• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR

H. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang dianggap tetap untuk jenis penelitian ini adalah teknik analisis kualitatif deskriptif. Data yang telah dikumpul dan dianggap penting dan untuk disajikan dengan cara memberika uraian sesuai dengan kategori yang terdapat dalam teknik analisis data, maka penulis akan mengolah data secara terpisah sebagai berikut:

1. Program analisis ini dimulai dengan membaca, mempelajari dan menelaah seluruh data yang berkumpul dan hasil observasi dan wawancara, kemudian memeriksa kembali untuk membuktikan hasil yang jelas, lengkap dan benar.

2. Mengadakan kategorisasi data dan membuat rangkuman dari data-data yang dianggap penting mengenai periode estetis lukisan abstrak ekspesi karya Firman Djamil.

Setelah data direduksi, dilakukan penafsiran dari data yang ada dan merupakan hasil wawancara dengan responden atau dengan analisis non statistik.

33 A. Hasil Penelitian

Pada bagian ini dimaksudkan untuk menguraikan secara objektif tentang karya seni lukis Abstrak Ekspresi karya Firman Djamil atau penelitian yang diperoleh di lapangan melalui instrumen yang digunakan dalam penelitian ini.

Penelitian ini tidak menggunakan data kuantitatif melainkan menggunakan data kualitatif. Data yang telah diolah dan dianalisa disajikan dalam bentuk deskriptif, sesuai dengan indikator dalam variabel penelitian.

Mengenai bahan dan alat Firman Djamil menggunakan kuas biasa dari berbagai bentuk dan ukuran. Dimulai dari ukuran yang terkecil yaitu berukuran 1 sampa 12 dan ukuran yang besar seperti kuas untuk cat dinding. Ada juga kuas yang berukuran lebar, berbentuk pipih, dan berbentuk bundar. Selain itu dia juga mengguakan berbagai macam pisau palet berbagai bentuk dan ukuran.

Dengan menggunakan alat tersebut dia bisa mengaduk cat di atas papan palet kemudian digunakan pada lukisan sesuai yang diinginkan. Penggunaan kuas memberikan kesan sapuan yang merata, begitu juga dengan menggunakan pisau palet memberi kesan ekspresi terutama blok – blok warna yang dikenakan.

Material yang digunakan Firman Djamil adalah yang berkualitas misalnya kain kanvas. Kanvas yang digunakan biasanya gulungan kanvas yang dibeli di toko, kemudian dibentangkan di atas span ram dengan berbagai ukuran sesuai yang dia inginkan. Umumnya lukisannya memiliki ukuran sedang mulai

34

dari ukuran 30x40 cm dan ukuran yang maksimal berukuran 150x200 cm. Adapun cat yang digunakan adalah cat yang berkualitas seperti cat acrilik.

Berikut alat dan bahan berupa kuas, pisau palet, cat akrilik, palet, dan kain kanvas, yang digunakan Firman Djamil dalam berkarya yaitu sebagai berikut:

Gambar 12. Kuas Lukis

Alat yang digunakan berupa kuas dari berbagai macam ukuran. Dimulai dari ukuran yang terkecil yaitu berukuran 1 sampa 12 dan ukuran yang besar seperti kuas untuk cat dinding. Ada juga kuas yang berukuran lebar, berbentuk pipih, dan berbentuk bundar.

Gambar 13. Pisau Palet

Dalam berkarya Firman djamil juga menggunakan pisau palet untuk memberi kesan ekspresi terutama blok – blok warna yang dikenakan.

Gambar 14. Cat Akrilik

36

Untuk menghasilkan karya yang bagus dan berkualitas baik Firman Djamil menggunakan cat yang berkualitas dengan menggunakan cat akrilik. Adapun warna – warna yang digunakan adalah warna - warna yang terang dan cemerlang.

Gambar. 15. Palet

Dalam berkarya Firman Djamil menggunaka palet untuk mencampur warna – warna yang diinginkan.

Gambar 16. Kanvas

Kanvas yang digunakan biasanya gulungan kanvas yang dibeli di toko, kemudian dibentangkan di atas span ram dengan berbagai ukuran sesuai yang dia inginkan.

Firman Djamil mempunyai lukisan abstrak ekspresi yang cukup banyak mulai dari tahun 1996 – 2013. Karya – karyanya telah dipamerkan diberbagai tempat di Makassar maupun di luar negeri. Diantara sekian banyak karyanya, dipilih 10 karya yang menjadi sampel penelitian.

38

Adapun karya – karya tersebut sebagai berikut:

Gambar. 17. Blue Point, 2007 Firman Djamil

Lukisan Firman Djamil dengan judul “Blue Point” ukuran 55x75 cm yang dibuat pada tahun 2007. Teknik yang digunakan adalah akrilik di atas kanvas dengan menggunakan warna hijau HW sebagai warna latar. Terlihat juga pada lukisan ada warna yang melengkung yaitu warna coklat dan warna putih di dalam lengkungan itu ada tanda berwarna biru seperti tanda yang biasanya digunakan di rumah sakit dengan warna hijau sebagai tanda kesehatan. Terlihat juga warna coklat dipadukan dengan warna putih, biru dan pink terlihat seperti ranting kayu.

Menurut Firman Djamil lukisan ini mnceritakan tentang tanda biru yang biasanya ketika digunakan di rumah sakit itu berwarna hijau yang artinya tentang kesehatan. Tetapi tanda biru disini tidak hanya berhubungan dengan alam tetapi juga berhubungan dengan manusia.

Gambar. 18. Melata, 2007 Firman Djamil

Lukisan yang berjudul “Melata” dengan ukuran 55x75 cm teknik akrilik di atas kanvas dengan menggunakan warna yang terang seperti warna biru yang lebih dominan. Terdapat juga warna hijau yang melengkung dan terlihat juga seperti sapuan – sapuan kuas mungkin menggambarkan hewan melata seperti judul lukisan ini. Kemudian ada warna merah, kuning, orange, ungu, putih,hitam, dan merah tink yang dokombinasikan sehingga menghasilkan gabungan warna yang begitu menarik. Lukisan yang berjudul melata ini menceritakan tentang binatang ganggang yang ada di lautan.

40

Gambar. 19. Raining in December, 2007 Firman Djamil

Lukisan yang ketiga dengan judul “Raining in December” dengan ukuran kanvas 55x75 cm akriliki di atas kanvas. Pada lukisan ini terlihat sapuan warna hitam dengan menggunakan kuas besar dan pisau palet yang dikombinasikan dengan sapuan warna orange. Kemudian juga terlihat perpaduan antara warna biru terang, merah, putih, dan orange dengan latar kuning, biru gelap, dan coklat terlihat Firman Djamil membuat sebuah garis – garis vertikal. Lukisan ini menceritakan tentang bagaimana musim hujan dipesisir pantai pada bulan Desember yang dia alami.

Gambar. 20. Bulan Merah, 2008 Firman Djamil

Lukisan dengan judul “Bulan Merah” dengan ukuran 55x75 cm akrilik di atas kanvas dengan menggunakan warna putih sebagai warna dasar lukisan yang ke empat ini. Pada lukisan ini terlihat bentuk lingkaran warna abu – abu kombinasi dengan warna putih yang didalam lingkaran terdapat juga lingkaran kecil yang berwarna merah kombinasi dengan warna putih juga. Di pinggir kanan bawah lukisan ini terdapat warna merah dengan sedikit sapuan – sapuna warna putih. Terdapat juga dua garis dengan warna merah. Lukisan yang berjudul bulan merah ini Firman Djamil ingin menceritakan tentang dirinya yang ingin merefleksi misteri tentang bulan merah yang nampak pada waktu tertentu.

42

Gambar. 21. Blue Flower, 2008 Firman Djamil

Lukisan dengan judul “Blue Flower” merupakan lukisan yang menceritakan tentang misteri persembahan bunga. Teknik penciptaanya dengan menggunakan akrilik di atas kanvas dengan menggunakan warna yang terang seperti warna biru sebagai objek bunga dan dikombinasikan dengan warna putih, kuning, merah, dan juga warna gelap seperti warna hitam.

Adapun warna latarnya yaitu warna ungu dan warna putih. Ukuran kanvas yang digunakan yaitu 55x75 cm dan dibuat sendiri, proses pembuatanlukisan ini pada tahun 2008.

Gambar. 22. Blue Latter, 2008 Firman Djamil

Lukisan Firman Djamil yang berjudul “Blue Latter”, lukisan ini menceritakan tentang tangga biru bukan tanda biru. Sesuatu yang mengarah ke langit biru sekaligus laut biru. Teknik yang digunakan adalah teknik akrilik di atas kanvas dengan menggunakan warna yang terang juga. Seperti dengan kasrya sebelumnya objek dari lukisan dominan warna biru, sesusai dengan judul lukisan ini yaitu blue latter. Terlihat sapuan warna seperti menggambarkan sebuah objek air dan langit dengan latar warna abu – abu dan warna putih. Adapun ukuran knvas yang digunakan sama dengan kanvas sebelumnya yaitu 55x75 cm. Lukisan ini dibuat pada tahun 2008.

44

Gambar. 23. The City, 2010 Firman Djamil

Lukisan yang satu ini dengan judul “The City” lukisan yang menceritakan tentang kehidupan dikota – kota besar dimana orang – orang tinggal di apartement yang berkotak – kotak. Dengan teknik pembuatan akrilik di atas kanvas dengan menggunakan kombinasi warna yang bervariasi seperti warna kuning, hijau, orange, merah tint, merah dan hitam menggambarkan objek bangunan yang berkotak – kotak. Dan juga terlihat sapuan warna putih, abu – abu, dan biru yang berbentuk seperti putaran angin. Adapun ukuran kanvas yang digunakan yaitu 55x75 cm, lukisan ini dibuat pada tahun 2010.

Gambar. 24. Black and Pink, 2011 Firman Djamil

Lukisan dengan judul “Black and Pink” lukisan yang dibuat oleh Firman Djamil dengan maksud ingin mengurai perpaduan antara warna kombinasi hitam, merah dan pink. Seperti dengan lukisan lukisan yang saya uraikan di atas lukisan ini juga dibuat dengan teknik yang sama yaitu dengan menggunakan teknik akrilik di atas kanvas. Dengan menggunakan warna – warna yang terang dan cerah seperti sapuan warna merah, merah tint, hijau, kuing, orange, putih, juga terlihat warna gelap seperti warna hitam, warna abu – abu, dan warna coklat. Lukisan dengan ukuran 55x55 cm akrilik di atas kanvas dibuat pada tahun 2011.

46

Gambar. 25. Bayangan Merah, 2011 Firman Djamil

Lukisan dengan judul “Bayangan Merah” lukisan ini menceritakan tentang cahaya merah yang jatuh dipermukaan laut yang berombak. Dengan memperhatikan lukisan di atas nampak seperti bayangan merah yang jatuh pada permukaan air. Firman Djamil melukisnya dengan cat akrilik di atas kanvas dengan dengan menggunakan warna merah sebagai warna bayangan merah yang jatuh pada permukaan air laut yang berombak. Disekitar bayangan warna merah terlihat warna hitam, kuning, biru, putih, hijau, merah tint dan abu – abu. Lukisan ini berukuran 55x75 cm yang dibuat oleh Firman Djamil pada tahun 2011.

Gambar. 26. Relief of Timbusen, 2013 Firman Djamil

Lukisan Firman Djamil dengan Judul “Relief of Timbusen” yaitu lukisan yang dibuat denagn teknik akrilik di atas kanvas dengan menggunakan kanvas berbagai ukuran dan pisau palet. Karya ini merupakan merupangan perwujudan yang berawal dari kekaguman Firman Djamil terhadap sawah dan pemukiman di wilayah Timbusen Barombong. Dengan menggunakan warna – warna yang cerah menjadi dominan seperti warna biru, kuning, orange juga warna hitam, yang dikombinasikan dengan sapuan – sapuan warna – warna hijau, merah tint, merah, kuning, hitam, biru, dan ungu sebagai warna objek padi yang dilukis dengan menggunakan kuas kecil. Hal yang membuat beliau tertarik melukis sawah dan pemukiman di wilayah tersebut adalah sawah yang terhampar begitu luas dan disekitarnya terdapat pemukiman – pemukiman warga yang hidup rukun dan tentram. Lukisan ini berukuran 150x200 cm lukisan yang paling besar

48

dibandingkan dengan lukisan – lukisan sebelumnya yang saya uraikan. Lukisan ini adalah lukisan abstrak ekpresi yang dibuat pada tahun 2013.

B. Pembahasan

Dalam pembahasan ini, penulis akan menguraikan hasil kegiatan penelitian tentang periode estetis lukisan abstrak espresi karya Firman Djamil yang berdasarkan penyajian hasil analisa data yang telah dikemukakan sebelumnya. Adapun pembahasan hasil yang telah dikemukakan meliputi :

1. Konsep penciptaan lukisan abstrak ekspresi karya Firman Djamil.

Pada pembahasan ini akan diuraikan periode estetis lukisan abstrak ekspresi karya Firman Djamil berdasarkan penyajian hasil analisa data yang telah dikemukakan sebelumnya. Dari setiap karya yang dibuat Firman Djamil terinspirasi dari berbagai aspek lingkugan keluarga, lingkugan masyarakat, lingkungan alam, sosisal budaya dan politik.

Konsep Firman Djamil dalam penciptaan sebuah karya lukis abstrak ekspresi didasari dari pengaruh lingkungan alam dan sekitarnya, dimana pengaruh ini dari berbagai aspek seperti pengaruh budaya lokal, pengaruh orang tua, dan pengaruh lingkungan masyarakat.

Hasil karya yang bercorak abstrak ekspresi dalam penciptaannya yang semata – mata berdasarkan ide yang bebas dari ilusi atau bentuk – bentuk yang ada di alam. yang hasilnya adalah merupakan garis, bentuk, tekstur dan warna.

Seni abstrak ekspresi ini tidak lagi mengfungsikan bentuk – bentuk di alam atau dari lingkungan sekitarnya sebagai objek atau tema yang harus

dibawakan, melainkan hanya sekedar sebagai motif saja, sebagai alasan untuk membuat sesuatu.

Pada proses berkarya Firman Djamil dengan berkarya/penuangan ide Kegiatan ini dilakukan untuk mengekspresikan ide yang ada, melalui teknik spontan atau membuat sketsa di atas kanvas dengan menggunakan alat kuas dan pisau palet, warna-warna yang diinginkan dituangkan ke atas kanvas membentuk karya dua dimensi yang bertekstur kasar.

Menurut Firman Djamil rangsangan emosional dari alam dan sekitarnya dan perasaan yang enjoi, beliau dapat sepenuhnya mengekspresikan ide. Hal-hal yang dimaksud misalnya terinspirasi dari berbagai aspek lingkungan alam, sosial, budaya dan politik. Beliau juga mengutarakan bahwa apa yang telah dirasakan dalam pencapaian sebuah lukisan serasa tidak pernah selesai atau tidak pernah sempurna, dan beliau sadar bahwa kesempurnaan hanya milik Allah. Tetapi karena sesuatu yang menarik maka beliau tidak pernah berhenti untuk mengejarnya.

Berdasarkan pengamatan terhadap seni lukis dengan corak abstrak ekspresi karya Firman Djamil, ternyata pada umumnya bertemakan alam bebas dan alami. Kenyataan ini didukung oleh semua sampel yang diteliti dan pernyataan beliau dalam suatu wawancara pada hari selasa tanggal 30 Juni 2015 mengatakan bahwa, beliau sangat mencintai alam dan suka menjelajahi alam.

50

2. Teknik, kualitas bahan, ukuran kanvas serta proses penciptaan karya yang digunakan Firman Djamil dalam berkarya lukisan Abstrak Ekspresi.

Teknik yang dimaksudkan adalah berkaitan dengan tahapan dan cara mengekspresikan ide Firman Djamil di atas media lukis (kanvas) dengan menggunakan alat tertentu. Teknik yang digunakan Firman Djamil dalam proses penciptaannya adalah teknik akrilik di atas kanvas kadang-kadang juga memakai pisau palet untuk memperhalus karakter tertentu mengikuti tekstur objek atau dipakai dalam membuat garis bentuk tertentu yang sukar dicapai dengan menggunakan kuas. Teknik yang sering dilakukan umumnya cat akrilik di atas kanvas.

Untuk mengungkapkan ide Firman djamil juga menggunakan, teknik melukis dengan cara teknik sket pada kanvas dan spontanitas. Teknik sket pada kanvas maksudnya sebelum berkarya harus didahului dengan sket dengan menggunakan warna lembut sebagai dasar agar tidak meninggalkan bekas apabila ditutupi dengan warna lain. Sedangkan teknik secara spontan maksudnya langsung menggunakan warna yang diinginkan di atas kanvas tanpa didahului cat dasar.

Alat dan bahan yang digunakan sangat berpengaruh terhadap pencapaian hasil karya. Bahan lukis cat yang berkualitas seperti cat akrilik, alat lukis kuas yang bagus adalah kuas yang keras pangkalnya dan lembut ujungnya, sangat bagus untuk mengenakan warna di atas kanvas secara natural atau real. Kuas yang kasar menghasilkan goresan yang kasar. Sekarang ini semakin lengkap peralatan

lukis seperti macam-macam kanvas dan pisau dempul. Alat berupa kuas bermacam-macam ukurannya mulai dari selebar 3 – 4cm sampai ukuran yang sekecil-kecilnya. Juga menggunakan pisau dempul (pisau palet). Pisau palet digunakan untuk memberi kesan blok-blok dan efek-efek goresan tertentu yang tidak bisa dicapai oleh kuas misalnya garis pinggir yang lurus. Untuk mewujudkan irama yang lebih rumit dan bergelombang dipakai kuas kecil dan berbagai pisau palet yang kecil. Untuk kesan blok-blok yang sangat besar biasanya menggunakan kuas besar dan pisau palet besar. Alat dan bahan dibeli di toko. Mengenai pembelian alatnya ada yang beliau beli di Makassar atau di luar Makassar.

Dalam perkembangannya, ada beberapa faktor yang mendorong Bapak Firman Djamil untuk tetap berkarya seni lukis Abstrak Ekspresi antara lain: Rasa cinta terhadap seni dan inilah pilihan profesi yang tidak ditawar – tawar. Harus digeluti dan tidak bisa setengah – setengah menjalaninya, dalam berkarya juga harus enjoi.

Adapun proses penciptaan karya yaitu sebelum melukis suasan hati Firman Djamil enjoi, banyak menjelajahi daerah – daerah baik dalam negeri sendiri atau di luar negeri. Setelah beliau merasa enjoi beliau mulai berkarya dengan menggunakan kanvas serta peralatan kuas dan bahan cat. Dimulai dari warna lembut hingga warna yang terang sampai menghasilkan abstraksi tekstur, garis dan warna – warna ekspresif.

52

3. Kualitas estetis setiap karya lukisan Abstrak Ekspresi karya Firman Djamil.

Dari hasil wawancara pada tanggal 30 Juli 2015, Firman Djamil menceritakan ketertarikannya pada seni lukis Abstrak Ekspresi sejak kuliyah S1 di IKIP yang sekarang Universitas Negeri Makassar (UNM) dari tahun 1996 – 2000, dan sampai sekarang. Lahirnya karya seni lukis sangat diperlukan adanya ke dalaman, karena karya seni lukis yang tidak memiliki ke dalaman akan nampak seolah-olah tidak memiliki volume atau ruang. Seperti yang telah dibahas di atas, untuk mewujudkan hal itu alat yang dipakai bukan hanya kuas tetapi juga menggunakan pisau palet atau pisau dempul, juga menggunakan cat akrilik di atas kanvas.

Yang melatar belakangi beliau tertarik melukis abstrak ekspresi adalah beliau tertarik dan terpengaruh dari banyak karya – karya lukis abstrak dari seniman terdahulu. Tetapi tidak fokus pada satu gaya saja. (Hasil wawancara dengan Firman Djamil, Selasa, 30 Juli 2015)

Kualitas atau nilai estetis lukisan Firman Djamil yang bercorak abstrak ekspersi ini lahir dari kepekaan seseorang dalam menangkap dan menuangkan pengalaman estetis yang disaksikan dengan yang lain. Kualitas estetis lukisan abstrak ekspresi sangat jelas terlihat pada seluruh karyanya yang diteliti, terutama kalau kita mengamati karyanya secara menyeluruh pada semua unsur yang membangun karya lukis itu.

Berdasarkan hasil penelitian di lapangan, dengan mengamati lukisan hasil karya Firman Djamil maka kita temukan beberapa karakteristik yang menonjol, di

antaranya penggunaan tekstur,penyederhanaan bentuk, penggarapan objek yang ditampilkan beserta penggunaan warna.

a. Tekstur

Lukisan Abstrak Ekspresi Firman Djamil pada umumnya bertekstur kasar terbentuk lewat penggunaan alat kuas dan pisau palet. Tekstur yang nampak itu dihasilkan dengan teknik gores memakai beberapa jenis alat. Tekstur yang nampak itu ditunjang lagi oleh warna yang cemerlang menyatu dengan goresan.

b. Penyederhanaan bentuk

Objek yang ditampilkan tidak digarap sedetail mungkin namun penggarapannya lebih kepada kesan objek dengan menekankan pada bentuk – bentuk ekpresi dan warna – warna ekpresif dan kekuatan – kekuatan garis dan tekstur yang ditampilkan pada lukisan.

c. Penggarapan objek yang ditampilkan

Sejalan dengan pendapat Firman Djamil yang menyatakan bahwa dengan penciptaan yang bebas dari ilusi dan bentuk – bentuk yang ada di lingkungan alam adalah merupakan sumber inspirasi lukisan yang tiada batasnya, maka tidak heran apabila kita melihat sebagian besar objek yang ditampilkan oleh Firman Djamil adalah objek yang bersumber dari alam dengan hasilnya berupa perwujudan lukisan abstrak ekspresi pada kekuatan – kekuatan garis dan tekstur . Hal yang membuat penulis menganggap bahwa lukisan Firman Djamil dengan objek alam tersebut memiliki ciri khas tertentu dan memiliki kualitas estetis yang cukup bagus. Karena Firman Djamil dalam perwujudan karya abstrak ekspresi

54

umumnya bebas dan alami sebagai pusat perwujudan estetis di atas kanvas seperti pada lukisan.

d. Warna

Warna merupakan hal yang paling pokok dalam corak Abstrak Ekspresi maka dapat dimaklumi apabila kita mengamati hasil karya para pelukis Abstrak yang menampilkan warna-warna ekspresi.

Karakter seperti ini pulalah yang akan kita temukan pada lukisan abstrak ekspresi Firman Djamil. Namun jika diamati lebih jauh karya Firman Djamil, akan didapat karakteristik yang unik dalam hal penggunaan warna yang menyajikan nuansa estetis yang berbeda dengan karya yang lain.

Firman Djamil dalam menempatan warna dilakukan dengan cara yaitu yang mendekatkan warna satu dengan warna lainnya tanpa dicampur sehingga terlihat dari jauh seperti warna yang dicampur di atas kanvas, dengan cara demikian dapat diperoleh kesan cemerlang, terang dengan warna tertentu.

Lukisan-lukisan Firman Djamil tampil dengan goresan-goresan yang bersemangat atau menggebu-gebu dan berkesan tegas, dan ada pula yang berkesan tenang tergantung keinginan dan suasana jiwa yang menggerakkannya untuk berkarya.

Hal menarik dari penggunaan warna pada hasil karya lukis abstrak ekspresi adalah ada warna tertentu yang dominan digunakan pada karyanya, seperti warna biru dan hitam yang tak pernah hilang dari lukisannya. Untuk menggambarkan suasana panas maka beliau akan menggunakan warna kuning, ungu dan merah, sedangkan untuk suasana sejuk beliau akan menggunakan

warna-warna dingin dengan pencampuran warna. Perlu digaris bawahi bahwa sekalipun warna yang digoreskan adalah warna dingin namun kesan warna tersebut tetap nampak cemerlang. Hal ini dimungkinkan karena sekarang ini kualitas warna yang tersedia sudah jauh lebih baik, juga karena tiap warna dimanfaatkan atau ditampilkan dengan intensitas yang maksimum.

Menurut Bapak Abdul Kahar Wahid bahan yang menentukan kualitas dari suatu karya. Kualitas bahan yang digunakan Firman Djamil adalah bahan standar dengan menggunakan kanvas dan cat akrilik yang standar cukup bagus untuk lukisan yang sementara dikembangkan. Berbeda dengan pelukis lain yang menggunakan bahan plastik dan karung beras (kain goni).

Meskipun bahan yang digunakan standar, Firman Djamil dalam mengekspresikan karyanya cukup ekspresif dengan menggunakan kuas besar, kecil atau dengan pisau dempul (pisau palet) mengekspresikan idenya terlihat goresan cukup ekspresi dengan menggunakan kuas besar, kecil dan pisau dempul

Meskipun bahan yang digunakan standar, Firman Djamil dalam mengekspresikan karyanya cukup ekspresif dengan menggunakan kuas besar, kecil atau dengan pisau dempul (pisau palet) mengekspresikan idenya terlihat goresan cukup ekspresi dengan menggunakan kuas besar, kecil dan pisau dempul

Dokumen terkait