• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II PENGATURAN HUKUM TENTANG PENDIRIAN PERSEROAN

B. Prosedur pendirian Perseroan Terbatas

2. Pengesahan Perseroan Terbatas

Undang-undang Perseroan Terbatas mewajibkan pengesahan akta pendirian suatu PT oleh Menteri Hukum dan Ham sebelum PT tersebut dapat memiliki status badan hukum, sebagai suatu subjek yang mandiri dalam hukum, yang memiliki hak-hak, kewajiban-kewajiban, dan harta kekayaan tersendiri. Saat pengesahan tersebut merupakan satu-satunya saat mulai berlakunya sifat kemandirian tersebut.

48 Habib Adjie, Op Cit, Hal 24-25

Dalam versi asli teks W.v.K hindia Belanda pejabat yang berwenang memberikan pengesahan itu adalah Gubernur Jenderal atau pejabat yang ditunjuk, dan istilah yang digunakan untuk pengesahan tersebut adalah “bewilliging”. Di Negara Belanda sendiri pada saat diadakan pembaharuan W.v.K Belanda terjadi pergeseran yaitu pertama mengenai pejabatnya yaitu dari raja menjadi Menteri Kehakiman, kedua dari penggunaan istilah “bewilliging” (memperkenankan) bergeser menjadi “verklaring van geen bezwaar” (pernyataan tidak berkeberatan).

Soekardono menguraikan “bewilliging” yaitu persetujuan dari menteri, dimana dalam pengesahan PT Menteri hanya menyeleksi dalam tiga hal apakah Anggaran PT tidak bertentangan dengan undang-undang, kesusilaan umum atau ketertiban umum sedangkan “verklaring van geen bezwaar” merupakan pernyataan tidak berkeberatan dari Menteri Kehakiman dimana pemberi izin menyeleksi lebih luas lagi tidak hanya semata-mata dipenuhi ketentuan dalam undang-undang, kesusilaan dan ketertiban umum saja melainkan juga tidak bertentangan dengan kepentingan nasional. 49

Hakekat melakukan pengesahan terhadap Akta Pendirian PT adalah untuk memberikan status badan hukum terhadap Perseroan Terbatas. Pengesahan terhadap Akta Pendirian PT dilakukan dengan mendasarkan pada ketentuan Pasal 9 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Sejak keluarnya Keputusan Menteri Kehakiman Nomor M-01.HT.01.01 Tahun 2000 penyelesaian badan hukum PT baik itu pengesahan akta pendirian PT maupun persetujuan perubahan anggaran dasar dilakukan melalui Sisminbakum

49 Rudhi Prasetya, Kedudukan Mandiri Perseroan Terbatas, (Bandung: PT Citra Aditya bakti, 1996), hal 147-150

dengan bantuan internet, dimana sebelum berlakunya sisiminbakum proses pengurusan badan hukum ini dilakukan sehari-hari secara manual

Didalam Pasal 9 ayat (1) ditentukan bahwa untuk memperoleh Keputusan Menteri mengenai pengesahan badan hukum Perseroan, pendiri bersama-sama mengajukan permohonan melalui jasa teknologi informasi sistem administrasi badan hukum secara elektronik kepada Menteri dengan mengisi format isian yang memuat sekurang-kurangnya :

1. nama dan tempat kedudukan Perseroan;

2. jangka waktu berdirinya Perseroan;

3. maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan;

4. jumlah modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor;

5. alamat lengkap Perseroan.

Pengisian format isian sebagaimana dimaksud diatas harus didahului dengan pengajuan nama perseroan. 50 Nama Perseroan Terbatas merupakan jati diri dari suatu badan hukum dan sangat penting artinya dalam lalulintas perdagangan. Karena itu, pengaturan pemakaian nama Perseroan Terbatas dilakukan untuk memberikan perlindungan hukum kepada pemakai nama Perseroan Terbatas yang beritikad baik. Secara hukum, pemakaian nama Perseroan Terbatas tidak boleh merugikan sesama pengusaha dibidang usaha dan perdagangan dan menimbulkan adanya persaingan tidak sehat. 51

Mengenai penggunaan nama Perseroan Terbatas diatur dalam Pasal 16 UUPT yang menentukan, bahwa perseroan tidak boleh memakai nama yang :

50 Lihat Pasal 9 ayat (2) UUPT

51 Rachmadi Usman, Op Cit, hal 70

1. telah dipakai secara sah oleh perseroan lain atau sama pada pokoknya dengan nama perseroan lain;

2. bertentangan dengan ketertiban umum dan/atau kesusilaan;

3. sama atau mirip dengan nama lembaga negara, lembaga pemerintah atau lembaga internasional kecuali mendapat izin dari yang bersangkutan;

4. tidak sesuai dengan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha, atau menunjukkan maksud dan tujuan Perseroan saja tanpa nama diri;

5. terdiri atas angka atau rangkaian angka, huruf atau rangkaian huruf yang tidak membentuk kata; atau

6. mempunyai arti sebagai perseroan, badan hukum atau persekutuan perdata.

Nama perseroan harus didahului dengan frase”Perseroan Terbatas”atau disingkat “PT”. Dalam hal perseroan terbuka, dalam akhir nama Perseroan ditambah kata singkatan “Tbk”.52 Ini berarti perseroan terbatas tidak boleh sembarangan memberikan nama kepada perseroan terbatasnya.

Adapun tata cara permohonan dan pengesahan akta pendirian perseroan terbatas adalah sebagai berikut :

a. Permohonan pengesahan akta pendirian PT diajukan oleh Notaris kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, melalui Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum paling lambat 60 hari terhitung sejak akta pendirian ditandatangani b. Permohonan diajukan secara elektronis dengan mengisi format isian akta notaris (FIAN) Model I atau II, dan dilengkapi keterangan mengenai dokumen pendukung

52 Lihat Pasal 16 UUPT

c. Apabila format isian dan keterangan mengenai dokumen pendukung telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, Menteri langsung menyatakan tidak berkeberatan atas permohonan yang bersangkutan secara elekronik. Yang dimaksud dengan “langsung” dalam ketentuan ini adalah pada saat yang bersamaan dengan saat pengajuan permohonan diterima

d. Apabila format isian dan keterangan mengenai dokumen pendukung tidak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, Menteri langsung memberitahukan penolakan beserta alasannya kepada pemohon secara elektronik e. Dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal pernyataan tidak keberatan Menteri Hukum dan Ham, pemohon yang bersangkutan wajib menyampaikan secara fisik surat permohonan pengesahan akta pendirian yang dilampiri dokumen pendukung.

f. Apabila semua persyaratan telah dipenuhi secara lengkap , paling lambat 14 hari Menteri menerbitkan keputusan tentang pengesahan badan hukum Perseroan yang ditandatangani secara elektronik

g. Apabila persyaratan tentang jangka waktu dan kelengkapan dokumen pendukung tidak dipenuhi , Menteri langsung memberitahukan hal tersebut kepada pemohon secara elektronik, dan pernyataan tidak berkeberatan atas permohonan yang bersangkutan menjadi gugur

h. Dalam hal pernyataan tidak berkeberatan gugur, pemohon dapat mengajukan kembali permohonan untuk memperoleh Keputusan Menteri

i. Dalam hal permohonan untuk memperoleh Keputusan Menteri tidak diajukan dalam jangka waktu 60 (enam Puluh) hari, akta pendirian menjadi batal sejak

lewatnya jangka waktu tersebut dan Perseroan yang belum memperoleh status badan hukum bubar karena hukum dan pemberesannya dilakukan oleh pendiri.53

Dokumen terkait