KEGIATAN STRATEGIS BIDANG PEMERINTAHAN
NO KEGIATAN PEMOHON
5 Sertifikasi Flash Butt Welding
4.1. Pembangunan Prasarana Perkeretaapian
4.1.1. Program Pembangunan Kegiatan Strategis Prasarana Jalur Kereta Api
Pembangunan jalur kereta api yang telah dilaksanakan pada tahun anggaran 2016 di wilayah pulau Sumatera, Jawa dan Sulawesi, yaitu:
BAB
4- 2 Laporan Tahunan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Tahun 2016
a. Pembangunan Prasarana Perkeretaapian di Wilayah Sumatera
a) Pembangunan Jalan KA Layang antara Medan - Araskabu - Kualanamu termasuk (MYC 2015-2017) Pembangunan jalan kereta api layang antara Medan – Bandar Khalipah dilaksanakan dengan kontrak tahun jamak (Multiyears) 2015-2017, berikut lingkup pekerjaannya :
Gambar 4.1. Dokumentasi Pengujian Sarana Perkeretaapian
Progres pekerjaan pembangunan jalan kereta api layang antara Medan – Bandar Khalipah adalah sebagai berikut :
a) Penertiban Lahan terealisasi 8,9 Km dari target 13,5 Km. b) Untuk Konstruksi jalan kereta api layang sebagai berikut :
Pemasangan Pondasi sudah terbangun 1.119 Titik dari 2.080 Titik Pembangunan Pilar sudah terbangun 163 Titik dari 253 Titik Pemasangan Box Girder sudah terpasang 256 segmen dari 3.234
Laporan Tahunan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Tahun 2016 4 - 3 Gambar 4.2. Proses Pemasangan dan Pembangunan Pilar dan Pondasi di Jalan Layang Medan –
Bandar Khalipah
b) Pembangunan Badan Jalan KA dan Track Antara Kuta Blang - Bireuen (Km. 13 + 100 s.d Km. 22 + 740)
Pembangunan Badan Jalan Kereta Api dan Track antara Kuta Blang – Biuren dilaksanakan pada tahun 2016 dan sampai dengan akhir tahun 2016 progres pekerjaan sudah mencapai 100%
Gambar 4.3. Proses Gelar Geotextile untuk Pembangunan Badan Jalan Kereta Api Antara Kuta Blang – Bireuen
c) Pembangunan Badan Jalan KA dan Track Antara Kuta Blang - Bireuen pada Km. 13 + 100 s.d Km. 22 + 740. Pembangunan Badan Jalan Kereta Api dan Track antara Kuta Blang – Biuren dilaksanakan pada tahun 2016
4- 4 Laporan Tahunan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Tahun 2016
dan sampai dengan akhir tahun 2016 progres pekerjaan sudah mencapai 100%.
Gambar 4.4. Kondisi 100% Pembangunan Jalan Kereta Api
Pembangunan Jembatan KA L = 200 m di Paya Ni dan Pembangunan Jembatan KA L = 120 m di Blang Keude seksi Krueng Mane - Kuta Blang. Pembangunan Jembatan Kereta Api di Paya Ni dan Blang Keude antara Krueng Mane – Kuta Blang merupakan lanjutan dari pekerjaan tahun 2015 yaitu pembangunan bangunan bawah (abutmen), pada tahun 2016 dilanjutkan dengan pekerjaan bangunan atas dengan menggunakan dan sampai dengan akhir tahun 2016 progres pekerjaan sudah mencapai 100%
Laporan Tahunan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Tahun 2016 4 - 5 Gambar 4.5. Pembuatan Akses Jalan untuk Pembangunan Jembatan
Gambar 4.6. Proses Perakitan U-Shape Persegment
Gambar 4.7. Kondisi 100% Pembangunan Jembetan Kereta Api
d) Peningkatan Jalan Kereta Api Mengganti Rel R.33 Bantalan Besi dengan Rel R.54 Bantalan Beton di Km. 94+100 s.d Km. 104+000 Antara Batu Tabal - Kacang Lintas Teluk Bayur Sawahlunto Lintas Teluk Bayur – Sawahlunto. Merupakan pekerjaan peningkatan jalan kereta api pada tahun 2016, pelaksanaan pekerjaan mencapai 100% pada akhir tahun anggaran 2016.
4- 6 Laporan Tahunan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Tahun 2016
Gambar 4.8. Kondisi 100% Peningkatan Jalan Rel Km. 94 + 200 s.d Km. 104+000
e) Pembangunan Badan Jalan Kereta Api Muarakalaban-Muaro Km. 151+400 s.d Km.164+400.
Pekerjaan Pembangunan merupakan program reaktivasi jalur kereta api pada tahun 2016 telah di laksanakan pembangunan badan jalan kereta api antara Muarakalaban – Muaro Km. 151+400 s.d 164+400 pembangunan dilakukan secara bertahap, pelaksanaan pekerjaan mencapai 100% sampai dengan akhir tahun anggaran 2016.
Gambar 4.9. Kondisi 100% Pembangunan Badan Jalan KA Km. 151+400 s.d Km. 164+400
f) Peningkatan Jembatan BH. 8 Km. 42+674 antara Bukit Putus – Padang Lintas Teluk Bayur – Sawahlunto.
Pekerjaan program peningkatan jembatan kereta api secara bertahap peningkatan jembatan kereta api dilakukan khususnya pada lintas-lintas prioritas, pelaksanaan pekerjaan mencapai 100% sampai dengan akhir tahun anggaran 2016.
Laporan Tahunan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Tahun 2016 4 - 7 Gambar 4.10. Kondisi 100% Peningkatan Jembatan Kereta Api
BH. 8 Km. 42+674
g) Pembangunan Jalur KA Menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM).
Pembangunan jalur KA dari Stasiun Duku menuju Bandara Internasional Minangkabau merupakan program Pemerintah guna memujudkan keterpaduan moda transportasi serta dalam rangka peningkatan pelayanan dan keselamatan bagi masyarakat pengguna transportasi. Pada tahun 2015 Ditjen Perkeretaapian melaksanakan pembangunan Badan Jalan dan Pemasangan Track Jalan KA antara Duku-BIM, sepanjang ± 3.875 Km’sp antara Stasiun Duku dengan Stasiun Bandara Internasional Minangkabau dengan rute Padang – Duku – BIM yang terdiri 3 unit stasiun (2 pengembangan Stasiun eksisting dan 1 pembangunan Stasiun baru dan 1 unit Depo).
Gambar 4.11. Kondisi Pembangunan KA Bandara Internasional Minangkabau (BIM) h) Pembangunan Jalur Ka Antara Prabumulih – Kertapati
Pengembangan jalur Kereta Api antara Prabumulih - Kertapati sepanjang ± 40 Km’sp merupakan upaya Pemerintah dalam mewujudkan peningkatkan kapasitas lintas untuk angkutan barang dan penumpang, mengurangi beban jalan raya (kepadatan dan daya rusak jalan) serta
4- 8 Laporan Tahunan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Tahun 2016
peningkatkan keselamatan transportasi darat dgn shifting ke moda KA dan pelayanan transportasi.
Gambar 4.12. Kondisi Pembangunan KA Bandara Internasional Minangkabau (BIM) i) Pembangunan Kereta Api Ringan/ Light Rail Transit (LRT) di Provinsi
Sumatera Selatan.
Pembangunan Pembangunan Kereta Api Ringan / Light Rail Transit (LRT) di Provinsi Sumatera Selatan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor : 116 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan / Light Rail Transit di Provinsi Sumatera Selatan dan Nomor : 55 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor : 116 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan/Light Rail Transit di Provinsi Sumatera Selatan, yang merupakan kontrak tahun jamak 2016 – 2018 dengan panjang jalur 28 Km. Rute Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II - Stadion Jakabaring yang terbagi dalam 5 (lima) zona dengan jenis konstruksi Elevated / Layang (Konstruksi Beton, Slab Track) terdiri dari 13 Stasiun, Fasilitas Operasi (Sinyal, Telekomunikasi, Listrik), dan Depo (kapasitas 14 train set @3 kereta).
Pada tahun 2016 telah dilakukan pembangunan Kereta Api Ringan/ Light
Rail Transit (LRT) di Provinsi Sumatera Selatan dengan progres fisik
Laporan Tahunan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Tahun 2016 4 - 9 Gambar 4.13. Map Pembangunan Kereta Api Ringan/Light Rail Transit (LRT) di Provinsi Sumatera
Selatan
Gambar 4.14. Kondisi zona pembangunan LRT Provinsi Sumatera Selatan
Gambar 4.15. Kunjungan Kerja Menteri Perhubungan ke Lokasi Pembangunan LRT di Sumatera Selatan
j) Pembangunan Jalur Kereta Api Ganda antara Sta. Martapura - Sta. Baturaja Km.195+627 - Km. 227+900.
Pembangunan Jalur Kereta Api Ganda Antara Stasiun Martapura – Baturaja menggunakan pola pembayaran SUKUK / SBSN (Multi Years
4- 10 Laporan Tahunan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Tahun 2016
2016 – 2017) kontrak pada bulan November 2016 dengan lingkup Pekerjaan Pembangunan Jalur Kereta Api Ganda antara Sta. Martapura - Sta. Baturaja Km.195+627 - Km. 227+900, terdiri dari :
a) Pengadaan Rel, Wesel dan Bantalan Beton; b) Pekerjaan badan jalan;
c) Pekerjaan jalan rel; d) Pekerjaan jembatan; e) Pekerjaan Persinyalan; f) Penataan Emplasemen; g) Jasa konsultan supervise;
k) Penataan Emplasemen dan Pemasangan Sinyal Mekanik Stasiun Lembak s.d Stasiun Karang Endah
Pekerjaan Penataan Layout Emplasemen dan Pemasangan Sinyal Mekanik Stasiun Lembak s.d Stasiun Karang Endah merupakan pekerjaan peningkatan jalan kereta api pada tahun 2016, pelaksanaan pekerjaan mencapai 100% sampai dengan akhir tahun anggaran 2016.
Gambar 4.16. Kondisi 100% Penataan Emplasemen dan Pemasangan Sinyal Mekanik
l) Pembangunan Badan Jalan untuk Jalur Ganda KA Rejosari - Cempaka Km. 98+000 s.d Km. 106+000 lintas Tarahan – Tanjungenim.
Pekerjaan Pembangunan Badan Jalan untuk Jalur Ganda KA Rejosari – Cempaka dilakukan secara bertahap pada tahun 2016 yaitu tahap pekerjaan pembangunan Badan Jalan Rel Kereta Api di 98+000 s.d Km. 106+000 lintas Tarahan – Tanjungenim, pelaksanaan pekerjaan mencapai 100% sampai dengan akhir tahun anggaran 2016.
Laporan Tahunan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Tahun 2016 4 - 11 Gambar 4.17. Kondisi 100% Badan Jalan Rel Kereta Api di Km.98+000 s.d Km. 106+000 b. Pembangunan Prasarana di Wilayah Jawa
1) Pembangunan Jalur Ganda KA (Pemasangan Rel) di Km.66 +925 - Km.69 + 925 antara Maja - Rangkasbitung Sepanjang 3 Km'sp.
Pembangunan Jalur Ganda KA Maja – Rangkasbitung pada Km.66+925 - Km.69+925 sepanjang 3 Km’sp adalah pekerjaan lanjutan dalam rangka mendukung pembangunan jalur ganda Maja - Rangkasbitung Km. 62+546 s.d 79+694, sepanjang 17 Km’sp, pelaksanaan pekerjaan mencapai 100% sampai dengan akhir tahun anggaran 2016.
Gambar 4.18. Kondisi 100% Pemasangan Rel Maja Km. 66+925-Km.69+925 antara Maja – Rangkasbitung
2) Paket A (Pembangunan Fasilitas Perkeretaapian untuk Manggarai – Jatinegara).
Pekerjaan Paket A (Pembangunan Fasilitas Perkeretaapian untuk Manggarai – Jatinegara) merupakan bagian dari Pembangunan Double
Track Manggarai – Bekasi - Cikarang, program pembangunan Paket A
menggunakan pembiayaan SBSN MYC 2015 – 2017 yang terdiri dari Pembangunan Elevated Track 4 km antara Manggarai - Jatinegara dan Cikini – Manggarai, Pemasangan Jaringan Listrik Aliran Atas dan Dayanya antara Manggarai - Jatinegara sepanjang 3 km, Pengembangan 3 Stasiun Manggarai, Matraman, dan Jatinegara, Modifikasi persinyalan
4- 12 Laporan Tahunan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Tahun 2016
antara Manggarai – Jatinegara, pelaksanaan pekerjaan pada tahun 2016 untuk pekerjaan sipil, pekerjaan jalan rel, pekerjaan bangunan gedung, pekerjaan fasilitas operasi dan supervisi rata-rata pekerjaan mencapai 27% s.d 32% sampai dengan akhir tahun 2016.
Gambar 4.19. Pekerjaan Paket A (Pekerjaan Sipil) Pembongkaran dan Pembangunan Stabling Manggarai, Tanah Abang dan Pasar Senen
Gambar 4.20. Pekerjaan Paket A (Pekerjaan Sipil) Elevated Track Manggarai – Jatinegara
Gambar 4.21. Pekerjaan Paket A (Pekerjaan Bangunan Gedung) Bangunan OCC Manggarai 3) Paket B1 (Pembangunan Fasilitas Perkeretaapian untuk Bekasi s.d
Cikarang).
Pekerjaan Paket B1 (Pembangunan Fasilitas Perkeretaapian untuk Bekasi s.d Cikarang) merupakan bagian dari Pembangunan Double
Double Track Manggarai – Bekasi - Cikarang, program pembangunan
Laporan Tahunan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Tahun 2016 4 - 13 a) Pembangunan jaringan LAA beserta daya antara Bekasi s/d Cikarang b) Pembangunan 5 Stasiun: Bekasi, Bekasi Timur, Cibitung, Tambun,
Cikarang.
c) Penggantian Sinyal dan Telkom antara Manggarai s/d Cikarang d) Penggantian Bantalan dan Rel antara Bekasi s/d Cikarang.
e) Pembangunan 2 unit jembatan untuk Double Double Track antara Bekasi s/d Cikarang.
Pekerjaan Paket B1 mencapai 71% sampai dengan akhir tahun 2016.
Gambar 4.22. Pekerjaan Paket B pembangunan Stasiun Cibitung
Gambar 4.23. Pekerjaan Paket B Pembangunan Stasiun Cikarang
4- 14 Laporan Tahunan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Tahun 2016
Gambar 4.25. Pekerjaan Paket B Pembangunan Gardu Traksi Bekasi Timur
Gambar 4.26. Pekerjaan Paket B Pembangunan Gardu Traksi Cibitung
Gambar 4.27. Pekerjaan Paket B Pembangunan Gardu Traksi Cikarang
Laporan Tahunan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Tahun 2016 4 - 15 Gambar 4.29. Pekerjaan Paket B Pembangunan Jembatan Kereta Api
4) Paket B2 - 1 (Modernisasi Fasilitas Perkeretaapian untuk Jatinegara s/d Bekasi).
Pekerjaan Paket B2-1 merupakan bagian dari Pembangunan Double
Double Track Manggarai – Bekasi – Cikarang. Program pembangunan
Paket B2-1 menggunakan pembiayaan SBSN MYC 2015 – 2017 yang terdiri dari penyempurnaan track, jalur baru DDT dari Jatinegara – Bekasi, terutama di stasiun, pembangunan 5 stasiun yaitu Klender, Buaran, Klender baru, Cakung dan Kranji, Pembangunan DIPO Lokomotif di Cipinang, modifikasi persinyalan dari Jatinegara – Bekasi. Pembangunan Double Double Track untuk Mainline dari Jatinegara – Bekasi, pada pelaksanaan pekerjaan tahun 2016 untuk pekerjaan penyempurnaan track, jalur baru DDT dari Jatinegara – Bekasi sepanjang 13,15 Km progres fisik telah mencapai 25%, sedangkan pekerjaan Stasiun 5 unit antara lain Stasiun Klender, Stasiun Buaran, Stasiun Klender Baru, Stasiun Cakung dan Stasiun Kranji progres fisik mencapai 6%, Pekerjaan Depo Cipinang progres fisik mencapai 30%, dan Modifikasi persinyalan dari Jatinegara – Bekasi progres fisik mencapai 28,23%.
4- 16 Laporan Tahunan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Tahun 2016
Gambar 4.31. Pekerjaan paket B2.1 Pembangunan Depo Cipinang Segmen I dan II
5) Pembangunan Kereta Api Ringan/LRT Terintergrasi di wilayah Jabodebek (MYC 2016-2018), yaitu:
a) Lintas Pelayanan LRT Jabodebek Tahap I
Sesuai Peraturan Presiden Nomor: 98 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan/ Light Rail Transit (LRT) terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi, PT.Adhi Karya (Persero) Tbk ditugaskan untuk membangun prasarana LRT Tahap I sepanjang 43,1 km yang terbagi dalam 3 (tiga) lintas pelayanan yaitu :
(1) Cawang – Cibubur, sepanjang = 14,3 km;
(2) Cawang – Kuningan – Dukuh Atas, sepanjang = 10,5 km; (3) Cawang – Bekasi Timur, sepanjang = 18,3 km.
b) Pengadaan Sarana
Pengadaan Sarana Kereta Api Ringan / Light Rail Transit (LRT) oleh PT. Kereta Api (Persero), akan dilaksanakan secara bertahap mulai bulan April 2017 selama 20 (dua puluh) bulan, sehingga dapat dioperasikan pada akhir Tahun 2018 dalam rangka mendukung pengoperasian tahap pertama prasarana lintas Cawang – Cibubur.
c) Perizinan
(1) Izin Prinsip pemanfaatan ROW Jalan Tol, telah dikeluarkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat;
(2) Rekomendasi Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Bandara Halim Perdana Kusuma, telah dikeluarkan oleh
Laporan Tahunan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Tahun 2016 4 - 17 Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Komandan Lanud Halim Perdana Kusuma;
(3) Izin Lingkungan dan Surat Kelayakan Lingkungan Hidup, telah dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan; (4) Izin Pemanfaatan lahan BMN TNI-AU di wilayah Halim masih
dalam proses penyusunan kesepakatan bersama.
Gambar 4.32. Data Teknis Kereta Api Ringan (LRT) Terintegrasi di Jabodebek
4- 18 Laporan Tahunan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Tahun 2016
Gambar 4.34. Dokumentasi Pekerjaan Lintas Pelayanan 1 Kereta Api Ringan (LRT) Terintegrasi di Jabodebek
Gambar 4.35. Dokumentasi Pekerjaan Lintas Pelayanan 2 Kereta Api Ringan (LRT) Terintegrasi di Jabodebek
Laporan Tahunan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Tahun 2016 4 - 19 Gambar 4.36. Dokumentasi Pekerjaan Lintas Pelayanan 3 Kereta Api Ringan (LRT)
Terintegrasi di Jabodebek
Gambar 4.37. Dokumentasi Precast Plant Sentul di Pembangunan Kereta Api Ringan (LRT) Terintegrasi di Jabodebek
4- 20 Laporan Tahunan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Tahun 2016
6) Pembangunan Jalur Ganda KA Lintas Selatan Jawa
Pengembangan jalur Kereta Api Lintas Selatan Jawa merupakan upaya Pemerintah dalam mewujudkan peningkatkan kapasitas lintas untuk angkutan barang dan penumpang, mengurangi beban jalan raya (kepadatan dan daya rusak jalan) serta peningkatkan keselamatan transportasi darat dengan shifting ke moda KA dan pelayanan transportasi, pengembangan jaringan dan layanan kereta api antar kota dilakukan secara bertahap, meliputi pembangunan jalur ganda (double track) untuk jalur kereta api antara Solo – Madiun sehingga akan tersinergi dengan jalur ganda kereta api lintas selatan yang menghubungkan Cirebon – Prupuk – Purwokerto – Kroya – Kutoarjo – Solo – Madiun – Surabaya, yang meliputi:
a) Pembangunan Jalur Ganda KA Lintas Purwokerto - Kroya
Pembangunan Jalur Ganda KA Lintas Purwokerto - Kroya dengan Panjang Jalur KA 17,8 km’sp dan sumber pendanaan SBSN yang merupakan bagian dari jalur lintas selatan jawa dari Surabaya – Jakarta, dengan ditingkatkannya Jalan Kereta Api lintas Purwokerto - Kroya ini dari satu jalur menjadi dua jalur, akan menghemat waktu perjalanan sebagai upaya meningkatkan pelayanan jasa angkutan kereta api sehingga diharapkan memperbesar volume angkutan barang dan penumpang serta mempercepat jarak tempuh.
Gambar 4.38. Dokumentasi Pembangunan Jalur Ganda KA Lintas Purwokerto - Kroya
b) Pembangunan Jalur Ganda KA Lintas Kroya – Kutoarjo
Pembangunan Jalur Ganda KA Lintas Kroya- Kutoarjo dengan panjang jalur panjang jalur ka : 76 km’sp dan sumber pendanaan
Laporan Tahunan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Tahun 2016 4 - 21 rupiah murni dan SBSN yang merupakan bagian dari jalur lintas selatan jawa dari Surabaya – Jakarta, dengan ditingkatkannya Jalan Kereta Api lintas Kroya - Kutoarjo ini dari satu jalur menjadi dua jalur, akan menghemat waktu perjalanan sebagai upaya meningkatkan pelayanan jasa angkutan kereta api sehingga diharapkan memperbesar volume angkutan barang dan penumpang serta mempercepat jarak tempuh.
Gambar 4.39. Dokumentasi Pembangunan Jalur Ganda KA Lintas Kroya – Kutoarjo
c) Pembangunan Jalur Ganda KA Lintas Solo – Kedungbanteng
Pembangunan Jalur Ganda KA Lintas Solo – Kedungbanteng dengan panjang jalur ka 42 km’sp dan sumber pendanaan rupiah murni dan SBSN yang merupakan bagian dari jalur lintas selatan jawa dari Surabaya – Jakarta, dengan ditingkatkannya Jalan Kereta Api lintas Solo – Kedung - banteng ini dari satu jalur menjadi dua jalur, akan menghemat waktu perjalanan sebagai upaya meningkatkan pelayanan jasa angkutan kereta api sehingga diharapkan memperbesar volume angkutan barang dan penumpang serta mempercepat jarak tempuh.
4- 22 Laporan Tahunan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Tahun 2016
d) Pembangunan Jalur Ganda KA Lintas Madiun - Kedungbanteng Pembangunan jalur ganda lintas selatan Lintas Madiun - Kedungbanteng panjang Jalur KA : 57 km’sp (termasuk emplasemen) dan sumber pendanaan rupiah murni dan SBSN merupakan salah satu di antaranya pembangunan jalur ganda selain dapat meningkatkan kapasitas lintas juga dapat mengurangi keterlambatan perjalanan kereta api serta meningkatkan tingkat keselamatan perjalanan kereta api.
Gambar 4.41. Dokumentasi Pembangunan Jalur Ganda KA Lintas Madiun - Kedungbanteng
e) Pembangunan Jalur Ganda KA Lintas Madiun - Jombang
Pembangunan jalur ganda lintas selatan Lintas Madiun - Kedungbanteng panjang jalur ka : 84 km’sp (termasuk emplasemen) dan sumber pendanaan: SBSN (MYC 2016-2018) merupakan salah satu di antaranya pembangunan jalur ganda selain dapat meningkatkan kapasitas lintas juga dapat mengurangi keterlambatan perjalanan kereta api serta meningkatkan tingkat keselamatan perjalanan kereta api.
Gambar 4.42. Dokumentasi Pembangunan Jalur Ganda KA Lintas Madiun – Jombang
Laporan Tahunan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Tahun 2016 4 - 23 7) Pembangunan MRT Jakarta North – South
Pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta merupakan permbangunan sistem transportasi transit cepat yang sedang di bangun di Jakarta. Proses pembangunan sudah di mulai sejak Oktober 2013 yang di perkirakan akan selesai pada tahun 2018. Jalur MRT akan membentang dari Selatan-Utara dan Timur-Barat.
Saat ini sedang dilakukan proses pembangunan koridor Selatan-Utara. Sarana transportasi berbasis rel sepanjang ±24,7 km yang terbagi atas dua koridor, Proyek MRT Utara-Selatan (N-S) Fase I (15,7 km) menghubungkan Lebak Bulus sampai dengan Bundaran HI dengan 13 stasiun (7 Stasiun Layang dan 6 Stasiun Bawah Tanah) dan MRT Utara-Selatan (N-S) Fase II menghubungkan Bundaran HI sampai dengan Kampung Bandan (9 km). Berdasarkan hasil kajian dengan hibah JICA
The Preparatory Survey for Jakarta MRT System North-South Line Extension Project (2009) dengan lingkup pekerjaan Kajian perencanaan
dan kelayakan proyek, pembangunan infrastruktur dasar, penyediaan
rolling stock, sistem persinyalan, dan fasilitas-fasilitas lain yang terkait
dengan Mass Rapid Transit siap beroperasi untuk jalur Lebak Bulus – Bundaran HI – Kampung Bandan terdiri :
• Fase 1 (Lebak Bulus-Bundaran HI) • Fase 2 (Bundaran HI-Kampung Bandan)
4- 24 Laporan Tahunan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Tahun 2016
Gambar 4.44. Dokumentasi Pembangunan Jalur MRT Jakarta North – South c. Pembangunan Prasarana perkeretaapian di Wilayah Sulawesi
1) Pekerjaan Penyelesaian Pembangunan Perlintasan KA tidak Sebidang (Fly over, underpass) dan jembatan di Km.80+700 s.d 81+000, Km.81+700 s.d 81+800 & Jembatan Km.83+100 antara Makasar – Parepare.
Gambar 4.45. Pekerjaan Flyover Makassar – Parepare
2) Pembangunan Jembatan KA Km.77+025 (Bentang 40m) dan Km.77+335 (Bentang 30m) antara Makasar – Parepare
Laporan Tahunan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Tahun 2016 4 - 25