1
apaian pelaksanaan Reformasi Birokrasi 2010-2014 telah berhasil melakukan transformasi kelembagaan yang ditandai dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2015 tentang Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI (Setjen dan BK DPR RI). Babak baru dalam mengoptimalkan peran dan dukungan kepada Dewan tercermin dalam Organisasi baru yang difokuskan pada penguatan dan penajaman fungsi serta membangun budaya baru seiring dengan tuntutan dinamika lembaga DPR.
Sebagai sistem pendukung DPR RI sebagaimana diamanatkan di dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, maka Setjen dan BK DPR RI melalui Reformasi Birokrasi berbenah diri dalam memberikan peran sertanya mendukung terwujudnya parlemen modern yang merupakan tujuan DPR RI periode 2015 – 2019. DPR yang modern sebagaimana terdapat dalam Rencana Strategis DPR RI 2015-2019 merupakan parlemen yang menjalankan fungsi representasi, legislasi, anggaran dan pengawasan, DPR yang membawa aspirasi publik, DPR yang membuka ruang seluas-luasnya untuk partisipasi publik, DPR yang mudah diakses, terbuka, dan transparan, dan DPR yang mampu memanfaatkan teknologi informasi digital untuk menjangkau publik lebih luas dan memudahkan pekerjaan.
C
BAB I
PENDAHULUAN
2
Gambar 1.1 DPR Modern
Road map reformasi birokrasi Setjen dan BK DPR RI tahun 2015-2019 disusun untuk mendukung terwujudnya DPR Modern. Sebagaimana yang telah ditetapkan dengan Keputusan Sekretaris jenderal DPR RI Nomor 550/SEKJEN/2016 tentang Road Map Reformasi Birokrasi Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI. Dalam road map tersebut, telah disusun kegiatan berdasarkan area perubahan reformasi birokrasi sebagaimana yang telah ditetapkan pemerintah melalui Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 11 Tahun 2015 tentang Road Map Reformasi Birokrasi 2015-2019.
Adapun kegiatan reformasi birokrasi sebagai yang tertuang dalam road map Sekjen dan BK DPR RI Tahun 2015-2019 adalah sebagai berikut:
Tabel 1
Kegiatan Reformasi Birokrasi pada Tingkat Mikro di Setjen dan BK DPR RI
AREA PERUBAHAN KEGIATAN
a. Manajemen Perubahan a. Pengembangan nilai-nilai religious, akuntabel, professional, dan integritas atau RAPI yang dianut oleh seluruh pegawai; dan
b. Pembentukan agen perubahanyang dapat mendorong
terjadinyaperubahan pola 2urve.
b. Penguatan
Pengawasan a. Pembangunan unit kerja untukmemperoleh predikat menuju WBK/WBBM;
b. Pelaksanaan pengendalianGratifikasi;
c. Implementasi whistleblowingsystem;
d. Penerapan penanganan benturan kepentingan;
e. Pembangunan SPIP di lingkunganunit kerja;
f. Pengelolaan Pelaporan LHKSAN;
3
AREA PERUBAHAN KEGIATAN
tahun 2019; dan
h. Survey Maturity Level SPIP.
c. Penguatan
Akuntabilitas Kinerja a. Pembangunan/pengembangan teknologi informasi dalam manajemen kinerja; dan
b. Pembangunan SAKIP untuk mencapai sasaran penilaian LAKIP
“A” pada tahun 2019.
d. Penguatan
Kelembagaan Evaluasi dan restrukturisasi kelembagaan ASN di masing-masing K/L dan Pemda
e. Penguatan Tatalaksana a. Perluasan penerapan e-government yang terintegrasi dalam penyelenggaraan pemberian dukungan lepada DPR;
b. Penerapan efisiensi penyelenggaraan pemberian dukungan
kepada DPR;
c. Implementasi Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik;
dan
d. Penerapan sistem kearsipan yang handal.
f. Penguatan Sistem Manajemen SDM Aparatur
a. Perbaikan berkelanjutan system perencanaan kebutuhan
pegawai ASN di Setjen dan BK DPR RI;
b. Perumusan dan penetapan kebijakan sistem rekruitmen dan
seleksi secara transparan dan berbasis kompetensi di Setjen dan BK DPR RI;
c. Perumusan dan penetapan kebijakan sistem promosi secara
terbuka di Setjen dan BK DPR RI;
d. kebijakan pemanfaatan assessment center;
e. Perumusan dan penetapan kebijakan penilaian kinerja pegawai di Setjen dan BK DPR RI;
f. Perumusan dan penetapan kebijakan reward andpunishment
berbasis kinerja di Setjen dan BK DPR RI;
g. Pembangunan/pengembangan sistem informasi ASN di Setjen
dan BK DPR RI;
h. Perumusan dan penetapan kebijakan sistem pengkaderan
pegawai ASN di Setjen dan BK DPR RI;
i. Perumusan dan penetapan kebijakan
pemanfaatan/pengembangan data base profil kompetensi calon dan pejabat tinggi ASN di Setjen dan BK DPR RI;
j. Perumusan dan penetapan kebijakan pengendalian kualitas
diklat di Setjen dan BK DPR RI;
k. Penerapan sistem promosi secara terbuka, kompetitif, dan
berbasis kompetensi didukung oleh makin efektifnya pengawasan oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN);
l. Menyusun dan menetapkan pola karier pegawai Setjen dan BK
DPR RI;
m. Pengukuran gap competency antara pemangku jabatan dan
syarat kompetensi jabatan; dan
n. Penguatan sistem dan kualitas pendidikan dan pelatihan untuk mendukung kinerja.
4
AREA PERUBAHAN KEGIATAN
g. Penguatan Peraturan Perundang-undangan
a. Evaluasi secara berkala berbagai peraturan
perundang-undangan yang sedang diberlakukan;
b. Menyempurnakan/mengubah berbagai peraturan
perundang-undangan yang dipandang tidak relevan lagi, 4urvey4 tindih, atau disharmonis dengan peraturan perundang-undangan lain;
c. Melakukan deregulasi untuk memangkas peraturan
perundang-undangan yang dipandang menghambat pelayanan;
h. Peningkatan Kualitas
Pelayanan Publik a.b. Pengembangan Maklumat Pelayanan; dan Meningkatkan standar pelayanan.
i. Quick Wins a. Percepatan penyusunan Naskah Akademik (NA) dan Draft RUU sesuai Prioritas Prolegnas
b. Pengembangan Sistem Informasi Legislasi (SILEG)
Reformasi Birokrasi pada hakekatnya adalah untuk melakukan perubahan sikap dan mental aparatur negara dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan secara akuntabel, profesional, dan transparan.
Sedangkan road map adalah instrumen yang digunakan untuk mewujudkan sikap akuntabel, profesional, dan
transparan. Oleh karena itu, untuk mencapai suatu perubahan yang diharapkan maka dalam setiap prosesnya perlu dievaluasi dan dilaporkan perkembangannya. Sebagai bentuk pertanggungjawaban publik, maka perlu disampaikan laporan pelaksanaan RB yang telah dilakukan pada tahun 2016.
Tujuan penyusunan laporan ini adalah untuk mengukur tingkat capaian organisasi dalam pelaksanaan RB sesuai dengan road map yang ditetapkan. Selain itu, juga untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi oleh setiap area perubahan dan penyesuaian-penyesuaian yang telah dilakukan. Laporan RB ini selanjutnya akan menjadi tolak ukur terciptanya good governance di Setjen dan BK DPR RI dan dapat menggambarkan perubahan-perubahan yang terjadi secara bertahap dan berkelanjutan serta terukur sesuai dengan rencana aksi yang telah ditetapkan dalam road map. Selain itu, laporan pelaksanaan RB ini juga merupakan dokumen untuk mendukung Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB) yang akan dilaksanakan sekitar bulan Maret 2017. Hasil PMPRB ini nantinya akan dievaluasi KemPAN RB yang hasilnya akan menentukan nilai kinerja organisasi Setjen dan BK DPR RI.
Laporan RB disusun dengan sistematika sebagai berikut:
Bab I Pendahuluan
Bab II Rencana Aksi
Bab III Capaian Reformasi Birokrasi
5
alam menyusun Rencana Aksi Reformasi Birokrasi Setjen dan BK DPR RI Tahun 2015- 2019 senantiasa mendasarkan kepada arahan pemerintah secara umum sebagaimana terdapat Peraturan Menteri PANRB No. 11 Tahun 2015 tentang Road Map Reformasi Birokrasi Tahun 2015-2019. Selain itu, dalam menyusun Agenda Reformasi juga memperhatikan kegiatan sebagaimana sudah ditetapkan dalam Renstra Setjen dan BK DPR RI DPR RI 2015-2019.
A. Rencana Aksi Tahun 2015-2019
Berdasarkan Road Map Reformasi Birokrasi Setjen dan BK DPR RI yang telah ditetapkan dalam Keputusan Sekjen DPR RI Nomor 550/SEKJEN/2016 tentang Road Map
Reformasi Birokrasi Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Tahun 2015-2019, Setjen dan BK DPR RI menyusun rencana aksi program reformasi birokrasi yang akan dilaksanakan pada tahun 2016-2019.
1. Manajemen Perubahan
Hal utama yang mendapatkan perhatian pada progam manajemen perubahan adalah bagaimana menjaga komitmen pimpinan dan perluasan media sosialisasi reformasi birokrasi. Secara khusus terkait dengan perubahan pola 5urve dan budaya kinerja (mental aparatur) adalah melakukan konseptualisasi atas pola 5urve organisasi, mengoptimalkan peran agen perubahan dalam dalam meningkatkan kinerja organisasi dan pemantapan nilai-nilai budaya unggul RAPI agar terinternalisasi secara baik ke seluruh pegawai. Begitu juga harus diketahui pengetahuan, pemahaman dan
D
BAB II
RENCANA AKSI
6
pelaksanaan refromasi birokrasi di antara seluruh pegawai termasuk semangat reformasi birokrasi ke depan.
Hal yang tak kalah penting untuk dilakukan adalah mengetahui sejauh mana pemangku utama (DPR RI) merasakan puas terhadap kinerja Setjen dan BK DPR RI. Untuk itu perlu adanya 6urvey kepuasan DPR RI terhadap kinerja Setjen dan BK DPR RI yang dilakukan setiap tahun. Kegiatan ini sejalan dengan penetapan sasaran kinerja yang ditetapkan dalam Renstra Setjen dan BK DPR RI DPR RI 2016-2019.
Selanjutnya, Rencana Aksi area manajemen perubahan yang akan dilakukan Setjen dan BK DPR RI DPR RI 2016-2019 adalah sebagai berikut:
Tabel 2
Rencana Aksi Area Manajemen Perubahan 2016-2019
URAIAN KEGIATAN SUB KEGIATAN OUTPUT WAKTU PELAKSANAAN
2016 2017 2018 2019
1. Pembentukan Tim Reformasi Birokrasi.
Pembentukan Tim Reformasi. Keputusan Sekjen tentang Pembentukan
Tim RB X X X X
Penetapan Rencana Kerja
Tim RBI. Keputusan tentang Rencana Kerja TIM RB X X X X
Monitoring, evaluasi dan
tindaklanjut. Laporan monitoring X X X X
2. Penyusunan Road Map
Penyusunan dan Penetapan Road Map yang memuat 8 area perubahan dan quick win.
Keputusan Sekjen tentang Penetapan Road Map RB Setjen dan BK DPR RI 2015-2019
X Pelibatan seluruh unit
organisasi dalam penyusunan Road Map.
Laporan Kegiatan
Penyusunan Road Map X Sosialisasi dan internalisasi
Road Map kepada seluruh anggota organisasi. Laporan Kegiatan Sosialisasi Kepada Pegawai X 3. Pemantauan dan Evaluasi.
Pengorganisasian PMPRB. Keputusan Sekjen tentang Pembentukan
Tim PMPRB X X X X
Sosialisasi PMPRB. Laporan Kegiatan Sosialisasi PMPRB X X X X Pelatihan Assessor. Laporan Kegiatan Diklat Assessor RB X X X X PembentukanTim PMPRB. Keputusan Sekjen tentang Pembentukan Tim PMPRB X X X X Penyusunan Pedoman Mekanisme Kerja PMPRB (termasuk pengaturan tentang riviu kertas kerja).
Keputusan Sekjen tentang Pedoman
Mekanisme Kerja PMPRB X X X X
Rencana Aksi dan Tindak
Lanjut. Laporan Rencana Aksi dan Tindak Lanjut X X X X
7
URAIAN KEGIATAN SUB KEGIATAN OUTPUT WAKTU PELAKSANAAN
2016 2017 2018 2019
Pikir dan Budaya
Kinerja. yang dipimpin oleh pimpinan tertinggi. (Melanjutkan kegiatan Raboan)
Raboan
Pengembangan kepemimpinan untuk perubahan kepada semua pejabat struktural.
(Melanjutkan program diklat Leadership and Management)
Laporan Kegiatan Diklat Leadership and
Management X X X X
Sosialisasi mengenai langkah-langkah reformasi birokrasi yang sedang dilakukan.
(Dilaksanakan secara periodik minimal enam bulan sekali) Laporan Kegiatan Sosialisasi X X X X Sosialisasi dengan memanfaatkan media komunikasi cetak seperti banner, poster, booklet atau buku saku.
(Melaksanakan updating setiap ada informasi baru)
Media Komunikasi Cetak
X X X X Sosialisasi dengan memanfaatkan media IT seperti website @portal.dpr.go.id. (Melaksanakan updating setiap adai nformasi baru)
Media IT X X X X
Pembentukan Agen Perubahan
(Sudah dilakukan melalui Keputusan Sekjen Nomor 1228/SEKJEN/2015 tentang Penetapan Pedoman Pembentukan Agen
Perubahan Setjen dan Badan Keahlian DPR RI) Pelaksanaan Keputusan Sekjen Nomor 1228/SEKJEN/2015 tentang Penetapan Pedoman Pembentukan Agen Perubahan Setjen dan Badan Keahlian DPR RI
(Laporan Pembentukan Agen Perubahan)
X X X X
Pengembangan kapasitas agen perubahan melalui berbagai pelatihan, misalnya pelatihan agen perubahan, ceramah implementasi RAPI, pemberian consulting, coaching and training, serta knowledge sharing.
Kegiatan Diklat X X X X
Penetapan RAPI sebagai
8
URAIAN KEGIATAN SUB KEGIATAN OUTPUT WAKTU PELAKSANAAN
2016 2017 2018 2019
SEN/202 tentang Kode Etik Pegawai Negeri Sipil Sekretariat Jenderal DPR RI).
Pencanangan budaya kerja positif.
Laporan Pelaksanaan Kegiatan Pencanangan
Budaya Kerja Positif. X
Penegakan kode etik dan kode perilaku.
Revisi Persekjen tentang Pembentukan, Susunan, Tugas dan Tata Beracara Majelis Kode Etik Pegawai Negeri Sipil Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia) X Pelaksanaan penegakan kode etik dan kode perilaku X X X X Penanganan konflik kepentingan. Laporan Kegiatan Pelaksanaan Penerapan Persekjen No.8 Tahun 2015 tentang Pedoman Penanganan Benturan Kepentingan di Sekretariat Jenderal DPR RI X X X X Pengelolaan laporan
kekayaan pegawai. Laporan Kegiatan Pelaksanaan LHKPN dan
LHKASN X X X X
Pelaksanaan sistem whistleblowing
Laporan Kegiatan Pelaksanaan Penerapan Persekjen No.9 Tahun 2015 tentang
whistleblower system)
X X X X
Penanganan gratifikasi dan
transparansi Tersusunnya Pedoman Penanganan Gratifikasi
dan Transparansi X
Laporan Kegiatan Penanganan Gratifikasi
dan Transparansi X X X X
Survei internal RAPI kepada seluruh pegawai yang ditujukan untuk mengetahui Pengetahuan, Pemahaman, dan Pelaksanaan dalam keseharian di lingkungan kerja
9
URAIAN KEGIATAN SUB KEGIATAN OUTPUT WAKTU PELAKSANAAN
2016 2017 2018 2019
Survei kepuasan pemangku utama (DPR RI) terhadap kinerja Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI.
Laporan Survei Kepuasan X X X X
2. Penguatan Sistem Pengawasan
Dalam Area Penguatan Pengawasan tersebut terdapat 2 (dua) rencana aksi yang akan dilaksanakan oleh Setjen dan BK DPR RI pada tahun 2016-2019 yaitu: a. Peningkatan Penerapan SPIP di lingkungan Setjen dan BK DPR RI. b. Peningkatan Kapabilitas APIP di Lingkungan Setjen dan BK DPR RI
Dalam kerangka penerapan SPIP di lingkungan Setjen dan BK DPR RI, selain melihat terselenggaranya SPIP itu sendiri juga menekankan beberapa indikator lainnya diantaranya penerapan whistleblowing system, penerapan gratifikasi, pembangunan wilayah zona integritas, penanganan pengaduan masyarakat terhadap kinerja Setjen dan BK DPR RI, dan penanganan benturan kepentingan. Sedangkan dalam kerangka peningkatan kapabilitas APIP kegiatan yang dilakukan berupa peningkatan kualitas dan kuantitas auditor serta pembangunan infrastruktur pengawasan.
Selanjutnya, Rencana Aksi area Penguatan Sistem Pengawasan yang akan dilakukan Setjen dan BK DPR RI 2016-2019 adalah sebagai berikut.
Tabel 3
Rencana Aksi Area Penguatan Sistem Pengawasan 2016-2019
URAIAN KEGIATAN SUB KEGIATAN OUTPUT WAKTU PELAKSANAAN
2016 2017 2018 2019
1. Penguatan Sistem Pengawasan
Sosialisasi Surat Keputusan Sekjen No. 1268/SEKJEN/2015 ttg Pedoman SPIP
Kegiatan Sosialisasi X X X X
Membentuk Satgas SPIP Terbentuknya Satgas SPIP X Membuat MOU dengan BPKP MOU dengan BPKP X
Diagnostik asesmen Diagnostik asesmen X
Melakukan penilaian resiko unit kerja baik internal maupun eksternal
Penilaian resiko unit kerja baik internal
maupun eksternal X
Reviu penilaian resiko unit kerja baik internal maupun eksternal
Hasil Reviu penilaian resiko unit kerja baik internal maupun eksternal
X Melakukan kegiatan
pengendalian intern melalui Probity Audit
Kegiatan pengendalian intern melalui Probity
Audit X X
Membangun sistem informasi
10
URAIAN KEGIATAN SUB KEGIATAN OUTPUT WAKTU PELAKSANAAN
2016 2017 2018 2019
kerja atas pelaksanaan SPIP komunikasi dengan unit kerja atas pelaksanaan SPIP
2. penerapan WBS
Revisi peraturan Sekjen No. 9/SEKJEN/2015 ttg WBS
Revisi peraturan Sekjen No. 9/SEKJEN/2015 ttg WBS
X Sosialisasi peraturan Sekjen
No. 9/SEKJEN/2015 ttg WBS Kegiatan sosialisasi X Implementasi Peraturan Sekjen
No. 9/SEKJEN/2015 ttg WBS X
Pemantauan dan evaluasi implementasi peraturan Sekjen
No. 9/SEKJEN/2015 ttg WBS X
Penyusunan aplikasi WBS X
Sosialisasi dan implementasi
aplikasi WBS X
Pemantauan penggunaan
aplikasi WBS X
Evaluasi penggunaan aplikasi
WBS X
3. Penerapan Gratifikasi
Penyusunan konsep peraturan Sekjen ttg Penanganan
Gratifikasi X
Penetapan peraturan Sekjen ttg gratifikasi dan rencana pembentukan Unit Penanganan Gratifikasi (UPG)
X Sosialisasi peraturan Sekjen ttg
penanganan gratifikasi X
Implementasi peraturan Sekjen
ttg penanganan gratifikasi X
4. Pembangunan wilayah zona integritas
pencanangan zona integritas oleh Menpan dan penunjukkan unit kerja yang diusulkan untuk mendapat predikat menuju WBK/WBBM
X Penilaian Mandiri terhadap unit
kerja yang diusulkan X
Pengusulan kepada MenPANRB untuk Unit yang telah WBK untuk menuju WBBM
X Penunjukkan unit kerja baru
yang diusulkan untuk mendapat
predikat menuju WBK/WBBM X
Pengusulan reviu kepada
11
URAIAN KEGIATAN SUB KEGIATAN OUTPUT WAKTU PELAKSANAAN
2016 2017 2018 2019
Penetapan Predikat WBBM
oleh KemenPANRB X
Penilaian Mandiri terhadap unit
kerja yang diusulkan X
Penetapan predikat WBK oleh
Instansi terkait X
Pengusulan reviu kepada
MenPAN RB X
Penetapan predikat WBK oleh
Instansi terkait X 5. Pengaduan Masyarakat terhadap kinerja Sekretariat Jenderal
Penyusunan peraturan Sekjen tentang pengaduan masyarakat terhadap Kinerja Setjen dan BKD DPR RI
peraturan Sekjen tentang pengaduan masyarakat terhadap Kinerja Setjen dan BKD DPR RI
X Sosialisasi Peraturan Sekjen
tentang pengaduan masyarakat terhadap Kinerja Setjen dan BKD DPR RI
Kegiatan sosialisasi X
Implementasi Peraturan Sekjen tentang pengaduan masyarakat terhadap Kinerja Setjen dan BKD DPR RI
Kegiatan implementasi X
Pemantauan dan Evaluasi Peraturan Sekjen tentang pengaduan masyarakat terhadap Kinerja Setjen dan BKD DPR RI Kegiatan pemantauan dan Evaluasi X 6. Penanganan Benturan Kepentingan Sosialisasi SK Sekjen No.8/SEKJEN/2015 ttg
Benturan kepentingan Kegiatan sosialisasi X Implementasi SK Sekjen
No.8/SEKJEN/2015 ttg
Benturan kepentingan Kegiatan implementasi X
Pemantauan dan Evaluasi SK Sekjen No.8/SEKJEN/2015 ttg
Benturan kepentingan Kegiatan Pemantauan X
Revisi SK Sekjen No.8/SEKJEN/2015 ttg
Benturan kepentingan Hasil Revisi X
7. Peningkatan kapabitas APIP
Pengajuan diklat pembentukan
JFA dan diklat perjenjangan Kegiatan Diklat X X X X
Penambahan kuantitas JFA dari internal dan eksternal
kuantitas JFA dari
internal dan eksternal X
12
URAIAN KEGIATAN SUB KEGIATAN OUTPUT WAKTU PELAKSANAAN
2016 2017 2018 2019
PKM/PKS PKM/PKS X X X X
Pendampingan oleh BPKP Kegiatan pendampingan X X X X
Bimtek IACM dan melaksanakan Intern Audit Capability Model (IACM) dan Maturity level 1
Kegiatan Bimtek X
Pelaksanaan Intern Audit Capability Model (IACM) dan Maturity level 2
Kegiatan Intern Audit Capability Model (IACM) dan Maturity level 2
X Pelaksanaan Intern Audit
Capability Model (IACM) dan Maturity level 3
Kegiatan Intern Audit Capability Model (IACM) dan Maturity level 3
X Pelaksanaan Intern Audit
Capability Model (IACM) dan Maturity level 4
Kegiatan Intern Audit Capability Model (IACM) dan Maturity level 4
X
8. Pembangunan Infrastruktur pengawasan
Sosialisasi peraturan Sekjen No. 10/SEKJEN/2015 tentang Standar Pengawasan Intern Inspektorat Utama Sekretariat Janderal DPR RI
Kegiatan Sosialisasi X Implementasi Peraturan Sekjen
No. 10/SEKJEN/2015 tentang Standar Pengawasan Intern Inspektorat Utama Sekretariat Janderal DPR RI
Kegiatan Implementasi X
Pemantauan dan evaluasi implementasi No. 10/SEKJEN/2015 tentang Standar Pengawasan Intern Inspektorat Utama Sekretariat Janderal DPR RI
Kegiatan Pemantauan X
Penyesuaian /revisi SK Sekjen No. 10/SEKJEN/2015 tentang Standar Pengawasan Intern Inspektorat Utama Sekretariat Janderal DPR RI dan penyusunan peraturan Sekjen tentang pedoman reviu, dan sosialisasi peraturan
Hasil Revisi X
Sosialisasi Keputusan Sekjen Nomor 1075/SEKJEN/2015 tentang Penetapan Piagam Pengawasan Internal (Internal Audit Charter) di lingkungan
13
URAIAN KEGIATAN SUB KEGIATAN OUTPUT WAKTU PELAKSANAAN
2016 2017 2018 2019
Inspektorat Utama Sekretariat Jenderal DPR RI
Implementasi Keputusan Sekjen Nomor
1075/SEKJEN/2015 tentang Penetapan Piagam
Pengawasan Internal (Internal Audit Charter) di lingkungan Inspektorat Utama Sekretariat Jenderal DPR RI
Kegiatan Implementasi X
Evaluasi Keputusan Sekjen Nomor 1075/SEKJEN/2015 tentang Penetapan Piagam Pengawasan Internal (Internal Audit Charter) di lingkungan Inspektorat Utama Sekretariat Jenderal DPR RI Kegiatan Evaluasi X Penyesuaian/revisi Keputusan Sekjen Nomor 1075/SEKJEN/2015 tentang Penetapan Piagam
Pengawasan Internal (Internal Audit Charter) di lingkungan Inspektorat Utama Sekretariat Jenderal DPR RI
Hasil Revisi X
Sosialisasi peraturan Sekjen No. 7/SEKJEN/015 tentang Kode Etik Auditor di Lingkungan Setjen DPR RI
Kegiatan Sosialisasi X Pemantauan implementasi
Peraturan Sekjen No. 7/SEKJEN/015 tentang Kode Etik Auditor di Lingkungan Setjen DPR RI
Kegiatan Pemantauan X
Pemantauan dan evaluasi implementasi peraturan Sekjen No. 7/SEKJEN/015 tentang Kode Etik Auditor di Lingkungan Setjen DPR RI
Kegiatan Pemantauan X
Penyesuaian /revisi SK Sekjen No. 7/SEKJEN/015 tentang Kode Etik Auditor di Lingkungan Setjen DPR RI
Hasil Revisi X
Pembuatan SOP kegiatan pengawasan dan Internalisasi
SOP SOP X
Pelaksanaan SOP kegiatan
pengawasan SOP X
14
URAIAN KEGIATAN SUB KEGIATAN OUTPUT WAKTU PELAKSANAAN
2016 2017 2018 2019
pengawasan
Penyesuaian /revisi SOP
kegiatan pengawasan Hasil Revisi X
3. Penguatan Akuntabilitas Kinerja
Untuk mendorong peningkatan akuntabilitas kinerja Setjen dan BK DPR RI perlu dilakukan penguatan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Setjen dan BK DPR RI. Sesuai dengan Perpres Nomor 29 Tahun 2014 tentang SAKIP, penyelenggaraan SAKIP sebagaimana tergambarkan dalam Gambar berikut.
Penyelenggaraan SAKIP
Dalam Area Penguatan Akuntabilitas Kinerja tersebut terdapat 5 (lima) rencana aksi yang akan dilaksanakan oleh Setjen dan BK DPR RI pada tahun 2016-2019 yaitu:
a. Penguatan Sistem Perencanaan Kinerja b. Penguatan Sistem Pengukuran Kinerja c. Penguatan Sistem Pelaporan Kinerja d. Penguatan Sistem Evaluasi Internal
e. Penguatan Sistem Pembangunan/ Pengembangan TI dalam Manajemen Kinerja
Selanjutnya, Rencana Aksi area Penguatan Akuntabilitas Kinerja yang akan dilakukan Setjen dan BK DPR RI 2016-2019 adalah sebagai berikut.
Tabel 4
Rencana Aksi Area Penguatan Akuntabilitas Kinerja 2016-2019
URAIAN KEGIATAN SUB KEGIATAN OUTPUT WAKTU PELAKSANAAN
2016 2017 2018 2019
1. Penguatan
Sistem Perencanaan Kinerja
1. Penyempurnaan Renstra Renstra X
2. Penyempurnaan Rencana Kinerja
Tahunan (RKT) RKT X X X X
3. Penetapan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) RKA X X X X RENCANA STRATEGIS PERJANJIAN KINERJA PENGUKURAN KINERJA PELAPORAN KINERJA
REVIU DAN EVALUASI KINERJA PENGELOLAAN DATA KINERJA
15
URAIAN KEGIATAN SUB KEGIATAN OUTPUT WAKTU PELAKSANAAN
2016 2017 2018 2019
4. Penetapan Rencana Aksi (kinerja dan keuangan) tiap bulan
Laporan kinerja dan
keuangan per bulan X X X X
5. Penerapan Perjanjian
Kinerja (PK) PK X X X X
2. Pengukuran
Kinerja
1. Sistem Penilaian Kinerja
secara berjenjang Penilaian kinerja X X X X
2. Monitoring dan evaluasi
pencapaian kinerja Monev X X X X
3. Penguatan Sistem Pelaporan Kinerja 1. Peningkatan kemampuan pegawai dalam menyusun laporan kinerja Laporan Kinerja X 2. Peningkatan ketepatan waktu penyerahan laporan X X X X 4. Evaluasi Internal 1. Penyusunan pedoman
evaluasi laporan kinerja Evaluasi Kinerja X 2. Pemantauan atas tindak
lanjut hasil evaluasi X X X X
5. Pembangunan/ Pengembangan TI dalam Manajemen Kinerja 1. Penyusunan rencana pembangunan informasi
manajemen kinerja Aplikasi X
2. Pembangunan sistem
database kinerja X
3. Pembangunan sistem
monev kinerja X
4. Penguatan Kelembagaan
Seiring dengan revisi Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (MD3), menjadi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MD3, salah satu perubahan yang membawa dampak signifikan adalah perubahan bentuk hukum lembaga pendukung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang semula ditetapkan dalam Peraturan DPR RI menjadi dalam Peraturan Presiden. Dan pada tanggal 2 Maret 2015 telah ditetapkan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2015 tentang Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.
Sebagai peraturan pelaksanaan atas Peraturan Presiden tersebut maka perlu disusun Peraturan Sekretaris Jenderal tentang Organisasi dan Tata Kerja. Setelah melewati serangkaian proses pembahasan dengan pihak Kemenpan dan RB dengan melibatkan Kementerian Keuangan dan Badan Kepegawaian Negara maka diterbitkan surat persetujuan penataan organisasi dengan Nomor B/3153/M.PAN-RB/09/2015
16
pada tanggal 28 September 2015. Dengan keluarnya surat persetujuan tersebut, maka ditetapkanlah Peraturan Sekretaris Jenderal DPR RI Nomor 6 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI pada tanggal 1 Oktober 2015.
Organisasi merupakan sesuatu yang dinamis. Dengan mempertimbangkan faktor internal maupun faktor eksternal, organisasi senantiasa menuntut untuk dilakukan evaluasi.
Terkait dengan capaian reformasi birokrasi pada area perubahan penguatan kelembagaan, Setjen dan BK DPR RI dihadapkan pada beberapa kondisi yang diindikasikan dapat menghambat pelaksanaan tugas dan fungsi, diantaranya:
a. ketepatan fungsi dan ketepatan ukuran organisasi dilihat dari peraturan tentang organisasi dan tata kerja yang dibuat dengan permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan di lapangan;
b. duplikasi fungsi, tumpang tindih, tambahan tugas dan fungsi organisasi; dan c. kesesuaian struktur dengan peraturan yang diamanatkan dan adaptif dalam
menghadapi perubahan lingkungan strategis.
Harapan dari pemangku kepentingan sebagaimana tuntutan area perubahan penguatan kelembagaan yaitu:
a. meningkatnya ketepatan ukuran, ketepatan fungsi dan sinergisme/ kesinergisan di antara Setjen dan BK DPR RI;
b. menurunnya tumpang tindih tugas dan fungsi antar unit kerja di lingkungan Setjen dan BK DPR RI;
c. meningkatnya kejelasan pembagian kewenangan antara Setjen dan BK DPR RI; dan
d. meningkatnya kinerja aparatur di lingkungan Setjen dan BK DPR RI.
Untuk mendapatkan hasil terwujudnya kelembagaan yang tepat ukuran, tepat fungsi, tidak tumpang tindih dan bersinergi antara Setjen dan BK DPR RI sehingga mampu mendorong upaya perwujudan tata pemerintahan yang baik, maka pada area 4 penguatan kelembagaan terdapat 2 (dua) rencana aksi yang akan dilaksanakan oleh Setjen dan BK DPR RI pada tahun 2016-2019 yaitu:
1. Evaluasi kelembagaan
2. Penataan kelembagaan yang meliputi penyusunan kebijakan penataan organisasi Agenda prioritas pada penguatan kelembagaan di Setjen dan BK DPR RI adalah penataan dan pendampingan dalam menyusun dan mengevaluasi rincian tugas dan fungsi organisasi, yang pada tahun pertama ini difokuskan pada evaluasi unit kerja yang baru dibentuk dan belum dilengkapi dengan pembentukan organ dan alat-alat
17
kerja seperti pedoman di dalam unit kerja tersebut. Setiap tahun kegiatan pendampingan akan dilaksanakan, namun dengan penentuan target objek evaluasi unit kerja yang berbeda.
Selanjutnya, Rencana Aksi area Penguatan Kelembagaan yang akan dilakukan Setjen dan BK DPR RI 2016-2019 adalah sebagai berikut:
Tabel 5
Rencana Aksi Area Penguatan Kelembagaan 2016-2019
URAIAN KEGIATAN SUB KEGIATAN OUTPUT WAKTU PELAKSANAAN
2016 2017 2018 2019
Evaluasi Organisasi
Penyusunan rencana kerja evaluasi organisasi
Laporan Evaluasi
X X X X
Penyusunan instrument
evaluasi organisasi X X X X
Pengumpulan data evaluasi
organisasi X X X X
Pengolahan dan analisis data
evaluasi organisasi X X X X
Laporan evaluasi organisasi X X X X
Penyusunan Kebijakan Penataan Organisasi
Penyusunan Pedoman
Penataan Organisasi Pedoman X
Pembangunan sistem penataan organisasi berbasis teknologi informasi
Aplikasi Sistem
Penataan Organisasi X X
5. Penguatan Tata Laksana
Dalam Area Penguatan Tata Laksana tersebut terdapat 4 (empat) rencana aksi yang akan dilaksanakan oleh Setjen dan BK DPR RI pada tahun 2016-2019 yaitu :
a. Penyusunan Peta Proses Bisnis di Setjen dan BK DPR RI; b. Penyusunan SOP ;
c. Pembangunan/ Pengembangan Aplikasi; dan d. Manajemen Kearsipan Berbasis TIK.
Selanjutnya, Rencana Aksi area Penguatan Tata Laksana yang akan dilakukan Setjen dan BK DPR RI 2016-2019 adalah sebagai berikut:
Tabel 6
Rencana Aksi Area Penguatan Tata Laksana 2016-2019
URAIAN KEGIATAN SUB KEGIATAN OUTPUT WAKTU PELAKSANAAN
2016 2017 2018 2019 1. Penyusunan Peta Proses Bisnis di Setjen DPR Pembentukan Tim Peta Proses Bisnis X
Penyusunan Rencana Kerja X
Pelaksanaan penyusunan peta
proses bisnis X X X X
18
URAIAN KEGIATAN SUB KEGIATAN OUTPUT WAKTU PELAKSANAAN
2016 2017 2018 2019
proses bisnis
2. Penyusunan
SOP
Penyusunan Rencana Kerja
SOP
X
Pelaksanaan penyusunan SOP X X X X
Penetapan hasil penyusunan SOP X X X X
3. Pembangunan/ Pengembangan Aplikasi Pembentukan Tim Pembangunan/Pengembangan Aplikasi Ti m Pengembang an Aplikasi X X X X
Penyusunan Rencana Kerja X X X X
Implementasi
Pembangunan/Pengembangan
Aplikasi Aplikasi X X X X
1. Pembangunan Aplikasi Arsip dan
Museum X X X
2. Pembangunan website Badan
Keahlian X
3. Penerapan dan Evaluasi Aplikasi
SILEG X
4. Pembangunan website ITTAMA
dan Whistleblowing System X
5. Pengembangan Aplikasi Arsip
dan Museum X X
6. Pembangunan Website TV dan
Radio Parlemen X
7. Pembangunan aplikasi e-Paper X
8. Pengembangan website Perpustakaan diintegrasikan
dengan SLIMS X
9. Pembangunan website Biro
KSAP X
10.Integrasi Aplikasi Arsip dan
Museum dengan PPID X
11.Pembangunan aplikasi
e-Repository Institusi X
Penyerahan Aplikasi X X X X
Penyusunan SK penggunaan aplikasi
untuk unit kerja lain yang terkait SK Sekjen X X X X
4. Manajemen
Kearsipan Berbasis TIK
Meng-alihmediakan dokumen
legislasi kedalam bentuk digital Arsip Digital X Meng-alihmediakan dokumen
anggaran kedalam bentuk digital X
Meng-alihmediakan dokumen
pengawasan kedalam bentuk digital X
Meng-alihmediakan personal files
kedalam bentuk digital X
Memasukkan dokumen yang telah
19
URAIAN KEGIATAN SUB KEGIATAN OUTPUT WAKTU PELAKSANAAN
2016 2017 2018 2019
Menambah jenis konten arsip, antara
lain: foto, video, audio X
Launching aplikasi Arsip dan
Museum (ARMUS) untuk publik X
6. Penguatan Sistem Manajemen SDM Aparatur
Rencana aksi Penguatan Sistem Manajemen SDM diarahkan untuk mewujudkan pegawai Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR yang memiliki kompetensi tinggi dibidang tugasnya. Untuk itu perlu dilakukan penilaian terhadap kompetensi yang dimiliki para pegawai melalui pemetaan kompetensi. Dalam area perubahan Penguatan Sistem Manajemen SDM Aparatur terdapat 15 (lima belas) rencana aksi yang akan dilaksanakan oleh Setjen dan BK DPR RI pada tahun 2016-2019 yaitu:
a. Perbaikan berkelanjutan sistem perencanaan kebutuhan pegawai ASN;
b. Perumusan dan penetapan kebijakan sistem rekrutmen dan seleksi secara transparan dan berbasis kompetensi;
c. Perumusan dan penetapan kebijakan sistem promosi secara terbuka, kompetitif, berbasis kompetensi didukung makin efektifnya pengawasan oleh KASN;
d. Perumusan dan penetapan kebijakan pemanfaatan assessment center;
e. Pengukuran gap competency antara pemangku jabatan dan syarat kompetensi jabatan;
f. Perumusan dan penetapan kebijakan pemanfaatan/pengembangan database profil kompetensi calon dan pejabat tinggi ASN ;
g. Menyusun dan menetapkan pola karir termasuk pengkaderan pegawai ASN; h. Perumusan dan penetapan kebijakan pengendalian kualitas diklat;
i. Penguatan sistem dan kualitas pendidikan dan pelatihan untuk mendukung kinerja;
j. Perumusan dan penetapan kebijakan penilaian kinerja pegawai.
k. Perumusan dan penetapan kebijakan reward and punishment berbasis kinerja; l. Pembangunan /pengembangan sistem informasi pegawai ASN;
m. Pembentukan Jabatan Fungsional Transkriptor; n. Penataan Jabatan; dan
o. Pembentukan Manajemen Pegawai Non PNS Setjen DPR.
Selanjutnya, Rencana Aksi Area Penguatan Sistem Managemen SDM Aparatur yang akan dilakukan Setjen dan BK DPR RI 2016-2019 adalah sebagai berikut:
20
Tabel 7
Rencana Aksi Area Penguatan Sistem Manajemen SDM Aparatur 2016-2019
URAIAN
KEGIATAN SUB KEGIATAN OUTPUT
WAKTU PELAKSANAAN 2016 2017 2018 2019 1. Perbaikan berkelanjutan sistem perencanaan kebutuhan pegawai ASN
Menyusun rencana kebutuhan
pegawai Rencana Kebutuhan Pegawai X
Menerapkan rencana kebutuhan pegawai di dalam sistem manajemen ASN
Laporan Pelaksanaan Rencana Kebutuhan
Pegawai X X X X
Monitoring dan evaluasi perencanaan kebutuhan pegawai ASN
Laporan Monitoring dan Evaluasi Perecanaan Kebutuhan Pegawai ASN X X X X 2. Perumusan dan penetapan kebijakan sistem rekrutmen dan seleksi secara transparan dan berbasis kompetensi Melaksanakan system rekrutmen dan seleksi secara transparan dan berbasis kompetensi
Laporan Pelaksanaan Sistem Rekrutmen dan Seleksi Secara Transparan Berbasis Kompetensi
X X X X
Monitoring dan evaluasi system rekrutmen dan seleksi
Laporan Monitoring dan Evaluasi Sistem
Rekrutmen dan Seleksi X X X X
3. Perumusan dan penetapan kebijakan sistem promosi secara terbuka, kompetitif, berbasis kompetensi didukung makin efektifnya pengawasan oleh KASN Mengganti Persetjen DPR RI No 561/Sekjen/2015 tentang Pedoman Tata Cara Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Lingkungan Setjen DPR RI dan Persetjen DPR RI 01A/PER-SEKJEN/2013 tentang Pedoman Pengangkatan Pejabat Eselon I, II, III dan IV Setjen DPR RI dengan peraturan baru terkait system promosi
Peraturan Setjen DPR RI tentang Sistem
Promosi X
Melaksanakan peraturan mengenai sistem promosi secara terbuka berbasis kompetensi
Laporan Pelaksanaan Sistem Promosi Secara Terbuka Berbasis Kompetensi
X X X X
Monitoring dan evaluasi system promosi
Laporan monitoring dan evaluasi system promosi X X X X 4. Perumusan dan penetapan kebijakan pemanfaatan assessment center Merumuskan pedoman pelaksanaan dan pemanfaatan assessment center Pedoman Pelaksanaan dan Pemanfaatan Assessment Center X Melaksanakan assessment
center di dalam manajemen pegawai ASN
Laporan Pelaksanaan
Assessment Center X X X X
Monitoring dan evaluasi pelaksanaan assessment
Laporan Monitoring dan
21
URAIANKEGIATAN SUB KEGIATAN OUTPUT
WAKTU PELAKSANAAN
2016 2017 2018 2019
center di dalam manajemen
pegawai ASN Assessment Center
5. Pengukuran gap competency antara pemangku jabatan dan syarat kompetensi jabatan
Mengukur gap competency pegawai ASN Laporan Hasil Pengukuran Gap Competency pegawai ASN X X X X
Menerapkan hasil rekomendasi tindaklanjut atas hasil
pengukuran gap competency
Laporan Tindaklanjut Pengukuran Gap Competency X X X X 6. Perumusan dan penetapan kebijakan pemanfaatan/ pengembang an database profil kompetensi calon dan pejabat tinggi ASN Mengevaluasi peraturan mengenai database profil
kompetensi Laporan Evaluasi X X X X
Merumuskan kebijakan mengenai pemanfaatan/ pengembangan database profil kompetensi calon dan pejabat tinggi ASN Kebijakan Pemanfaatan/ Pengembangan Database Profil Kompetensi X Melaksanakan pemanfaatan/ pengembangan database profil kompetensi calon dan pejabat tinggi ASN Laporan Pelaksanaan Pemanfaatan/ Pengembangan Database Profil Kompetensi X X X X 7. Menyusun dan menetapkan pola karir termasuk pengkaderan pegawai ASN
Melaksanakan pola karir dan pengkaderan pegawai ASN
Laporan Pelaksanaan Pola Karir Pegawai
ASN X X X X
Monitoring dan evaluasi pelaksanaan pola karir dan pengkaderan pegawai ASN
Laporan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Pola Karir Pegawai ASN X X X X 8. Perumusan dan penetapan kebijakan pengendalian kualitas diklat Merumuskan kebijakan pengendalian kualitas diklat
Kebijakan
Pengendalian Kualitas
Diklat X X X X
Menetapkan kebijakan pengendalian kualitas diklat
Keputusan Setjen tentang Pengendalian Kualitas Diklat X X X X 9. Penguatan sistem dan kualitas pendidikan dan pelatihan untuk mendukung kinerja
Menerapkan sistem diklat sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan
Laporan Pelaksanaan
Sistem Diklat X X X X
Monitoring dan evaluasi pelaksanaan system diklat
Laporan monitoring dan evaluasi pelaksanaan
system diklat X X X X
10. Perumusan dan penetapan
Melaksanakan penilaian kinerja
pegawai Laporan Pelaksanaan Kinerja Pegawai X X X X
22
URAIANKEGIATAN SUB KEGIATAN OUTPUT
WAKTU PELAKSANAAN 2016 2017 2018 2019 kebijakan penilaian kinerja pegawai
pelaksanaan penilaian kinerja
pegawai Evaluasi pelaksanaan penilaian kinerja pegawai 11. Perumusan dan penetapan kebijakan reward and punishment berbasis kinerja Mengganti Persertjen DPR RI No. 2A Tahun 2015
sebagaimana diubah dengan Persetjen DPR RI No. 12 Tahun 2015 dengan menetapkan peraturan baru tentang pemberian tunjangan kinerja dan tunjangan tambahan bagi PNS
Peraturan Setjen DPR RI tentang Pemberian Tunjangan Kinerja dan Tunjangan Tambahan Bagi PNS
X
Melaksanakan kebijakan reward and punishment berbasis kinerja
Laporan Pelaksanaan Kebijakan Reward and Punishment berbasis kinerja
X X X X
Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan reward and punishment
Laporan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Kebijakan Reward and Punishment berbasis kinerja X X X X 12. Pembanguna n /pengembang an sistem informasi pegawai ASN Melaksanakan system informasi pegawai ASN
Laporan Pelaksanaan Sistem Informasi
pegawai ASN X X X X
Monitoring dan evaluasi pelaksanaan system informasi pegawai ASN
Laporan Monitoring dan Evaluasi Sistem
Informasi Pegawai ASN X X X X
13. Pembentukan Jabatan Fungsional Transkriptor
Perumusan Permenpan tentang Jabatan Fungsional Transkriptor Laporan Perumusan Permenpan tentang Jabatan Fungsional Transkriptor X Perumusan Petunjuk Pelaksanaan Permenpan Laporan Perumusan Petunjuk Pelaksanaan Permenpan X X Penetapan Petunjuk Pelaksanaan Permenpan Peraturan Setjen DPR RI tentang Petunjuk Pelaksanaan Permenpan X Pengangkatan Jabatan Fungsional Transkriptor Peraturan Setjen DPR RI tentang Pengangkatan Jabatan Fungsional Transkriptor X X X 14. Penataan Jabatan
Pelaksanaan Analisis Jabatan Laporan Pelaksanaan Analisis jabatan X X X X Pelaksanaan Evaluasi Jabatan Laporan Evaluasi Jabatan X X X X Pelaksanaan Analisis Beban
23
URAIANKEGIATAN SUB KEGIATAN OUTPUT
WAKTU PELAKSANAAN 2016 2017 2018 2019 15. Pembentukan Manajemen Pegawai Non PNS Setjen DPR Penyusunan NA Peraturan DPR tentang Manajemen Pegawai Non PNS Setjen DPR
NA Peraturan DPR tentang Manajemen Pegawai Non PNS Setjen DPR RI
X X X
Penyusunan Draft Peraturan DPR tentang Manajemen Pegawai Non PNS Setjen DPR
Draft Peraturan DPR tentang Manajemen Pegawai Non PNS Setjen DPR X X X Penetapan Peraturan DPR tentang Manajemen Pegawai Non PNS Setjen DPR Peraturan DPR tentang Manajemen Pegawai Non PNS Setjen DPR RI X
7. Penguatan Peraturan Perundang-Undangan
Dalam area perubahan Penguatan Peraturan Perundang-Undangan terdapat 4 (empat) rencana aksi yang akan dilaksanakan oleh Setjen dan BK DPR RI pada tahun 2016-2019 yaitu:
a. Program Pembuatan Peraturan Perundang-Undangan;
b. Penyusunan Pedoman Evaluasi terhadap peraturan perundang-undangan di lingkungan Setjen dan BK DPR RI;
c. Evaluasi terhadap Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Setjen dan BK DPR RI; dan
d. PenataanAdministrasi/Dokumentasi/Sosialisasi Peraturan Perundang - Undangan.
Selanjutnya, Rencana Aksi area Penataan Peraturan Perundang-Undangan yang akan dilakukan Setjen dan BK DPR RI 2016-2019 adalah sebagai berikut:
Tabel 8
Rencana Aksi Area Penguatan Peraturan Perundang-undangan 2016-2019
URAIAN KEGIATAN SUB KEGIATAN OUTPUT WAKTU PELAKSANAAN
2016 2017 2018 2019 1. Penyusunan program Pembentukan Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Setjen DPR RI
Membentuk tim inter unit kerja X
Identifikasi kebutuhan peraturan X
Menyusun program prioritas pembentukan peraturan
Keputusan Sekjen tentang Penetapan prolegset untuk 5 tahun dan prioritas tahunan
X X X X
Menyusun program
pembentukan peraturan jangka
panjang X X
Penyebarluasan program X X X
24
URAIAN KEGIATAN SUB KEGIATAN OUTPUT WAKTU PELAKSANAAN
2016 2017 2018 2019 2. Penyusunan Pedoman Evaluasi terhadap peraturan perundang-undangan di lingkungan Sekretariat Jenderal DPRI
Membentuk tim inter unit kerja Keputusan Sekjen tentang pembentukan Tim
X Menyusun konsep Pedoman
Evaluasi
Keputusan Sekjen tentang Pedoman
Evaluasi X
Uji konsep Pedoman X
Penyebarluasan PEDOMAN EVALUASI X X 3. Evaluasi terhadap Peraturan Perundang-Undangan di lingkungan Setjen DPR RI yang ada Melanjutkan Identifikasi peraturan sekjen yang mengatur/ kebijakan di masing-masing unit kerja
Hasil Inventarisasi X
Melakukan maping X
Mengevaluasi peraturan Sekjen
yang sudah ada X X X X
4. Penataan sistem administrasi peraturan, pendokumentasian dan informasi peraturan perundang-undangan
Pembentukan tim inter unit Keputusan Sekjen tentang pembentukan
Tim X
Pembuatan aplikasi database
Database peraturan, pendokumentasian dan informasi peraturan perundang-undangan X Entry data X X X Sosialisasi X Evaluasi X
8. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
Dalam area Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik terdapat 4 (empat) rencana aksi yang akan dilaksanakan oleh Setjen dan BK DPR RI pada tahun 2015-2019 yaitu: a. Penerapan Pelayanan Publik terintegrasi;
b. Penguatan kualitas Pelayanan Publik;
c. Pembangunan/pengembangan penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan di masing-masing kementerian/lembaga; dan
d. Pembangunan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Selanjutnya, Rencana Aksi area Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik yang akan dilakukan Setjen dan BK DPR RI 2016-2019 adalah sebagai berikut:
25
Tabel 9
Rencana Aksi Area Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik 2016-2019
URAIAN KEGIATAN SUB KEGIATAN OUTPUT WAKTU PELAKSANAAN
2016 2017 2018 2019
1. Penerapan Pelayanan Publik terintegrasi
Evaluasi Penerapan
Pelayanan Publik Satu Atap Review SOP: Layanan informasi pubik, pengaduan masyarakat, penyaluran delegasi masyarakat
X Penyusunan Regulas
Kebijakan Pelayanan Satu Atap
SOP: Layanan informasi pubik, pengaduan masyarakat, penyaluran delegasi masyarakat
X Penetapan Kebijakan
Pelayanan Satu Atap SK Sekjen tentang penetapan SOP: Layanan informasi pubik, pengaduan masyarakat, penyaluran delegasi masyarakat X Penerapan Kebijakan
Pelayanan Satu Atap Layanan satu atap Aplikasi pengaduan masyarakat yang terintegrasi dengan aplikasi LAPOR Terbentuknya Forum Komunikasi Pengelola Pengaduan Masyarakat X X 2. Penguatan kualitas Pelayanan Publik.
Evaluasi standar pelayanan Hasil evaluasi layanan yg ada di tiap unit:
1. Penyediaan Risalah 2. Penyediaan Bahan Rapat 3. Konsep Daftar Pertanyaan Rapat 4. Penyusunan naskah pidato 5. Pendampingan Delegasi 6. Penyusunan Laporan Delegasi Dalam dan Luar Negeri
7. Layanan
Pemberitaan melalui website dan media sosial.
8. Layanan
Pemberitaan melalui Majalah dan Buletin
26
URAIAN KEGIATAN SUB KEGIATAN OUTPUT WAKTU PELAKSANAAN
2016 2017 2018 2019 Parlementaria 9. Layanan Pemberitaan melalui TV Parlemen 10. Konsep naskah
akademik & draft RUU 11. Pemantauan pelaksanaan UU 12. Konsep keterangan tertulis DPR 13. Analisis surat pengaduan masyarakat 14. Penelitian atau pengkajian 15. Pengelolaan jaringan internet 16. Pengelolaan website DPR RI 17. Layanan perpustakaan 18. Layanan kearsipan 19. Analisis audit BPK 20. Analisis APBN 21. Layanan administrasi keuangan 22. Layanan kesehatan 23. Sistem pengamanan Survey kepuasan layanan
informasi publik Hasil Survey X X X X
Penyusunan Standar
Pelayanan Standar Pelayanan X X X X
3. Pembangunan/p engembangan penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan Penguatan pelayanan informasi berbasis teknologi informasi
a. Laporan hasil evaluasi dan inovasi aplikasi
b. Sistem penyiaran digital TV Radio Parlemen c. Inovasi program
siaran digital dan inovasi pemancar luasan siaran melalui satelit.
d. Sistem arsip digital untuk pemberitaan website dan media sosial
e. Terbentuknya
27
URAIAN KEGIATAN SUB KEGIATAN OUTPUT WAKTU PELAKSANAAN
2016 2017 2018 2019
publishing house dan pengelola e-journal dan e-book 4. Pembangunan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Penyusunan Standar
Pelayanan SOP tentang layanan di tiap unit X Penyusunan Maklumat
Pelayanan Maklumat Layanan Publik X
Penetapan Standar Pelayanan dan Maklumat Pelayanan
SK Sekjen tentang Standar layanan di tiap
unit X
Penerapan Standar Pelayanan dan Maklumat Pelayanan
Laporan pertanggung
jawaban layanan publik X X X X
Survey Kepuasan Publik Survey Kepuasan Publik tentang layanan public bebas korupsi dan birokrasi bersih dan melayani
X Penyempurnaan Standar
Pelayanan dan Maklumat Pelayanan
Revisi SOP tentang
layanan di tiap unit X
B. Indikator Keberhasilan.
Semua rencana aksi pada 8 (delapan) area perubahan yang dilakukan oleh Setjen dan BK DPR RI pada tahun 2016-2019 akan diukur keberhasilannya melalui indikator keberhasilan sebagaimana tabel dibawah ini.
Tabel 10 Indikator Keberhasilan
NO AREA PERUBAHAN INDIKATOR KEBERHASILAN
1. Manajemen Perubahan a. perubahan pola pikir dan budaya kinerja (mental aparatur) pada
setiap pegawai melalui pembentukan pola pikir (mind set) dan penerapan budaya organisasi (culture set) yang berorientasi kinerja, efektif, efisien, dan akuntabel yang tertuang dalam budaya unggul yaitu Religius, Akuntabel, Profesional dan Integritas (RAPI).
b. pembentukan dan optimalisasi peran agen perubahan.
2. Penguatan Pengawasan a. peningkatan penerapan SPIP di lingkungan Setjen dan BK DPR
RI.
b. peningkatan peran dan Kapabilitas Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP).
3. Penguatan Akuntabilitas kinerja Peningkatan penilaian kinerja Setjen dan BK DPR RI
mencapai nilai “ A” pada tahun 2019.
4. Penguatan Kelembagaan Organisasi Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian
DPR RI yang tepat ukuran dan fungsi
28
NO AREA PERUBAHAN INDIKATOR KEBERHASILAN
b. Tersusunnya Peta Proses Bisnis; dan c. Manajemen Kearsipan berbasis TIK.
6. Penguatan Sistem Manajemen
SDM Aparatur a. meningkatan kualitas sumber daya manusia dalam memberikan dukungan keahlian dan persidangan; b. Penempatan pegawai dalam jabatan sesuai derngan persyaratan
kompetensinya;
c. Terjadi peningkatan integritas pegawai;
d. terlaksananya identifikasi kelompok pegawai yang potensial (talent pool) untuk kaderisasi kepemimpinan;
e. Terlaksananya pelatihan yang berorientasi pada pengembangan kompetensi;
f. peningkatan kesempatan pengembangan potensi pada semua pegawai; dan
g. peningkatan dukungan prima kepada DPR dengan Quality and Innovation Driven.
7. Penguatan Peraturan
Perundang-undangan
a. pembentukan peraturan perundang-undangan yang terstandarisasi;
b. menurunnya tumpang tindih dalam pembentukan peraturan perundang-undangan;
c. tugas unit kerja di lingkungan Setjen dan BK DPR RI menjadi lebih terarah, teratur dan terencana; dan
d. efektifitas pengelolaan peraturan perundang-undangan di Setjen dan BK DPR RI.
8. Peningkatan Kualitas Pelayanan
Publik a.b. Peningkatan Kualitas pelayanan publik; Terbentuknya standar layanan di semua unit yang melakukan pelayanan publik ; dan
29
A.
CAPAIAN AREA PERUBAHAN
Reformasi Birokrasi Setjen dan BK DPR RI pada periode 2015-2019 fokus kepada 8 area perubahan yang dilaksanakan berdasarkan road map Reformasi Birokrasi Setjen dan BK DPR RI 2015-2019 sebagaimana telah ditetapkan dengan Keputusan Sekretaris Jenderal
1.
Manajemen Perubahan
Hal utama yang mendapatkan perhatian pada program manajemen perubahan adalah bagaimana menjaga komitmen pimpinan dan perluasan media sosialisasi reformasi birokrasi. Hal ini ditandai dengan keterlibatan Pimpinan Tinggi Madya dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan Reformasi Birokrasi. Dengan perhatian dan komitmen tersebut maka program manajemen perubahan khususnya perubahan pola pikir dan budaya kinerja (mental aparatur) secara relatif sudah dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan dalam Road Map
Reformasi Birokrasi.
Kegiatan yang terkait dengan perubahan pola pikir dan budaya kinerja (mental aparatur) adalah mengoptimalkan peran role model. Kegiatan utama sepanjang tahun 2016 adalah melakukan sosialisasi RAPI dan internalisasi melalui penerapan di lingkungan kerja. Kebiasaan yang mulai terbangun adalah kegiatan berdoa sebelum melakukan kegiatan-kegiatan di lingkungan kerja masing-masing.
Perubahan pola pikir dan budaya kinerja juga mengoptimalkan peran dari agen perubahan. Agen perubahan yang terbentuk sudah melakukan perannya melalui penyusunan dan pelaksanaan rencana tindak pada lingkungan kerjanya masing-masing.
BAB III
CAPAIAN PELAKSANAAN
REFORMASI BIROKRASI TAHUN 2016
30
Selanjutnya langkah-langkah atau rencana aksi yang telah dilakukan Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI sampai dengan 22 Februari 2017 disajikan pada tabel berikut.
Tabel 11
Capaian Area Manajemen Perubahan Tahun 2016-2017
Langkah-Langkah yang Harus Dilakukan Langkah-Langkah yang Telah Dilakukan
Pembentukan Tim Reformasi Birokrasi.
1. Pembentukan Tim Reformasi Birokrasi Keputusan Sekjen No.291/SEKJEN/2016 tentang Pembentukan Tim Pengarah, Tim Pelaksana, dan Tim Kerja Perumusan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI.
2. Penetapan rencana kerja. Penetapan Rencana Kerja Tim RBI.
3. Monitoring, evaluasi, dan tindaklanjuti. Monitoring, evaluasi dan tindaklanjut dilakukan sepanjang tahun. Penyusunan Road Map.
1. Road Map disusun dan ditetapkan
sebagai dokumen formal. Penyusunan dan Penetapan perubahan dan quick win Road Map(Keputusan Sekjen DPR RI yang memuat 8 area No.550/SEKJEN/2016 tentang Road Map Reformasi Birokrsai Sekjen dan Badan Keahlian DPR RI 2015-2019 dan Keputusan Sekjen DPR RI No.551/SEKJEN/2016 tentang Penetapan Quick Wins Reformasi Birokrsai Sekjen dan Badan Keahlian DPR RI 2015-2019).
2. Pelibatkan seluruh unit organisasi
dalam penyusunan Road Map. Pelibatan seluruh unit organisasi dalam penyusunan Road Map. (Keputusan Sekjen No.291/SEKJEN/2016 tentang Pembentukan Tim Pengarah, Tim Pelaksana, dan Tim Kerja Perumusan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI).
3. Seluruh anggota organisasi mendapatkan sosialisasi dan internalisasi Road Map.
Sosialisasi melalui website dan pencetakan buku Road Map. Pemantauan dan Evaluasi.
1. Pembentukan dan pengorganisasian PMPRB.
Keputusan Sekjen No.535/SEKJEN/2016 tentang Pembentukan Tim Evaluasi Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi di Lingkungan Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI Tahun Anggaran 2016.
2. Sosialisasi PMPRB. Sosialisasi PMPRB telah dilaksanakan melalui kegiatan reboan, website dan banner.
3. Pelatihan Asessor PMPRB . Pelatihan dilakukan melalui diskusi dengan Narasumber dari Kemenpan pada tanggal 16 dan 17 Februari 2016, dan terakhir pada awal Februari 2017.
4. Pembentukan Tim PMPRB. Pembentukan Tim PMPRB (2016 dan 2017). 5. Penyusunan Pedoman Mekanisme
Kerja PMPRB. Dalam proses penyempurnaan Rancangan Persekjen tentang Pedoman Mekanisme Kerja PMPRB. 6. Rencana Aksi dan Tindak Lanjut. Rencana Aksi dan Tindak Lanjut.
Perubahan Pola Pikir dan Budaya Kinerja. 1. Penyelenggaraan pertemuan yang
dipimpin oleh pimpinan tertinggi/ pendelegasian.
Kegiatan reboan. 2. Pengembangan kepemimpinan untuk
31
Langkah-Langkah yang Harus Dilakukan Langkah-Langkah yang Telah Dilakukan
struktural Leadership (16-17 Desember 2016).
3. Sosialisasi mengenai langkah-langkah reformasi birokrasi yang sedang dilakukan.
Sosialisasi melalui website dpr, portal dan acrylic. 4. Sosialisasi dengan memanfaatkan
media komunikasi cetak seperti banner, poster, booklet atau buku saku.
Sudah dilaksanakan melalui pemasangan spanduk, banner acrylic dan pembagian sticker.
5. Sosialisasi dengan memanfaatkan media IT seperti website dpr.go.id dan @portal.dpr.go.id.
Sudah dilaksanakan melalui website dpr dan portal. 6. Penetapan Pedoman Pembentukan
Agen Perubahan.
Keputusan Sekjen Nomor 1228/SEKJEN/2015 tentang Penetapan Pedoman Pembentukan Agen Perubahan Setjen dan Badan Keahlian DPR RI.
7. Pengembangan kapasitas agen perubahan melalui berbagai pelatihan, misalnya pelatihan agen perubahan.
Pelaksanaan workshop pada tanggal 20 April 2016 dan Pelatihan Revolusi Mental pada tanggal 26-27 Agustus 2016. 8. Penegakan kode etik dan kode
perilaku. Penegakan kode etik dan kode perilaku melalui penerapan disiplin pegawai. Dari pemantauan terhadap pelaksanaan jam kerja sampai dengan 31 Desember 2016 terdapat 402 orang yang melakukan pelanggaran disiplin masuk kerja dan ketentuan jam kerja, namun yang telah diproses dan dijatuhkan hukuman disiplin baru 201 orang atau 50 persen.
9. Penanganan konflik kepentingan. Persekjen No.8 Tahun 2015 tentang Pedoman Penanganan Benturan Kepentingan di Sekretariat Jenderal DPR RI Tahun 2016.
10. Pengelolaan laporan kekayaan
pegawai. Pegawai yang sudah mengisi LHKASN sudah mencapai 75,018%. 11. Pelaksanaan sistem whistleblowing. Persekjen No.9 Tahun 2015 tentang Pedoman Sistem Pelaporan Pelanggaran (Whistleblowing System) Tindak Pidana Korupsi di Lingkungan Sekretariat Jenderal.
12. Penanganan gratifikasi dan
transparansi. Persiapan Pembentukan Unit Penanganan Gratifikasi (UPG) yang diawali dengan konsultasi kepada KPK pada tanggal 12 April 2016.
13. Survei internal RAPI yang ditujukan untuk mengetahui Pengetahuan, Pemahaman, dan Pelaksanaan dalam keseharian di lingkungan kerja.
Survei internal RAPI sudah dilaksanakan pada 17 Februari 2017, dengan hasil survei menunjukan bahwa 76 persen mengetahui RAPI, 47 persen memahami RAPI dan 80,6 persen mengamalkan RAPI.
14. Survei kepuasan pemangku utama (DPR RI) terhadap kinerja Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI.
Survei kepuasan pemangku utama (DPR RI) terhadap kinerja Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI sudah dilaksanakan pada Minggu ke-2 Oktober s/d Minggu ke-2 Januari. Hasil survei menunjukkan Indeks Kepuasan Dukungan Setjen sebesar 3,5 dan Indeks Kepuasan Dukungan BK sebesar 3,59 serta total 3,55 untuk Indeks Kepuasan Dukungan Setjen dan BK DPR RI.
Daam rangka perubahan pola pikir dan budaya kerja yang dilaksanakan melalui kegiatan pengembangan kepemimpinan melalui diklat kepemimpinan dan diklat pendukung
32
lainnya. Dalam tabel berikut merupakan diklat kepemimpinan yang dilaksanakan pada tahun 2016.
Tabel 12
Peserta Diklat Kepemimpinan Tahun 2016
NO NAMA DIKLAT NAMA PESERTA JABATAN JUDUL PROYEK PERUBAHAN
1 Diklat Kepemimpinan Tingkat I Angkatan XXXIII Tahun 2016 LAN RI Dra. Damayanti, M.si. Deputi Persidangan
“Pengelolaan Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri Sipil Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI Guna Meningkatkan Kinerja Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI.”
2 Diklat Kepemimpinan Tingkat II Angkatan XLII Kelas C Tahun 2016
Dr. Dewi Barliana
S., M.Psi. Inspektur I “Pola Program Pelatihan Mandiri (PPM) dan E-Learning Sebagai Model Peningkatan Kapabilitas Auditor di Inspektorat Utama Sekretariat Jenderal DPR RI.”
Juliasih, SH., MH. Kepala Biro Hukum dan Pengaduan Masyarakat
“Strategi Pengelolaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Sekretariat Jenderal DPR RI.”
3 Diklat Kepemimpinan
Tingkat III Widiharto, S.H., M.H. Kepala Bagian Sekretariat Badan Legislasi
“Optimalisasi Penyiapan Bahan Rapat Melalui Media Online di Badan Legislasi DPR RI.” Sarilan Putri Kh.,
S.Sos. Kepala Bagian Sekretariat Komisi X
“Aplikasi Kunjungan Kerja dan Hasil Tindak Lanjut Kunjungan Kerja Komisi X DPR RI.” 4 Diklat Kepemimpinan
Tingkat IV Angkatan X Tahun 2016 LAN RI
Iis Muldiyanti,
S.Sos., M.M Kepala Subbagian Rapat, Bag. Set. KSB
“Penyusunan Standar Operasional Prosedur Rapat Pimpinan BKSAP DPR RI”
Saeful Anwar,
S.IP., M.E Kepala Subbagian Teknik Televisi, Bag. Televisi dan Radio Parlemen
“Peningkatan Pelayanan Administrasi Kunjungan Individual Anggota DPR RI pada Sub Bagian Penyiapan Administrasi Bagian Administrasi Kegiatan Luar Negeri Anggota” Tingkat IV Angkatan X
Tahun 2016 Kementerian Sekretariat Negara RI
Intan Pujakesuma,
S.E. Kepala Subbagian TU Sekretaris Jenderal, Bag. TU Pimpinan Setjen
“Pembangunan Aplikasi Administrasi Persuratan di Sekretariat Jenderal DPR RI”
Dalam tabel berikut merupakan gambaran diklat yang mendukung area perubahan mental aparatur.
Tabel 13
Diklat terkait Area Perubahan Mental Aparatur
NO NAMA DIKLAT PESERTA JUMLAH PELAKSANAAN KETERANGAN
1 Diklat Transformational Leadership 23 16-17 Desember 2016 Peserta Diklat ini adalah Pejabat Eselon I dan II 2 Diklat Berbasis Kompetensi 19 7-9 November 2016 Peserta Diklat ini adalah Pejabat Eselon III 3 Diklat Revolusi Mental Eselon III dan IV 40 28-29 Oktober 2016
33
NO NAMA DIKLAT PESERTA JUMLAH PELAKSANAAN KETERANGAN
4 Diklat Peningkatan Motivasi Kerja (Achievement Motivation) 21 4-6 September 2016 Peserta Diklat ini adalah Pejabat Eselon IV 5 Diklat Revolusi Mental Agen Perubahan 24 26-27 Agustus 2016 Peserta Diklat ini adalah Pejabat Eselon III dan IV 6 Workshop Pengembangan Kapasitas Agen Perubahan 13 20 April 2016
Perubahan pola pikir dan budaya kerja terlihat dari penerapan budaya organisasi Setjen dan BK DPR RI. Budaya kerja merupakan roh dari kehidupan suatu organisasi, jika budaya kerja bagus maka organisasinya juga akan bagus, tapi berlaku sebaliknya. Budaya kerja yang diharapkan dalam reformasi birokrasi adalah menjadi birokrasi yang efesien, efektif, produktif, dan profesional. Budaya kerja ini juga diharapkan bisa merubah pola pikir yang belum baik menjadi lebih baik lagi. Untuk mewujudkan budaya kerja yang diharapkan dalam reformasi birokrasi tersebut, Setjen dan BK DPR RI telah menetapkan nilai-nilai dasar bagi pegawai negeri sipil sebagai budaya organisasi yang legalitasnya termuat di dalam Peraturan Sekjen DPR RI Nomor : 03/PER-SEKJEN/2012 tentang Kode Etik Pegawai Negeri Sipil Sekretariat Jenderal DPR RI. Nilai-nilai dasar tersebut adalah Religius, Akuntabilitas, Profesional, dan Integritas yang disingkat menjadi RAPI. RAPI tersebut sangat diharapkan bisa dilaksanakan dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai pegawai negeri sipil. Pada tanggal 17 Januari telah dilaksanakan survey budaya organisasi Setjen dan BK DPR RI dengan melibatkan responden dari berbagai jenis jabatan (jabatan pimpinan tinggi pratama, jabatan administrator, jabatan pengawas, jabatan fungsional, dan jabatan pelaksana) dan berbagai tingkat pendidikan. Dari survey tersebut didapatkan hasil bahwa pegawai negeri sipil Setjen dan BK DPR RI mayoritas sudah mengetahui dan memahami terhadap nilai-nilai dasar PNS sebagai budaya organisasi. Angka 76% tersebut merupakan langkah yang baik bagi organisasi Setjen dan BK DPR RI untuk bisa mewujudkan reformasi birokasi secara menyeluruh.
Nilai-nilai budaya organisasi bukan hanya untuk dibuat dan menjadi slogan dalam organisasi, tapi nilai tersebut harus dilaksanakan dalam menjalankan kehidupan organisasi. Komitmen seluruh pegawai khususnya para pimpinan sebagai pemangku kebijakan sangat diperlukan untuk bisa melaksanakan budaya tersebut. Dalam hal ini Setjen dan BK DPR RI telah membentuk Majelis Kode Etik dan membuat Sanksi Pelanggaran Kode Etik sebagai upaya mewujudkan komitmen yang tinggi untuk melaksanakan RAPI sebagai budaya organisasi. Pelaksanaan budaya tersebut perlu selalu di evaluasi setiap tahunnya. Evaluasi tersebut bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pegawai bisa melaksanakannya. Sedangkan dari survey yang sama, diperoleh hasil bahwa penerapan budaya organisasi pada religius, akuntabilitas, dan integritas mendapatkan nilai lebih dari 3 (tiga), maka pelaksanaan religius, akuntabilitas, dan integritas sudah mencapai kriteria baik, sedangkan professional mendapat nilai 2,97, maka professional hanya mencapai kriteria cukup baik. Jika nilai dilihat