BAB 5 Hasil dan Pembahasan
5.2 Pembahasan
5.2.1 Pengetahuan Responden
Pengetahuan merupakan hasil tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengindraan terjadi melalui pancra indra manusia yakni indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang (Notoatmodjo, 2003).
Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa pengetahuan ibu hamil tentang IMD secara keseluruhan adalah cukup (50%). Peneliti berharap agar ibu hamil memiliki pengetahuan yang baik dimana mereka mampu menjawab tiga aspek dari pernyataan pada kuesioner yaitu pengertian, manfaat tatalaksana IMD, dan faktor pendukung IMD yang didapat dari pendidikan kesehatan dan petugas kesehatan.
Berdasarkan data demografi diperoleh bahwa mayoritas usia responden berada pada rentang usia 21-35 (77,10%) ini dikaitkan dengan pendapat Notoatmodjo (2003) yang menyatakan bahwa pengetahuan seseorang bertambah sesuai dengan bertambahnya usia. Dan peneliti berasumsi bahwa dengan bertambahnya usia maka dapat menggali lagi memori yang pernah didapatkan sebelumnya baik itu dari pengalaman ataupun kebiasaan yang dimilikinya tentang IMD.
Dari hasil penelitian mayoritas pekerjaan responden adalah ibu rumah tangga (60,24%). Ibu rumah tangga yang tidak bekerja atau singkatnya disebut ibu rumah tangga yang memiliki pengertian sebagai wanita yang lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah (Dwijayanti, 1999). Peneliti berasumsi bahwa Ibu rumah tangga tidak memiliki banyak waktu untuk melihat informasi terbaru khususnya tentang IMD, sehingga hal ini menjadikan pengetahuan ibu hamil yang mayoritas cukup.
Jika dikaitkan dengan hasil data demografi lainnya, menunjukkan bahwa mayoritas pendidikan terakhir responden adalah SMA yaitu sebanyak 60 responden (72,28%). Dari hasil ini, peneliti berasumsi bahwa tingkat pendidikan SMA tersebut belum cukup mendukung tingkat pengetahuan responden. Pendidikan merupakan peran penting dalam proses tumbuh kembang seluruh kemampuan dan prilaku manusia. Dengan pendidikan manusia dianggap akan memperoleh pengetahuan. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka akan semakin berkualitas pengetahuan seseorang (Notoatmodjo, 2003).
Berdasarkan hasil penelitian juga diperoleh bahwa penghasilan responden mayoritas Rp. 850.000,- sampai Rp. 1.500.000,- sebanyak 64 responden. Keadaan sosial ekonomi yang rendah pada umumnya berkaitan erat dengan berbagai masalah kesehatan yang mereka hadapi disebabkan karena ketidakmampuan dan ketidaktahuan dalam mengatasi masalah (Effendi, 2008).
Berdasarkan hasil penelitian, mayoritas responden memiliki pengalaman melahirkan satu kali (36, 14%) dan kehamilan kedua (36,14%). Pengetahuan akan diikuti oleh tindakan yang mengacu kepada pengalaman orang lain atau berdasarkan pada banyak atau sedikitnya pengalaman seseorang itu sendiri (Notoatmodjo, 2003).
Secara keseluruhan pengetahuan ibu hamil berada dalam kategori cukup. Bila dilihat dari pengetahuan ibu hamil secara rinci untuk setiap pernyataan ada beberapa pernyataan yang seharusnya dimiliki ibu hamil tentang Inisiasi Menyusu Dini dan masih banyak yang menjawab salah antara lain pernyataan nomor 1, 2, dan 5.
Pernyataan nomor 1 berisi tentang pengertian Inisiasi Menyusu Dini. Pernyataan tersebut menyatakan bahwa meletakkan bayi di samping ibu segera setelah lahir dan membiarkan bayi mencari puting susu ibu untuk menyusu pertama kali. Pernyataan nomor 1 seharusnya dijawab tidak, namun dijawab ya oleh 51 responden dan dijawab tidak hanya oleh 32 responden. Menurut Hegar dkk, (2008) Inisiasi Menyusu Dini adalah meletakkan bayi di atas dada atau perut ibu segera setelah persalinan dan membiarkan bayi mencari puting susu ibu
kemudian menghisapnya setidaknya satu jam setelah kelahiran. Peneliti berasumsi bahwa ibu hamil perlu mengetahui perbedaan antara inisiasi menyusu dini dengan menyusu pertama kali setelah bayi lahir, dimana saat bayi lahir posisi bayi berada di atas dada ibu dan bayi mencari puting susu ibu tanpa disodorkan oleh penolong persalinan. Ibu hamil harus mengetahui pengertian inisiasi menyusu dini secara benar dan sehingga dapat diaplikasikan dengan benar pada saat setelah bersalin.
Pernyataan nomor 2 menyatakan bahwa sebelum dilakukan Inisiasi Menyusu Dini, bayi dikeringkan terlebih dahulu untuk menghilangkan kotoran lemak pada kulit bayi baru lahir. Pernyataan tersebut seharusnya dijawab tidak, namun dijawab ya oleh 51 responden dan dijawab tidak hanya oleh 32 responden. Menurut Utami Roesli (2008) Lemak pada kulit bayi baru lahir dapat memberikan kenyamanan dan kehangatan pada tubuh bayi sehingga bayi tidak merasa kedinginan. Oleh karena itu pada saat lahir bayi tidak perlu segera dimandikan atau dibersihakan lemaknya karena memiliki manfaat untuk kenyamanan dan kehangatan pada bayi sendiri. Dan bayi tidak merasa kedinginan pada saat melakukan Inisiasi Menyusu Dini, dimana tubuh bayi belum diberi pakaian hanya diberi selimut dan topi.
Pernyataan nomor 5 menyatakan bahwa IMD dapat juga dilakukan dengan cara menyodorkan bayi langsung ke puting susu ibunya oleh penolong persalinan. Pernyataan nomor 5 seharusnya dijawab tidak, namun dijawab ya oleh 63 responden dan dijawab tidak hanya oleh 20 responden Menurut Seksi Gizi Dinas Kesehatan Kulonprogo, Inisiasi Menyusu Dini adalah proses bayi menyusu segera setelah dilahirkan, dimana bayi dibiarkan mencari puting susu ibunya sendiri dan
tidak disodorkan ke puting susu (2009 ). Dalam hal ini sudah sangat jelas bahwa inisiasi menyusu dini merupakan aktivitas dimana bayi mencari puting susu ibu secara mandiri tanpa bantuan dari penolong persalinan. Tetapi jika bayi belum menemukan puting susu ibu, ibu dapat merangsang bayi dengan cara mendekatkan jari ibu ke mulut bayi sehingga bayi akan terangsang kembali unutk mencari sumber makanannya.
Dari semua pernyataan kuesioner pengetahuan tentang inisiasi menyusu dini yang diberikan peneliti, ada satu pernyataan yang dijawab benar oleh semua responden yaitu pernyataan nomor 8 yang seharusnya dijawab ya oleh responden yang menyatakan bahwa pemberian ASI pertama kali dapat memberikan keberhasilan pada menyusui selanjutnya pada bayi. Menurut Ambarwati (2008), Inisiasi Menyusu Dini dapat meningkatkan keberhasilan produksi ASI, sehingga bayi dapat menyusui tanpa ada gangguan dari produksi ASI ibu. Dalam hal ini, semua responden mengetahui manfaat dari Inisiasi Menyusu Dini bagi ibu. Diharapkan dengan pengetahauan yang dimiliki ibu hamil dapat memberikan kesadaran untuk melakukan Inisiasi Menyusu Dini pada saat setelah persalinan.
Pengetahuan tentang inisiasi Menyusu Dini harus dimiliki oleh ibu hamil yang akan sangat penting dilakukan pada saat setelah ibu melahirkan bayinya. Sehingga Inisiasi Menyusu Dini dapat dilakukan dengan tepat dan ibu mau bekerjasama dengan bidan dalam melakukan Inisiasi Menyusu Dini setelah melahirkan bayinya. Inisiasi Menyusu Dini memiliki dampak atau manfaat yang banyak bagi ibu dan bayinya sendiri.