• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyusunan Naskah Akademik dan Rancangan Undang-Undang

Dalam dokumen LAPORAN PELAKSANAAN REFORMASI BIROKRASI (Halaman 72-79)

35 2. Penguatan Sistem Pengawasan

B. QUICK WINS

1. Penyusunan Naskah Akademik dan Rancangan Undang-Undang

Program Quick Wins pada Pusat Perancangan Undang-Undang Badan Keahlian DPR RI merupakan sebuah momentum awal bagi Sekretariat Jenderal dan Badan

73

Keahlian DPR RI untuk melaksanakan reformasi birokrasi secara konsisten dan berkelanjutan. Keluaran dari pelaksanaan Quick Wins adalah perbaikan sistem dan mekanisme kerja atau produk utama Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI yang sesuai dengan peran, tupoksi, dan karakteristiknya.

Penentuan Quick Wins dilakukan dengan memperhatikan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 13 Tahun 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Quick Wins. Setelah melalui keseluruhan langkah dalam penentuan Quick Wins, maka Sekretariat Jenderal DPR RI menetapkan bahwa

Quick Wins tahun 2016 adalah Penyusunan Naskah Akademik dan Rancangan Undang-Undang.

Penyusunan naskah akademik (NA) dan rancangan undang-undang (RUU) yang dilaksanakan di Pusat Perancangan Undang-Undang (Pusat PUU) merupakan salah satu tugas pokok dan fungsi Badan Keahlian DPR RI, sebagai struktur baru dalam Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR-RI. Penyusunan NA merupakan bagian penting dalam proses penyusunan RUU. Dalam Pasal 43 ayat (3) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan disebutkan bahwa setiap “Rancangan Undang-Undang yang berasal dari DPR, Presiden, atau DPD harus disertai Naskah Akademik.” Produk NA dan Draft RUU menjadi indicator kinerja utama Badan Keahlian DPR RI.

Saat ini penyusunan NA belum dapat mendukung pelaksanaan fungsi legislasi DPR RI secara maksimal karena belum memiliki batasan waktu dan standar pelaksanaan yang tepat. Substansi NA yang telah diselesaikan belum mencapai hasil yang optimal karena belum memuat berbagai aspek penting seperti perspektif perbandingan (ROCCIPI, RIA, dan regulatory cost and benefit analysis); waktu yang belum terstandar; dan belum ada keseragaman format antara bidang di lingkungan Pusat PUU.

Terkait penyusunan RUU, kebutuhan akan RUU yang sesuai standar menjadi penting karena dapat menunjang salah satu tugas dan kewenangan DPR RI dalam fungsi legislasi. Penyusunan RUU harus sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan, baik dalam tahapan maupun teknik perancangannya. Sebuah RUU idealnya mencerminkan konsep dalam NA (adanya kesesuaian antara NA dan RUU).

Proses penyusunan NA dan draf RUU dinilai masih dapat ditingkatkan lebih dari 50% (estimasi perbaikannya). Kedua keluaran utama tersebut juga masih dalam kendali reformasi birokrasi Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI, tingkat kesulitan melakukan perbaikan kinerja dimaksud dapat dilakukan kurang dari 12 bulan. Berdasarkan identifikasi tersebut maka penyusunan NA dan RUU dalam mendukung fungsi legislasi DPR RI dapat dijadikan 2 (dua) program Quick Wins Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI Tahun 2016.

74

Secara umum kriteria keberhasilan Quick Wins pada Pusat Perancangan Undang-Undangan diharapkan dapat menjawab kebutuhan pelayanan keahlian di bidang legislasi, yaitu:

a. Prolegnas yang menggambarkan prioritas kebutuhan pembangunan dan telah memiliki kajian awal.

b. NA yang sesuai dengan standar yang diatur dalam UU No. 12 Tahun 2011 sesuai dengan lampiran 1 UU No. 12 Tahun 2011.

c. RUU yang sesuai atau memenuhi standar penyusunan RUU dalam lampiran 2 UU No. 12 Tahun 2011.

d. Kesesuaian RUU dan Naskah Akademik. e. Ketepatan waktu penyelesaian NA DAN RUU.

f. Kualitas kajian dan rumusan dalam pendampingan pembahasan RUU.

g. Mengurangi jumlah kesalahan drafting RUU yang telah mendapat persetujuan bersama sebelum dikirim ke Presiden.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam program Quick Wins ini dibagi ke dalam 3 kegiatan besar, yaitu:

a. Pembenahan sistem kerja dalam rangka efektivitas dan efisiensi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan melakukan:

1) Evaluasi dan penyusunan standar operasional prosedur (SOP) kedua Program Quick Wins,

2) Penyusunan manual standar format dan isi NA RUU,

3) Sosialisasi hasil revisi SOP dan standar format dan isi NA dan draf RUU.

4) Pelaksanaan aktivitas sesuai dengan rencana dan jadwal kerja.

5) Penyelesaian Quick Wins sesuai target dalam jadwal kerja,

6) Pelaksanaan uji coba penyusunan NA dan RUU sesuai dengan pedoman dan SOP. dan

7) Pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Quick Wins, akan dilaksanakan pada bulan November 2016.

b. Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM)

Kegiatan yang dilakukan dalam penguatan SDM antara lain pemberian beberapa pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi pemangku kepentingan yang terlibat dalam kegiatan Quick Wins.

c. Penguatan Pendukung

Kegiatan yang dilakukan berupa pengadaan Personal Computer (PC),

Laptop, tape recorder, Alat Rumah Tangga Kantor (ARTK) pengadaan jaringan

75

Capaian Quick Wins Penyusunan Naskah Akademik dan Rancangan

Undang-Undang dapat digambarkan sebagai berikut:

a. Evaluasi dan Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP)

Evaluasi dan penyusunan SOP dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Agustus 2016. Evaluasi dilakukan terhadap SOP tentang Penyusunan NA dan RUU Usul DPR RI di tahun 2010 oleh Deputi Perundang-undangan yang kemudian ditetapkan dengan Keputusan Sekretaris Jenderal DPR RI Nomor 911/SEKJEN/2010. SOP ini masih mengacu kepada struktur organisasi yang lama di bawah Deputi Perundang-undangan dengan 2 (dua) biro PUU, yaitu SOP tentang penyusunan NA RUU bidang Polhukhamkesra dan Ekkuindag.

Berdasarkan evaluasi terhadap SOP tahun 2010 tersebut telah disempurnakan SOP dan disusun SOP yang belum ada sehingga menjadi 9 (sembilan)SOP yaitu:

1) SOP Pembentukan Tim atas Permintaan NA dan RUU 2) SOP Penyusunan NA dan RUU

3) SOP Pengumpulan Data Penyusunan NA dan RUU

4) SOP Diskusi Pakar/ Narasumber dalam Penyusunan NA dan RUU 5) SOP Uji Konsep NA dan RUU

6) SOP dalam Harmonisasi, Pembulatan, dan Pemantapan Konsepsi RUU usul inisiatif DPR RI di Badan Legislasi

7) SOP Pendampingan Perumusan/Penyusunan NA dan RUU di AKD

8) SOP Pendampingan di Alat Kelengkapan DPR dalam Pembahasan RUU dengan Pemerintah

9) SOP Pendokumentasian Hasil Kerja

SOP-SOP ini mengatur lebih rinci mengenai alur penyusunan NA dan RUU. Pelaksanaan pekerjaan dimulai dengan pembentukan tim, dilanjutkan dengan, pengumpulan data lapangan, penyusunan NA dan RUU, diskusi dengan pakar/narasumber, uji konsep hasil penyusunan NA dan RUU tersebut, hingga pendampingan di alat kelengkapan dewan (AKD) dalam perumusan/penyusunan NA dan RUU di AKD, harmonisasi, dan pembahasan RUU dengan Pemerintah.

SOP ini telah memberi standar tenggat waktu sehingga akan terwujud konsistensi pada setiap kegiatan yang akan dilakukan. Sehingga diharapkan dengan adanya SOP ini pelaksanaan penyusunan NA dan draf RUU tidak lagi diselesaikan dalam jangka waktu yang berbeda-beda di masing-masing RUU dan tidak lagi berdasarkan permintaan dari Pimpinan alat kelengkapan Dewan yang terkadang sangat singkat, dengan demikian hasil NA dan draf RUU akan memenuhi standar dan berkualitas.

76

Kesembilan SOP tersebut telah diserahkan kepada bagian Ortala pada tanggal 23 Agustus 2016 untuk dilakukan penyempurnaan. Dari 9 SOP, sebanyak 5 (lima) SOP telah di-review dan dibahas oleh bagian Ortala bersama tim kerja Pusat PUU pada tanggal 24 Agustus 2016. Review SOP yang dilakukan Ortala meliputi:

a. penyederhanaan alur mekanisme kerja; b. perbaikan mekanisme kerja;

c. keterkaitan antar SOP; d. penyempurnaan bahasa;

Bagian Ortala merekomendasikan untuk membuat SOP terpisah antara output kerja Perancang Undang-Undang dan Pertanggungjawaban Tata Usaha (Administrasi) yaitu SOP Laporan Pertanggungjawaban Keuangan Pengumpulan Data dan Uji Konsep Penyusunan NA dan RUU. Review akan dilanjutkan dengan agenda pembahasan 4 SOP tersisa ditambah 1 (satu) SOP Laporan Pertanggungjawaban Tata Usaha (adminstrasi) pada tanggal 14 September 2016.

b. Penyusunan Pedoman Penyusunan NA

Pedoman/manual standar format penyusunan NA dan RUU yang disusun merupakan penyesuaian dari pedoman format penyusunan NA dan RUU yang berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 menjadi pedoman format penyusunan NA dan RUU yang berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 serta penyempurnaan dari mekanisme yang telah dilaksanakan.

Penyusunan pedoman ini diperlukan untuk menyamakan pemahaman mengenai sistematika dan susbstansi Naskah Akademik RUU dan menjamin penympurnaan atau peningkatan kualitas NA. Pedoman penyusunan NA menguraikan dengan bahasa yang mudah dimengerti mengenai isi dari suatu NA RUU.

Pada saat ini, pedoman penyusunan NA sampai pada tahap pengeditan dan penghalusan kalimat. Langkah selanjutnya adalah penerbitan dalam bentuk buku dan sosialisasi.

Walaupun pedoman ini belum selesai, namun praktek penyusunan NA sudah disesuaikan dengan pedoman yang baru, sehingga secara tidak langsung telah dilakukan sosialisasi secara langsung dalam praktek penyusunan NA dan RUU.

Beberapa substansi penting dalam pedoman ini adalah disamping menjelaskan lebih rinci dan sederhana mengenai isi NA, juga dilengkapi dengan lampiran yaitu instrument-instrumen pendukung seperti uraian singkat mengenai metode penelitian hukum, instrument Regulatory Impact Assesment, Regulatory

77

Cost and Benefit Analysis, dan metode ROCCIPI (Rule, Opportunity, Capacity

Communication,Interest, Process, Ideology)

c. Peningkatan Kapasitas Pejabat Fungsional Perancang Undang-Undang Kegiatan yang dilakukan dalam penguatan SDM antara lain melalui pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi perancang undang-undang. Pendidikan dan pelatihan ini dilakukan untuk meningkatkan kompetensi pegawai di Pusat PUU dengan telah diikutkan dalam berbagai diklat. Diklat-diklat tersebut dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan September 2016 yaitu:

Tabel 14

Pelatihan untuk Peningkatan Kompetensi di Pusat Perancangan Undang-Undang

NO NAMA DIKLAT/SEMINAR/ WORKSHOP TEMPAT DAN TANGGAL PENYELENGGARA

1. Seminar Comparative Legislative Drafting Process – The UK and Indonesian System

Hotel Sultan pada tanggal

24 Februari 2016 Westminster Foundation dan Pusat PUU BKD 2. Workshop Penelitian Hukum dan

Roccipi Hotel Santika BSD pada tanggal 11-12 Maret 2016 Westminster Foundation dan Pusat PUU BKD 3. Workshop Penelitian Hukum dan

Roccipi Hotel Grand Zuri BSD pada tanggal 18-19 Maret 2016

Westminster Foundation dan Pusat PUU BKD 4. Seminar Nasional Penguatan

BKD dalam Rangka Percepatan Reformasi DPR RI BKD I

Ruang KK II DPR RI pada

tanggal 28 April 2016 BKD DPR RI

5. Seminar Nasional Peningkatan

Kapasitas Perancang Hotel Royal Kuningan pada tanggal 11 – 12 Agustus 2016

Pusat PUU BKD DPR RI

dan Ditjen PP

Kemenkumham 6. Workshop 71 Tahun DPR RI dan

Kinerjanya Ruang Rapat MKD pada tanggal 25 Agustus 2016 Pusat Penelitian BKD DPR RI 9. Diklat Bahasa Indonesia Park Hotel Jakarta pada

tanggal 4 Agustus 2016 Pusdiklat Setjen DPR RI 10. International Symposium

Perbandingan Pembentukan Undang-Undang di Beberapa Negara di Dunia

Hotel Bidakara Jakarta pada tanggal 22 Agustus 2016

Ditjen PP Kemenkumham

11. Diklat Presentasi yang Efektif Ruang Belajar Pusdiklat Nusantara I pada tanggal 22 – 25 Agustus 2016

Pusdiklat Setjen DPR RI

12. Seminar Nasional tentang

Terorisme (Pansus Terorisme) Ruang rapat KK II DPR RI Pansus Terorisme DPR RI 13. Seminar Sosialisai Layanan

78

NO NAMA DIKLAT/SEMINAR/ WORKSHOP TEMPAT DAN TANGGAL PENYELENGGARA

pada tanggal 31 Maret 2016

14. Seminar Evaluasi Sistem Ketenagajerjaan Pemerintahan Jokowi-JK Dalam Menghadapi Persaingan Global Ekonomi Sesuai dengan UUD NRI Tahun 1945 Pasal 27

Aula Serba Guna Pustaka Loka Gedung Nusantara IV pada tanggal 24 Maret 2016

Komisi IX DPR RI

15. Seminar Nasional Evaluasi dan Pembaharuan Hukum Pidana Nasional

Nusantara IV pada tanggal

23 – 24 Agustus 2016 Komisi III DPR RI 16. Seminar Kesehatan Kerja Ruang Pansus B DPR RI

pada tanggal 4 Maret 2016 Pusdiklat Setjen DPR RI 17. Seminar Penanggulangan Stres Ruang Pansus B DPR RI

pada bulan Maret 2016 Pusdiklat Setjen DPR RI 18. Workshop on Development

Effectiveness to Implement The SDGs

Operational Room DPR RI pada tanggal 30-31 Agustus 2016

DPR RI

d. Penguatan Sarana dan Prasarana Pendukung

Sesuai hasil rapat website tertanggal 27 Juli 2016, saat ini sedang dalam penyusunan website PUU yang menjadi satu kesatuan dengan Website Badan Keahlian DPR RI. Namun kegiatan ini masih dalam proses untuk disesuaikan dengan pembentukan website Badan Keahlian DPR RI. Sedangkan sarana prasarana pendukung seperti computer belum dilaksanakan selama kegiatan quick wins ini.

Kegiatan yang masih akan dilanjutkan pada tahun 2017 adalah sebagai berikut: a. Penyelesaian Pedoman Penyusunan Naskah Akademik.

b. Penyelesaian SOP Penyusunan NA dan RUU. c. Penerapan Pedoman dan SOP

1) RUU tentang Kehutanan. 2) RUU tentang Perikanan.

3) RUU tentang Otoritas Jasa Keuangan. 4) RUU tentang Persandian.

d. Pembuatan Website PUU e. Evaluasi dan Monitoring.

79

Dalam dokumen LAPORAN PELAKSANAAN REFORMASI BIROKRASI (Halaman 72-79)

Dokumen terkait