• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

F. Pengklasifikasian Kredit

Pada dasarnya kredit hanya satu macam saja bila dilihat dari pengertian yang terkandung di dalamnya. Akan tetapi untuk membedakan kredit menurut factor-faktor dan unsur-unsur yang ada dalam pengertian kredit, maka diadakanlah pembedaan-pembedaan yang dapat dibagi berdasarkan

1. Sifat penggunaan kredit a. Kredit konsumtif

Kredit ini dipergunakan oleh peminjam untuk keperluan konsumsi, artinya kredit akan habis terpakai untuk memenuhi kebutuhannya.

b. Kredit produktif

Kredit ini di tunjukkan untuk keperluan produksi dalam arti luas.

Sebagaimana telah disinggung di muka dalam fungsi kredit, maka melalui kredit produktif ninlah suatu utility uang dan barang dapat terlihat nyata.

Tegasnya kredit produktif digunakan untuk peningkatan usaha baik usaha produksi, perdagangan, maupun investasi, berbagai ragam jenis kredit yang dibahas berikut ini adalah merupakan kredit yang bersifat produktif.

2. Kredit menurut keperluannya a. Kredit produksi atau eksploitasi

Kredit ini diperlukan perusahaan untuk meningkatkan produksi, baik peningkatan kualitas yaitu jumlah hasil produksi, maupun peningkatan kualitatif, yaitu peningkatan mutu produksi. Kredit ini juga disebut eksploitasi karena bantuan modal kerja digunakan untuk menutupi biaya-biaya eksploitasi secara luas berupa pembelian bahan-bahan baku, bahan

penolong, biaya-biaya produksi lainnya. Pada umumnya kredit ini diberikan kepada perushaan-perusahaan industry.

b. Kredit perdagangan

Sesuai dengan namanya kredit ini digunakan untuk keperluan perdagangan pada umumnya berarti peningkatan kegunaan dari suatu barang.

c. Kredit investasi

Kredit investasi ini diberikan oleh bank kepada pengusaha untuk memperluas investasi, berarti untuk penanaman modal.Kredit ini bukanlah keperluan untuk penambahan modal kerja melainkan untuk keperluan perbaikan atau pertambahan barang modal (capital goods) beserta fasilitas-fasilitas yang erat hubungannya dengan masalah itu misalnya untuk membangun pabrik, membeli mesin-mesin dan sebagainya.

3. Kredit menurut jangka waktu

Pemakaian kredit menurut jangka waktu kiranya sukar untuk ditentukan pembatasan yang pasti.Oleh karena pengertian tentang lamanya pemakaian suatu kredit ditentukan oleh kebutuhan si peminjam. Pada dasrnya jangka waktu kredit dapat dibedakan atas :

a. Kredit jangka pendek, yaitu kredit yang berjangka waktu maksimum satu tahun.

b. Kredit jangka menengah, yaitu kredit yang jangka waktunya antara satu sampai dua tahun.

c. Kredit jangka panjang, yaitu kredit yang jangka waktu lebih dari tiga tahun.

Dan jika dilihat sehari-hari yang paling banyak digemari adalah kredit jangka pendek yang masa penggunaannya tidak melebihi dari satu tahun.

4. Jenis kredit menurut cara pemakaian

Jenis dan macam kredit menurut cara pemakaian dapat dibedakan sebagai berikut :

a. Kredit rekening Koran bebas

Debitur menerima seluruh kreditnya dalam bentuk rekening koran dan kepadanya diberikan blanko cheque dan rekening koran pinjamannya, disini menurut besarnya kredit jangka yang diberikan.Debitur atau nasabah bebas melakukan penarikan-penarikan ke dalam rekening bersangkutan selama kredit berjalan.

b. Kredit rekening Koran terbatas

Dalam sistem ini terdapat suatu pembatasan tertentu bagi nasabah dalam melakukan penarikan-penarikan uang via rekeningnya. Seperti halnya kredit R/K bebas, maka kredit untuk nasabah tertera dalam rekeningnya, pemberian kredit dengan uang giral dan perubahannya menjadi uang chartal dilskukan berangsur-angsur.Nasabah dilarang melakukan penarikan uang sekaligus tetapi secara teratur serta disesuaikan dengan kebutuhannya.

c. Kredit Koran aflopend

Penarikan kredit dilakukan sekaligus dalam arti kata seluruh maksimum kredit pada waktu penarikannya pertama telah sepenuhnya dipergunakan oleh nasabah.

d. Kredit revolves

Sistem penarikan kredit ini sama dengan cara Rekening Koran bebas dari masa penggunaannya satu tahun, tetapi cara penarikannya yang berbeda.

Dalam cara pemakaian biasanya nasabah diperkenangkan mendisposisi bebas akan tetapi diisyaratkan, misalnya pada akhir tri wulan I saldo pinjaman harus telah menunjukan sisa nol. Dan awal tri wulan II nasabah dapat lagi melakukan penarikan bebas sampai akhit tri wulan berikutnya dan seterusnya.

e. Term loan

Term loan ini hampir sama dengan kredit Rekening Koran bebas arah kredit ditunjukan untuk keperluan peningkatan usaha guna meningkatkan produksi dan perdagangan. Tetapi dalam term loan penggunaan kredit sangat fleksibel, artinya si nasabah bebas menggunakan kredit untuk keperluan apa saja dan bank tidak mau tahu tentang Untuk melihat perkembangan nasabah serta manfaat yang sesungguhnya dari kredit tersebut, maka cukup mengadakan penilaian dari neraca (balance sheet) perunahaan dan rugi laba (income statement) perusahaan.

5. Jenis kredit menurut jaminannya. Jenis Kredit ini pada umumnya terbagi dua bagian yaitu :

a. Unsecured loans, yaitu kredit tanpa jaminan, sering juga disebut kredit belanko.

Dalam perbankan di Indonesia, bentuk belum diperkenangkan diijinkan oleh bank sentral.Sebenarya yang simaksud dengan jaminan dalam kredit tersebut di atas yang dimaksudkan adalah jaminan bonafiditas dan kekuatan keuangan perusahaan yang tercermin di dalam laporan keuangan (neraca dan rugi laba) perusahaan.

b. Secured loans

Jenis kredit seperti ini digunakan oleh seluruh bank yang ada di Indonesia jadi di samping keyakinan prospek usaha nasabah yang tercermin dan keuangan sekarang dan proyeksinya di masa dataing, juga harus dinilai bahwa jaminan yang tersedia meyakinkan pihak bank.

Latar belakang dari adanya jaminan kredit adalah bahwa bank pemberi pinjaman yang diberikan kepada debitur sesuai dengan jadwal waktu yang telah ditetapkan dan disetujui bersama.

Di lain pihak, berdasarkan undang-undang Nomor 7 tahun 1992 tentang perbankan dinyatakan bahwa bank tidak memberikan kredit tanpa jaminan kepada siapapun juga. Untuk mendapatkan kepastian tentang jaminan kredit itu maka bank dapat menempuh cara dengan peningkatan secara hukum barang-barang milik debitur sebagai jaminan kredit.

Pengertian jaminan itu sendiri itu adalah luas, yaitu jaminan yang bersifat material dan immaterial.Dalam prektek perbankan selama ini, maka penilaian jaminan bank didasarkan pada jaminan material dari proyek atau usaha yang dibiayai serta jaminan immaterial, maupun barang-barang lainnya di luar proyek/usaha yang bersangkutan sebagai tambahan jaminan.

Pada kredit atas dasar kelayakan jaminan kredit ditentukan berupa : Proyek/barang/usaha yang dibiayai dengan kredit yang bersangkutan. Dalam hal debitur memiliki tambahan jaminan, mengikat tambahan tersebut setinggi-tingginya maka bank dapat 50% dari jumlah kredit. Tambahan jaminan ini tidak merupakan hal yang mutlak. Apabila dikemudian hari ternyata bahwa debitur tidak menepati janjinya (cidera janji) dalam membayar utang tepat pada waktunya, maka bank pemberi pinjaman dapat menjual barang jaminan yang telah diikat tadi.Maka untuk menutup sisa tagihan yang masih ada. Bila hasil penjual ini lebih besar dari pada sisa tagihan, maka selisih antara hasil penjualan dengan sisa tagihan, akan diserahkan kepada debitur yang bersangkutan.