadap responden tersbut, menyatakan bahwa para karyawan akan mendapatkan hasil kerja kerasnya selama ini, selain itu gaji yang diterima beserta insentif dapat digunakan untuk memnuhi kebutuhan keluarga sehari harinya.
Tabel 4.21 Tanggapan Responden Mengenai Mencintai Profesi Sebagai Pemanen Kelapa Sawit
No Kategori
Frekuensi
(F) Persentase (%)
1 Sangat Mencintai 14 25,46%
2 Mencintai 37 67,27%
3 Kurang mencintai 3 5,45%
4 Tidak Mencintai 1 1,82%
5 Sangat Tidak Mencintai
Total 55 100%
Sumber : Hasil Penelitian 2017
Dari tabel diatas maka dapat dilihat baha responden dari penelitaian ini sebanyak 14 orang (25,46%) sangat mencintai profesinya menjadi pemanen kelapa sawit, dan sebanyak 37 orang (67,27%) mencintai profesinya , sedangkan sebanyak 3 orang (5,45%) kurang mencintai profesinya dan sebanyak 1 orang (1,82%) tidak mencintai rofesinya sebagi\ai pemanen kelapa sawit.
Dari wawancara yang dilakukan terhadap responde, diambil kesimpulan bahwa salah satu kunci untuk mendapatkan hasil yang baik dalam pekerjaan ialah mencintai pekerjaan tersebut.
Tabel 4.22 Tanggapan Responden Mengenai Penyelesaian Pekerjaan Setelah Habis Jatah Wilayah Panen
No Kategori Frekuensi (F) Persentase (%)
1 Sangat Setuju 2 3,64%
2 Setuju 40 72,72 %
3 Kurang Setuju 12 21,82%
4 Tidak Setuju 1 1,82%
5 Sangat Tidak Setuju
Total 55 100%
Sumber : Hasil Penelitian 2017
Dari tabel diatas dapt dilihat bahwa tanggapan responden terkait pernyataan kuisioner ialah sebanyak 2 orang (3,64%) sangat setuju menyelesaikan pekerjaan diluar dari jatah blok yang di berikan, dan sebanyak 40 orang (72,72%) menyatakan setuju untuk menyelesaikan pekerjaan diluar jumlah blok yang telah dibagikan. Sementara sebanyak 12 orang (21,82%) menyatakan kurang setuju untuk menyelesaikan pekerjaan dengan tambahan blok yang diberikan, dan sebanyak 1 orang (1,82%) menyatakan tidak setuju untuk menyelesaikan pekerjaan memanen tambahan blok yang diberikan pada hari kerja tersebut.
Dari wwaancara yang dilakukan terhadap responden, peneliti mendapat alasan mengapa sebagian karyawan memilih untuk menyelesikan menghabiskan jumlah blok ataupun memilih untuk tidak menghabiskannya, hal ini didasari oleh ketersediannya jumlah kelapa sawit sesuai dengan prediksi pemanen untuk putaran minggu depan.
Sehingga pemanen mengatur agar jumlah buah yang diperoleh setiap harinya selalu
Sehingga pemanen mengatur agar jumlah buah yang diperoleh setiap harinya selalu