35 2. Penguatan Sistem Pengawasan
5. Penguatan Tata Laksana
Road Map Reformasi Birokrasi Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI 2015-2019 telah menetapkan rencana aksi dari tahun 2016 sampai dengan 2015-2019, untuk 8 area perubahan. Dalam area Penguatan Tatalaksana terdapat 4 rencana aksi yang akan dilaksanakan oleh Setjen dan BK DPR RI pada tahun 2016-2019 yaitu :
a. Penyusunan Peta Proses Bisnis di Setjen dan BK DPR RI; b. Penyusunan SOP;
c. Pembangunan/ Pengembangan Aplikasi; dan d. Manajemen Kearsipan Berbasis TIK.
Unit kerja sebagai pelaksana dari keempat rencana aksi tersebut adalah Bagian Ortala, Bidang Data dan Teknologi Informasi, dan Bidang Arsip dan Museum.
Untuk melihat perkembangan pelaksanaan rencana aksi sampai dengan Desember 2016 dapat diuraikan sebagai berikut :
45
a. Peta Proses Bisnis
Proses Bisnis atau metode bisnis adalah kumpulan aktivitas atau proses yang terstruktur dan saling berhubungan di dalam organisasi untuk mengelola sumber daya dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Proses bisnis organisasi digambarkan secara visual dalam bentuk peta prosses bisnis. Peta proses bisnis ditampilkan dalam bentuk diagram alir yang menggambarkan secara jelas rangkaian aktivitas dalam melaksanakan sebuah proses. Peta proses bisnis memperlihatkan aliran aktivitas lintas fungsi.
Sejalan dengan rencana aksi penyusunan peta proses bisnis tahun 2016, telah dibentuk Tim Peta Proses Bisnis dengan Keputusan Sekjen DPR RI Nomor 632/SEKJEN/2016. Tim melaksanakan rapat sebanyak enam (6) kali yang meliputi rapat-rapat internal Bagian Ortala dan FGD dengan narasumber, menghasilkan konsep Peta Proses Bisnis Level 0.
Selanjutnya Tim dimaksud telah menyelesaikan pembuatan Peta Proses Bisnis Level 0 di Lingkungan Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia yang ditetapkan dengan Keputusan Sekretaris Jenderal Nomor; 1528/SEKJEN/2016 tentang Penetapan Peta Proses Bisnis Level 0 Di Lingkungan Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.
Target selanjutnya dari penetapan Peta Proses Bisnis Level 0 ini adalah penyelesaian Peta Proses Bisnis Level 1 dan Peta Proses Bisnis Level 2 pada tahun 2017.
b. SOP
Sesuai dengan rencana aksi penyusunan SOP, telah dilakukan rapat-rapat dalam rangka penyusunan SOP, baik untuk unit kerja baru maupun perbaikan SOP bagi unit kerja yang sudah ada. Laporan Tim Monitoring dan Evaluasi terhadap Pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP) Sekretariat Jenderal DPR RI Tahun 2015 digunakan sebagai panduan dalam melaksanakan review SOP pada tahun 2016.
SOP yang diselesaikan pada tahun 2016 berasal dari 8 (delapan) Biro/Pusat, yaitu Biro Protokol , Biro Kepegawaian dan Organisasi, Biro Persidangan II, Pusat Data dan Informasi, Biro Perencanaan dan Keuangan, Pusat Penelitian, Pusat Perancangan Undang-Undang, dan Biro Kerja Sama Antar Parlemen.
Target yang ditetapkan di awal tahun 2016 untuk penyusunan SOP adalah sebanyak 60 dokumen dan pada akhir tahun 2016 terealisasi mencapai 114 dokumen atau 190%.
Jumlah SOP secara keseluruhan pada tahun 2016 sebanyak 114 SOP telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Nomor : 1603/Sekjen/2016 Tentang Penetapan Standar
46
Operasional Prosedur Administrasi Pemerintahan Di Lingkungan Sekretariat Jenderal Dan Badan Keahlian Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.
Selanjutnya untuk tahun 2017, akan dilakukan revisi SOP yang terdapat di Biro Persidangan I, Biro Hukum dan Pengaduan Masyarakat, Biro Kepegawaian dan Organisasi. Selain itu, juga direncanakan untuk pembuatan SOP pada unit kerja baru seperti Inspektorat Utama, dan Pusat Pendidikan dan Pelatihan.
c. Pembangunan/Pengembangan Aplikasi
Sesuai dengan rencana aksi Pembangunan/Pengembangan Aplikasi, telah dilakukan rapat-rapat pembahasan aplikasi dengan unit kerja pemohon aplikasi. Sampai dengan Desember 2016, perkembangan rencana aksi aplikasi dapat diuraikan sebagai berikut :
1) Telah diselesaikan pembangunan website ITTAMA dan Whistleblowing System. 2) Website Badan Keahlian DPR RI masih dalam proses penyelesaian (70%).
3) Pembangunan aplikasi Kearsipan masih dalam proses, dengan prioritas pada data dokumen legislasi.
4) Konsep SK penggunaan aplikasi masih dalam proses.
5) Pembangunan aplikasi sistem informasi Legislasi (SILEG) sudah selesai, namun seiring dengan adanya perubahan struktur organisasi perlu dilakukan lagi sosialisasi tentang manajemen pengelolaan aplikasi SILEG.
d. Manajemen Kearsipan Berbasis TIK
Sesuai dengan rencana aksi Manajemen Kearsipan Berbasis TIK, telah dilaksanakan proses alihmedia dokumen legislasi/anggaran/ pengawasan personal files kedalam bentuk digital. Untuk selanjutnya, rapat-rapat antara Bidang Arsip dan BDTI dilakukan untuk penyelesaian aplikasi kearsipan beserta isi dari aplikasi tersebut. Diperkirakan aplikasi tersebut akan selesai pada tahun 2018.
Berdasarkan uraian diatas, menunjukkan bahwa rencana aksi area Penguatan Tatalaksana untuk tahun 2016 telah dilaksanakan sesuai rencana. Hasil dari pelaksanaan rencana aksi tersebut adalah :
a. Peta Proses Bisnis Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI Level 0. b. Pencapaian pembentukan SOP unit kerja melebihi target.
c. Website ITTAMA dan Whistleblowing System. d. Website Badan Keahlian DPR RI (70%)
e. Aplikasi Kearsipan (dalam proses, target selesai tahun 2018) f. Konsep SK penggunaan aplikasi (dalam proses)
g. Pembangunan aplikasi sistem informasi Legislasi (SILEG) sudah selesai, namun seiring dengan adanya perubahan struktur organisasi perlu dilakukan lagi sosialisasi tentang manajemen pengelolaan aplikasi SILEG.
47
6. Penguatan Sistem Manajemen SDM ASN
Dalam rangka perbaikan dan peningkatan sistem manajemen sumber daya manusia aparatur sipil Negara (SDM ASN) melalui area perubahan penguatan sistem manajemen SDM ASN, terdapat 15 kegiatan yang dilaksanakan oleh Setjen dan BK DPR RI yaitu:
a. Perbaikan berkelanjutan System Perencanaan Kebutuhan Pegawai ASN
b. Perumusan dan penetapan kebijakan system rekrutmen dan seleksi secara transparan dan berbasis kompetensi
c. Perumusan dan penetapan kebijakan system promosi secara terbuka, kompetitif, berbasis kompetensi didukung makin efektifnya pengawasan oleh KASN
d. Perumusan dan penetapan kebijakan pemanfaatan assessment center
e. Pengukuran gap competency antara pemangku jabatan dan syarat kompetensi jabatan f. Perumusan dan penetapan kebijakan pemanfaatan/pengembangan database profil
kompetensi calon dan pejabat tinggi ASN.
g. Menyusun dan menetapkan pola karier termasuk pengkaderan pegawai ASN h. Perumusan dan penetapan kebijakan pengendalian kualitas diklat.
i. Penguatan sistem dan kualitas pendidikan dan pelatihan untuk mendukug kinerja. j. Perumusan dan penetapan kebijakan penilaian kinerja pegawai.
k. Perumusan dan Penetapan kebijakan reward and punishment berbasis kinerja. l. Pembangunan/pengembangan Sistem informasi Administrasi Pegawai (SIAP) ASN m. Pembentukan jabatan fungsional transkriptor.
n. Penataan jabatan.
o. Pembentukan manajemen pegawai non PNS.
Kegiatan yang berhasil dilaksanakan pada tahun 2016 dapat digambarkan sebagai berikut:
a. Perbaikan berkelanjutan System Perencanaan Kebutuhan Pegawai ASN
Dalam melaksanakan perencanaan kebutuhan pegawai ASN, Setjen dan BK
DPR RI telah menyusun rencana kebutuhan pegawai. Pada tahun 2016 Setjen dan BK DPR RI melalui Bagian Kepegawaian telah mengirimkan peta kebutuhan pegawai ASN tahun anggaran 2016 ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan dan RB) melalui Surat Nomor SJ/01880/SETJENDPR RI/KP.01/01/2017, tanggal 31 Januari 2017 Perihal Peta Kebutuhan Pegawai ASN TA 2017.
Selain itu Setjen dan BK DPR RI juga telah menerapkan rencana kebutuhan pegawai didalam sistem manajemen ASN. Hal ini sejalan dengan penerapan e-Formasi di MenPan dan RB, yang setelah dilakukan analisa terhadap jabatan yang ada di Setjen dan BK DPR RI jika diselaraskan dengan Permenpan dan RB Nomor 25 Tahun 2016 tentang Nomenklatur Jabatan Pelaksana bagi Pegawai Negeri Sipil di Instansi Pemerintah maka terdapat 77 jabatan pelaksana di Sekretariat Jenderal DPR RI yang tidak ada dalam Permenpan dimaksud, yaitu:
48
1) 36 Jabatan yang memiliki kemiripan nama, memiliki kemiripan dalam kualifikasi pendidikan dan memiliki kemiripan dalam tugas jabatan (dengan kata lain terdapat sandingan)
2) 41 Jabatan yang tidak memiliki sandingan dalam Permenpan dan RB Nomor 25 Tahun 2016
Sebagai tindaklajut atas temuan tersebut, maka Setjen dan BK DPR RI melalui Bagian Kepegawaian telah menyampaikan nomenklatur jabatan pelaksana di lingkungan Setjen dan BK DPR RI yang belum terakomodir dalam Peraturan Menpan dan RB N0. 25 Tahun 2016 kepada Menteri PAN dan RB u.p Deputi Bidang SDM Aparatur melalui surat kepada No. SJ/0241/SETJEN DPR RI/KP.01/02/2017, tanggal 7 Februari 2017.
Untuk selanjutnya terhadap rencana kebutuhan pegawai khususnya untuk tahun 2017, Setjen dan BK DPR RI melakukan monitoring dan evaluasi perencanaan kebutuhan pegawai sambal menunggu proses penyelesaian dari Menpan dan RB serta BKN. Langkah tindak lanjut dalam melaksanakan monitoring dan evaluasi rencana kebutuhan pegawai, Setjen dan BK DPR RI melaksanakan proses input data pegawai berdasarkan struktur organisasi Setjen dan BK DPR RI yg baru ke dalam aplikasi SAPK dari BKN.
b. Perumusan dan penetapan kebijakan system rekrutmen dan seleksi secara transparan dan berbasis kompetensi
Untuk melaksanakan kebijakan sistem rekrutmen dan seleksi secara transparan
dan berbasis kompetensi secara bertahap dan berkesinambungan telah dilaksanakan oleh Setjen dan BK DPR RI. Pada tahun 2016 dikarenakan kebijakan moratorium penerimaan PNS yang dikeluarkan oleh Negara, maka Setjen dan BK DPR RI tidak menyelenggarakan Rekrutmen/Penerimaan Pegawai Baru/CPNS.
Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan pegawai maka Setjen dan BK DPR RI menerima pegawai, yang terdiri atas:
1) Pegawai pindah instansi sebanyak 3 orang 2) Pegawai dipekerjakan sebanyak 18 orang
3) Pegawai alih jabatan kedalam jabatan fungsional tertentu sebanyak 11 orang Untuk memenuhi kebutuhan pegawai fungsional Auditor dan Analis APBN, Setjen DPR RI telah membuka formasi untuk pindah instansi ke Setjen DPR RI dengan menyampaikan surat kepada Sekretaris Jenderal BPK RI, BPKP RI, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Sekjen Kementerian PPN (Bappenas) dan Sekjen Kementerian Perhubungan, yang hasilnya :
1) Tahun 2016 ada 25 pelamar namun yang diproses lebih lanjut ke BKN hanya 2 orang penempatan TMT 1 Maret 2017
49
Sebagai tindak lanjut atas kebutuhan pegawai Setjen dan BK DPR RI, telah dikirimkan permohonan alokasi penerimaan CPNS tahun 2017 kepada Kemenpan dan RB berdasarkan peta kebutuhan pegawai ASN di Setjen dan BK DPR RI tahun2017. Namun apabila tidak memungkinkan dapat dipenuhi alokasi penambahan pegawai ASN untuk jabatan Pelaksana dan jabatan Fungsional sejumlah 160 orang.
Sementara untuk kegiatan monitoring dan evaluasi sistem rekrutmen dan seleksi tidak dilaksanakan hal ini dikarenakan adanya moratorium penerimaan CPNS.
c. Perumusan dan penetapan kebijakan system promosi secara terbuka, kompetitif, berbasis kompetensi didukung makin efektifnya pengawasan oleh KASN
Sebagai bentuk pelaksanaan kebijakan sistem promosi secara terbuka,
kompetitif, dan berbasis kompetensi, maka pada tahun 2016 Setjen dan BK DPR RI melakukan penggantian terhadap Persekjen DPR RI No 561/Sekjen/2015 tentang Pedoman Tata Cara Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Lingkungan Setjen DPR RI dan Persetjen DPR RI 01A/PER-SEKJEN/2013 tentang Pedoman Pengangkatan Pejabat Eselon I, II, III dan IV Setjen DPR RI dengan peraturan baru terkait system promosi. Pada saat ini pembahasan rancangan peraturan Sekjen DPR RI tentang tata cara pengisian jabatan pimpinan tinggi secara terbuka di lingkungan Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI telah dilaksanakan dan sudah dalam bentuk Draft Final. Sebagai tindak lanjut atas persekjen tersebut, maka Setjen dan BK DPR RI mulai mempersiapkan untuk penyusunan draft Pedoman Penilaian Calon Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI.
Pada tahun 2016, sejalan dengan perubahan struktur Setjen dan BK DPR RI maka terkait pengisian jabatan pimpinan tinggi di lingkungan Setjen dan BK DPR RI telah melaksanakan peraturan mengenai sistem promosi secara terbuka berbasis kompetensi. Beberapa kegiatan pengisian jabatan pimpinan tinggi yang telah dilaksanakan selama tahun 2016 adalah sebagai berikut:
1) Pengisian jabatan untuk Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yaitu jabatan Kepala Biro Kerja Sama Antar Parlemen dan Kepala Pusat Data dan Informasi. Pada saat ini telah dilakukan pelantikan terhadap pejabat terpilih.
2) Pengisian jabatan untuk Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yaitu jabatan Kepala Biro Persidangan II. Proses pengisian jabatan ini diawali dengan pembentukan Panitia Seleksi berdasarkan Keputusan Sekjen No. 1665/SEKJEN/2016. Pada saat ini telah dilakukan pelantikan terhadap pejabat terpilih.
3) Pengisian jabatan untuk Jabatan Pimpinan Tinggi Madya yaitu jabatan Sekretaris Jenderal DPR RI. Proses pengisian jabatan ini diawali dengan pembentukan Panitia Seleksi berdasarkan Keputusan Sekjen No. 361/SEKJEN/2017. Pada saat ini belum dilakukan pelantikan terhadap pejabat terpilih.
50
Sebagai bentuk monitoring dan evaluasi atas pelaksanaan kebijakan sistem promosi secara terbuka, kompetitif, dan berbasis kompetensi maka dilakukan penyusunan laporan monitoring dan evaluasi sistem promosi yaitu:
1) Laporan Pelaksanaan Seleksi JPT Pratama kepada Ketua KASN serta MenPAN dan RB melalui Surat Plt Sekjen DPR RI No. SJ/01923/SETJEN DPR RI/.01/01/2017, tanggal 30 Januari 2017.
2) Laporan Pelaksanaan Seleksi JPT Madya Formasi Sekjen DPR RI Kepada Ketua KASN serta Mentri PAN dan RB melalui Surat Plt Sekjen DPR RI No. SJ/03098/SETJEN DPR RI/KP.01/02/2017, tanggal 16 Februari 2017.
d. Perumusan dan penetapan kebijakan pemanfaatan assessment center
Walaupun belum terbentuk assessment center di Setjen dan BK DPR RI, akan tetapi Setjen dan BK DPR RI telah melaksanakan kegiatan dalam manajemen pegawai
ASN. Kegiatan asesmen yang telah dilaksanakan pada tahun 2016, adalah sebagai
berikut:
1) Asesmen pengisian JPT (eselon IIa) sebanyak 5 orang yang dilaksanakan pada tanggal 14 dan 15 Januari 2016.
2) Asesmen pegawai pindah instansi sebanyak 7 orang yang dilaksanakan pada tanggal 7 April 2016.
3) Asesmen penyesuaian Ijasah sebanyak 7 orang yang dilaksanakan pada tanggal 8 dan 9 Juni 2016.
4) Asesmen Ujian Dinas sebanyak 16 orang yang dilaksanakan pada tanggal 8 dan 9 Agustus 2016.
5) Asesmen calon penerima tugas belajar /beasiswa sebanyak 14 orang yang dilaksanakan pada bulan Agustus 2016.
6) Asesmen Pengisian JPT Pratama dan Madya Setjen dan BKD DPR RI.
7) Asesmen Pejabat Fungsional Auditor, Calon Pranata Humas, Pranata Komputer sebanyak 18 orang yang dilaksanakan pada tanggal 27-28 Februari 2017.
Kegiatan asesmen ini masih dan akan terus dilakukan secara bertahap, dan hasil asesmen tersebut akan dipergunakan untuk:
1) Mempersiapkan calon pejabat struktural yang akan dipromosikan sehingga dapat mengetahui profil masing-masing calon pejabat.
2) Memetakan profil kompetensi setiap pegawai melalui asesmen yang disesuaikan dengan kebutuhan.
Sementara itu untuk kegiatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan asesmen dalam manajemen pegawai ASN, telah dilaksanakan penjajakan kebutuhan Assessement Center di Setjen dan BK DPR RI dengan Bagian Kepegawaian, Bagian Organisasi dan Tata Laksana, Pusat Diklat, dan Peneliti di Pusat Penelitian. Sebagai
51
bentuk persiapan penjajan kebutuhan Assessement Center ini telah dilakukan beberapa kegiatan yaitu:
1) Penyusunan kamus kompetensi
2) Penetapan standar kompetensi tiap jabatan struktural dan fungsional
3) Studi banding ke Instansi Pemerintah yang sudah menggunakan AC (BKN, BPKP, BPK, Kemenkeu, Kemenkehut )
4) Kajian sistem operasional dan kebutuhan AC (SDM, fasilitas, metode, biaya, kelembagaan, dll)
e. Pengukuran gap competency antara pemangku jabatan dan syarat kompetensi jabatan
Pada tahun 2012 telah ditetapkan Keputusan Sekjen DPR RI Nomor
1043/SEKJEN/2012 tentang Standarisasi Kompetensi Jabatan Sekretariat Jenderal DPR RI. Sejalan dengan perubahan struktur organisasi serta penataan jabatan di lingkungan Setjen dan BK DPR RI maka pelu dilakukan revisi atas Keputusan/Peraturan dimaksud. Dalam mempersiapkan revisi atas peraturan tentang standar kompetensi jabatan, Setjen dan BK DPR RI pada tahun 2016 terlebih dahulu melakukan pemisahan aturan tentang kompetensi yaitu penyusunan kamus kompetensi dan penyusunan standar kompetensi jabatan itu sendiri. Melalui Keputusan Sekjen No 353/SEKJEN/2016, tanggal 10 Maret 2016 tentang pembentukan Tim Penyusun Kamus Kompetensi Jabatan di Lingkungan Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI, maka dimulailah kegiatan penyusunan kamus kompetensi. Sedangkan hasil penyusunan kamus kompetensi sendiri telah selesai dikerjakan dan ditetapkan dengan Peraturan Sekjen No 20 Tahun 2016 tentang Kamus Kompetensi Jabatan di Lingkungan Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.
Sesuai dengan waktu pelaksanaan kegiatan sebagaimana ditetapkan dalam Road Map kegiatan pengukuran gap competency antara pemangku jabatan dan syarat kompetensi jabatan akan dilaksanakan dari tahun 2016 sampai 2019. Pada tahun 2017, Setjen dan BK DPR RI akan mulai menyusun standar kompetensi jabatan untuk seluruh jabatan di lingkungan Setjen dan BK DPR RI. Selanjutnya setelah dilakukan penyusunan standar kompetensi jabatan dimulailah kegiatan pengukuran gap competency anatara pemangku jabatan dengan syarat jabatanya. Dari hasil pengukuran gap competency, Pusat Pendidikan dan Pelatihan dapat menggunakan hasilnya untuk kegiatan pengembangan kompetensi Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Setjen dan BK DPR RI. f. Perumusan dan penetapan kebijakan pemanfaatan/pengembangan database profil
kompetensi calon dan pejabat tinggi ASN.
Terkait database pegawai, Setjen dan BK DPR RI mengevaluasi peraturan mengenai database pegawai yang didalamnya terdapat profil kompetensi pegawai yang bersangkutan. Pada tahun 2016, Setjen dan BK DPR RI masih terus mengembangkan aplikasi database pegawai yang telah dibentuk pada tahun 2013 melalui Keputusan Sekjen Nomor 1275/SEKJEN/2013, tanggal 25 November 2013 tentang Penggunaan
52
Aplikasi Sistem Informasi Administrasi Pegawai (SIAP) di Lingkungan Setjen DPR RI. Dari database profil kompetensi calon dan pejabat tinggi ASN yang ada dalam SIAP dapat diakses oleh Pusat Pendidikan dan Latihan untuk pengembangan kompetensi pejabat/Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Setjen dan BK DPR RI.
Selain pembangunan sistem database profil kompetensi, Setjen dan BK DPR RI juga merumuskan kebijakan mengenai pemanfaatan/ pengembangan database profil kompetensi calon dan pejabat tinggi ASN. Pada tahun 2016, Setjen dan BK DPR RI memulai pembahasan dan penyusunan rancangan peraturan Sekjen DPR RI tentang Pemanfaatan Aplikasi Assesemen dalam SIAP sebagai Data Base Profil Kompetensi dan Pola Karir Pegawai Setjen dan Badan Keahlian DPR RI. Pada saat ini rancangan peraturan dimaksud belum selesai dilakukan pembahasan.
Dari sisi pelaksanaan pemanfaatan/pengembangan database profil kompetensi calon dan pejabat tinggi ASN, maka Setjen dan BK DPR RI senentiasa melakukan pembaharuan/update database profil kompetensi dilakukan secara bertahap mengikuti hasil asesmen yang telah dilaksanakan. Sebagai tindak lanjutnya maka dilakukan pembangunan dan penyempurnaan aplikasi Assesemen dalam SIAP sebagai Data Base Profil Kompetensi dan Pola Karir Pegawai Setjen dan BK DPR RI.
g. Menyusun dan menetapkan pola karier termasuk pengkaderan pegawai ASN
Pada saat ini belum terdapat pola karir dan pengkaderan yang jelas bagi pegawai
ASN di lingkungan Setjen dan BK DPR RI. Maka pada tahun 2016, Setjen dan BK DPR RI melakukan penyusunan rancangan peraturan Sekjen DPR RI Tentang Pola Karir Pegawai Negeri Sipil di Setjen dan Badan Keahlian DPR RI. Kegiatan ini diawali dengan pelaksanaan bimtek dengan Menpan tentang penyusunan manajemen pola karir di Setjen DPR RI yang diikuti Pejabat/pegawai di Bagian Kepegawaian, Bagian Organisasi dan Tata Laksana, Bagian Hukum, Bagian Perencanaan, dan Pranata Komputer di BDTI. Sebagai bentuk monitoring dan evaluasi pelaksanaan pola karir dan pengkaderan pegawai ASN, nantinya akan dilaksanakan setelah penyusunan peraturan tentang pola karir di Setjen dan BK DPR RI. Untuk dapat melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pola karir ini dilakukan pembangunan aplikasi pola karir pegawai di Setjen DPR RI yang terintegrasi dengan aplikasi asessment di SIAP, Sidiklat, dan aplikasi di Ortala
h. Perumusan dan penetapan kebijakan pengendalian kualitas diklat.
Dalam merumuskan kebijakan pengendalian kualitas diklat, Setjen dan BK DPR RI dalam hal ini Pusat Pendidikan dan Pelatihan telah mengawali dengan pembentukan Tim Penyusun pedoman evaluasi diklat berdasarkan Keputusan Sekjen DPR RI Nomor 388/SEKJEN/2016 tentang Pembentukan Tim Penyusun Pedoman Evaluasi Pendidikan dan Pelatihan Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Tahun Anggaran 2016. Sebagai hasil pelaksanaan tim tersebut telah ditetapkan pedoman evaluasi diklat dalam Peraturan Sekjen DPR RI Nomor 21 Tahun 2016 tentang Pedoman
53
Evaluasi Pendidikan dan Pelatihan Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian Dewan perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Langkah selanjutnya yaitu melaksanakan monitoring dan evaluasi atas pelaksanaan pedoman tersebut. Bersamaan dengan monitoring dan evaluasi pelaksanaan diklat, Setjen dan BK DPR RI menyelenggarakan diskusi/FGD mengenai Analisis Kebutuhan Diklat/Training Need Analysis (TNA) Tahun 2017 Tanggal 28 Februari 2017.
Untuk menjaga kualitas pelaksanaan diklat, maka Setjen dan BK DPR RI telah menetapkan kebijakan pengendalian kualitas diklat yaitu
Persekjen No. 7 Tahun 2016 Tentang Tugas Belajar Persekjen No. 8 Tahun 2016 Tentang Izin Belajar
Sebagai tindak lanjut atas peraturan tentang tugas belajar, pada tahun 2016, Setjen dan BK DPR RI telah menghentikan 1 orang pegawai tugas belajar yang dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat
i. Penguatan sistem dan kualitas pendidikan dan pelatihan untuk mendukung kinerja. Kegiatan ini dilaksanakan melalui dua sub kegiatan yaitu:
1) Menerapkan sistem diklat sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan.
Dengan pemisahan jenis diklat menjadi Diklat Kepemimpinan dan diklat Fungsional yang meliputi diklat Pim I, II, III, dan IV. Berdasarkan data pelaksanaan diklat tahun 2016, pelaksanaan diklat adalah sebagai berikut:
a) Diklat Kepemimpinan : Diklat Pim Tk 1 : 1 orang Diklat Pim Tk II : 2 orang Diklat Pim Tk III : 2 orang Diklat Pim Tk IV : 3 orang
b) Diklat Fungsional :
Calon Pustakawan Tk Ahli : 1 orang Analis Kepegawaian Keahlian : 1 orang Calon Analis Keijakan : 1 orang
Auditor : 8 orang
Parana Humas Tk Keahlian : 5 orang
c) Diklat Teknis : 54 Diklat yang diikuti oleh + 1.168 orang pegawai 2) Monitoring dan evaluasi pelaksanaan system diklat.
Dengan penyempurnaan sistem diklat melalui evalui evaluasi diklat yang telah dilaksanakan meliputi diklat calon pustakawan tingkat ahli, diklat analisis kepegawaian keahlian, diklat analis kebiajakan, diklat auditor, dan diklat pranata