• Tidak ada hasil yang ditemukan

Modul 15 Pengarus-utamaan Adaptasi Perubahan Iklim dalam Perencanaan

5.1. Pengintegrasian dalam Perencanaan Pembangunan

Perencanaan pembangunan daerah yang dimaksud disini adalah : RPJPD, RTRW, RPJMD dan RKPD. Untuk mengintegrasikan adaptasi perubahan iklim dalam perencanaan pembanguan dapat melalui Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS). Dalam KLHS ada upaya mitigasi dan adaptasi terhadap dampak suatu kebijakan. Strategi adaptasi perubahan iklim dapat di integrasikan dalam perencanaan daerah baik pada tahap penyusunan maupun dalam tahap peninjauan kembali. Berikut ini input yang perlu diberikan dalam KLHS untuk tiap jenis perencanaan:

i. RPJPD: dalam persiapan penyusunan KLHS untuk RPJPD perlu dibuat kerangka acuan kerja (KAK) yang mencantumkan topik Adaptasi Perubahan Iklim. Kemudian dalam Pra-pelingkupan perlu ada isu-isu dampak perubahan iklim. Dalam kajian keterkaitan perlu ada masukan dari analisa kerentanan dan risiko perubahan iklim. Dalam perumusan alternatif perlu dimasukan pilihan adaptasi.

ii. PRJMD: Dalam penyusuan KLHS untuk RPJMD masukan yang perlu diperhatikan adalah: Pada tahap pengkajian visi dan misi dan sasaran pokok perlu dilihat kecocokannya dengan tujuan adaptasi. Dalam analisa tujuan, sasaran dan strategi perlu dilihat apakah strategi adaptasi sudah ada dan cukup baik. Dalam identifikasi langkah-langkah mitigasi dan adaptasi perlu dilihat apakah risiko perubahan iklim sudah dijawab dengan baik. Ketika alternatif rumusan KLHS dikonsultasikan pada publik perlu juga dikonsultasikan pilihan adaptasi.

iii. RKPD: untuk proses KLHS di RKPD perlu dibuat kajian rencana kegiatan yang tanggap terhadap kerentanan dan risiko. Juga perlu dilihat apakah program adaptasi yang sudah ada dalam RPJMD diterjemahkan dalam kegiatan RKPD.

iv. RTRW: Pada tahap pengumpulan data RTRW perlu ada masukan kondisi dan proyeksi iklim dan peta ancaman iklim baik untuk sekarang maupun masa mendatang. Pada perumusan konsep rencana tata ruang perlu dimasukan hasil analisa kerentanan dan risiko iklim. Pada rancangan produk hukum perlu dicek kembali apakah draft itu sudah berhasil mengurangi risiko iklim atau belum.

v. Renstra SKPD: dalam proses KLHS nya perlu dilihat apakah risiko perubahan iklim dan strategi adaptasi yang terkait dengan tupoksi SKPD ini sudah diakomodasi dalam draft Renstranya . Perlu juga dilihat apakah renstra ini dapat menimbulkan risiko baru terkait perubahan iklim.

5.2 Climate Proofing untuk Program dan Kegiatan

Pengarus-utamaan adaptasi perubahan iklim juga perlu dilakukan pada progam atau kegiatan yang berisiko terdampak perubahan iklim, seperti program pertanian atau infrastruktur. Proyek atau kegiatan yang termasuk investasi jangka panjang seperti: pembangunan pelabuhan, bendungan atau bangunan gedung perlu juga melakukan

climate proofing. Climate profing mulai dengan melihat proyeksi iklim untuk lokasi program

itu. Kemudian dianalisa potensi dampak perubahan iklim pada lingkungan setempat, dan analisa kerentanan program itu. Berikut adalah beberapa pertanyaan yang harus dijawab: • Apakah perubahan iklim dapat merugikan proyek/program ini? Bagaimana dampaknya? • Apakah hasil proyek/program ini dapat meningkatkan exposure dan sensitivity dari

penduduk sekitar atau target group.

Apakah hasil proyek ini dapat menambah kapasitas adaptive target group-nya?

• Apakah proyek/program ini bisa memanfaatkan perubahan iklim untuk mencapai tujuannya?

Climate proofing dapat dilakukan pada setiap tahap dalam project cycle, tapi paling efektif

bila dilakukan pada awal proyek/program (project appraisal).

Glossary

Iklim: adalah rata-rata dan variasi cuaca dalam jangka panjang pada suatu wilayah, iklim

biasanya diukur dalam jangka 30 tahun. Iklim diukur dengan variabel: suhu, kelembaban, curah hujan dan variable meteorologis lain. Iklim berbeda dengan cuaca, karena cuaca hanya melihat variable tersebut dalam jangka waktu pendek. (WMO)

Perubahan Iklim adalah berubahnya iklim yang diakibatkan, langsung atau tidak langsung,

oleh aktivitas manusia yang menyebabkan perubahan komposisi atmosfer secara global serta perubahan variabilitas iklim alamiah yang teramati pada kurun waktu yang dapat dibandingkan. (UU-MKG no 31/2009)

Adaptasi Perubahan Iklim adalah suatu proses untuk memperkuat dan membangun

strategi antisipasi dampak perubahan iklim serta melaksanakannya sehingga mampu mengurangi dampak negatif dan mengambil manfaat positifnya. (UU-MKG no 31/2009) • Sensitivitas: adalah potensi tingkat kerusakan dan kehilangan suatu sistem bila mengalami

bencana tertentu. Sensitivitas tergantung pada jenis ancamannya; daerah yang sensitif terhadap banjir belum tentu sensitif terhadap kekeringan. (modifikasi dari Permen LHK no P33/2016)

Kapasitas Adaptasi adalah potensi atau kemampuan suatu sistem untuk menyesuaikan

diri dengan perubahan iklim termasuk variabilitas Iklim dan iklim ekstrem, sehingga potensi kerusakannya dapat dikurangi / dicegah. (Permen LHK no. P33/2016)

Kerentanan: adalah kecenderungan suatu sistem mengalami dampak negatif dari suatu

ancaman bencana, kerentannan ditentukan oleh sensitivitas dan kurangnya kapasitas adaptasi. (modifikasi dari Permen LHK no P33/2016)

Rantai Dampak Iklim adalah rankaian sebab akibat dari perubahan iklim pada sistem alam

dan sistem sosial ekonomi. Dampak perubahan ini dapat bersifat negatif atau positif. • Ancaman / Bahaya Perubahan Iklim adalah sifat perubahan iklim yang berpotensi

menimbulkan kerugian bagi manusia atau kerusakan tertentu pada lingkungan hidup, Ancaman dapat dinyatakan dalam besaran, laju, frekuensi dan peluang kejadian. (Permen LHK no. P33/2016)

Keterpaparan: adalah keberadaan manusia, mata pencaharian, spesies/ekosistem, fungsi

lingkungan hidup, infrastrukur atau aset ekonomi sosial dan budaya, didalam wilayah yang terlanda ancaman bencana. (modifikasi dari Permen LHK no P33/2016)

Risiko bencana adalah potensi kerugian yang ditimbulkan akibat ancaman pada suatu

wilayah dan kurun waktu tertentu yang dapat berupa kematian, luka, sakit, jiwa terancam, hilangnya rasa aman, mengungsi, kerusakan atau kehilangan harta, dan gangguan kegiatan masyarakat. (UU Penanggulangan Bencana no 24/2007)

Bencana adalah peristiwa yang mengganggu fungsi sebuah komunitas atau masyarakat

sehingga menyebabkan kehilangan jiwa, harta benda atau kerugian lingkungan, yang melampaui kemampuan komunitas itu untuk mengatasi sendiri dampaknya. (UNISDR, 2009)

Bencana Hidrometeorologi: adalah bencana yang disebabkan faktor cuaca seperti:

hujan ekstrem, angin kencang, kemarau panjang, atau gelombang udara panas. Bencana hidrometerologi dapat berupa: banjir termasuk banjir bandang, longsor, gelombang tinggi, abrasi pantai, kekeringan, dan kebakaran hutan.

Pengurangan Risiko Bencana: (Mitigasi bencana) adalah: serangkaian upaya untuk

mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. (UU Penanggulangan Bencana, no.24/2007)

Landscape: (Bentang-lahan) adalah: suatu wilayah yang terdiri dari berbagai ekosistem

yang saling berinteraksi, ekosistem yang ada dapat berupa daratan atau perairan, alami atau budidaya. (Wu, J. and R. Hobbs (Eds). 2007.)

Strategi Adaptasi adalah pilihan adaptasi yang telah disepakati bersama oleh stakeholders

sesuai dengan kemampuan dan risiko iklim daerah itu. Strategi adaptasi dibuat untuk diintegrasikan dalam rencana pembangunan daerah, rencana tata ruang dan renstra sektoral.

Ketahanan iklim adalah kemampuan suatu wilayah mengatasi dampak Perubahan

iklim untuk mempertahankan dan meningkatkan fungsi esensial, identitas, struktur dan kapasitasnya. (Permen LHK no. P33/2016)

Boer, Rizaldi, Modul: Pengenalan Konsep Dasar Analisis Kerentanan dan Risiko Iklim, CCROM-IPB, Bahan Tayang, 2016.

Jonathan Cook and Jenny Frankel-Reed, Climate Vulnerability Assessment: An Annex to the USAID Climate-Resilient Development Framework. USAID (2016)

__________, Assessing Climate Change Adaptation in Indonesia: A review of Climate Vulnerability Assessment Conducted by USAID/Indonesia Partner (2010-2013), USAID, 2014.

__________, Climate Change Risk and Adaptation Assessment Greater Malang: Synthesis Report, KLH, 2012.

__________, Improving Sustainable Fisheries and Climate Resilience: Indonesia Marine and Climate Support (IMACS) Project, Final Report, USAID, 2015. Retrieved from

http://www.chemonics.com/OurWork/OurProjects/Documents/Indonesia_IMACS_FinalReport. pdf

__________, Kajian Kerentanan dan Rencana Adaptasi Penyediaan Air Minum PDAM Kabupaten Mojokerto: Laporan Rangkuman, USAID Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene, 2014. Retrieved from http://iuwash.or.id/wp-content/uploads/downloads/2015/01/VAAP-Summary-Report-PDAM-Mojokerto-ID.pdf

__________, Modul Climate Risk Assessment (CRA), ACCRN, Mercy Corps Indonesia, Bahan Tayang, 2015.

__________, Modul City Resilience Strategy (CRS), ACCRN, Mercy Corps Indonesia, Bahan Tayang, 2015.

__________, Draft Laporan Pemetaan dan Analisis kegiatan Organisasi Masyarakat Sipil Dalam Pengurangan Risiko Bencana dan Adaptasi Iklim di Indonesia, tanpa penerbit dan tahun.

__________, Kajian Risiko dan Adaptasi Peruahan Iklim Tarakan Sumetara Selatan Malang Raya; Ringkasan untuk Pembuat Kebijakan, GIZ, 2012.

__________, Pengembangan Indikator Kerentanan Sistem Informasi Data Indeks Keretnanan (SIDIK) Perubahan Iklim, Direktorat Adaptasi Perubahan Iklim-Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK, 2015.

__________, Modul Sistem Informasi dan Data Indeks Keretanan, CCROM-KLHK, Bahan Tayang, 2016.

__________, Review of Community Based Vulnerability Assessment Methods and Tools, diunduh dari http://www.climatenepal.org.np/main/?p=research&sp=onlinelibrary&opt=detail&id=282, diunduh tanggal 18 Juli 2016, pukul 01.31 WIB

__________, Study on Basic Framework of Climate Vulnerability and risk Asessment in Indonesia, Mercy Corps Indonesia, Bahan Tayang, tanpa tahun.

__________, Toolkit for Integrating Climate Change Adaptationinto Development Projects, Care International, 2010.

__________, Pendekatan Adaptasi Perubahan Iklim Dalam Konvergensi API PRB, Dirjen Pengendalian perubahan Iklim KLHK, Bahan Tayang, 2015.

__________, Buku Pegangan: Kerentanan terhadap Iklim dan Analisis Kapasitas, Care International Indonesia, 2009.

Paripurno, Eko Teguh, Participatory Risk Appraisal, Dream UPN, 2010.

Raja Siregar, Prakarma, Kajian Atas Panduan Kajian Risiko dan Analisis Kerentanan Yang Ada, tanpa tahun.

Raja Siregar, Prakarma, Indonesia Climate Adaptation Tools for Coastal Habitat, Indonesia Maritim And Climate Support (IMACS), 2012.

Widjaja, Wisnu., Konvergensi API PRB: Menuju Peningkatan Kapasitas Terpadu, Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB, Bahan Tayang, 2015.

Undang Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Pengendalian dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Undang Undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana Rencana Aksi Nasional Adaptasi Perubahan Iklim, Bappenas

2014-Peraturan Kepala BNPB Nomor 1 Tahun 2012 Tentang Pedoman Umum Desa Kelurahan Tangguh Bencana

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, nomor P.33/2016 tentang Pedoman Penyusunan Aksi Adaptasi Perubahan Iklim.

Peraturan Kepala BNPB nomor 2 tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Kajian Risiko Bencana