• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGINTEGRASIAN TIK DALAM PEMBELAJARAN

Dalam dokumen Panduan Pemanfaatan TIK dlm Pembelajaran (Halaman 33-38)

BAB III PEMANFAATAN TIK DALAM PEMBELAJARAN

B. PENGINTEGRASIAN TIK DALAM PEMBELAJARAN

Keberadaan perangkat TIK khususnya komputer di sekolah, tidak serta merta membuat sekolah dapat langsung menggunakan dan memanfaatkan perangkat tersebut. Perlu ada tahapan yang harus dilalui dalam mengintegrasikan perangkat TIK dalam proses pembelajaran. Prof. Shyamal Majumdar, Kepala Kantor UNESCO-UNEVOC, Jerman menawarkan model pengintegrasian TIK dalam pendidikan melalui empat tahap: Emerging Stage, Applying Stage, Enfusing Stage, dan Transforming Stages.

Gambar 22. Model pengintegrasian TIK dalam pendidikan (sumber: www.unevoc.unesco.org/fileadmin/up/modelling_ict.pdf)

Tahap pertama atau Emerging Stage, tahap di mana sekolah baru mulai mengenal dan menerima kehadiran perangkat TIK yang diberikan oleh pihak lain. Pada tahap ini guru dan kepala sekolah baru memulai menjajagi kemungkinan dan konsekuensi penggunaan perangkat TIK yang diterima untuk mendukung manajemen sekolah dan kemungkinan memasukkannya dalam pembelajaran. Pada tahap awal ini, sekolah mulai memberikan perhatian akan pentingnya menggunakan dan memanfaatkan TIK terutama dalam mendukung kinerja sekolah.

Pada tahap kedua atau Applying Stage, sekolah telah memiliki pemahaman tentang penggunaan perangkat TIK untuk mendukung manajemen dan dalam kegiatan belajar mengajar. Pada tahap ini sekolah mulai mempelajari strategi penggunaan perangkat TIK untuk melakukan perpindahan dari pembelajaran tradisional dengan ciri khas komunikasi satu arah menjadi pembelajaran yang lebih maju misalnya menerapkan pembelajaran berpusat pada anak.

Tahap berikutnya adalah Infusing Stage, di mana sekolah sudah mengintegrasikan TIK untuk mendukung manajemen dan pembelajaran, serta melengkapi fasilitas teknologi di kelas, perpustakaan, dan laboratorium dan menyediakan tenaga ahli bidang teknologi. Pada tahap ini sekolah sudah terbiasa untuk menggunakan TIK dalam kegiatan belajar mengajar pada situasi yang sesuai, serta memfasilitasi peserta didik dengan perangkat teknologi untuk mendukung belajar mandiri.

Tahap keempat adalah Transforing Stage, di mana teknologi informasi dan komunikasi telah menjadi bagian tak terpisahkan dan tak kelihatan dalam kehidupan sekolah serta keberadaannya membuat sekolah berpikir untuk membuat manajemen sekolah lebih efektif dan efisien. Pada tahap ini sekolah sudah tahu jenis perangkat teknologi yang dibutuhkan serta mulai berinovasi untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif dan inovatif melalui penyediaan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi bagi semua warga sekolah.

2. Pengintegrasian TIK dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Menurut Peraturan Mendikbud No. 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses, perencanaan pembelajaran dirancang dalam bentuk silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun berdasarkan kompetensi dasar yang terdapat pada Standar Isi. Perencanaan pembelajaran meliputi penyiapan alat bantu, media, dan sumber belajar, serta dilengkapi dengan perangkat penilaian dan skenario pembelajaran. Silabus yang merupakan perencanaan pembelajaran yang disusun untuk periode waktu satu semester, dikembangkan dari komptensi inti dan kompetensi dasar yang terdapat dalam Standar Isi dengan memperhatikan Standar Kompetensi Lulusan.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan rincian dari silabus dan menjadi dokumen persiapan mengajar yang bersifat harian atau mingguan. Mengacu pada Standar Proses (Permendikbud No. 22 Tahun 2016), komponen RPP antara lain mencakup identitas sekolah, kelas, semester, materi pokok, alokasi waktu, tujuan pembelajaran, kompetensi dasar dan indikator pencapaiannya, metode pembelajaran, media, sumber belajar, langkah pembelajaran, serta penilaian.

Gambar 22. Diagram jaringan internet (sumber: www.worldbank.org/en/topic/ict)

Perangkat TIK dilihat sebagai alat bantu belajar dapat diintegrasikan ke dalam RPP dengan memasukkannya ke dalam komponen media pembelajaran dan atau sumber belajar. Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran

dapat juga dimasukkan ke dalam komponen lain dari RPP sesuai dengan tujuan dan peruntukannya, misalnya dimasukkan pada tujuan pembelajaran pada rencana pembelajaran yang memang bertujuan untuk memberikan pengenalan TIK.

RPP sebagai dokumen perencanaan disusun menjelang awal tahun pelajaran dimulai dan menjelang semester genap, sehingga guru sudah siap melaksanakan kegiatan belajar mengajar pada saat tahun pelajaran dimulai. RPP yang sudah tersusun bukanlah barang mati dan kaku yang harus diikuti atau dapat langsung diikuti. Pada kenyataannya selalu terjadi perbedaan antara situasi dan kondisi yang dibayangkan pada saat menyusun rencana dengan situasi dan kondisi pada saat pelaksanaan pembelajaran. Untuk itu RPP harus selalu dilihat kembali untuk dilakukan perbaikan, penyempurnaan, dan modifikasi, sesuai dengan perkembangan waktu dan situasi.

Guru merupakan “sutradara” kelas, sehingga apa pun kegiatan yang

terjadi di kelas harus dirancang dan dipersiapkan dengan baik melalui penyusunan RPP. Begitu juga pemanfaatan TIK dalam pembelajaran juga harus dirancang sebaik-baiknya dan dipersiapkan sebelum pelaksanaan

pembelajaran. Beberapa tahapan yang perlu diperhatikan dalam

mengintegrasikan perangkat teknologi informasi dan komunikasi ke dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran sebagai berikut:

a. Mengidentifikasi ketersediaan perangkat TIK yang ada di sekolah yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran, termasuk radio, TV, komputer, CD pembelajaran, video player

b. Mengoleksi bahan-bahan pembelajaran yang diperoleh dari berbagai sumber sebagai pemuncul gagasan yang mungkin suatu saat diperlukan dalam pembelajaran, misalnya CD pembelajaran, video dari internet (youtube), klipping dari koran, atau dari berita online, permainan komputer, majalah, dan sebagainya;

c. Mengidentifikasi kompetensi dasar dalam Standar Isi pada setiap mata pelajaran yang memungkinkan untuk mengintegrasikan perangkat TIK;

d. Memasukkan indikasi pemanfaatan TIK pada silabus yang disusun untuk periode satu semester;

e. Memasukkan pemanfaatan TIK ke dalam komponen RPP pada kompetensi dasar yang sesuai, misalnya pada kompetensi menyampaikan kembali informasi atau berita dapat memasukkan pemutaran berita radio atau rekaman berita;

f. Memanfaatkan penggunaan perangkat komputer yang dihubungkan dengan LCD Projector sebagai media presentasi klasikal pada kegiatan pembelajaran yang sesuai;

g. Mencantumkan nama file yang akan dipakai dalam pembelajaran baik file yang berisi dokumen untuk paparan, untuk demontrasi, untuk digandakan, untuk dibagikan, maupun untuk dicetak, ke dalam komponen sumber belajar pada RPP, sehingga file-file atau bahan-bahan tersebut telah siap sebelum pelaksanaan pembelajaran;

h. Mengecek kembali kesiapan bahan-bahan yang berkaitan dengan pemanfaatan TIK sebelum pelaksanaan kegiatan pembelajaran.

Tahap pengintegrasian teknologi informasi dan komunikasi ke dalam rencana pelaksanaan pembelajaran harus direncanakan secara hati-hati, agar kegiatan belajar mengajar menjadi lebih baik dan lebih lancar. Untuk itu pengecekan fasilitas teknologi yang akan dipakai harus diyakinkan dapat berfungsi dan dapat digunakan selama kegiatan pembelajaran. Pengecekan peralatan sebelum dimulainya kegiatan belajar seperti mengecek aliran listrik, komputer dapat dihidupkan, LCD Projector dapat dinyalakan, serta sorotan gambar di layar terlihat tajam dan jelas, harus dilakukan untuk menghindari pengurangan alokasi waktu pembelajaran akibat hal-hal yang tidak perlu. Karena itulah guru harus telah memahami cara kerja dan pemanfaatan perangkat teknologi yang akan dipakai dalam mendukung pembelajaran. Ketidaksiapan peralatan dan alat bantu pembelajaran dapat mengakibatkan terganggunya proses pembelajaran.

Dalam dokumen Panduan Pemanfaatan TIK dlm Pembelajaran (Halaman 33-38)

Dokumen terkait