BAB V DESKRIPSI, ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
C. Pengujian Hipotesis
Dalam penelitian ini terdapat empat hipotesis yang akan diuji. Pengujian hipotesis pertama sampai dengan ketiga menggunakan rumus korelasi product moment. Sedangkan untuk menguji hipotesis keempat digunakan analisis korelasi ganda tiga variabel bebas
1. Hubungan antara motivasi belajar dengan minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
a. Rumusan Hipotesis
Ho = tidak ada hubungan antara motivasi belajar dengan minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
Ha = ada hubungan antara motivasi belajar dengan minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
Hasil pengujian hipotesis pertama, diuji dengan menggunakan teknik korelasi ganda. Hasil analisis dapat dilihat dalam tabel 5.11 berikut ini:
Tabel 5.11
Rangkuman Uji Hipotesis I, II, III dengan Menggunakan Korelasi
Product Moment X1 X2 X3 Y X1 Pearson Correlation 1 ,564(**) -,064 ,459(**) Sig. (2-tailed) . ,000 ,385 ,000 N 187 187 187 187 X2 Pearson Correlation ,564(**) 1 -,078 ,395(**) Sig. (2-tailed) ,000 . ,291 ,000 N 187 187 187 187 X3 Pearson Correlation -,064 -,078 1 -,039 Sig. (2-tailed) ,385 ,291 . ,598 N 187 187 187 187 Y Pearson Correlation ,459(**) ,395(**) -,039 1 Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,598 . N 187 187 187 187
Tabel 5.11 menunjukkan bahwa koefisien korelasi antara motivasi belajar dengan minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi adalah 0,459. Bila diinterpretasikan dalam tabel interpretasi nilai r maka terletak pada kategori sedang, yaitu pada range 0,40-0,599. Angka tersebut menunjukkan ada hubungan yang positif yaitu semakin tinggi motivasi belajar, maka minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi juga semakin tinggi dan sebaliknya.
Hipotesis diterima jika rhitung>rtabel. Perhitungan rtabel dengan cara interpolasi berikut ini:
N1 = A = 175 α1 =A’ = 0,148 N2 = B = 200 α2 = B’ = 0,138 N3 = C = 187 α3 = C’ = ……. ' ' ' ' A B A C A B A C − − = − − 148 , 0 138 , 0 148 , 0 ' 175 200 175 187 − − = − − C 01 , 0 148 , 0 ' 25 12 − − = C 1432 , 0 ' 148 , 0 ' 0048 , 0 148 , 0 ' 01 , 0 48 , 0 = − = − − = − × C C C
Diketahui rtabel pada dk 185 (187-2) dari hasil interpolasi sebesar 0,143 (Sugiyono,2007:524). Karena rhitung>rtabel yaitu 0,459>0,143, maka hipotesis I yang menyatakan ada hubungan antara motivasi belajar dengan minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi diterima dan arah hubungan tersebut positif.
Selanjutnya dilakukan pengujian signifikansi dengan tingkat signifikansi 5%. Dasar pengambilan keputusannya adalah jika
thitung>ttabel atau jika nilai probabilitas <0,05. Perhitungan thitung
menggunakan SPSS 12 dan hasilnya dapat dilihat didalam tabel berikut ini:
Tabel 5.12
Rangkuman Perhitungan thitung Hipotesis I
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized
B Std. Error Beta 1 (Constant) 10,560 3,564 2,963 ,003 X1 ,567 ,081 ,459 7,023 ,000
Sedangkan perhitungan ttabel hipotesis I menggunakan Microsoft Office Exel sebagai berikut:
=TINV(probability;Deg_Freedom) =TINV(0,05;185)
=1,973
Sesuai dengan tabel 5.12 diperoleh thitung sebesar 7,023 dan harga
ttabel untuk dk 185 (187-2) pada taraf signifikansi 5% sebesar 1,973. Apabila dibandingkan dengan ttabel maka diperoleh hasil 7,023>1,973, atau jika angka probabilitas dibandingkan, maka 0,000<0,05, sehingga hipotesis yang menyatakan ada hubungan positif (searah) antara motivasi belajar dengan minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi signifikan. Hal ini berarti koefisien yang diperoleh dapat digeneralisasikan pada populasi siswi SMK N 1 Depok.
2. Hubungan antara faktor lingkungan belajar dengan minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
a. Rumusan Hipotesis
Ho = tidak ada hubungan antara faktor lingkungan belajar dengan minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
Ha = ada hubungan antara faktor lingkungan belajar dengan minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
Hasil pengujian hipotesis kedua pada tabel 5.11, menunjukkan bahwa koefisien korelasi antara faktor lingkungan belajar dengan minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi adalah 0,395. Bila diinterpretasikan dalam tabel interpretasi nilai r maka akan terletak pada kategori rendah, yaitu pada range 0,20-0,399. Angka tersebut menunjukkan ada hubungan positif antara faktor lingkungan belajar dan minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Hal ini berarti semakin mendukung faktor lingkungan belajar, maka minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi juga semakin tinggi dan sebaliknya.
Hipotesis diterima jika rhitung>rtabel. Diketahui rtabel pada dk 185 (187-2) dari hasil interpolasi sebesar 0,143 (Sugiyono,2007:524). Karena rhitung>rtabel yaitu 0,395>0,143, maka hipotesis II yang menyatakan ada hubungan antara faktor lingkungan belajar dengan minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi diterima dan arah hubungan tersebut positif.
Selanjutnya dilakukan pengujian signifikansi dengan tingkat signifikansi 5%. Dasar pengambilan keputusannya adalah jika
thitung>ttabel, maka hipotesis signifikan atau jika nilai probabilitas <0,05. Perhitungan thitung menggunakan SPSS 12 dan hasilnya dapat dilihat didalam tabel 5.13 berikut ini:
Tabel 5.13
Rangkuman Perhitungan thitung Hipotesis II
Coefficients Coefficients B Std. Error Beta 1 (Constant) 10,413 4,303 2,420 ,016 X2 ,331 ,057 ,395 5,845 ,000
Sedangkan perhitungan ttabel hipotesis II menggunakan Microsoft Office Exel sebagai berikut:
=TINV(probability;Deg_Freedom) =TINV(0,05;185)
=1,973
Sesuai dengan tabel 5.13 diperoleh thitung sebesar 5,845 dan harga
ttabel untuk dk 185 (187-2) pada taraf signifikansi 5% sebesar 1,973. Apabila dibandingkan dengan ttabel maka diperoleh hasil 5,845 >1,973, atau jika angka probabilitas dibandingkan, maka 0,000<0,05, sehingga hipotesis yang menyatakan ada hubungan positif (searah) antara faktor lingkungan belajar dengan minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi signifikan. Ini berarti koefisien yang diperoleh dapat digeneralisasikan pada populasi siswi SMK N 1 Depok.
3. Hubungan antara prestasi belajar dengan minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
Ho = tidak ada hubungan antara prestasi belajar dengan minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
Ha = ada hubungan antara prestasi belajar dengan minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
b. Pengujian Hipotesis
Hasil pengujian hipotesis ketiga pada tabel 5.11, menunjukkan bahwa koefisien korelasi antara prestasi belajar dengan minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi adalah -0,039. Bila diinterpretasikan dalam tabel interpretasi nilai r maka akan terletak pada kategori sangat rendah, yaitu pada range <0,2. Angka tersebut menunjukkan ada hubungan negatif antara prestasi belajar dan minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Hal ini berarti semakin tinggi prestasi belajar, maka minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi semakin rendah dan sebaliknya.
Hipotesis diterima jika rhitung>rtabel. Diketahui rtabel pada dk 185 (187-2) dari hasil interpolasi sebesar 0,143 (Sugiyono,2007:524). Karena rhitung<rtabel yaitu -0,039<0,143, maka hipotesis III yang menyatakan ada hubungan antara prestasi belajar dengan minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi ditolak.
Selanjutnya dilakukan pengujian signifikansi dengan tingkat signifikansi 5%. Dasar pengambilan keputusannya adalah jika
Perhitungan thitung menggunakan SPSS 12 dan hasilnya dapat dilihat didalam tabel 5.14 berikut ini:
Tabel 5.14
Rangkuman Perhitungan thitung Hipotesis III
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 43,547 15,249 2,856 ,005 X3 -1,032 1,952 -,039 -,529 ,598
Sedangkan perhitungan ttabel hipotesis II menggunakan Microsoft Office Exel sebagai berikut:
=TINV(probability;Deg_Freedom) =TINV(0,05;185)
=1,973
Sesuai dengan tabel 5.14 diperoleh thitung sebesar -0,529 dan harga
ttabel untuk dk 185 (187-2) pada taraf signifikansi 5% sebesar 1,973. Apabila dibandingkan dengan ttabel maka diperoleh hasil -0,529 < 1,973, atau jika angka probabilitas dibandingkan, maka 0,598>0,05, sehingga hipotesis yang menyatakan tidak ada hubungan antara prestasi belajar dengan minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi tidak signifikan. Ini berarti koefisien yang diperoleh tidak dapat digeneralisasikan pada populasi siswi SMK N 1 Depok.
4. Hubungan antara motivasi belajar, faktor lingkungan belajar, dan prestasi belajar dengan minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
Ho = tidak ada hubungan antara motivasi belajar, faktor lingkungan belajar, dan prestasi belajar dengan minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
Ha = ada hubungan antara motivasi belajar, faktor lingkungan belajar, dan prestasi belajar dengan minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
b. Pengujian Hipotesis
Hasil perhitungan koefisien korelasi ganda menggunakan SPSS 12 dan hasilnya dapat dilihat didalam tabel 5.15 berikut ini:
Tabel 5.15
Rangkuman UjiHipotesis IV dengan Menggunakan Korelasi Ganda Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 ,488(a) ,238 ,225 4,417 a Predictors: (Constant), X3, X1, X2 b Dependent Variable: Y
Dari tabel 5.15 diketahui harga koefisien korelasi ganda (Rxy(1,2,3)) sebesar 0,488 dan harga koefisien determinasi yang diperoleh (R2) adalah 0,238. Hubungan antara motivasi belajar, faktor lingkungan belajar, dan prestasi belajar dengan minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi bila diinterpretasikan dalam tabel interpretasi nilai r akan terletak pada kategori sedang yaitu pada range 0,40-0,599. Hipotesis diterima jika rhitung>rtabel. Diketahui rtabel pada dk 185 (187-2) dari hasil interpolasi sebesar 0,143 (Sugiyono,2007:524). Karena
rhitung>rtabel yaitu 0,488>0,143, maka hipotesis IV yang menyatakan ada hubungan motivasi belajar, faktor lingkungan belajar, dan prestasi belajar dengan minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi diterima.
Untuk menguji signifikansi koefisien korelasi ganda (Rxy(1,2,3)) maka digunakan uji F dengan taraf signifikansi 5%. Hipotesis signifikan jika Fhitung > Ftabel atau jika angka probabilitas <0,05. Perhitungan Fhitung menggunakan SPSS 12 dan hasilnya dapat dilihat didalam tabel 5.16 berikut ini:
Tabel 5.16
Rangkuman Perhitungan Fhitung Hipotesis IV
Model
Sum of
Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 1113,626 3 371,209 19,023 ,000(a) Residual 3571,091 183 19,514
Total 4684,717 186
a Predictors: (Constant), X3, X1, X2 b Dependent Variable: Y
Sedangkan perhitungan Ftabel hipotesis IV menggunakan Microsoft Office Exel sebagai berikut:
=FINV(0,05;dk pembilang;dk penyebut) =FINV(0,05;3;183)
=2,654
Dari tabel 5.16 diketahui nilai Fhitung sebesar 19,023 sedangkan
Ftabel dengan db pembilang 3 dan db penyebut 183 adalah 2,654. Dengan demikian harga Fhitung > Ftabel (19,023 > 2,654), atau bila angka probabilitas dibandingkan maka 0,000 < 0,05. Sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa ada hubungan antara motivasi
belajar, faktor lingkungan belajar, prestasi belajar dengan minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi signifikan. Ini berarti koefisien yang diperoleh dapat digeneralisasikan pada populasi siswi SMK N 1 Depok.
Dari analisis regresi linier ganda diperoleh sumbangan efektif dan sumbangan relatif masing-masing variabel X seperti tercantum dalam tabel berikut :
Tabel 5.17
Rangkuman hasil perhitungan sumbangan relatif dan sumbangan efektif
No Nama Variabel Sumbangan relatif Sumbangan efektif 1
2 3
Motivasi belajar Faktor lingkungan belajar
Prestasi belajar 66,82501% 33,15465% 0,02035% 15,88529% 7,88135% 0,00484% 100% 23,771%
Dari tabel di atas diketahui sumbangan masing-masing variabel X terhadap variabel Y. Sumbangan relatif untuk variabel motivasi belajar sebesar 66,82501% dan sumbangan efektif sebesar 15,88529%, untuk variabel faktor lingkungan belajar sumbangan relatif 33,15465% dan sumbangan efektif 7,88135%, untuk variabel prestasi belajar sumbangan relatif 0,02035% dan sumbangan efektif sebesar 0,00484%. Dari hasil perhitungan sumbangan relatif dapat diketahui bahwa motivasi belajar memberikan sumbangan relatif yang paling besar yaitu sebesar 66,82501%.
Hal ini berarti bahwa motivasi belajar, faktor lingkungan belajar dan prestasi belajar dapat digunakan untuk memprediksi minat
melanjutkan studi ke perguruan tinggi sebesar 23,771%. Sedangkan sisanya sebesar 76,229% berasal dari faktor lain yang tidak diperlihatkan dalam penelitian ini.