• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengetahuan Responden

Dalam dokumen BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN (Halaman 120-125)

2. Perilaku mencari informasi terkait sakit yang dialami

4.3 Analisis Bivariat

4.4.2 Pengetahuan Responden

Hasil penelitian yang diperoleh mengenai pengetahuan responden tentang kanker serviks adalah dari 50 responden penelitian (25 penderita dan 25 bukan penderita kanker serviks), ditemukan pada aspek pengetahuan anatomi dan fisiologi serviks, sebagian besar responden baik penderita dan bukan penderita kanker serviks tidak tahu tentang letak, gambar, dan fungsi serviks. Pada aspek kanker serviks, sebagian besar penderita hanya tahu tentang karakteristik tumor ganas dan tanda dan gejala awal kanker serviks. Sedangkan pada aspek pengetahuan lain mereka tidak tahu. Sebagian besar bukan penderita kanker serviks hanya tahu tentang definisi kanker serviks, karakteristik tumor ganas, tanda dan gejala awal, pencegahan primer, dan tersier. Sedangkan aspek pengetahuan lain mereka tidak tahu. Secara keseluruhan dapat dinilai bahwa baik penderita dan bukan penderita kanker serviks belum mengetahui informasi kanker serviks dengan benar atau berpengetahuan kurang.

Data penelitian menunjukkan bahwa dari 25 penderita kanker serviks, hanya 5 orang (20%) yang pernah mendengar dan tahu tentang informasi deteksi dini dan pencegahan kanker serviks, dan sebanyak 20 orang (80%)

171 tidak pernah mendengar dan tahu informasi tersebut. Selain itu, dari 25 bukan penderita kanker serviks, sebanyak 13 orang (52%) tidak pernah membaca dan mendengar informasi tentang kanker serviks, dan 12 orang (48%) yang pernah membaca dan mendengar informasi itu. Sumber informasi berasal dari beberapa sumber yaitu terbanyak berasal media elektronik 6 orang (24%), penyuluhan kesehatan 6 orang (24%) dan media cetak 4 orang (16%).

Hasil penelitian ini sejalan dengan beberapa penelitian yang dilakukan dikomunitas yaitu penelitian yang dilakukan oleh Novi Desi Yanti dalam karya tulis ilmiah “Gambaran pengetahuan wanita usia subur tentang kanker serviks di lingkungan V Kelurahan Tanjung Gusta Helvetia Medan tahun 2013” yang menunjukkan hasil bahwa dari 32 responden penelitian, hanya 3 responden (9,4%) yang berpengetahuan baik, 14 orang (43,7%) berpengetahuan cukup, dan 15 orang (46,9) berpengetahuan kurang. Selain itu, hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Puspitasari N, Suardi A, Yuliani A dalam karya tulis ilmiah “Gambaran pengetahuan wanita yang sudah menikah mengenai tes IVA dan kanker serviks di desa Kertajadi Kecamatan Cidaun Kabupaten Cianjur” tahun 2011 menunjukkan bahwa dari 44 responden penelitian, hanya 4,5% responden yang memiliki pengetahuan baik, sedangkan sebanyak 77,3% memiliki pengetahuan kurang.

Data penelitian juga memperlihatkan bahwa seluruh responden dalam setahun terakhir memanfaatkan tempat pelayanan kesehatan untuk berobat.

172 Tempat pelayanan kesehatan yang dikunjungi tidak hanya satu tempat. Tetapi, ada beberapa tempat pelayanan kesehatan selain rumah sakit yaitu, puskesmas, klinik dokter spesialis, klinik dokter umum, bidan dan poliklinik kesatuan.

Berdasarkan fakta yang terjadi hampir seluruh penderita kanker serviks yang datang memeriksakan diri di Poliklinik Obstetri-Ginekologi membawa surat rujukan dan hasil pemeriksaan dari tempat asalnya. Sebagian besar penderita (40%) saat datang memeriksakan diri berada dalam keadaan stadium lanjut (stadium IIIB). Sebelum didiagnosis menderita kanker serviks, sebagian besar dari responden tidak pernah mendengar dan tahu tentang informasi kanker serviks terutama deteksi dini dan pencegahan kanker serviks. Setelah sudah muncul tanda dan gejala serta mempunyai keluhan seperti perdarahan, keputihan, nyeri barulah mereka memeriksakan diri ke tempat pelayanan kesehatan. Sebagian besar penderita sebelum ke rumah sakit yaitu ke Poliklinik Obstetri-Ginekologi, mereka memeriksakan diri di puskesmas. Dari puskesmas, berdasarkan hasil pemeriksaan jika sudah diketahui adanya tanda-tanda keganasan maka langsung dirujuk ke rumah sakit. Pengetahuan responden yang kurang mengakibatkan mereka tidak mampu memproteksi diri secara dini terhadap kanker serviks, sehingga saat tiba di rumah sakit sudah stadium lanjut.

Di dalam teori disebutkan bahwa pengetahuan seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu umur, pendidikan, pekerjaan lingkungan, dan sosial budaya (Wawan dan M, 2010). Kelima faktor ini memegang peranan

173 penting dan mempengaruhi pengetahuan responden penelitian. Berdasarkan data tersebut, maka terlihat jelas bahwa pengetahuan responden yang kurang dipengaruhi oleh faktor umur, pendidikan yang rendah, status sosial ekonomi (pekerjaan dan pendapatan) yang rendah, lingkungan, dan sosial budaya (nilai dan keyakinan) responden.

RSUD Dr. Moewardi mempunyai program penyuluhan kesehatan. Program penyuluhan kesehatan diselenggarakan oleh pihak rumah sakit yaitu tim yang sudah dibentuk dan bertanggung jawab dalam mengawasi jalannya proses pemberian penyuluhan kesehatan. Pemberian penyuluhan kesehatan di lingkungan rumah sakit berlangsung rutin setiap hari sabtu tetapi sewaktu-waktu dapat berubah, dilaksanakan seminggu sekali yaitu di depan ruang informasi pengambilan obat, dan juga terdapat kegiatan penyuluhan kesehatan diluar lingkungan rumah sakit diselenggarakan bersamaan dengan kegiatan bakti sosial yaitu dua kali dalam sebulan. Meskipun demikian, di poliklinik rawat jalan tempat penelitian yaitu poliklinik Obstetri-Ginekologi juga mempunyai program pemberian pendidikan kesehatan kepada pasien, yang dilaksanakan secara rutin diruangan yaitu setiap hari kamis.

Pemberian pendidikan kesehatan di Poliklinik Obstetri-Ginekologi dilakukan oleh para mahasiswa praktik yang kebetulan sedang praktik di Poliklinik Obstetri-Ginekologi dengan cara mempresentasikan materi kanker serviks menggunakan layar LCD dan laptop serta membagikan brosur kanker serviks kepada pasien setelah proses presentasi dan tanya jawab

174 selesai. Tetapi, jika tidak ada mahasiswa, maka pemberian pendidikan kesehatan dilakukan oleh para bidan secara bersamaan saat proses anamnesa atau pengkajian pasien.

Walaupun banyak kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk menambah pengetahuan pasien, tetapi peneliti berasumsi bahwa kemungkinan ada faktor lain yang turut mempengaruhi pengetahuan responden yaitu

1. Kurangnya kesadaran responden tentang pentingnya mengetahui informasi kanker serviks, sehingga bersikap acuh tak acuh dengan informasi itu.

2. Faktor kebisingan menjadi salah satu faktor yang turut mempengaruhi dan mengganggu konsentrasi responden penelitian dalam menyimak materi presentasi di rumah sakit. Akibatnya, responden tidak mampu menerima, menyerap dan mengingat materi-materi atau informasi tentang kanker serviks dengan baik. Hal ini dikarenakan pemberian pendidikan kesehatan berlangsung di ruang terbuka.

3. Ketidaksabaran responden dalam menunggu dan menyimak informasi saat pemberian pendidikan kesehatan berlangsung. 4. Faktor kondisi kesehatan responden yang memungkinkan

175

Dalam dokumen BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN (Halaman 120-125)

Dokumen terkait