• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS RETORIKA

5.3 Pengorganisasian Pesan

Persiapan komunikator dalam hal pesan, meliputi perumusan topik dan tujuan, pengolahan pidato, pengembangan bahasan, mengawali, dan mengakhiri pidato. Adapun penjelasannya adalah seperti berikut ini.

5.3.1 Perumusan Topik dan Tujuan

Secara umum, pidato pelantikan Obama dapat dikatakan sebagai pidato yang bersifat persuasif. Topik yang dipakai Obama adalah topik umum yang menggambarkan keadaan Amerika dulu, sekarang, dan harapan yang ingin dicapai Obama bersama-sama dengan warga Amerika Serikat.

5.3.2 Pengolahan Pidato

Pengolahan pidato menyangkut prinsip-prinsip dalam menyusun pidato serta pembuatan garis besar untuk mempermudah pembuatan pidato. Selain membuat garis besar, isi pidato juga harus disesuaikan dengan kondisi yang ada. Dalam pidato pelantikannya, Obama sangat jelas menggambarkan kondisi yang dialami Amerika Serikat di samping mencoba menawarkan solusi untuk memecahkan masalah yang ada. Selain itu, durasi pidato juga

perlu diperhitungkan. Sebuah pidato tidak boleh memiliki durasi yang terlalu lama sebab khalayak akan semakin sulit untuk berkonsentrasi.

5.3.3 Pengembangan Bahasan

Pengembangan bahasan yang umum dilakukan dalam pidato ialah dengan memberikan penjelasan terhadap maksud dan tujuan utama pidato tersebut. Dalam hal ini, inti pidato Obama adalah mengajak warga Amerika Serikat agar dapat bekerja sama dan berjuang bersama dalam membangun kembali Amerika Serikat sehingga seperti dulu lagi.

Obama mengungkit kembali bagaimana perjuangan pendahulu mereka untuk membangun Amerika agar seluruh keturunannya bisa menikmati hidup yang layak. Selain itu, Obama juga mengingatkan untuk tidak saling menyalahkan atas apa yang sudah terjadi. Jadikanlah semua itu sebagai pelajaran agar nantinya semua yang pernah terjadi tidak akan terulang lagi pada masa yang akan datang. Jadi, pengembangan bahasan yang dibuat Obama dalam pidatonya menyangkut keseluruhan yang dialami Amerika Serikat dan apa yang harus dilakukan (bersama) untuk memperbaiki yang sudah terjadi.

5.3.4 Mengawali dan Mengakhiri Pidato

Dalam mengawali pidatonya, Obama mengingatkan kembali kepada seluruh warga Amerika Serikat tentang apa yang sedang mereka alami dan

benar-benar dihadapkan pada tantangan yang serius. Hal itu dapat dilihat pada kutipan di bagian awal pidato berikut ini.

“That we are in the midst of crisis is now well understood. Our nation is at war against a far-reaching network of violence and hatred. Our economy is badly weakened, a consequence of greed and irresponsibility on the part of some, but also our collective failure to make hard choices and prepare the nation for a new age. Homes have been lost, jobs shed, businesses shuttered. Our health care is too costly, our schools fail too many -- and each day brings further evidence that the ways we use energy strengthen our adversaries and threaten our planet.”

Terjemahan:

„Memang sudah dipahami bahwa kita sedang berada di tengah krisis. Bangsa kita kini sedang terlibat perang, melawan jaringan kekerasan dan kebencian yang jauh jangkauannya. Ekonomi kita sangat lemah, akibat ketamakan dan tindakan tidak bertanggung jawab oleh sebagian pihak, tetapi juga karena kegagalan kita secara kolektif untuk membuat pilihan-pilihan sulit, dan kegagalan kita mempersiapkan bangsa bagi abad baru. Banyak rumah yang disita, lapangan kerja menurun drastis, bisnis gulung tikar. Asuransi kesehatan kita terlalu mahal, murid-murid sekolah kita banyak yang gagal, dan setiap hari terlihat bukti bahwa cara-cara kita menggunakan energi justru memperkuat musuh-musuh kita dan

mengancam planet kita.‟

Obama mengajak warga Amerika untuk bersatu menghadapi tantangan yang ada di depan mereka dan bersama-sama membangun kembali Amerika Serikat. Pernyataan tersebut dapat dilihat dalam kutipan berikut ini.

This is the journey we continue today. We remain the most prosperous, powerful nation on Earth. Our workers are no less productive than when this crisis began. Our minds are no less inventive, our goods and services no less needed than they were last week, or last month, or last year. Our capacity remains undiminished. But our time of standing pat, of protecting narrow interests and putting off unpleasant decisions -- that time has surely

passed. Starting today, we must pick ourselves up, dust ourselves off, and begin again the work of remaking America.”

Terjemahan:

„Perjalanan inilah yang kita teruskan hari ini. Kita masih merupakan negara paling makmur dan paling berpengaruh di bumi. Para pekerja kita tidak kurang produktifnya dibandingkan dengan waktu ketika krisis ini dimulai. Otak kita masih seinventif seperti pada awal krisis ini, barang dan jasa kita masih diperlukan seperti pada minggu lalu atau bulan lalu, atau tahun lalu. Kapasitas kita tetap tak berkurang. Akan tetapi, masa kita untuk berdiam diri, melindungi kepentingan sempit dan menunda keputusan-keputusan yang tak menyenangkan, sudah harus berlalu. Mulai hari ini, kita harus bangkit sendiri, membersihkan debu yang menempel, dan mulai lagi bekerja memperbarui Amerika.‟

Ketika mengakhiri pidatonya, Obama kembali mengingatkan siapa warga Amerika Serikat, apakah yang sudah dialami bersama, dan kembali mengajak warga untuk bersatu membangun Amerika Serikat. Selain itu, Obama juga menegaskan bahwa di atas semuanya, Tuhan selalu ada. Hal ini menunjukkan bahwa Obama sebagai pribadi yang religius dan percaya bahwa Tuhan akan selalu memberkati mereka dan membantu seluruh warga negara Amerika Serikat untuk bangkit kembali dari kelumpuhan dan keterpurukan yang dialami. Hal tersebut dapat dilihat pada kutipan berikut ini.

“America: In the face of our common dangers, in this winter of our hardship, let us remember these timeless words. With hope and virtue, let us brave once more the icy currents, and endure what storms may come. Let it be said by our children's children that when we were tested we refused to let this journey end, that we did not turn back nor did we falter; and with eyes fixed on the horizon and God's grace upon us, we carried forth that great gift of freedom and delivered it safely to future generations.”

Terjemahan:

„Amerika; Dalam menghadapi musuh bersama, dalam masa sulit kita ini, mari kita ingat kata-kata emas itu. Dengan harapan dan kebajikan, mari kita hadapi bersama sekali lagi sungai beku ini, dan bertahan dari badai apa pun yang akan tiba. Biarkan cucu-cucu kita berkata bahwa kita telah diuji dan kita menolak untuk mengakhiri perjalanan ini, bahwa kita tidak mundur dan mata kita terpaku ke ufuk fajar dan dengan berkat Tuhan, kita meneruskan anugerah kebebasan dan mengantarkannya dengan selamat bagi generasi masa depan.‟

5.4 Hubungan antara Transitivitas dengan Kekuatan Retorika Pidato

Dokumen terkait