• Tidak ada hasil yang ditemukan

Terdapat banyak gambaran budaya baik budaya Cina maupun selain Cina di dalam video musik From Yesterday. Salah satunya adalah Peking Opera yang sudah sempat dibahas oleh peneliti pada sub bab 4.2.1 yaitu penggambaran tokoh. Pembuat video From Yesterday kerap menggunakan budaya dalam bentuk topeng berwarna dalam proses penokohan karakter yang ada di video musik From Yesterday. Para pemain Peking Opera tersebut hanya memiliki durasi kemunculan yang terhitung sedikit dalam video musik From Yesterday. Kemunculan yang pertama adalah dalam ‘bayangan’ Jared Leto di scene 2 ketika masih berada di Amerika dan hendak berpindah ke Cina. Ada dua tokoh yang menggunakan topeng Peking Opera dengan durasi yang sangat singkat pula, yaitu sepersekian detik saja. Diikuti dengan kode efek suara yang mengganggu telinga, seperti kedua besi yang sedang diasah, singkatnya. Kemunculan yang kedua adalah hanyalah sebagai background di scene ke 4, dimana sang kaisar menyambut kedatangan para personil 30STM. Para pemain Peking Opera hanya berada di background dan tidak seberapa terlihat apabila audiens yang menonton video ini tidak memperhatikan dengan seksama.

Gambar 4.45 Penampakan pemeran Peking Opera untuk kedua kalinya Sumber : Https://www.youtube.com/watch?v=RpG7FzXrNSs

Penempatan para tokoh-toko pemain Peking Opera di background ini menimbulkan kesan bahwa pembuat video hanya menggunakan tokoh-tokoh tersebut sebagai atribut pelengkap video. Tanpa menceritakan dengan lengkap samasekali asal muasal dan peran mereka di dalam video. Bahkan tokoh-tokoh tersebut tidak

melakukan apa-apa. Kemunculan mereka di ‘bayangan’ Jared Leto pun seperti hanya ingin menimbulkan efek menakutkan, dilihat dari potongan gambar yang cepat dan efek suara yang mengganggu telinga pula.

Di dalam scene 4 sendiri audiens dapat melihat bagaimana para penghuni istana, khususnya para pelayan kaisar sangat menghormati kaisarnya. Hal tersebut dapat dilihat dari kode dialog yang diucapkan oleh para pelayan saat berbicara kepada personil 30STM, yaitu “His gracious and invincible Majesty, the Blessed and eternal emperor would like to offer his honored and esteemed birthday guests a wonderful and precious gift!”(Kaisar yang sangat ramah dan memiliki keagungan yang tidak terlihat, yang diberkahi dan merupakan kaisar kekal, ingin memberikan para tamu ulang tahunnya yang terhomat, sebuah hadiah yang menakjubkan dan berharga).

Dari dialog tersebut dapat terlihat bagaimana para rakyat Cina sangat menghormati Kaisarnya. Mereka menganggap bahwa seorang Kaisar merupakan sosok yang ramah dan memiliki keagungan yang tidak terlihat, yang diberkahi dan merupakan sosok yang kekal. Hal itu tidak jauh dari anggapan mereka bahwa Kaisar merupakan anak dari surga yang dipercayakan untuk memerintah di bumi.

Pada adegan ini, audiens juga bisa melihat bahwa para personil 30STM berlutut lalu membungkukkan badan di depan hadapan sang kaisar, yang tak lama diikuti dengan adegan menerima gulungan kertas yang berisi informasi mengenai ‘hadiah’ yang akan mereka terima dari kaisar.

Gambar 4.46 Personil 30STM membungkukkan badan dihadapan kaisar Sumber : Https://www.youtube.com/watch?v=RpG7FzXrNSs

Posisi membungkukkan badan dihadapan kaisar ini disebut Kowtow atau Kou Tou dalam bahasa Cina. Kowtow merupakan bentuk penghormatan paling tinggi yang ditunjukkan dengan bentuk sujud, berlutut dan membungkukkan kepala dan biasanya disertai dengan posisi kepala yang sampai menyentuh tanah. Penghormatan dengan cara Kowtow ini biasanya ditujukan kepada seseorang yang lebih tua, lebih superior atau seorang Kaisar. Dalam protokol kekaisaran Cina, Kowtow dilakukan oleh para petinggi pemerintahan yang akan melaksanakan tugas atau misinya (Hsu, 1970, p.152).

Gambar 4.47 Tradisi melakukan Kow Tow di Cina Sumber : https://en.wikipedia.org/wiki/Kowtow

Pada Adegan ini, para personil 30STM melakukan sebuah penghormatan yang serupa dengan Kowtow. Mereka membungkukan badannya di depan hadapan Kaisar Cina. Akan tetapi, kepala mereka tidak sampai menyentuh lantai/tanah. Hal ini seperti ingin mengatakan bahwa mereka menghormati sang Kaisar akan tetapi tidak sampai ‘tunduk’ di depan Kaisar Cina. Hal ini menimbulkan kesan bahwa Barat melakukan penghormatan kepada Timur, akan tetapi tidak sampai ‘tunduk’.

Bentuk kurangnya penghormatan terhadap budaya Timur yang lainnya juga terlihat pada adegan ketika para personil 30STM menerima gulungan kertas yang berisi hadiah dari kaisar. Semua personil 30STM menerima gulungan kertas itu menggunakan tangan kiri. Segera, mereka membuka gulungan kertas tersebut. Lagi – lagi, audiens tidak diperlihatkan apa isi dari gulungan kertas tersebut, sehingga tidak mengetahui apa ‘hadiah’ yang dimaksud. Ekspresi yang ditunjukkan oleh para personil 30STM pun menunjukkan kebingungan. Diikuti dengan kode dialog yang diucapkan

Gambar 4.48 Personil 30STM menerima hadiah dari kaisar Sumber : Https://www.youtube.com/watch?v=RpG7FzXrNSs

Dalam adegan ini, para personil 30STM di sini menerima barang menggunakan tangan kiri. Di budaya Barat, memang tidak ada perbedaan dalam hal menerima barang baik menggunakan tangan kiri maupun tangan kanan. Akan tetapi, dalam budaya Timur, terdapat suatu kebudayaan dimana apabila seseorang menerima barang, hal itu dilakukan dengan menggunakan tangan sebelah kanan. Adegan ini menunjukkan sikap Barat yang seakan tidak peduli atau acuh akan budaya negara yang mereka datangi, yaitu Cina (Timur).

Setelah adegan pemberian ‘hadiah’ tersebut, para personil 30STM dibawa berkeliling istana oleh para pelayan kaisar. Selama mengelilingi istana, mereka menemui beberapa hal yang mereka anggap mengejutkan dan tidak biasa atau aneh, seperti sekumpulan orang berjubah hitam yang mengelilingi tiga perempuan dengan kepala berpasung, seorang perempuan dewasa yang menyusui seorang lelaki dewasa, seorang laki-laki yang mencambuki dirinya sendiri, dan seorang perempuan meninggal yang mulutnya diberi bola kecil berwarna hitam.

Pada adegan ini, sang gitaris, Tomo Milicevic (gitaris) datang ke sebuah tempat di mana di sana terdapat sebuah kasur. Di atas kasur itu, terbaringlah seorang wanita tua yang tampak sudah meninggal. Setelah Tomo mendekati perempuan itu, ia mendapati di dalam mulutnya terdapat sebuah bola hitam yang dimasukkan oleh seseorang. Shot close up diambil untuk menunjukkan bahwa wanita tersebut tidak bergerak sama sekali ketika dimasukkan bola hitam ke dalam mulutnya.

Gambar 4.49 Bola hitam dimasukkan ke mulut seorang perempuan wafat Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=RpG7FzXrNSs

Mutiara hitam yang diletakkan ke dalam mulut seseorang yang telah meninggal merupakan salah satu bentuk adat Cina dalam pemakaman. Mutiara hitam tersebut adalah bola merkuri yang dipercaya akan melindungi tubuh orang yang meninggal dalam kehidupan setelah kematian. Bola merkuri itu diletakkan sebagai bentuk sogokan kepada sang penjaga kematian agar orang yang meninggal dapat melalui perjalanan yang mulus ketika melalui alam baka. Mutiara itu harus diletakkan ke dalam mulut orang yang meninggal menggunakan tangan kiri. Kini, penggunaan mutiara hitam bisa digantikan dengan koin atau sejumlah nasi. Koin sebagai bentuk sogokan lainnya, dan nasi untuk memastikan orang yang meninggal mendapat makanan yg cukup di alam baka (Ghanis Quest, 2007).

Sosok perempuan meninggal yang ada dalam adegan ini merupakan Empress Dowager Cixi atau Cixi, sang perempuan janda yang sempat memimpin pemerintahan Cina pada era Dinasti Qing Manchu selama 47 tahun sebelum mengangkat Pu Yi menjadi Kaisar. Adegan ini diambil dari film The Last Emperor yang kebetulan merupakan film di mana Jared Leto berkata merupakan sumber insipirasi dari video From Yesterday ini.

Gambar 4.50 Empress Dowager Cixi

Sumber : https://ghanisquest.dreamwidth.org/182604.html

Beberapa sejarawan mengatakan bahwa masa pemerintahan Cixi merupakan masa pemerintahan yang cukup kejam dan semena-mena, serta berkontribusi dalam jatuhnya Dinasti Qing serta masa Imperial Cina. Adegan menaruh bola merkuri ini menunjukkan bagaimana Cina (Timur) masih sangatlah superstitious atau bertahayul. Mereka masih percaya akan hal-hal yang berbau tahayul dan ritual-ritual bagaimana menyelamatkan orang di alam baka (Ghanis Quest, 2007).

Adegan perempuan dewasa yang menyusui seorang pria dewasa ditemui oleh sang drummer, Shannon Leto. Dengan ekspresi bingung yang terlihat dari alis dan mata yang dikerutkan, ia melihat aktivitas tersebut. Saat menunjukkan adegan menyusui, camera awalnya mengambil angle Medium Long shot (MLS), lalu di tengah adegan, terdapat potongan gambar berdurasi sepersekian detik di mana angle kamera berubah menjadi close up dan menyorot bagaimana ekspresi pria tersebut sedang menikmati asi yang diberikan kepadanya dengan mata tertutup. Lalu shot kembali menjadi MLS dan kedua orang tersebut (laki-laki dan perempuan yang sedang menyusui) melihat Shannon Leto yang tiba-tiba hadir disana dengan ekspresi sedikit terkejut.

Gambar 4.51 Adegan menyusui dalam video From Yesterday Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=RpG7FzXrNSs

Dalam website Mirror, terdapat sebuah artikel berita bahwa kini, di Cina sedang marak sebuah praktik prostitusi baru dimana para kriminal yang membuatnya melayani pelayanan pemuas bagi pria-pria dengan kebutuhan fetish berupa menyusu dari asi seorang perempuan. Para ibu-ibu muda dengan bayi yang baru lahir di hire untuk pekerjaan ini. Lebih dari 200 orang dari seluruh Cina rela membayar sejumlah uang untuk mendapatkan servis ini. Biaya yang dikeluarkan untuk dapat disusui adalah sekitar £103 atau sekitar 1,8 juta rupiah (Roberts, 2014).

Adegan ini seperti ingin menunjukkan bagaimana ‘kotor’ dan cabulnya budaya Cina (Timur). Di mana seseorang dalam pemerintahan (pria tersebut masih ada di lingkungan istana kaisar) memiliki fetish untuk disusui oleh perempuan dewasa dan menggunakan jasa seorang prostitusi untuk memuaskan keinginannya tersebut. Hal itu juga dianggap aneh oleh Shannon Leto (Barat), terlihat dari ekspresinya yang kebingungan dan seolah menemui sesuatu yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.

Ekspresi kebingungan serupa juga ditemui di wajah Matt Wachter (bassist) saat ia bertemu dengan sesosok pria berkebangsaan Barat yang sedang mencambuki dirinya sendiri. Pria ini adalah sosok butler yang telah muncul di bagian video sebelumnya. Saat mengetahui kehadiran Matt, pria tersebut membalikan badannya untuk melihat

ada editing dimana muncul gambar dengan durasi sepersekian detik dimana kepala pria tersebut menggunakan topeng berbentuk kepala kelinci. Ekspresi yang ditunjukkan oleh Matt merupakan ekspresi terkejut, dimana ia membelalakkan matanya dan mulutnya yang terbuka sedikit layaknya orang yang sedang terkejut.

Gambar 4.52 Adegan butler yang mencambuki dirinya sendiri Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=RpG7FzXrNSs

Terdapat praktik pencambukan diri sendiri yang dilakukan oleh beberapa oknum dalam sejarah kristiani, khususnya beberapa biara atau pelaku agama katholik. Martin Luther, founder dari gereja Lutheran pun melakukan praktik ini sebagai lambang rasa malu atas dagingnya (raga). Sedangkan, Sarah Osborn, seorang penulis kongregasionalis juga melakukan praktik ini untuk mengingatkan dirinya atas dosa, kebejatan, dan kejahatan yang ia lakukan. Praktik ini juga cukup biasa dilakukan di golongan pergerakan traktar. Pada abad ke 13, sebuah kelompok dari katolik roma yang dikenal dengan sebutan Flagellants membawa praktik ini ketingkat yang ekstrim. Mereka bahkan melakukan praktik ini secara publik. Mereka lalu dikutuk oleh Gereja roman sebagai praktik ajaran sesat pada abad ke 14 (Wall, 1999, p.103).

Gambar 4.53 Praktik Flagellants

Sumber : https://www.britannica.com/topic/flagellants

Praktik pencambukan diri sendiri ini juga dilakukan oleh tokoh antagonis bernama Silas dalam film The Da Vinci Code.

Gambar 4.54 Adegan mencambuki diri sendiri di film The Da Vinci Code Sumber : DVD The Da Vinci Code

Sedangkan di Cina sendiri, praktik ini muncul pada abad ke 17 sampai 19, dimana Gereja katholik masuk ke negara itu. Terjadi berbagai praktik kekerasan secara ekstrim di era kenaikan boxer rebellion. Boxer rebellion adalah pergerakan anti-foreign dan anti-christian yang datang ke Cina sekitar tahun 1899 dan 1901, di akhir masa dinasti Qing. Mereka menolak praktik-praktik kekerasan yang dibawa, dan memiliki slogan “Support Qing government, exterminate the foreigners” (Dukung pemerintahan Qing, dan musnahkan para pendatang asing) (Harrison, 2013).

Penampakan topeng berbentuk kepala kelinci yang ada pada adegan ini seperti serupa dengan munculnya penampakan kostum beruang dengan telinga panjang yang

topeng berbentuk kepala kelinci juga ditemui di video musik 30STM lainnya, yaitu Hurricane dan Up in the Air, yang semuanya di sutradarai oleh Jared Leto sendiri dengan alias Bartholomew Cubbins.

Adegan ini seperti ingin menunjukkan bahwa di Cina (Timur) masih terdapat praktik kekerasan ekstrim yaitu pencambukan diri sendiri yang bersifat barbar. Ekspresi dari Matt Wachter yang terkejut menyaksikan kegiatan ini menunjukkan bahwa orang Barat tidak biasa melihat hal seperti ini.

Tidak berhenti di situ saja, adegan yang juga menunjukkan kegiatan bersifat barbar adalah ketika Jared Leto menemui sekelompok orang berjubah hitam dan bertopeng yang sedang mengelilingi tiga orang perempuan dengan kepala dipasung. Terlihat ekspresi terkejut dari Jared Leto. Ia pun langsung ditarik oleh pelayan kerajaan yang tadinya menemani dia keliling istana kaisar, dan menariknya, seakan-akan hal tersebut merupakan hal yang tak seharusnya ia lihat. Angle camera berubah menjadi close up ketika menunjukkan wajah tiga orang, yaitu: ekspresi Jared Leto, orang dalam jubah hitam dan topeng emas dengan bentuk menyerupai paruh, dan ekspresi perempuan yang sedang dipasung kepalanya yang menunjukkan ekspresi orang yang sedang tersiksa, dengan make up dan rambut yang berantakan.

Gambar 4.55 Praktik Illuminati yang ditemui Jared Leto Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=RpG7FzXrNSs

Kostum yang digunakan oleh orang-orang berjubah hitam dan bertopeng dengan bentuk menyerupai paruh burung dalam shot ini adalah kostum dari plague doctor. Plague doctor adalah dokter yang berasal dari abad ke 17, dimana kala itu sedang ramai wabah yang disebut dengan black death. Mereka bertugas untuk mengobati para pasien yang sedang terkena wabah yang meluas di seluruh euroasia. Di bagian ‘paruh’ dalam topengnya terdapat beberapa wewangian yang mencegah mereka dari kontaminasi udara sekitar, yang diduga merupakan penyebab dari tersebarnya wabah tersebut.

Gambar 4.56 Kostum Plague Doctor

Sumber : https://archive.org/stream/atragedygreatpl00fletgoog#page/n25/mode/1up

Hukum pasung merupakan sebuah bentuk hukuman yang bertujuan untuk menunjukkan dan mempermalukan tindak kriminal atau tindakan yang dianggap buruk oleh masyarakat sejak abad ke 19. Hukum pasung juga terkenal di beberapa negara seperti Belanda, Jepang, dan Amerika untuk menghukum para perempuan yang melakukan perzinahan. Seperti yang ada dalam sebuah karya novel terkenal berjudul Scarlet Letter, yang bercerita tentang seorang perempuan yang melakukan perzinahan dengan seorang mentri negeri, dan dihukum pasung sambil menggunakan huruf ‘A’ di bajunya (huruf A sebagai tanda ‘Adulteress’ yang berarti orang yang melakukan perzinahan).

Gambar 4.57 Hukuman pasung pada cerita Scarlet Letter

Sumber : http://www.npr.org/2008/03/02/87805369/hester-prynne-sinner-victim-object-winner

Di era modern ini, kostum plague doctor memiliki pemaknaan yang cukup berbeda. Kini, kostum plague doctor identik dengan simbol Illuminati dan kerap muncul di berbagai bentuk media. Biasanya topeng tersebut digunakan untuk menggambarkan orang-orang yang menghadiri pertemuan dari sebuah secret society atau komunitas rahasia.

Illuminati adalah sebuah grup misterius yang ada dibalik beberapa teori konspirasi yang ada, dan dipercaya ingin menciptakan sebuah ‘New world order’. Maksud dari ‘New world order’ adalah membuat dunia dikuasai oleh satu kekuasaan elite rahasia yang mengontrol baik secara politik maupun ekonomi. Kini, Illuminati mulai ‘mengintai’ dibalik bayangan dan menarik tuasnya lewat novel, film, televisi, komik, video game, dan music video. Selain topeng plague doctor diatas, simbol-simbol yang biasa diasosiasikan dengan Illuminati adalah segitiga, pentagram, kambing, the all-seing eye seperti yang ada di lembar dollar Amerika dan angka 666 (http://www.theweek.co.uk/62399/what-is-the-illuminati-and-what-does-it-control).

Selain di video From Yesterday kostum plague doctor juga muncul di video 30STM yang berjudul Hurricane dan film karya sutradara terkenal Stanley Kubrick, Eyes Wide Shut. Kostum ini digunakan oleh pria-pria dari ekonomi kelas atas dalam

pesta sebuah secret society. Tom Cruise, sang tokoh utama juga diceritakan merupakan seorang dokter yang melakukan kontak seksual dengan seorang pelacur yang mengidap HIV.

Gambar 4.58 Topeng plague doctor dalam film Eyes Wide Shut Sumber :

http://legomenon.com/eyes-wide-shut-movie-meaning-plague-doctor-masks.html

Adegan ini dapat dimaknai menjadi beberapa hal. Seperti di Cina, masih terdapat beberapa tindakan hukuman yang tergolong barbar, yaitu hukum pasung. Pemilihan perempuan Asia (Timur) sebagai penggambaran pelaku tindak perzinahan menandakan bahwa di Cina (Timur) masih marak terjadi perzinahan. Selain itu, shot ini juga seperti ingin mengatakan bahwa di Cina terdapat sebuah secret society yang diduga merupakan tindak Illuminati, dilihat dari munculnya kostum plague doctor. Hal itu didukung juga dengan tindakan dari pelayan Cina yang segera menarik Jared Leto ketika ia melihat ritual tersebut. Seakan-akan ritual tersebut merupakan sesuatu yang rahasia (ritual dari secret society).

Dalam rekaman sejarah, pernah terdapat secret society di negara Cina. Komunitas rahasia atau secret society itu bernama The Green dan The Red Societies. Saat bangsa Manchu menjajah Cina di tahun 1644, tentara pasukan Dinasti Ming menjadi sebuah underground society yang ingin melengserkan Dinasti Qing dan mengembalikan kejayaan Dinasti Ming. Mereka adalah gerakan yang mensupport boxer rebellion. Akhirnya, dengan bantuan keluarga Imperial Jepang, mereka berhasil

untuk melengserkan kaisar terakhir Cina, yaitu Pu Yi, dan menempatkan Sun Yat Sen sebagai presiden pertama dari Cina sebagai negara Republik (Makow, 2007).

Di bagian akhir video terlihat bahwa para personil 30STM terlibat dalam sebuah pertarungan pedang melawan empat prajurit lainnya. Adegan ini dibagi menjadi dua scene, yaitu scene 6 dan scene 7. Pada scene 6, para personil 30STM terlihat seperti sedang disiapkan untuk sebuah pertarungan pedang. Mereka dipakaikan kostum bertarung seperti layaknya seorang prajurit. Dapat dilihat pada adegan ini, para pelayan Cina memakaikan kostum bertarung mereka lengkap dengan topengnya. Ekspresi dari para personil 30STM pun terlihat sangat datar ketika dikenakan kostum tersebut. Setelah itu, mereka terlihat mengambil sebuah pedang untuk digunakan bertarung oleh masing-masing personil.

Gambar 4.59 Para personil 30STM dipersiapkan untuk sebuah pertarungan pedang Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=RpG7FzXrNSs

Pedang yang digunakan untuk bertarung dalam video ini adalah pedang Jian. Pedang Jian digunakan pada era Dinasti Han atau sekitar abad ke 7. Hal ini membuat penggunaan pedang Jian sebagai properti tidak sesuai dengan latar sejarah Dinasti Qing (latar waktu video From Yesterday dibuat).

Gambar 4.60 Pedang Jian

Sumber : http://www.fightingarts.com/reading/article.php?id=128

Pedang-pedang yang biasa muncul dalam film merupakan pedang bermata dua (Jian). Padahal, pedang Jian sudah lama tidak digunakan semenjak zaman Dinasti Han. Pedang bermata satu (Dao) adalah pedang yang lebih sering digunakan untuk perang khususnya pada zaman Dinasti Yuan, Ming, dan Qing. Pedang itu diproduksi pada abad ke 20 ketika Cina kekurangan orang pembuat pedang yang dapat membuat pedang yang bagus dalam produksi massal. Hal ini dilakukan para pembuat film untuk menghemat biaya, karena penggunaan pedang dengan latar waktu yang sinkron akan semakin menambah biaya produksi properti dan mengeluarkan biaya lebih mahal.

Gambar 4.61 Pedang Dao

Sumber : https://www.quora.com/Why-are-the-swords-flimsy-in-Chinese-movies

Dari adegan ini terlihat bahwa para personil 30STM (Barat) dipakaikan pakaian bertarung oleh para pelayan kaisar (Timur). Mereka tidak mengenakan kostumnya sendiri, melainkan dipakaikan oleh para pelayan. Hal ini seperti ingin menunjukkan

bahwa Timur akan selalu melayani Barat. Ekspresi yang ditunjukkan oleh para personil 30STM pun menunjukkan bahwa mereka seperti sudah terbiasa dengan hal tersebut.

Adegan pertarungan pedang itu sendiri, baru dimulai pada scene 7. Pada awal scene ini, musik memuncak. Terlihat muncul satu persatu sosok yang menggunakan pakaian bertempur seperti yang telah muncul di scene sebelumnya, dimana para personil 30STM dikenakan pakaian bertempur oleh para pelayan kaisar. Camera angle dimulai dengan Full shot, memperlihatkan kostum lengkap para petarung, lalu dilanjutkan dengan bird’s eye view untuk menunjukkan berapa jumlah petarung yang datang dan ikut masuk ke dalam arena bertarung. Musik yg tadinya memuncak tiba-tiba berhenti diikuti dengan shot close up tiap petarung dengan durasi yang cukup cepat. Hal tersebut menimbulkan kesan dramatik.

Gambar 4.62 Adegan sebelum pertarungan pedang dimulai Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=RpG7FzXrNSs

Kostum yang digunakan dalam adegan ini dapat dikatakan tidak sesuai dengan latar budaya Cina. Kostum petarung atau prajurit Cina memiliki ciri khas ujung helm yang lancip dan diberi aksen rumbai-rumbai. Sedangkan, helm yang digunakan dalam adegan ini lebih mirip pelindung kepala dari para Samurai (Jepang). Bahkan

keseluruhan kostum mereka pun lebih mirip kostum Samurai Jepang daripada prajurit

Dokumen terkait