• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISIS HASIL

5.3 Pengujian Antarmuka Perancangan SPPK

Antarmuka (Interface) sangat dibutuhkan pengguna yang memiliki tujuan

untuk membantu menjalankan suatu sistem. Antarmuka (Interface) harus dibuat

dengan kualitas yang baik dan sejelas mungkin guna membantu pengguna dalam

menjalankan atau mengoperasikan fungsi-fungsi yang ada didalam sistem.

Terdapat beberapa kriteria yang harus dipenuhi sebagai User Interface yang baik.

a. User Familiarity , antarmuka (Interface) harus menggunakan terminologi

dan konsep yang menarik dari pengalaman orang yang sering

94

Analisa sistem :

perancangan SPPK pemilihan alat kontrasepsi dengan metode

AHP ini menggunakan bahasa pemograman PHP. Antarmuka

pengguna akan berbentuk halaman web. Perancangan antarmuka

pengguna dibuat semudah mungkin dan tidak dibuat terlalu teknis

pemograman. Perancangan tidak berupa perbandingan berpasangan

agar lebih mudah dipahami oleh pengguna. Pengguna hanya

memasukan skor pada tabel yang sudah disediakan jika ingin melihat

alat yang tepat yang direkomendasikan dari sistem.

b. Consistency , antarmuka (Interface) harus konsisten. Sebisa mungkin

operasi yang sama harus diaktifkan dengan cara yang sama.

Analisa sistem :

Tampilan menu dalam sistem dibuat sama namun memiliki

fungsi yang berbeda. Pengoperasian dapat dilakukan seperti halam web

yang lain yaitu dengan cara mengklik gambar atau tulisan yang telah

disediakan pada sistem.

c. Minimal Surprise , pengguna tidak boleh heran atau terkejut oleh prilaku

sistem.

Analisa sistem :

Pada perancangan SPPK pemilihan alat kontrasepsi dengan

95

yang akan dilakukan sistem setelah mendapat perintah dari

pengunjung. Dalam perancangan antarmuka pada penelitian ini

perintah-perintah dalam sistem memiliki kesamaan dengan web

lainnya. Dalam sistem terdapat menu pilih alat, yaitu menu SPPK.

Setelah pengunjung mengklik menu tersebut, pengunjung telah dapat

memperkirakan cara menggunakan sistem tersebut.

d. Recoverability , antarmuka (Interface) harus menyediakan mekanisme

(fitur-fitur) yang membantu memulihkan pengguna dari kesalahan sistem

(error).

Analisa sistem :

Jika terjadi error pada sistem pengguna dapat mengklik tombol

back untuk kembali ke halaman sebelumnya. Namun hal ini

merupakan pemanfaatan dari browser yang digunakan, dalam

perancangan sistem yang dibuat belum ada fungsi recover bila terjadi

error.

e. User Guidance , antarmuka (Interface) harus memberikan umpan balik

jika terjadi kesalahan dan memberikan fasilitas bantuan yang tanggap

bagi pengguna.

Analisa sistem :

Dalam perancangan SPPK yang akan dibuat ini akan

96

yang diberikan sistem. Pengunjung akan mendapat peringatan dari

sistem jika pengguna tidak memasukan data yang sesuai dengan

ketentuan.

Terdapat Help System pada perancangan ini yang bertujuan

untuk membantu pengguna jika mengalami kesulitan dalam

mengoperasikan sistem. Sistem yang akan dirancang juga

menyediakan panduan langkah demi langkah sehingga dapat

meminimalisir kesalahan.

f. User Diversity , antarmuka (Interface) harus menyediakan fasilitas

interaksi yang tepat untuk berbagai jenis pengguna sistem.

Analisa sistem :

Para pengguna sistem ini terdapat berbagai jenis dari muda

hingga orang tua, sehingga interaksi-interaksi yang diberikan sistem

menggunakan bahasa yang jelas, benar, dan mudah dimengerti. Bentuk

tulisan yang digunakan pada sistem yang akan dirancang ini

97

BAB VI

PENUTUP

Bab ini menjelaskan kesimpulan dari penulisan skripsi ini serta saran

yang bermanfaat bagi semua pihak yang terkait atas pembuatan dan

penelitian sistem pendukung pengambilan keputusan pemilihan alat kontrasepsi

yang sesuai dengan kebutuhan penggunanya.

6.4 Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengujian perancangan sistem pendukung

pengambilan keputusan alat kontrasepsi dapat disimpulkan :

 Perancangan dengan metode AHP ini telah memenuhi 4 aksioma tersebut. Model AHP yang dirancang juga telah memenuhi konsistensi

ratio yaitu CR <= 0.100. Hal ini dibuktikan dengan melakukan

pengecekan nilai konsistensi setiap memasukan skor perbandingan

berpasangan.

 Perancangan basis data untuk sistem pendukung pengambilan keputusan telah memenuhi kriteria basis data yang baik. Perancangan

basis data ini dibuat untuk mengatasi masalah penyusunan data yaitu

inkonsistensi data, data terisolasi, redudansi data, masalah integritas,

masalah kebebasan data dan masalah keamanan data meliputi Integrity,

98

kekurangan yaitu dalam hal masalah keamanan pada fungsi Recovery.

Akan tetapi kekurangan ini dapat diatasi dengan menggunakan fungsi

dari Mysql.

Perancangan antar muka (User Interface) telah memenuhi 5 dari 6 kriteria yaitu User Familiarity, Consistency, Minimal Surprise, User

Guidance, dan User Diversity. Dalam perancangan ini ada kriteria

yang belum terpenuhi yaitu Recoverability. Fungsi Recovery pada

perancangan SPPK ini diatasi dengan menggunakan Undo Facility

yang terdapat pada browser.

6.5 Saran

 Perancangan sistem pendukung pengambilan keputusan ini kemudian bisa diimplementasikan menjadi halaman web dengan menggunakan

bahasa pemograman PHP dan MySQL.

 Selalu memperbaharui alat kontrasepsi sesuai dengan perkembangan zaman.

99

DAFTAR PUSTAKA

Kasim, A. (1988.). Teori Pembuatan Keputusan . Jakarta.

Khoiruddin, A. A. (2008.). Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Kelayakan

Calon Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional dengan Metode Fuzzy Associative Memory. Yogyakarta.

Kristanto, ir.Harianto.(1994).Konsep Dan Perancangan Database.Yogyakarta:Andi.

Kusrini. (2007). Konsep dan Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan. Yogyakarta: Andi.

Revano,Rendhie, Herlambang ,Dwi. Sistem Pendukung Keputusan Untuk

Pembelian Mobil Merek Toyota Menggunakan Analytic Hierarchy Process. STIKOM Surabaya, Surabaya.

Saifuddin A.B. (Editor Ketua), Affandi B., Baharuddin M., Soekir S. 2006. Buku

Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi (ed. 2). Jakarta:Yayasan Bina

Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Setiawan, A. (2007). Perancangan Dan Pembuatan Aplikasi Decision Support

System Pada Departemen Hrd Dan Pembelian Dengan Menggunakan Metode Analytical Hierarcy Process (AHP). Surabaya.

Supranto. (2009). Teknik Pengambilan Keputusan (Edisi Revisi). Jakarta: PT Rinerka Cipta.

Sutanta, E. (2011). Basis Data dalam Tinjauan Konseptual. Yogyakarta:Andi.

Sommerville, I. 2000. User Interface Design Principle,

http://www.ics.uci.edu/~taylor/ICS_52_FQ02/ICS52FQ02-06.pdf,diakses pada tanggal 3 juni 2015.

Turban, E. (1995). Decision Support and Expert Systems : Management Support

System, Fourth Edition. United State: Prentice-Hall,Inc.

Turban Efraim, Jay E. Atoson, Ting-Peng Liang. 2005. Decision Support Systems

Dokumen terkait