• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGGUNAAN LOGO DAN CAP DINAS

C. Penggunaan Cap Dinas

1. Cap Dinas adalah tanda pengenal yang sah dan berlaku di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak.

2. Cap Dinas terdiri atas:

a. Cap jabatan yaitu cap yang bunyi tulisannya menyebut nama jabatan, digunakan untuk menyertai tanda tangan pejabat yang bersangkutan.

b. Cap instansi yaitu cap yang bunyi tulisannya menyebut nama unit organisasi, digunakan untuk menyertai tanda tangan pejabat yang mempunyai wewenang menggunakannya.

83

3. Ukuran dan Bentuk Cap Dinas

Di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak berlaku bentuk cap dinas bulat, dengan ukuran garis tengah lingkaran luar 38 mm dan garis tengah lingkaran dalam 26 mm.

Contoh:

BENTUK CAP DINAS KETERANGAN

Bulat Ukuran : Garis tengah mendatar

lingkaran luar 38 mm. Garis tengah lingkaran dalam 26 mm.

(1) Batas luar dua buah lingkaran tebal dan tipis

(2) Batas dalam sebuah lingkaran tipis. (3) Isi tulisan atas dan bawah ditulis

menurut arah panah serta dibatasi dua bintang segi lima.

(4) a. Kosong tanpa tulisan,

b. Apabila ada, ditulis menurut arah panah dan diberi garis pembatas atas dan bawah berupa garis tipis mendatar sejajar tulisan.

3 4a (1) (2) 3 * * 3 4b (1) (2) 3 * *

KANWIL DJP SUMATERA UTARAII

KEPALA KANWIL DJP SUMATERA UTARA II

Contoh: Bentuk dan isi tulisan Cap Jabatan dan Cap Instansi di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak

No Macam Cap Dinas Keterangan

1. Cap instansi Direktorat Jenderal

Pajak

Digunakan untuk menyertai tanda

tangan yang diberi wewenang sebagai Pengganti Sementara (Pgs.), atau

pejabat yang diberi wewenang

menandatangani atas nama (a.n.) atau untuk beliau (u.b.) Direktorat Jenderal Pajak

2. Cap Jabatan Direktur Jenderal Pajak Digunakan untuk menyertai tanda

tangan Direktur Jenderal Pajak

3. Cap instansi Kantor Wilayah DJP Digunakan untuk menyertai tanda

tangan yang diberi wewenang sebagai Pejabat Sementara (Pjs.), atau pejabat yang diberi wewenang menandatangani atas nama (a.n.) atau untuk beliau (u.b.) Kanwil DJP Sumatera Utara II

4. Cap Jabatan Kepala Kantor Wilayah

DJP

Digunakan untuk menyertai tanda

tangan Kepala Kantor Wilayah DJP Sumatera Utara II

DIREKTUR JENDERAL

85

KEPALA KANTOR PELAYANAN

PAJAK BUMI DAN BANGUNAN BUKITTINGGI

No Macam Cap Dinas Keterangan

5. Cap instansi Kantor Pelayanan Pajak Digunakan untuk menyertai tanda

tangan yang diberi wewenang sebagai Pejabat Sementara (Pjs.), atau pejabat yang diberi wewenang menandatangani atas nama (a.n.) atau untuk beliau (u.b.)

Kantor Pelayanan Pajak Pratama

Jakarta Palmerah

6. Cap Jabatan Kepala Kantor Pelayanan

Pajak

Digunakan untuk menyertai tanda

tangan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta Palmerah

7. Cap instansi Kantor Pelayanan Pajak

Bumi dan Bangunan

Digunakan untuk menyertai tanda

tangan yang diberi wewenang sebagai Pejabat Sementara (Pjs.), atau pejabat yang diberi wewenang menandatangani atas nama (a.n.) atau untuk beliau (u.b.)

Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan

Bangunan Bukittinggi

8. Cap Jabatan Kepala Kantor Pelayanan

Pajak Bumi dan Bangunan

Digunakan untuk menyertai tanda

tangan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan Bukittinggi

KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA JAKARTA PALMERAH KEPALA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA JAKARTA PALMERAH KANTOR PELAYANAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN BUKITTINGGI

KANTOR PENYULUHAN DAN PENGAMATAN POTENSI PERPAJAKAN WAMENA KEPALA KANTOR PENYULUHAN DAN PENGAMATAN POTENSI PERPAJAKAN WAMENA

No Macam Cap Dinas Keterangan

9.

10.

11.

Cap instansi Kantor Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak

Cap Jabatan Kepala Kantor

Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak

Cap instansi Kantor Penyuluhan dan Pengamatan Potensi Perpajakan

Digunakan untuk menyertai tanda

tangan yang diberi wewenang sebagai Pejabat Sementara (Pjs.), atau pejabat yang diberi wewenang menandatangani atas nama (a.n.) atau untuk beliau (u.b.)

Kepala Kantor Pemeriksaan dan

Penyidikan Pajak Ambon

Digunakan untuk menyertai tanda

tangan Kepala Kantor Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak Ambon

Digunakan untuk menyertai tanda

tangan yang diberi wewenang sebagai Pejabat Sementara (Pjs.), atau pejabat yang diberi wewenang menandatangani atas nama (a.n.) atau untuk beliau (u.b.)

Kepala Kantor Penyuluhan dan

Pengamatan Potensi Perpajakan

Wamena

12. Cap Jabatan Kepala Kantor Penyuluhan

dan Pengamatan Potensi Perpajakan

Digunakan untuk menyertai tanda

tangan Kepala Kantor Kantor

Penyuluhan dan Pengamatan Potensi Perpajakan Wamena

KANTOR PEMERIKSAAN DAN PENYIDIKAN PAJAK

AMBON

KEPALA KANTOR PEMERIKSAAN DAN PENYIDIKAN PAJAK

87

No Macam Cap Dinas Keterangan

13. Cap instansi Kantor Pelayanan,

Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan

Digunakan untuk menyertai tanda

tangan yang diberi wewenang sebagai Pejabat Sementara (Pjs.), atau pejabat yang diberi wewenang menandatangani atas nama (a.n.) atau untuk beliau (u.b.) Kepala Kantor Pelayanan, Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan Kepulauan Seribu

14. Cap Jabatan Kepala Kantor Pelayanan,

Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan

Digunakan untuk menyertai tanda

tangan Kepala Kantor Kantor

Pelayanan, Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan Kepulauan Seribu

4. Warna Tinta Cap Dinas

a. Dalam tata naskah dinas di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak berlaku ketentuan mengenai penggunaan warna tinta pada cap dinas yaitu berwarna ungu, hal ini dilakukan untuk membedakan antara naskah asli dengan salinan/petikan atau naskah dinas hasil fotokopi;

b. Stempel tingkat keamanan (Sangat Rahasia, Rahasia, dan Konfidensial) dan

kecepatan penyampaian (Sangat Segera, Segera, Kilat, dan Biasa)

menggunakan tinta cap warna merah.

5. Penempatan Cap Dinas

Cap dinas dibubuhkan di samping kiri tanda tangan, tetapi tidak menutupi tanda tangan.

Dalam penandatangan kerjasama atau perjanjian, bila letak tanda tangan di margin kiri maka cap diletakkan di samping kanan tanda tangan.

Cap dinas tidak perlu dipergunakan pada memo. KANTOR PELAYANAN, PENYULUHAN DAN KONSULTASI PERPAJAKAN KEPULAUAN SERIBU KEPALA KANTOR PELAYANAN, PENYULUHAN DAN KONSULTASI PERPAJAKAN KEPULAUAN SERIBU

6. Wewenang penggunaan

a. Cap Jabatan Direktur Jenderal Pajak digunakan untuk menyertai tanda tangan Direktur Jenderal Pajak;

b. Cap Instansi Direktorat Jenderal Pajak digunakan untuk menyertai tanda tangan pejabat yang diberi wewenang sebagai Pengganti Sementara (Pgs.), atau pejabat yang diberi wewenang menandatangani atas nama (a.n.) atau untuk beliau (u.b.) Direktur Jenderal Pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku;

c. Cap Jabatan digunakan untuk menyertai tanda tangan pejabat yang bersangkutan atau pejabat yang bertindak sebagai Pemangku Jabatan (Pj.);

d. Cap Instansi digunakan untuk menyertai tanda tangan: 1) Pejabat yang bertindak sebagai Pejabat Sementara (Pjs.);

2) Pejabat yang diberi pelimpahan wewenang untuk menandatangani naskah dinas atas nama (a.n) atau untuk beliau (u.b.) sesuai ketentuan yang berlaku; 3) Pejabat struktural bawahannya yang tidak memiliki cap dinas dalam rangka

pelaksanaan tugas intern unit organisasinya;

4) Pejabat atau unit organisasi yang tidak memiliki cap dinas, karena sifat tugasnya otonom dan harus mengadakan hubungan surat menyurat keluar, dapat menggunakan cap instansi atasannya sesuai dengan ketentuan tentang pelimpahan wewenang pada unit organisasinya masing-masing.

7. Kekhususan Penggunaan

a. Setiap naskah kerjasama pemerintah dengan luar negeri, tidak menggunakan cap dinas;

b. Naskah kerjasama Direktorat Jenderal Pajak dengan instansi lain di dalam negeri, menggunakan cap jabatan masing-masing pejabat penandatangan.

Dokumen terkait