4.3 Analisis Data
4.3.1 Stereotype bangsa Timur dari Cara Pandang Barat
Dari segi tokoh, sterotype bangsa Timur dari cara pandang Barat dapat dilihat dari beberapa tokoh. Kaisar Pu Yi misalnya. Dari Sub bab temuan data sebelumnya, dapat diketahui bahwa Cina pernah mengalami masa kepemimpinan Imperialisme yang kejam, baik dari tokoh Empress Dowager Cixi, maupun Henry Pu Yi. Pemilihan tokoh yang berupa anak kecil seperti ingin menggambarkan bagaimana sesosok anak kecil dapat memimpin sebuah negara, yang pada akhirnya berujung dengan kekacauan dan kehancuran. Hal ini sesuai dengan pernyataan orientalisme yang mengatakan bahwa stereotype timur adalah irasional, kekanak-kanakan, bodoh, kejam dan penuh intrik.
Selain dua sosok pemimpin tersebut, terdapat banyak tokoh lain yang dimunculkan dalam latar istana kaisar, seperti pelayan kaisar, prajurit kekaisaran, dan sebagainya. Dari kode kostum, dapat diketahui bahwa pelayan raja yang muncul dalam video musik From Yesterday adalah kostum dari eunuch atau orang kasim pada masa pemerintahan Dinasti Qing, yang menjadi pelayan dengan cara dikebiri. Seorang kasim
diteruskan kepada putranya, karena mereka tidak dapat memiliki keturunan. Oleh karena itu mereka merupakan pelayan kepercayaan kaisar. Hal ini sesuai dengan pernyataan orientalisme mengenai stereotype Timur yang memiliki karakter rusak akhlak, licik, kejam, penuh prasangka buruk. Penggunaan orang kasim sebagai pelayan kaisar cina ini seperti ingin semakin menunjukkan dan mendukung pernyataan betapa kejamnya pemerintahan Cina. Untuk mengamankan posisinya, soerang kaisar sampai rela untuk mengebiri pelayannya.
Stereotype Timur lainnya dapat terlihat dari kode kostum dan make up yang muncul pada sosok perempuan Asia yang menghampiri para personil 30STM ketika masih berada di North America atau Amerika Utara (Barat). Pakaian yang digunakan oleh perempuan itu adalah sebuah dress berwarna hitam. Satu-satunya pakaian yang berwarna hitam dalam ruangan itu. Perempuan itu juga menggunakan make up berupa lipstick berwarna merah dan eyeliner hitam. Warna hitam sering diasosiasikan dengan kekuatan, elegan, kematian, kejahatan, dan misteri. Hitam adalah warna misterius yang diasosiasikan dengan ketakutan akan hal yang tidak diketahui, seperti black holes. Hitam juga biasanya identik dengan konotasi negatif seperti blacklist, black humor, dan ‘black death’ (Changing Minds.org, n.d.).
John Fiske bahkan mengatakan dalam bukunya yang berjudul Television Culture bahwa sebuah olesan lipstick tipis dapat menggambarkan sosok seorang villain (tokoh antagonis). Warna merah sendiri merupakan warna yang sering diasosiasikan dengan energi, perang, bahaya, kekuatan, passion dan cinta. Warna merah terang sendiri merepresentasikan seksualitas, passion dan sensitifitas. Dalam shot ini, pembuat video seperti ingin menggambarkan bahwa orang Timur merupakan sosok yang elegan, sensual, akan tetapi juga berbahaya, misterius, dan jahat. Hal ini seperti sesuai dengan pernyataan Said bahwa Timur seperti hadir secara eksotik bagi Barat (Said, 1991, p.17).
Munculnya tokoh Barat, yaitu para personil 30STM juga semakin menguatkan stereotype karakter baik Timur maupun Barat. Hal itu terlihat dari kode kostum yang mereka gunakan. Saat berada di Amerika, kostum yang mereka gunakan adalah serba putih. Warna putih kerap diasosiasikan dengan light atau terang, kebaikan, kemurnian
(innocence), kejernihan (purity), bersih dan sempurna (perfection). Berbanding terbalik dengan hitam, putih merepresentasikan sebuah kesuksesan. Berbeda ketika mereka berada di Cina, kostum yang mereka kenakan berubah menjadi serba hitam. Warna hitam yang menjadi kostum 30STM saat datang ke Cina sering diasosiasikan dengan kekuatan, elegan, kematian, kejahatan, dan misteri. Hitam adalah warna misterius yang diasosiasikan dengan ketakutan akan hal yang tidak diketahui, dan sering dikonotasikan dengan hal-hal negatif (Changing Minds.org, n.d.).
Perubahan kostum yang digunakan oleh personil 30STM seperti ingin mengatakan bahwa ada sebuah transisi saat mereka memasuki negara Cina. Kostum dan latar yang awalnya berwarna serba putih menjadi serba hitam. Transisi warna dari putih ke hitam seperti ingin menandakan perubahan dari terang ke gelap, dan para personil 30STM akan mengalami sebuah transisi dari sesuatu yang baik, suci, dan bersih menjadi sesuatu yang buruk, misterius, dan jahat.
Transisi dari putih ke hitam, baik ke jahat ini juga ditemui dalam penggambaran lingkungan yang terjadi pada scene 2 dan scene 3 dari video musik From Yesterday, yaitu ketika para personil 30STM berpindah dari Amerika (Barat) ke Cina (Timur). Hal ini semakin menguatkan stereotype Timur dan juga stereotype Barat yang mulia, penuh kebajikan, digjaya, jernih dan normal (Said, 1978, p.40-41).
Dari segi lingkungan yang telah peneliti jabarkan di sub bab sebelumnya juga dapat dilihat bahwa ornament-ornamen yang digunakan untuk latar Timur lebih rumit daripada ketika lokasi shooting berada di Barat. Hal ini seperti semakin ingin menunjukkan bahwa Timur adalah sesuatu yang eksotik bagi Barat.
Dari segi budaya, stereotype karakter Timur yang irasional dan terbelakang dapat dilihat dari budaya memasukkan bola merkuri kedalam mulut orang yang telah meninggal dengan harapan mereka bisa mendapatkan kehidupan kekal. Pandangan dan kepercayaan seperti itu menggambarkan bahwa bangsa Timur masih terbelakang karena cara pikir yang masih sangat percaya dengan tahayul. Sedangkan untuk adegan dimana seorang perempuan dewasa menyusui pria dewasa menggambarkan bagaimana Barat sebagai pembuat video memandang Timur sebagai sosok yang ‘kotor’ dan cabul.
dan rusak akhlak. Sedangkan stereotype Timur yang kejam dapat dilihat pada adegan butler yang sedang mencambuki dirinya sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa praktik-praktik barbarian yang kejam masih terjadi di Cina. Begitu pula dengan adegan perempuan dipasung pada scene 5. Akan tetapi, apabila ditarik lebih jauh lagi, kedua hal ini sebenarnya dapat menggambarkan bagaimana dominasi Barat terjadi di Timur. Peneliti akan membahas hal ini lebih dalam sub bab 4.3.2.
Selain aspek penggambaran tokoh, lingkungan, dan budaya, stereotype Timur juga terlihat dalam lirik dan adegan yang muncul saat lirik tersebut dinyanyikan oleh Jared Leto. Seperti pada scene 3, dimana lagu From Yesterday baru dimainkan. Lirik yang dinyanyikan pada scene ini adalah “He's a stranger to some (dia adalah sosok yang asing untuk beberapa orang) And a vision to none ( bukanlah visi dari siapapun). He can never get enough, Get enough of the one (Ia tidak akan pernah merasa cukup) For a fortune he'd quit, but it's hard to admit (untuk sebuah kekayaan dia akan berhenti, tapi susah untuk mengakui)”. Camera angle yang digunakan saat Jared Leto (vokalis) menyanyikan lirik ini adalah Close Up. Terlihat pula beberapa shot dimana personil 30STM berjalan di sepanjang halaman forbidden city dengan raut muka berekspresi seperti orang bingung.
Selain itu, terdapat sebuah lirik yang sering diulangi dalam lagu From Yesterday ini, yaitu “On his face is the map of the world... A map of the world” (Di wajahnya terdapat ‘peta’ dunia). Lirik itu dinyanyikan pada adegan ini sebanyak dua kali. Yang pertama digambarkan dengan shot Jared Leto (vokalis) dengan camera angle Close Up, dan kali ini matanya menghadap ke kamera dengan ekspresi tajam. Sedangkan yang kedua kalinya digambarkan dengan shot para personil 30STM yang masih menyusuri halaman forbidden city dengan ekspresi bingung. Lalu diikuti dengan shot cepat dan sesuai ketukan musik dua orang prajurit Cina dengan camera angle Medium Close Up.
Bila dicermati dari kata per kata, personil 30STM menyanyikan lagu From Yesterday untuk Kaisar Pu Yi dan rakyat Cina, dan dapat dimaknai sebagai berikut :
a. Kaisar dan/atau rakyat Cina merupakan sesuatu yang asing (bagi Barat). Hal ini didukung oleh kode ekspresi para personil 30STM yang juga seperti melihat hal
yang aneh ketika memasuki forbidden city. Hal itu terlihat dari hidung dan dahi yang dikerutkan secara bersamaan, yang menandakan ekspresi kebingungan.
b. Kaisar dan/atau rakyat Cina tidak akan pernah merasa puas. Dan akan berhenti apabila kekayaan atau kemakmuran telah didapatkannya.
Sedangkan, Penunjukan shot close up Jared Leto saat menyanyikan lirik “On his face is the map of the world” seperti ingin menyampaikan bahwa ada penekanan pada kalimat ini. Pengucapan lirik tersebut untuk yang kedua kalinya diikuti dengan shot para prajurit Cina dengan angle medium close up. Hal ini semakin memperkuat bahwa kalimat “On his face is the map of the world” ditunjukkan untuk para rakyat Cina. Lirik tersebut dapat diinterpretasikan bahwa di wajah orang-orang Cina terdapat ‘peta’ dunia, yang berarti merekalah yang menguasai dunia.
Ketika lagu memasuki refrain untuk pertama kalinya, shot yang ditujunjukkan adalah Jared Leto (vokalis) yang menyayikan lirik “From Yesterday, it's coming!” (Hal itu datang, dari hari kemarin), sambil berteriak dan dengan shot medium close up. Diikuti lanjutan lirik “From Yesterday, the fear!” yang diikuti dengan shot Jared Leto dengan ekspresi kebingungan karena melihat sesosok berjubah hitam dan menggunakan make up serba putih. Shot ini diambil dengan angle close up.
Ekspresi yang digunakan oleh Jared Leto saat mengucapkan lirik “From Yesterday, it's coming!” menyerupai ekspresi kemarahan. Hal itu terlihat dari kedua alis yang dikerutkan bersamaan sehingga membuat lipatan, dan lipatan mata yang lurus. Diikuti dengan ekspresi wajah yang tegang. Sedangkan ekspresi Jared Leto saat melihat sesosok berwajah putih adalah bentuk dari ekspresi kebingungan dilihat dari hidung dan dahi yang dikerutkan secara bersamaan.
Sosok berwajah putih dalam budaya Cina, kerap dikatikan dengan sosok villain atau tokoh jahat. Banyak terdapat topeng dalam budaya Cina, seperti topeng penari, topeng festival, topeng teatrikal seperti peking opera, dsb. Dari semua topeng tersebut, warna putih selalu memiliki arti kejahatan dan kemunafikan. Topeng atau wajah yang dicat warna putih selalu dikaitkan dengan tokoh jahat yang memiliki sifat licik, pengkhianat, dan mencurigakan (Changing Minds.org, n.d.).
Menurut temuan data diatas, dapat dikatakan interpretasi dari lirik dalam shot ini secara keseluruhan adalah ada sesuatu yang menakutkan, jahat, licik, dan mencurigakan yang datang dari masa lalu dan hal itu mengejar sang Kaisar dan/atau rakyat Cina. Akan tetapi mereka tidak mau memperdulikan hal itu. Interpretasi tersebut didukung oleh lanjutan lirk yang berbunyi “From Yesterday, it calls him, But he doesn't want to read the message here” (Hari kemarin memanggil, tetapi ia tidak mau membaca pesan yang ada disini). Dan semua hal itu membuat marah dan bingung para personil 30STM (Barat).
Interpretasi lirik yang ada pada video musik From Yesterday diatas semakin mendukung paham orientalisme yang menggambarkan sterotype Timur dari kacamata Barat yang memiliki karakter irasional, rusak akhlak, kekanak-kanakan, mudah ditipu, tidak memiliki energi dan inisiatif, senang dipuji dan dijilat, penuh intrik, licik, kejam terhadap binatang, bodoh, terbelakang, pembohong, malas, penuh prasangka buruk, mudah dikalahkan, bertele-tele dalam menyampaikan buah pikirannya dan berbeda dari bangsa Barat.
Hal itu juga dilihat dari lirik yang dinyanyikan pada scene 5, yaitu “On a mountain he sits, not of gold but of shit (Ia duduk di atas gunung. Bukan gunung emas melainkan gunung ‘kotoran’), Through the blood he can look, see the lives that he took (Melalui darah, ia dapat melihat nyawa-nyawa yang ia ambil) , From council of one, He'll decide when he's done with the innocent (Ia merupakan dewan tunggal, ia sendirilah yang akan memutuskan kapan ia akan selesai dengan orang-orang yang tak bersalah), On his face is a map of the world” (Di dalam wajahnya terdapat ‘peta’ dunia). Adegan dimulai dengan angle Long shot setiap anggota 30STM yang diajak berkeliling istana kerajaan oleh para pelayan. Di sana mereka menemui beberapa hal yang membuat mereka terkejut (terlihat dari ekspresi mereka).
Gambar 4.67 Ekspresi yang muncul ketika lirik From Yesterday dinyanyikan Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=RpG7FzXrNSs
Selain munculnya stereotype-stereotype terhadap karakter Timur, peneliti juga menemukan bahwa pandangan Barat terhadap Timur juga cenderung mencampuradukkan beberapa budaya dari bangsa Timur. Hal itu terlihat dari munculnya kostum dan kegiatan petarungan pedang yang khas negara Jepang, yaitu Samurai. Padahal, latar tempat video From Yesterday dibuat adalah di Cina. Lewat video ini, dapat terlihat pandangan Barat terhadap kebudayaan Timur yang seolah-olah sama semua. Pembuat video yang notabene merupakan orang Barat mengabaikan latar belakang sejarah maupun asal-usul dari tiap kebudayaan (Cina & Jepang) dan meleburkannya menjadi satu demi estetika dan eksotisme video mereka. Hal ini sesuai dengan apa yang telah dikaji Edward Said pula, yaitu bagaimana Timur hadir secara eksotik dalam pandangan Barat.
Hal di atas juga terkait dengan proses Amerikanisasi yang dibawa Amerika dari budaya populer atau pop culture. Menurut Dominic Strinati, budaya populer Amerika dipandang membungkus semua kesalahan dalam kaitannya dengan budaya massa. Karena budaya massa dianggap muncul dari produksi massal dan konsumsi komoditas kultural, maka relatif mudah untuk mengidentifikasi Amerika sebagai pusat budaya massa. Selama budaya massa berasal dari Amerika, maka Amerikanisasi menjadi
hanya pada nilai-nilai kultural dan budaya nasional itu sendiri, tetapi juga standar-standar estetis yang ada (Strinati, 2007, p. 24).
Dari pernyataan diatas, terlihat bahwa Amerika (Barat) merupakan sosok yang ‘mengontrol’ atau menentukan apa yang dianggap estetik atau tidak. Terkadang, demi memenuhi standar estetik, mereka menghiraukan faktor-faktor lain seperti latar belakang sejarah dari sebuah budaya, seperti yang terjadi pada beberapa adegan dalam video musik From Yesterday di atas. Proses Amerikanisasi ini seakan memaksa negara non-Amerika untuk mengikuti standar yang mereka tentukan dalam budaya populer. Hal tersebut, membuat Amerika (Barat) menjadi sosok yang superior atau dominan.