• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II : PROFIL INSTANSI

A. Pengertian Struktur Organisasi

Struktur Organisasi pada Bagian Keuangan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada pada suatu organisasi dan menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan. Struktur Organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan antara yang satu dengan yang lain.

Struktur organisasi adalah kerangka kerja di mana sebuah organisasi menentukan bagaimana penentuan tugas, penggunaan sumber daya dan menggordinasikan departemen-departemen. (Daft, 2010 :5)

Agar struktur organisasi Bagian Keuangan akan tampak jelas, mudah dilihat dan dimengerti oleh para pegawai, struktur organisasi yang digambarkan dalam sebuah gambaran grafis, gambaran grapis dari struktur organisasi dinamakan bagan organisasi. Bagan organisasi adalah gambaran struktur organisasi yang ditunjukan kotak-kotak atau garis-gais yang disusun menurut kedudukan yang asing-masing memuat fungsi tertentu dan satu sama lain dihubungkan dengan garis-garis saluran wewenang.

Struktur organisasi merupakan alat untuk membantu para karyawan dalam mencapai tujuannya.Struktur organisasi dapat memiliki pengaruh yang besar pada anggotanya.Pengaruh struktur organisasi terhadap kepuasan dan kinerja karyawan mengarah pada suatu kesimpulan yang sangat jelas. Struktur organisasi menjelaskan bagaimana tugas kerja akan dibagi, dikelompokkan dan dikoordinasikan secara formal.

Struktur organisasi menunjukkan kerangka dan susunan bagian-bagian yang tetapterhubungan. Hubungan diantara fungsi-fungsi, bagian-bagian atau posisi maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam suatu organisasi.Kerangka kerja organisasi disebut sebagai desain organisasi.Bentuk spesifik dari kerangka kerja organisasi dinamakan dengan struktur organisasi.

Agar sebuah organisasi dapat berjalan dengan baik, semua orang harus mengetahui seberapa jauh akuntabilitas mereka dan setiap orang harus menerima tanggung jawab dan wewenang untuk menjalankan pekerjaan dengan akuntabilitasnya.( Def, 2010 :8).

Struktur Organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta posisi yang ada pada suatu organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional untuk mencapai tujuan yang diharapakan dan diinginkan. Struktur organisasi menggambarkan dengan jelas pemisahan kegiatan pekerjaan

antara yang satu dengan yang lain dan bagaimana hubungan aktivitas dan fungsi dibatasi. Dalam struktur organisasi yang baik harus menjelaskan hubungan wewenang siapa melapor kepada siapa, jadi ada satu pertanggung jawaban apa yang akan di kerjakan.

Pengorganisasian adalah merupakan fungsi kedua dalam Manajemen dan pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya. Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi.

Beberapa Teori Organisasi menurut 2009/11/-struktur-organisasi-dan.html), yaitu:

1. Organisasi menurut Stoner

Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.

2. Organisasi menurut James

Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.

3. Organisasi menurut Chester

Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

Menurut (Deft, 2010 :5) struktur organisasi diartikan sebagai berikut, yaitu :

1. Seperangkat tugas-tugas formal yang diberikan kepada individu dan

departemen.

2. Hubungan pelaporan pormal yang terdiri atas:

a. Wewenang adalah hak formal dan sah memiliki seorang atasan untuk

mengambil keputusan, memberikan perintah, dan mengalokasikan sumber daya untuk meraih hasil yang dikendali organisasi.

b. Tanggung jawab dalam pengambilan keputusan. c. Banyaknya tingkatan hierarkis.

3. Rencana sistem untuk menjamin terciptanya koordinasi pegawai yang efektif.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang struktur organisasi, Penulis mengutip pendapat beberapa para ahli antara lain :

1. Struktur organisasi merupakan hubungan formal maupun informal

antaranggota satu organisasi. (Gomez, 2004:17)

2. Struktur organisasi menjelaskan tentang bagaimana satu tugas atau pekerjaan secara formal dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan. (Robbins, 2004:17)

3. Struktur organisasi yang tepat bagi suatu organisasi sangat tergantung pada strategi bisnis yang dipilih.(Strickland dan Thompson, 1993:17)

Menurut (Sukoco, 2007 :17) ada tujuh macam struktur organisasi yang bisa dijumpai dalam suatu organisasi, yaitu :

1. Struktur Garis

Struktur garis merupakan struktur organisasi yang paling tua dan sederhana, Diana kekuasaan mengalir secara vertikal dari tingkat paling atas, melalui tingkat menegah, dan sampai tingkat bawah.

2. Struktur Garis dan Staf

Struktur ini hampir sama dengan struktur garis, dengan satu dimensi tambahan berupa aktivitas staf ahli yang mendukung aktivitas struktur garis dengan memfasilitasi pencapaian tujuan utama organisasi.

3. Struktur Fungsional

Struktur ini banyak ditemukan pada organisasi atau prusahaan yang mempunyai area spesialisasi sebangai dasar eksistensi sebuah departemen. 4. Struktur Produk

Struktur ini digunakan jika prusahaan memutuskan untuk menggunakan produk yang mereka hasilkan sebagai dasar penetapam atau pembuatan struktur organisasi sebuah perusahaan.

5. Struktur Komite

Meskipun tidak semua sependapat bahwa struktur komite merupakan salah satu jenis struktur perusahaan, Struktur ini memberikan fungsi utama pada kebanyakan perusahaan.

Menurut (http:// tkampus. blogspot. Com /2012/03/ organisasi–formal-dan– informal .html

1. Organisasi Formal

) Oranisasi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu :

Organisasi formal ialah suatu organisasi yang memiliki struktur yang jelas, pembagian tugas yang jelas, serta tujuan yang ditetapkan secara jelas.Atau organisasi yang memiliki struktur (bagan yang menggambarkan hubungan-hubungan kerja, kekuasaan, wewenang dan tanggung jawab antara pejabat dalam suatu organisasi).Atau organisasi yang dengan sengaja direncanakan dan strukturnya secara jelas disusun.Organisasi formal harus memiliki tujuan atau sasaran. Tujuan ini merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi struktur organisasi yang akan dibuat.

Ciri-Ciri Organisasi Formal

1. Suatu organisasi terdiri dari hubungan-hubungan yang ditetapkan antara

jabatan-jabatan.

2. Tujuan atau rencana organisasi terbagi kedalam tugas-tugas organisasi. Yang

disalurkan di antara berbagai jabatan sebagai kewajiban resmi

3. Kewenangan untuk melaksanakan kewajiban diberikan kepada jabatan.

4. Garis-garis kewenangan dan jabatan diatur menurut suatu tatanan hierarkis.

Hierarkinya mengambil bentuk umum suatu piramida, yang menunjukkan setiap pegawai bertanggung jawab kepada atasannya atas keputusan-keputusan bawahannya serta keputusan-keputusan-keputusan-keputusannya sendiri.

5. Suatu sistem aturan dan regulasi yang umum tetapi tegas, yang ditetapkan secara formal, mengatur tindakan-tindakan dan fungsi-fungsi jabatan dalam organisasi.

6. Proesedur dalam organisasi bersifat formal dan impersonal – yakni,

peraturan-peraturan organisasi berlaku bagi setiap orang. Jabatan diharapkan memiliki orientasi yang impersonal dalam hubungan mereka dengan langganan dan pejabat lainnya.

7. Suatu sikap dan prosedur untuk menerapkan suatu sistem disiplin merupakan

bagian dari organisasi.

8. Anggota organisasi harus memisahkan kehidupan pribadi dan kehidupan

organisasi.

9. Pegawai dipilih untuk bekerja dalam organisasi berdasarkan kualifikasi teknis,

alih-alih koneksi politis, koneksi keluarga, atau koneksi lainnya.

10. Meskipun pekerjaan dalam birokrasi berdasarkan kecakapan teknis, kenaikan jabatan dilakukan berdasarkan senioritas dan prestasi kerja.

2. Organisasi Informal

Organisasi Informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari.Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut.

Organisasi informal dibedakan menjadi organisasi primer dan organisasi sekunder menurut Hicks yaitu :

1. Organisasi Primer

organisasi semacam ini menuntut keterlibatan secara lengkap, pribadi dan emosional anggotanya.

2. Organisasi Sekunder

organisasi sekunder memuat hubungan yang bersifat intelektual, rasional, dan kontraktual.

Dalam Pelaksanaan organisasi harus berpedoman pada prinsip-prinsip organisasi, yaitu prinsip perumusan tujuan, prnsip pembagian kerja, prinsip pendelegasian kekuasaan atau wewenang, prinsip tingkat pengawasa, prinip rentan manajemen, prinsip kesatuan perintah, dan prinsip koordinasi.

Adapun Penjelasan Singkat Mengenai Prinsip Prinsip Organisasai menurut (http://artikelampuh.blogspot.com/2013/08/prinsip-prinsip-organisasi.html) yaitu :

1.Prinsip Perumusan Tujuan

Sebelum suatu organisasi, badan, lembaga, dan langkah.hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat tujuan dibentuknya organisasi atau badan dan lembaga tersebut. Tujuan yang dibuat harus sangat jelas karena tujuan tersebut yang akan menentukan hal-hal yang harus diperbuat atau dilakukan oleh organisasi yang telah terbentuk tersebut.

2.Prinsip Pembagian Kerja

Dalam penata pelaksanaan kegiatan oragnisasi harus melakukan pembagian tugas, kerja, dan unit untuk menghindari kemungkinan adanya pekerjaan yang tertumpuk dan terjadinya kelalai dalam pekerjaan pada sebuah unit kerja organisasi.

3.Prinsip Pendelegasian Kekuasaan dan Wewenang

Dalam menjalankan kegiatan suatu unit harus diberi kekuasaan untuk melaksanakan tugas tugasnya agar dapat dimintai pertanggung jawabannya.

4.Prinsip Tingkat Pengawasan

Berjalannya suatu organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan harus dipastikan untuk selalu menjalankan dan melaksanakan sistem pengawasan, karena jika sistem pengawasan tidak ada maka tidak mungkin sebuah organisasi dapat mencapai tujuannya dengan maksimal. Maka, pembuatan organisasi harus memperhatikan aspek dari kemudahan sistem pengawasan.

5. Prinsip Rentang Manajemen

Dalam suatu organisasi perlu diperhatikan suatu efektivitas dan sebuah efisiensi dari seorang pemimpin yang dapat membawahi beberapa orang yang dibawahinya sehingga seorang pemimpin dapat melakukan tugas kepemimpinannya secara efektif, efisien dan maksimal serta dapat melakukan tugas pengawasan secara optimal.

6.Prinsip Kesatuan Perintah

Dalam menjalankan sebuah organisasi, seseorang bawahan biasanya mempunyai seorang bos atau atasan.Dari bos tersebutlah pegawai dapat menerima perintah dan kepada bos tersebutlah pegawai memberikan laporan pertanggung jawaban atas pelaksanaan pekerjaan kita.

7.Prinsip Kordinasi

Prinsip kordinasi dan usaha untuk mengarahkan seluruh kegiatan unit-unit organisasi agar tertuju pada pencapaian tujuan organisasi secara keseluruhan.Adanya pembagian tugas kepada unit unit kerja tersebut terkadang tanpa disadari menimbulkan kecenderungan untuk memisahkan diri dari tujuan organisasi secara keseluruhan.Untuk itu, koordinasi diperlukan agar dapat terhindar dari sebuah konflik, dengan mengurangi duplikasi tugas, mengurangi pengangguran, dan memperkuat kerjasama.

Dokumen terkait