BAB V HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASANA
5.4 Pengujian Hipotesis
Setelah dilakukan uji asumsi klasik, maka langkah selanjutnya adalah melakukan pengujian hipotesis penelitian. Hipotesis pertama yang akan dilakukan adalah dewan komisaris (X1), dewan direksi (X2), kepemilikan institusional (X3), kepemilikan manajerial (X4) dan komisaris independen (X5) secara simultan dan parsial berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas perusahaan perkebunan yang ada di Indonesia. Untuk melihat pengaruh secara simultan antara variabel independen terhadap variabel dependen dihitung dengan menggunakan uji F, sedangkan untuk melihat pengaruh secara parsial variabel independen terhadap variabel dependen dihitung dengan menggunakan uji t.
Hipotesis kedua yang akan diuji adalah komisaris independen (X5) mampu memoderasi hubungan dewan direksi (X1), dewan komisaris (X2), kepemilikan institisuional (X3) dan kepemilikan manajerial (X4) terhadap profitabilitas (Y) perusahaan perkebunan yang ada di Indonesia.
5.4.1 Analisis pengaruh dewan direksi, dewan komisaris, kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial dan komisaris independen secara simultan terhadap profitabilitas perusahaan
Untuk menguji apakah parameter koefisien determinasi signifikan atau tidak, maka dilakukan pengujian dengan uji statistik Fisher atau uji F dengan tingkat keyakinan (confidence level) sebesar 95%. Hasil pengujian statistik F (uji simultan) variabel dewan direksi (X1), dewan komisaris (X2), kepemilikan institusional (X3), kepemilikan manajerial (X4) dan komisaris independen (X5) terhadap profitabilitas perusahaan (Y) perkebunan yang ada di Indonesia diperoleh hasil sebagai berikut :
Tabel 5.6 Hasil Uji Statistik F
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 579.577 5 115.915 2.842 .033a
Residual 1182.913 29 40.790
Total 1762.490 34
a. Predictors: (Constant), Komisaris_Independen, Dewan_Direksi, Kepemilikan_Institusional, Kepemilikan_Manajerial, Dewan_Komisaris b. Dependent Variable: Profitabilitas
Dasar pengambilan keputusan dengan membandingkan Fhitung dengan
Ftabel. Jika Fhitung > Ftabel maka H0 ditolak, dan jika Fhitung < Ftabel maka H0
diterima. Cara lain yaitu dengan membandingkan nilai signifikansi dengan alpha 0.05. Jika nilai Sig < 0.05 maka H0 ditolak, sedangkan jika nilai sig > 0.05 maka H0 diterima. Berdasarkan Tabel 5.6 nilai signifikansi sebesar 0.033 < 0.05 yang berarti H0 ditolak. Hal ini berarti dewan direksi (X1), dewan komisaris (X2), kepemilikan institusional (X3), kepemilikan manajerial (X4) dan komisaris independen (X5) secara simultan perpengaruh signifikan terhadap profitabilitas (Y) perusahaan perkebunan yang ada di Indonesia.
5.4.2 Analisis pengaruh dewan direksi, dewan komisaris, kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial dan komisaris independen secara parsial terhadap profitabilitas perusahaan
Kriteria pengambilan keputusan yaitu jika thitung > ttabel maka H0 ditolak.
Kriteria lain yaitu jika nilai Sig < 0.05 maka H0 ditolak yang artinya koefisien regresi signifikan. Setelah dilakukan perhitungan maka hasil pengujian statistik t variabel dewan direksi (X1), dewan komisaris (X2), kepemilikan institusional (X3), kepemilikan manajerial (X4) dan komisaris independen (X5) terhadap profitabilitas perusahaan (Y) dapat dilihat dalam Tabel 5.7.
Tabel 5.7 Hasil Uji Statistik t Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 29.881 12.636 2.365 .025 Dewan_Direksi -2.960 1.847 -.342 -1.603 .120 Dewan_Komisaris 4.161 1.912 .629 2.177 .038 Kepemilikan_Institusional -.071 .096 -.166 -.736 .467 Kepemilikan_Manajerial -2.242 3.884 -.156 -.577 .568 Komisaris_Independen -.646 2.204 -.092 -.293 .772
a. Dependent Variable: Profitabilitas
Berdasarkan uji hipotesis yang dilakukan, maka diperoleh model regresi penelitian sebagai berikut :
Y = 29.881 - 2.960 X1 + 4.161 X2 - 0.071 X3 - 2.242 X4 – 0.646 X5
Hasil persamaan regresi di atas menujukkan bahwa nilai konstanta sebesar 29.881 menyatakan bahwa jika variabel independen bernilai nol, maka nilai profitabilitas (Y) adalah sebesar 29.881. Dari persamaan regresi tersebut, pengaruh masing-masing variabel independen terhadap profitabilitas dapat diinterpretasikan sebagai berikut :
a. Variabel dewan direksi (X1)
Dewan direski memiliki koefisien sebesar -2.960. Hal tersebut menyatakan bahwa setiap penambahan satu orang dewan direksi akan menurunkan nilai profitabilitas perusahaan sebesar 2.960 atau 296%. Nilai thitung variabel dewan
direksi sebesar -1.603, sedangkan nilai signifikansi sebesar 0.120 dengan alpha 0.05. Hal ini berarti sig 0.120 > 0.05. Dengan demikian hipotesis H0 diterima, artinya dewan direksi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap profitabilitas perusahaan.
b. Varibel dewan komisaris (X2)
Dewan komisaris memiliki koefisien sebesar 4.161. Hal tersebut menyatakan bahwa setiap penambahan satu orang dewan komisaris akan menaikkan nilai profitabilitas perusahaan sebesar 4.161 atau 416.10%. Nilai thitung variabel
dewan komisaris sebesar 2.177, sedangkan nilai signifikansi sebesar 0.038 dengan alpha 0.05. Hal ini berarti sig 0.038 < 0.05. Dengan demikian hipotesis H0 ditolak, artinya dewan komisars berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas perusahaan.
c. Variabel kepemilikan institusional (X3)
Kepemilikan institusional memiliki koefisien sebesar -0.071. Hal tersebut menyatakan bahwa setiap penambahan satu persen kepemilikan institusional akan menurunkan nilai profitabilitas perusahaan sebesar 0.071 atau 7.1%. Nilai thitung variabel kepemilikan institusional sebesar -0.736, sedangkan nilai
signifikansi sebesar 0.467 dengan alpha 0.05. Hal ini berarti sig 0.467 > 0.05. Dengan demikian hipotesis H0 diterima, artinya kepemilikan institusional berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap profitabilitas perusahaan. d. Variabel kepemilikan manajerial (X4)
Kepemilikan manajerial memiliki koefisien sebesar -2.242. Hal tersebut menyatakan bahwa setiap penambahan satu persen kepemilikan manajerial akan menurunkan profitabilitas perusahaan sebesar 2.242 atau 224.2%. Nilai
thitung variabel kepemilikan manajerial sebesar -0.557, sedangkan nilai
signifikansi sebesar 0.568 dengan alpha 0.05. Hal ini berarti sig 0.568 > 0.05. Dengan demikian hipotesis H0 diterima, artinya kepemilikan manajerial berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap profitabilitas perusahaan.
e. Variabel komisaris independen (X5)
Komisaris independen memiliki koefisien sebesar -0.646. Hal tersebut menyatakan bahwa setiap penambahan saatu orang komisaris independen akan menurunkan profitabilitas perusahaan sebesar 0.646 atau 64.6%. Nilai thitung
variabel komisaris independen sebesar -0.293, sedangkan nilai signifikansi sebesar 0.772 dengan alpha 0.05. Hal ini berarti sig 0.772 < 0.05. Dengan demikian hipotesis H0 diterima, artinya komisaris independen berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap profitabilitas perusahaan.
5.4.3 Analisis pengaruh dewan direksi, dewan komisaris, kepemilikan institusional, dan kepemilikan manajerial terhadap profitabilitas perusahaan dengan komisaris independen sebagai variabel moderating
Dalam penelitian ini pengujian variabel moderating komisaris independen dilakukan dengan uji residual, dengan bentuk persamaan sebagai berikut :
X5 = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + e e = a + b1Y
Persamaan regresi yang kedua menggambarkan apakah variabel komisaris independen (X5) merupakan variabel moderating dan ini ditunjukkan dengan nilai koefisien b1Y signifikan dan hasilnya negatif diantara variabel dewan direksi (X1) dan dewan komisaris (X2) yang mengakibatkan proftiabilitas perusahaan (Y) berpengaruh negatif. Ada dua kriteria yang dapat digunakan untuk menyimpulkan suatu variabel merupakan variabel moderating yaitu jika koefisien parameter dependen variabel negatif dan hasilnya sangat signifikan (lebih kecil dari 0.05), maka variabel tersebut merupakan variabel moderating.
Tabel 5.8 Ringkasan Pengujian Hipotesis Kedua Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 1.112 1.027 1.083 .287 Dewan_Direksi -.098 .152 -.079 -.642 .526 Dewan_Komisaris .649 .105 .685 6.187 .000 Kepemilikan_Institusional -.004 .008 -.067 -.515 .611 Kepemilikan_Manajerial -.800 .287 -.390 -2.792 .009
a. Dependent Variable: Komisaris_Independen
Berdasarkan Tabel 5.8 diperoleh persamaan regresi sebagai beriktu : X5 = 1.112 – 0.098 X1 + 0.649 X2 - 0.004 X3 -0.800 X4
Dari persamaan tersebut dilakukan lagi perhitungan sehingga menghasilkan variabel baru yaitu Residual_1 yang selanjutnya ditransform dalam nilai absolut yang bernama AbsRes_1 dan kemudian diregresikan terhadap variabel profitabilitas dengan hasil perhitungan pada tabel 5.9 berikut.
Tabel 5.9 Hasil Uji Residual
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) .521 .166 3.146 .003 Profitabilitas -.011 .009 -.214 -1.256 .218
a. Dependent Variable: AbsRes_1
Dari Tabel 5.9 dapat dapat dibuat persamaan regresi sebagai berikut : e = 0.521 – 0.011 Y
Hasil perhitungan uji residual di atas menunjukkan bahwa nilai koefisien parameternya sebesar -0.011 dan tidak signifikan karena nilai signifikansi 0.218 >
0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa komisaris independen bukan merupakan variabel moderating. Hal ini berarti komisaris independen tidak dapat memperkuat hubungan antara dewan direksi (X1), dewan komisaris (X2), kepemilikan institusional (X3) dan kepemilikan manajerial (X4) terhadap profitabilitas perusahaan (Y).