Tahap 4. Modal Ekonomi (Economic Capital)
2. Penghitungan Expected Loss (EL) dan Unexpected Loss (UL) Expected Loss (EL) merupakan potensi kerugian yang dapat
diperkirakan selama kurun waktu tertentu. Lampiran 10 menunjukkan nilai expected loss pada tahun 2005 mencapai Rp 624.209.403.115,00 atau 11 persen dari total exposure yang diperkirakan sebesar Rp 5.676.476.499.458,44. Hal ini berarti total potensi kerugian yang diperkirakan untuk tahun 2005 dari 54 kelompok konsumen dengan total 38.524 konsumen mencapai Rp 624.209.403.115,00. Unexpected loss (UEL) menggunakan tingkat kepercayaan 99 persen seperti yang disarankan oleh Credit
Suisse Group Boston (1997). Pada tahun 2005, nilai unexpected loss mencapai Rp 2.291.182.236.209,00 yang berarti merupakan kerugian katastropik (terburuk) yang harus mampu ditutupi oleh PT. PQR Finance agar mampu bertahan dalam persaingan di industri pembiayaan. Nilai expected loss, unexpected loss dan economic capital dapat dilihat pada Gambar 18.
0,00% 1,00% 2,00% 3,00% 4,00% 5,00% 6,00% 0 500.000.000.000 1.000.000.000.000 1.500.000.000.000 2.000.000.000.000 2.500.000.000.000 3.000.000.000.000 3.500.000.000.000 4.000.000.000.000
Gambar 18. Grafik probabilitas kerugian risiko kredit tahun 2005
Lampiran 11 menunjukkan nilai expected loss pada tahun 2006 mencapai Rp 1.336.277.928.654,00 atau 14,96 persen
dari total exposure yang diperkirakan sebesar Rp 8.934.926.821.495,23. Hal ini berarti total potensi kerugian
yang diperkirakan untuk tahun 2006 dari 54 kelompok
konsumen dengan total 38.879 konsumen mencapai Rp 1.336.277.928.654,00. Pada tahun 2006, nilai unexpected loss
pada tingkat kepercayaan 99 persen mencapai Rp 4.579.060.206.464,00. Nilai expected loss, unexpected loss
dan economic capital dapat dilihat pada Gambar 19.
Unexpected Loss (99%)
Expected Loss Economic Capital
Rp 2.291.182.236.209,00 Rp 624.209.403.115,08
Probabilitas
0,00% 0,50% 1,00% 1,50% 2,00% 2,50% 3,00% 3,50% 0 1.000.000.000.000 2.000.000.000.000 3.000.000.000.000 4.000.000.000.000 5.000.000.000.000 6.000.000.000.000 7.000.000.000.000
Gambar 19. Grafik probabilitas kerugian risiko kredit tahun 2006
Dari 54 kelas konsumen, kelas konsumen DP<5.1 dan DP<5.2 memiliki tingkat exposure dan kemungkinan gagal bayar (probability of default) yang tinggi sehingga kedua kelas konsumen tersebut memiliki expected loss tertinggi. Oleh karena itu, PT. PQR Finance perlu memberikan perhatian yang khusus terhadap kedua kelas konsumen tersebut karena memiliki tingkat risiko kerugian kredit yang tinggi yaitu dengan menetapkan suku bunga yang lebih tinggi secara merata terhadap calon konsumen pada kedua kelas tersebut dengan pertimbangan risiko kemungkinan gagal bayar dan melakukan pengawasan yang ketat secara periodik.
Ditinjau dari persentase kemungkinan gagal bayar (probability of default) pada Lampiran 9, kelas konsumen DP<5.9 dan DP5-10.9 memiliki persentase tertinggi. Hal ini menunjukkan tingkat profitabilitas rendah yang berarti tingkat kolektibilitas PT. PQR Finance untuk kedua kelas konsumen tersebut tergolong rendah dibandingkan kelas konsumen lainnya. Oleh karena itu, PT. PQR Finance pun perlu memberikan perhatian khusus untuk kelas konsumen DP<5.9 dan DP5-10.9 karena memiliki tingkat profitabilitas yang rendah dan tingkat risiko yang sangat tinggi seperti penetapan tingkat suku bunga yang tinggi, pemilihan
Jumlah kerugian risiko kredit (rupiah) Probabilitas
Economic Capital Unexpected Loss (99%)
Expected Loss
Rp 4.579.060.206.464,00 Rp 1.336.277.928.653,90
terhadap calon konsumen secara sangat selektif dan pengawasan secara periodik terhadap transaksi kredit konsumen yang termasuk kelas konsumen tersebut.
Peningkatan kerugian yang terjadi pada tahun 2006 baik expected loss maupun unexpected loss diakibatkan pertumbuhan kredit di PT. PQR Finance itu sendiri dan faktor eksternal seperti kebijakan pemerintah dalam menetapkan harga BBM. Nilai expected loss dapat ditutupi dengan persentase recovery rate yang dilakukan oleh PT. PQR Finance, perolehan laba kemudian cadangan (provisi) yang ditetapkan setiap periode, dan sejumlah dana yang dapat diperoleh dari mitigasi risiko seperti asuransi. Persentase penghapusan piutang, kerugian dari penjualan dan penyisihan penurunan nilai pasar agunan yang diambil alih serta penerimaan kembali piutang yang telah dihapusbukukan dapat dilihat pada Gambar 20.
-40.00% -20.00% 0.00% 20.00% 40.00% 60.00% 80.00% 100.00% J an-05 F eb-05 Ma r-0 5 Ap r-0 5 Ma y -0 5 J un-05 Ju l-0 5 A ug-05 S ep-05 Oc t-0 5 No v -0 5 De c -0 5 J an-06 F eb-06 Ma r-0 6 Ap r-0 6 Ma y -0 6 J un-06 Ju l-0 6 A ug-06 S ep-06 Oc t-0 6 No v -0 6 De c -0 6
Gambar 20. Persentase cadangan penghapusan piutang, kerugian dari penjualan dan penyisihan penurunan nilai pasar agunan yang diambil alih serta penerimaan kembali piutang yang telah dihapusbukukan terhadap total real loss tahun 2005-2006 (PT. PQR Finance, 2007)(diolah)
written off
nett loss from sale and diminution in market value of repossessed collateral recovery rate
Nilai expected loss dapat tercermin dalam persentase kecukupan laba dan penyisihan penghapusan piutang ragu-ragu (written off doubtful accounts), kerugian dari penjualan dan penyisihan penurunan nilai pasar agunan yang diambil alih (net loss from sale and diminution in market value of repossessed collateral) dan penerimaan kembali piutang yang telah dihapusbukukan (recovery of written off receivables) pada Lampiran 15. Gambar 20 menunjukkan persentase penghapusan piutang ragu-ragu (written off) terhadap total real loss dengan rata-rata tahun 2005 sebesar 67,70 persen dan tahun 2006 sebesar 61,30 persen. Persentase kerugian dari penjualan dan penyisihan penurunan nilai pasar agunan yang diambil alih (net loss from sale and diminution in market value of repossessed collateral) terhadap total real loss untuk tahun 2005 dengan rata-rata sebesar 43,69 persen dan tahun 2006 dengan rata-rata sebesar 52,03 persen. Persentase penerimaan kembali piutang yang telah dihapusbukukan (recovery of written off receivables) terhadap total real loss untuk tahun 2005 dengan rata-rata sebesar -11,29 persen dan tahun 2006 dengan rata-rata sebesar -13,33 persen. Nilai rata-rata recovery rate tersebut memiliki implikasi bahwa semakin negatif nilai recovery rate maka semakin besar persentase kerugian dari kredit macet yang dapat dikurangi. Kecenderungan rata-rata persentase Gambar 20 di atas dapat dijadikan indikator penghapusan piutang, kerugian dari penjualan dan penyisihan penurunan nilai pasar agunan yang diambil alih serta penerimaan kembali piutang yang telah dihapusbukukan yang akan ditetapkan berdasarkan perhitungan expected loss. 3. Penghitungan modal ekonomi (economic capital)
Informasi mengenai economic capital (Lampiran 1) diperlukan sebagai ukuran risiko yang harus ditanggung oleh PT. PQR Finance dari kerugian kredit macet yang tidak terduga. Economic capital merupakan selisih dari nilai unexpected loss
(tingkat kepercayaan 99 persen) dan expected loss. Tahun 2005, economic capital mencapai Rp 1.666.972.833.094,00. Tahun 2006, economic capital mencapai Rp. 3.242.782.277.810,00. Economic capital tersebut dapat ditetapkan sebagai indikator yang harus mampu diperoleh dari pendapatan kegiatan perkreditan, perolehan dari asuransi yang dibayarkan konsumen setiap periode transaksi dan modal yang ditetapkan oleh PT. PQR Finance sebagai antisipasi dari kerugian macet yang harus ditanggung terhadap kejadian yang tidak terduga.