• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

IV.4. Hasil Uji Asumsi Klasik

IV.5.1. Pengujian Hipotesis Pertama

Berdasarkan hasil regresi dari data yang diolah dengan menggunakan program SPSS diperoleh hasil sebagai berikut :

Tabel IV.11. Koefisien Regresi Hipotesis Pertama

Sumber : Hasil Penelitian, 2010

2.683 1.679 1.598 .116 -.007 .058 -.018 -.126 .901 -.100 .083 -.169 -1.208 .232 (Constant) Kemampuan Perhatian Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients t Sig. 7.714 3.996 .643 .163 1.063 .191 (Constant) Disiplin Pengawasan Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients

Berdasarkan Tabel IV.12. di atas, dapat dibuat persamaan sebagai berikut Y = 7,714 + 0,643 X1 + 1,063 X2

Dari persamaan tersebut dapat dijelaskan bahwa koefisien regresi X1 (disiplin kerja) bernilai positif (0,643), koefisien regresi X2 (pengawasan kerja) bernilai positif (1,063). Dengan kata lain, koefisien regresi yang positif yang membuktikan konstribusinya terhadap produktivitas kerja (Y) pegawai Dinas Pendidikan di Kabupaten Simeulue Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan memiliki kemampuan mempengaruhi Produktivitas kerja pegawai Dinas Pendidikan di Kabupaten Simeulue Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

IV.5.2.1. Koefisien Determinasi (R2)

Tabel IV.12. Nilai Koefisien Determinasi Hipotesis Pertama

Sumber : Hasil Penelitian, 2010

.747 a .559 .543 1.67733 1.863 Model 1 R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson

Predictors: (Constant), Pengawasan, Disiplin a.

Nilai koefisien determinasi pada R pada tabel IV.12. sebesar 0,747, yang berarti bahwa hubungan antara disiplin kerja dan pengawasan kerja terhadap produktivitas kerja pegawai Dinas Pendidikan di Kabupaten Simeulue Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam sebesar 74,7%. Artinya hubungannya erat.

Nilai koefisien determinasi pad R Square pada Tabel IV.12. di atas, diketahui bahwa besarnya nilai koefisien determinasi atau angka R2 adalah sebesar 0,559, yang

berarti 55,9% variabel disiplin kerja, dan pengawasan kerja berpengaruh terhadap produktivitas kerja pegawai Dinas Pendidikan di Kabupaten Simeulue Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Sedangkan sisanya 44,1% dipengaruhi oleh variabel-variabel bebas lain yang tidak diteliti dan tidak dimasukkan ke dalam model regresi.

IV.5.2.2. Uji Secara Serempak

Hasil uji secara serempak pengaruh variabel disiplin kerja dan pengawasan kerja terhadap produktivitas kerja pegawai dapat dilihat dalam Tabel IV.15. berikut ini:

Tabel IV.13. Hasil Uji F Hipotesis Pertama

Sumber : Hasil Penelitian, 2010

199.430 2 99.715 35.442 .000a 157.553 56 2.813 356.983 58 Regression Residual Total Model 1 Sum of

Squares df Mean Square F Sig.

Predictors: (Constant), Pengawasan, Disiplin a.

Berdasarkan Tabel IV.13. di atas, diperoleh nilai F hitung sebesar 35,442, sedangkan nilai F tabel sebesar 3,17. Dengan demikinian, nilai F hitung yang diperoleh sebesar 35,442 lebih besar dari F tabel pada tingkat kepercayaan 95% atau α = 0,05, hal ini berarti nilai F hitung > F tabel (35,442 > 3,17 dan tingkat signifikansinya (0,000<0,05). Hal ini memberi arti bahwa variabel-variabel independen yaitu disiplin kerja, dan pengawasan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas kerja pegawai Dinas Pendidikan di Kabupaten Simeulue Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Hasil ini berarti bahwa disiplin kerja, dan pengawasan kerja sangat

menentukan dalam peningkatan produktivitas kerja pegawai Dinas Pendidikan di kabupaten Simeulue Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Besarnya pengaruh kedua variabel ini dapat dijadikan pedoman bagi Dinas Pendidikan di kabupaten Simeulue Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam sebagai upaya peningkatan produktivitas kerja pegawai. Upaya dalam meningkatkan produktivitas kerja pegawai dapat dilakukan dengan mempertimbangkan setiap indikator dari disiplin kerja, dan pengawasan kerja.

Dengan demikian, pengujian secara serempak hipotesis pertama menyatakan bahwa disiplin kerja, dan pengawasan kerja berpengaruh terhadap produktivitas kerja secara simultan tidak dapat ditolak, dengan kata lain Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi, disiplin kerja dan pengawasan kerja sangat menentukan dalam peningkatan produktivitas kerja pegawai Dinas Pendidikan di Kabupaten Simeulue Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

IV.5.2.3. Uji Secara Parsial

Hasil pengujian hipotesis pertama secara parsial dapat dilihata pada tabel IV. Sebagai berikut:

Tabel IV.14.Uji t Hipotesis Pertama

Sumber : Hasil Penelitian, 2010

7.714 3.996 1.930 .059 .643 .163 .374 3.939 .000 1.063 .191 .528 5.555 .000 (Constant) Disiplin Pengawasan Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients t Sig.

1. Nilai signifikansi t untuk variabel disiplin kerja (0,000) lebih kecil dari 0,025. dan nilai t hitung untuk variabel disiplin kerja > t tabel yaitu 3,939 > 2,003. Dengan demikian, Ho yang menyatakan bahwa disiplin kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja pegawai pada Dinas Pendidikan Kabupaten Simeulue Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam ditolak, berarti Ha yang menyatakan disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja pegawai pada Dinas Pendidikan Kabupaten Simeulue Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam diterima. Ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel disiplin kerja pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Simeulue Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja pegawai Dinas Pendidikan di Kabupaten Simeulue Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

2. Nilai signifikansi untuk variabel pengawasan kerja (0,000) lebih kecil dari 0,025. dan nilai t hitung untuk variabel pengawasan kerja > t tabel yaitu 5,555 > 2,003. Dengan demikian, Ho yang menyatakan bahwa tidak terdapat pengaruh pengawasan kerja terhadap produktivitas kerja pegawai pada Dinas Pendidikan Kabupaten Simeulue Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam ditolak, berarti Ha yang menyatakan pengawasan kerja berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja pegawai pada Dinas Pendidikan Kabupaten Simeulue Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam diterima, hal ini menunjukkan bahwa pengawasan kerja pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Simeulue Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam mempengaruhi produktivitas kerja pegawai. Ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel pengawasan kerja pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten

Simeulue Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja pegawai Dinas Pendidikan di Kabupaten Simeulue Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Hal ini memberi arti bahwa dengan pengawasan kerja yang sesuai dengan sistem dan prosedur yang dilakukan atasan maka akan memberikan dampak pada peningkatan produktivitas kerja pegawai.

Berdasarkan dari hasil pengujian regresi linier berganda dapat diketahui bahwa variabel yang paling dominan terhadap produktivitas kerja pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Simeulue Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam adalah pengawasan kerja. Hal ini dapat diketahui dari nilai koefisien regresinya yang memiliki nilai paling tinggi sebesar 1,063.

Hasil penelitian sesuai dengan pendapat Manulang (2004) menyatakan bahwa “Pengawasan adalah suatu proses untuk menetapkan pekerjaan apa yang sudah dilaksanakan, penilaiannya dan mengoreksi bila perlu dengan maksud supaya pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana-rencana semula”. Sedangkan menurut Siagian (2007) menyatakan “Pengawasan adalah keseluruhan upaya pengamatan pelaksanaan kegiatan operasional guna menjamin bahwa berbagai kegiatan tersebut sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya”. Handoko (2003) menyatakan bahwa ”pengawasan adalah suatu usaha sistematis untuk menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan-tujuan perencanaan, merancang sistem informasi umpan balik, membandingkan kegiatan nyata dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya, menentukan dan mengukur penyimpangan-penyimpangan serta

mengembil tindakan koreksi yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya organisasi digunakan paling efektif dan efisien.

Dengan demikian, pengawasan kerja merupakan salah satu pekerjaan yang dilaksanakan dalam kegiatan manajerial untuk menjamin terealisasinya semua rencana yang telah ditetapkan sebelumnya serta pengambilan tindakan perbaikan bila diperlukan. Tindakan perbaikan diartikan tindakan yang diambil untuk menyesuaikan hasil pekerjaan dengan standar. Tindakan perbaikan ini membutuhkan waktu dan proses agar terwujud untuk mencapai hasil yang diinginkan. Apabila terjadi penyimpangan, tindakan perbaikan segera dapat diambil sehingga sehingga pencapaian hasil yang diharapkan organisasi mencapai tujuan.

Dokumen terkait