F. Tinjauan Kepustakaan
1. Pengertian Sistem Pemasyarakatan dan Anak Didik
Terdapat beberapa pendapat mengenai pengertian dan istilah pemasyarakatan yang sampai saat ini masih banyak perselisihan paham dan keragu-raguan tentang apa yang dimaksud dengan pemasyarakatan yang akibatnya tampak pada pelaksanaan pemasyarakatan itu sendiri.
Menurut Sudarto istilah pemasyarakatan dapat disamakan dengan resosialisasi dengan pengertian bahwa segala sesuatunya ditempatkan dalam tata budaya Indonesia dengan nilai-nilai yang berlaku di dalam masyarakat. Hal yang terpenting dari pemasyarakatan ini adalah bagaimana pelaksanaan dari prinsip-prinsip pemasyarakatan itu sendiri, bagaimanakah cara-cara pembinaan para narapidana dalam kenyataannya dan hasilnya. Sedangkan menurut Roeslan Saleh resosialisasi itu merupakan usaha dan tujuan bahwa terpidana akan kembali ke masyarakat dengan daya tahan, dalam arti bahwa ia dapat hidup dalam masyarakat tanpa melakukan lagi kejahatan-kejahatan. Berbeda dengan pendapat Sudarto dan Roeslan Saleh, Romli Atmasasmita menyatakan bahwa resosialisasi itu merupakan suatu proses interaksi antar narapidana, petugas lembaga pemasyarakatan, dan masyarakat ke dalam proses interaksi yang mengubah sistem
nilai-nilai dari pada narapidana sehingga ia dapat beradaptasi dengan baik dan efektif terhadap norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat.14
Sistem Pemasyarakatan merupakan suatu rangkaian suatu kesatuan penegakan hukum pidana. Oleh karena itu, pelaksanaannya tidak dapat dipisahkan dari konsepsi umum mengenai pemidanaan.
Dalam ketentuan Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan memberikan pengertian mengenai pemasyarakatan sebagai berikut :
“Pemasyarakatan adalah kegiatan untuk melakukan pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan berdasarkan sistem, kelembagaan, dan cara pembinaan yang merupakan bagian akhir dari sistem pemidanaan dalam tata peradilan pidana”.
Dari pengertian tersebut dapat diketahui bahwa inti dari pemasyarakatan adalah pembinaan terhadap narapidana supaya nantinya dapat kembali ke masyarakat dengan baik. Untuk dapat melakukan pembinaan itu diperlukan suatu sistem, yang dinamakan sistem pemasyarakatan. Sehubungan dengan itu, menurut Pasal 1 angka 2 UU No. 12 Tahun 1995, Sistem Pemasyarakatan adalah :
Suatu tatanan mengenai arah dan batas serta cara pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan berdasarkan Pancasila yang dilaksanakan secara terpadu antara pembina, yang dibina, dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas Warga Binaan Pemasyarakatan agar menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat aktif berperan dalam pembangunan, dan dapat hidup secara wajar sebagai warga yang baik dan bertanggung jawab.
14 https://online-hukum.blogspot.com/2011/01/pengertian-tentang-sistem.html Diakses 8 Maret 2019 Pukul 21:51
Rumusan Pasal 1 angka 2 tersebut terlihat bahwa sistem pemasyarakatan adalah suatu tatanan mengenai arah dan batas serta cara pembinaan warga binaan pemasyarakatan berdasarkan Pancasila yang dilaksanakan secara terpadu antara pembina yang dibina dan masyarakat untuk mewujudkan suatu peningkatan warga binaan pemasyarakatan yang menyadari kesalahannya, memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat aktif berperan dalam pembangunan dan dapat hidup secara wajar sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab.
b. Pengertian Anak Didik Pemasyarakatan
Adapun mengenai pengertian Anak Didik Pemasyarakatan diatur dalam Pasal 1 angka 8 UU Pemasyarakatan, yaitu :
a. Anak Pidana yaitu anak yang berdasarkan putusan pengadilan menjalani pidana di LAPAS Anak paling lama sampai berumur 18 (delapan belas) tahun;
b. Anak Negara yaitu Anak Negara yaitu anak yang berdasarkan Putusan Pengadilan diserahkan kepada negara untuk di didik dan di tempatkan di LAPAS Anak paling lama sampai berumur 18 (delapan belas) tahun;
c. Anak Sipil yaitu anak yang atas permintaan orang tua atau walinya memperoleh penetapan pengadilan untuk di didik di LAPAS Anak paling lama sampai berumur 18 (delapan belas) tahun.
Istilah Anak Didik Pemasyarakatan yaitu Anak Pidana, Anak Negara dan Anak Sipil tidak terdapat dalam UU No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Dalam UU SPPA, istilah yang ditemukan itu adalah Anak yang Berhadapan dengan Hukum yang terdiri dari anak yang berkonflik dengan hukum, anak yang menjadi korban tindak pidana, dan anak yang menjadi saksi tindak pidana. Anak yang Berkonflik dengan Hukum yang selanjutnya disebut Anak
adalah anak yang telah berumur 12 (dua belas) tahun, tetapi belum berumur 18 (delapan belas) tahun yang diduga melakukan tindak pidana.
Adapun pengertian LAPAS atau Lembaga Pemasyarakatan yang dimaksud dalam UU Pemasyarakatan adalah tempat untuk melakukan pembinaan terhadap narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan di Indonesia. Sebelum dikenal istilah LAPAS di Indonesia tempat tersebut disebut dengan istilah penjara. Lembaga Pemasyarakatan merupakan Unit Pelaksana Teknis dibawa Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Penghuni Lembaga Pemasyarakatan bisa narapidana atau Warga Binaan Pemasyarakatan atau bisa juga yang statusnya masih tahanan, maksudnya orang tersebut masih berada dalam proses peradilan dan belum ditentukan bersalah atau tidak oleh hakim.15
Lembaga Pemasyarakatan Anak juga dikenal dalam UU No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Dalam UU SPPA, istilah Lembaga Pemasyarakatan Anak itu disebut dengan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). Perubahan tersebut disebabkan oleh karena istilah LAPAS Anak tidak sesuai lagi dengan kebutuhan hukum dalam masyarakat dan belum secara komprehensif memberikan perlindungan khusus kepada anak yang berkonflik dengan hukum. Berdasarkan Pasal 104 UU No. 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak menyatakan bahwa setiap lembaga pemasyarakatan anak harus melakukan perubahan sistem menjadi LPKA sesuai dengan Undang-Undang ini paling lama 3 (tiga) tahun. Lembaga Pembinaan Khusus Anak
15https://www.academia.edu/5092399/UPAYA_LEMBAGA_PEMASYARAKATAN_D ALAM_PEMBINAAN_TERHADAP_NAPI_YANG_MELAKUKAN_TINDAK_PIDANA_PER KOSAAN Diakses 18 Maret 2019 Pukul 20:42
(LPKA) yaitu sebagai tempat anak menjalani masa pidananya melalui proses pembinaan dimana anak berhak menikmati kehidupan pribadinya dan memperoleh hak-hak lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan.