• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORI

B. Strategi Pembelajaran Kontekstual

1. Pengertian Strategi Pembelajaran Kontekstual

Dalam pengertian etimologis kata kontekstual berasal dari bahasa inggris,

contextual, yang berarti mengikuti konteks atau dalam konteks. Secara umum kata contextual berarti, sesuatu yang berkenaan, relevan, ada hubungan atau kaitan langsung, mengikuti konteks, atau sesuatu yang membawa maksud, makna dan kepentingan.19

Pembelajaran kontekstual(contextual teaching and learning) adalah sebuah sistem belajar yang didasarkan pada filosofis bahwa siswa mampu menyerap pelajaran apabila mereka menangkap makna dalam materi akademis yang mereka terima, dan mereka menangkap makna dalam tugas-tugas sekolah jika mereka bisa mengaitkan informasi dengan pengetahuan dan pengalaman yang sudah mereka miliki sebelumnya,20 dan pembelajaran kontekstual dipengaruhi oleh berbagai faktor yang sangat erat kaitannya. Faktor-faktor tersebut bisa dating dari dalam diri peserta didik(internal), dan dari luar dirinya atau dari lingkungan di sekitarnya(eksternal).21

CTL adalah pembelajaran yang memungkinkan terjadinya proses belajar dimana siswa menggunakan pemahaman dan kemampuan akademiknya dalam simulatif ataupun nyata, baik sendiri maupun bersama-sama.22 Tujuannya untuk membantu siswa melihat makna dalam materi akademik yang mereka pelajari dengan jalan menghubungkan mata pelajaran akademik, dengan isi kehidupan sehari-hari, yaitu dengan konteks kehidupan pribadi, social dan budaya.

Pembelajaran kontekstual merupakan konsep belajar yang dapat membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai

19

Heri Gunawan, Kurikulum dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, (Bandung: Alfabeta, 2012), h. 248.

20

Elaine B. Johnson, Contextual Teaching And Learning Menjadikan kegiatan belajar mengajar mengasyikan dan bermakna, (Bandung: Mizan Media Utama, 2014), Cet. 1, h.14.

21

Mulyasa, Manajemen Pendidikan Karakter, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2013), Cet. 3, h. 175.

22

Masitoh, Laksmi Dewi, Strategi Pembelajaran, (Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama Republik Indonesia, 2009), Cet. 1, h. 280.

anggota keluarga dan masyarakat. Untuk memperkuat dimilikinya pengalaman belajar yang aplikatif bagi siswa, tentu saja diperlukan pembelajaran yang lebih banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan, mencoba dan mengalami sendiri(learning to do), dan bahkan sekedar pendengar yang pasif sebagaimana penerima terhadap semua informasi yang disampaikan guru.23 Oleh sebab itu, mengajar bukan transformasi pengetahuan dari guru kepada siswa akan tetapi lebih ditekankan siswa untuk mencari apa yang dipelajarinya.

Beberapa pengertian pembelajaran kontekstual menurut para ahli pendidikan sebagai berikut:

Pertama, The Washington State Consortium For Contextual Teaching and Learning mengartikan pembelajaran kontekstual adalah pengajaran yang

memungkinkan siswa memperkuat, memperluas, dan menerapkan

pengetahuan keterampilan akademisnya dalam berbagai latar belakang dan di luar sekolah untuk memecahkan seluruh persoalan yang ada dalam dunia nyata.24 Jadi pembelajaran kontekstual terjadi ketika siswa menerapkan mengenai apa yang diajarkan dengan mengacu pada masalah-masalah riil yang berasosiasi dengan peranan dan tanggung jawab mereka dan sebagai anggota keluarga, masyarakat, siswa, dan selaku pekerja.

Kedua, CTL merupakan konsep yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata dan mendorong peserta didik membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Pembelajaran kontekstual merupakan prosedur pendidikan yang bertujuan membantu peserta didik memahami makna bahan pelajaran yang mereka pelajari dengan cara menghubungkannya dengan konteks kehidupan

23

Rusman, Model-model pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2013), Cet. 6, h. 190.

24

Kunandar, Guru Profesionalisme, Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Sukses dalam Sertifikasi GURU, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2011), h. 273-274.

mereka sendiri dalam lingkungan social dan budaya masyarakat.25 Oleh karena itu pembelajaran kontekstual mengajarkan siswa menghubungkan dengan realitas kehidupan sehari-hari.

Ketiga, CTL adalah pengajaran yang memungkinkan siswa untuk menguatkan, memperluas, dan menereapkan pengetahuan dan keterampilan akademik mereka dalam memecahkan masalah di dunia nyata. Dalam pembelajaran kontekstual, tugas guru adalah memberikan kemudahan belajar kepada peserta didik, dengan menyediakan berbagai sarana dan sumber belajar yang memadai.26 Dengan demilikan guru bukan hanya menyampaikan materi pembelajaran yang berupa hapalan, tetapi mengatur lingkungan dan strategi pembelajaran yang memungkinkan peserta didik belajar.

Keempat, CTL adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka.27 Jadi, konsep CTL proses belajar diorientasikan pada proses pengalaman secara langsung.

Kelima, merupakan proses pendidikan yang bertujuan menolong para siswa melihat makna di dalam materi akademik yang mereka pelajari dengan cara menghubungkan subyek-subyek akademik dalam konteks kehidupan keseharian mereka, yaitu dengan konteks keadaan pribadi, sosial dan budaya mereka.28 Tugas guru adalah membimbing peserta didik mencapai tujuannya. Guru lebih banyak berurusan dengan strategi dari pada memberi

25

Agus Suprijono, Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009), h. 79-80.

26

Sofan Amri, Iif Khoiru Ahmadi, Konstruksi Pengembangan Pembelajaran, (Jakarta: Prestasi Pustaka, 2010) Cet. 1, h. 193.

27

Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, (Bandung: Kencana Prenada Media Group, 2006), Cet. 1, h.255.

28

La Iru. La Ode Safiun Arihi, Analisis Penerapan Pendekatan, Metode, Strategi, dan Model-model Pembelajaran, (Yogyakarta: Multi Presindo, 2012), Cet. 1, h. 71.

informasi.29 Oleh karena itu, guru mengelola kelas untuk menemukan sesuatu baru dikelas baik pengetahuan maupun keterampilan.

Dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kontekstual adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa yang mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, yang bertujuan menolong para peserta didik memahami makna dari materi pembelajaran yang dipelajari, dengan cara menghubungkan subjek-subjek akademik dengan konteks keadaan pribadi, social dan budaya dalam kehidupan sehari-hari.

Dokumen terkait