KEGIATAN STRATEGIS BIDANG PEMERINTAHAN
NO KEGIATAN PEMOHON
5 Sertifikasi Flash Butt Welding
3.5.5. Pengujian Fasilitas Operasi
a. Pengujian Pertama
Menurut Peraturan Menteri Perhubungan No. 30 Tahun 2011 mengenai Tata Cara Pengujian dan Pemberian Sertifikat Prasarana Perkeretaapian dalam Pasal 5 menyatakan bahwa uji pertama wajib dilakukan untuk prasarana perkeretaapian baru dan prasarana perkeretaapian yang mengalami perubahan spesifikasi teknis. Uji pertama meliputi uji rancang bangun dan uji fungsi.
b. Pengujian Berkala
Uji berkala wajib dilakukan untuk setiap jenis Prasarana Perkeretaapian yang telah dioperasikan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh Menteri dengan melakukan uji fungsi Prasarana Perkeretaapaian.
Laporan Tahunan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Tahun 2016 3 - 15 c. Uji Rancang Bangunan dan Uji Fungsi
Fasilitas pengoperasian kereta api sebagaimana disebutkan pada UU 23 tahun 2007 pasal 59, terdiri dari :
1) Pengujian Rancang Bangun Peralatan Persinyalan, Telekomunikasi dan Instalasi Listrik
Uji Rancang bangun, yaitu memeriksa kesesuaian dokumen terhadap hasil fisik prasarana perkeretaapian. Dokumen tersebut meliputi:
a) Detail desain prasarana perkeretaapian yang telah mendapat persetujuan dari Direktorat Prasarana Perkeretaapian;
b) Spesifikasi teknis prasarana perkeretaapian yang telah mendapat persetujuan dari Direktorat Prasarana Perkeretaapian;
c) Gambar Rencana yang telah mendapat persetujuan dari Direktorat Prasarana Perkeretaapian; dan
d) Gambar hasil pelaksanaan (as built drawing).
2) Pengujian Fungsi Peralatan Persinyalan
Uji fungsi peralatan persinyalan sebagaimana disebutkan pada PM. 30 tahun 2011 pasal 8 butir 4 paling sedikit meliputi uji :
a) Negative Check
Pengujian dilakukan di panel pelayanan meyakinkan suatu rute yang dibentuk kemudian di konflik/kontra dengan rute lain yang berlawanan atau bersinggungan (yang seharusnya tidak dapat dilakukan) untuk memastikan keamanan atas rute yang dibentuk tersebut.
b) Indikasi Pelayanan
Pengujian dilakukan di panel pelayanan untuk meyakinkan fungsi semua indikator di panel pelayanan dengan cara memfungsikan dan menonaktifkan semua fungsi indicator di panel pelayanan dapat beroperasi sesuai dengan fungsinya dan sesuai dengan kondisi di lapangan.
c) Akurasi
Pengujian dilakukan di panel pelayanan untuk menyakinkan proses pembentukan rute dan posisi wesel kereta api terhadap ketepatan posisi peralatan persinyalan untuk amannya suatu rute yang terbentuk.
3 - 16 Laporan Tahunan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Tahun 2016
d) Data Logger
Pengujian dilakukan dengan cara memfungsikan perekaman data operasi PPKA dalam melayani operasi kereta api untuk meyakinkan bahwa peralatan data logger dapat merekam aktifitas pelayanan perjalanan kereta api.
e) Jarak Tampak
Pengujian dilakukan dengan cara visual untuk meyakinkan peraga sinyal, tanda atau marka mampu menunjukkan indikasi aman atau tidak aman dengan jelas dalam segala cuaca terkait jarak dimana masinis masih dapat melihat dengan jelas baik siang maupun malam hari.
f) Sistem Pertanahan
Pengujian dilakukan mengukur tahanan pada peralatan persinyalan dengan menggunakan alat ukur tahanan tanah / earthing tester untuk meyakinkan bahwa tahanan pentanahan sesuai dengan spesifikasi teknik yang ditetapkan.
g) Ruang Bebas
Pengujian dilakukan dengan mengukur jarak antara as rel sampai badan Peraga sinyal baik di sisi kanan atau kiri rel dengan menggunakan meteran untuk meyakinkan terbebasnya jalur kereta api dari rintangan atau gangguan yang dapat mengganggu keselamatan perjalanan kereta api.
3) Pengujian Fungsi Peralatan Telekomunikasi
Uji fungsi peralatan telekomunikasi sebagaimana disebutkan pada PM. 30 tahun 2011 pasal 8 butir 5 paling sedikit meliputi uji :
a) Panggilan Selektif.
Pengujian dilakukan pada konsol dengan cara menggunakan tombol panggil peralatan untuk mengetahui kesesuaian tujuan panggilan yang telah ditetapkan.
Laporan Tahunan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Tahun 2016 3 - 17 b) Kejelasan Informasi/ Suara Yang Diterima.
Pengujian dilakukan dengan cara mendengarkan informasi / suara yang diterima untuk mengetahui kejelasan informasi / suara yang diterima.
c) Perekam Suara
Pengujian dilakukan dengan cara memutar ulang hasil perekam suara untuk meyakinkan bahwa perekam suara sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan.
d) Sistem Pentanahan
Pengujian dilakukan dengan cara mengukur tahanan pada peralatan telekomunikasi dengan menggunakan alat ukur tahanan tanah /
earthing tester untuk meyakinkan bahwa tahanan pentanahan sesuai
dengan spesifikasi teknik yang ditetapkan. e) Sistem Media Transmisi Telekomunikasi
Pengujian dilakukan dengan cara membandingkan kualitas data pada sisi pengirim yang dikirim melalui media transmisi dengan data yang diterima pada sisi penerima.
4) Pengujian Fungsi Instalasi Listrik
Uji fungsi peralatan telekomunikasi sebagaimana disebutkan pada PM. 30 tahun 2011 pasal 8 butir 5 paling sedikit meliputi uji :
a) Stabilitas Sistem Tegangan
Pengujian dilakukan dengan cara mengukur tegangan mengunakan alat volt meter untuk meyakinkan bahwa tegangan yang dihasilkan harus stabil sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan.
b) Sistem Dapat Saling Berhubungan
Pengujian dilakukan secara simulasi dengan memutus salah satu catu daya sesuai denagn spesifikasi teknis yang ditetapkan.
c) Ketingian dan Deviasi Kawat Trolley
Pengujian dilakukan dengan cara mengukur untuk meyakinkan bahwa ketinggian dan deviasi kawat trolley sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan.
3 - 18 Laporan Tahunan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Tahun 2016
d) Keausan Kawat Trolley
Pengujian dilakukan dengan cara mengukur ketebalan trolley untuk meyakinkan bahwa diameter kawat trolley sesuai spesifikasi teknis yang ditetapkan.
e) Tahanan Sistem Pentanahan
Pengujian dilakukan dengan cara mengukur tahanan pada peralatan Instalasi Listrik dengan menggunakan alat ukur tahanan tanah / earthing tester untuk meyakinkan bahwa tahanan pentanahan sesuai dengan spesifikasi teknik yang ditetapkan.
f) Sistem Pengendalian Catu Daya / Supervisory Control and Data
Acquision
Pengujian dilakukan secara simulasi untuk meyakinkan bahwa pengendalian catu daya / SCADA sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan.
g) Isolasi
Pengujian dilakukan dengan cara mengukur isolasi instalasi listrik untuk meyakinkan bahwa isolasi instalasi listrik terpasang sesuai spesifikasi teknis yang ditetapkan.
h) Linking Breaking Device (LBD) / Intertriping
Pengujian dilakukan secara simulasi untuk meyakinkan apabila salah satu catu daya (substation) trip maka catu daya (substation) yang berhubungan akan trip secara otomatis.
i) Ruang Bebas
Pengujian dilakukan dengan mengukur jarak antara as rel sampai badan tiang pole listrik aliran atas di sisi kanan atau kiri rel dengan menggunakan meteran untuk meyakinkan terbebasnya jalur kereta api dari rintangan atau gangguan yang dapat mengganggu keselamatan perjalanan kereta api.
Laporan Tahunan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Tahun 2016 4 - 1