HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
2) Pengujian Hipotesis Secara Parsial (Uji t)
Pengujian hipotesis kedua dilakukan secara parsial terhadap koefesien regresi dengan menggunakan uji t, untuk menguji pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat.
a. Uji Hipotesis Untuk Variabel X1 (Current Ratio)
Dalam penelitian ini uji t digunakan untuk menguji koefisien regresi secara parsial dari masing-masing variabel independen dengan variabel dependen. Adapun hipotesis yang akan diuji adalah :
H0 : β1≤ 0 artinya current ratio tidak berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham
H1 : β1 > 0 artinya current ratio berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham
Tabel 4.18
Uji t untuk X1 (Current ratio)
Nilai t hitung dibandingkan dengan nilai t tabel berdasarkan tingkat signifikansi (α) = 5% = 0,05/2 = 0,025 dan derajat kebebasan pembilang = k dan derajat kebebasan penyebut = n-k-1. Jadi, pembilang = 2 dan derajat penyebut = 28-4-1 = 23, maka t tabel diperoleh sebesar 2,07.
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Tolerance VIF 1 (Constant) 2808,183 1834,389 1,531 ,139
current_ratio -3,881 5,854 -,138 -,663 ,514 ,833 1,201 debt_to_equity_ratio -3,987 3,087 -,276 -1,292 ,209 ,788 1,269 return_on_equity 114,115 66,646 ,387 1,712 ,100 ,705 1,419 total_asset_turn_over -9,027 13,718 -,171 -,658 ,517 ,531 1,884 a. Dependent Variable: harga_saham
• Ho diterima apabila –t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel, artinya tidak ada pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat.
• Ho ditolak apabila t hitung > t tabel atau –t hitung < -t tabel, artinya ada pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat.
Berdasarkan nilai yang sudah diperoleh, terlihat thitung < ttabel, yaitu -0,663 < 2,052 , maka H0 diterima artinya bahwa variabel fundamental yaitu Current Ratio secara parsial berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap harga saham.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Annio Indah Lestari N, Muslich Lufti, Syahyunan (2007) yang menyatakan bahwa Current Ratio sebagai faktor fundamental secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham.
Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan teori yang dinyatakan oleh David dan Kurniawan (2010:236) yang menyatakanperusahaan dapat dikatakan dalam keadaan likuid, apabila perusahaan tersebut mempunyai alat pembayaran ataupun aktiva lancar yang lebih besar dibandingkan dengan utang lancarnya.
Untuk mengetahui daerah penerimaan dan penolakan hipotesis, dapat dilihat pada gambar dibawah ini :
Gambar 4.8
b. Uji Hipotesis Untuk Variabel X2 (Debt to Equity Ratio)
Dalam penelitian ini uji t digunakan untuk menguji koefisien regresi secara parsial dari masing-masing variabel independen dengan variabel dependen. Adapun hipotesis yang akan diuji adalah :
H0 : β2≥ 0 artinya debt to equity ratio tidak berpengaruh negatif signifikan terhadap harga saham
H1 : β2 < 0 artinya debt to equity ratio berpengaruh negatif signifikan terhadap harga saham
Tabel 4.19
Uji t untuk X2 (Debt to Equity Ratio)
Nilai t hitung dibandingkan dengan nilai t tabel berdasarkan tingkat signifikansi (α) = 5% = 0,05/2 = 0,025 dan derajat kebebasan pembilang = k dan derajat kebebasan penyebut = n-k-1. Jadi, pembilang = 2 dan derajat penyebut = 28-4-1 = 23, maka t tabel diperoleh sebesar 2,07.
• Ho diterima apabila –t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel, artinya tidak ada pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat.
• Ho ditolak apabila t hitung > t tabel atau –t hitung < -t tabel, artinya ada pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat.
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Tolerance VIF 1 (Constant) 2808,183 1834,389 1,531 ,139
current_ratio -3,881 5,854 -,138 -,663 ,514 ,833 1,201 debt_to_equity_ratio -3,987 3,087 -,276 -1,292 ,209 ,788 1,269 return_on_equity 114,115 66,646 ,387 1,712 ,100 ,705 1,419 total_asset_turn_over -9,027 13,718 -,171 -,658 ,517 ,531 1,884 a. Dependent Variable: harga_saham
Berdasarkan nilai yang sudah diperoleh, terlihat thitung < ttabel, yaitu -1,292 < 2,052 , maka H0 ditolak artinya bahwa variabel fundamental yaitu Debt to Equity Ratio secara parsial berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap harga saham.
Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian Zulkifli Harahap, Agusni Pasaribu (2007) yang menyatakan bahwa sebagai faktor fundamental Debt to Equity Ratio secara parsial berpengaruh terhadap harga saham.
Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan teori yang dinyatakan oleh David dan Kurniawan (2010:234) yang menyebutkan bahwa rasio leverage dapat diartikan sebagai besarnya aktiva perusahaan yang didanai dengan pendanaan dari pihak luar. Namun penggunaan dana dari pihak luar akan memperbesar resiko atas hasil (risk of return) bagi para pemegang saham karena adanya beban tetap pembayaran bunga pinjaman.
Untuk mengetahui daerah penerimaan dan penolakan hipotesis, dapat dilihat pada gambar dibawah ini :
Gambar 4.9
c. Uji Hipotesis Untuk Variabel X3 (Return On Equity)
Dalam penelitian ini uji t digunakan untuk menguji koefisien regresi secara parsial dari masing-masing variabel independen dengan variabel dependen. Adapun hipotesis yang akan diuji adalah :
H0 : β3≤ 0 artinya return on equity tidak berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham
H1 : β3 > 0 artinya return on equity berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham
Tabel 4.20
Uji t untuk X3 (Return On Equity)
Nilai t hitung dibandingkan dengan nilai t tabel berdasarkan tingkat signifikansi (α) = 5% = 0,05/2 = 0,025 dan derajat kebebasan pembilang = k dan derajat kebebasan penyebut = n-k-1. Jadi, pembilang = 2 dan derajat penyebut = 28-4-1 = 23, maka t tabel diperoleh sebesar 2,07.
• Ho diterima apabila –t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel, artinya tidak ada pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat.
• Ho ditolak apabila t hitung > t tabel atau –t hitung < -t tabel, artinya ada pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat.
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Tolerance VIF 1 (Constant) 2808,183 1834,389 1,531 ,139
current_ratio -3,881 5,854 -,138 -,663 ,514 ,833 1,201 debt_to_equity_ratio -3,987 3,087 -,276 -1,292 ,209 ,788 1,269 return_on_equity 114,115 66,646 ,387 1,712 ,100 ,705 1,419 total_asset_turn_over -9,027 13,718 -,171 -,658 ,517 ,531 1,884 a. Dependent Variable: harga_saham
Berdasarkan nilai yang sudah diperoleh, terlihat thitung < ttabel, yaitu 1,712 < 2,052 , maka H0 ditolak artinya bahwa variabel fundamental yaitu Return On Equity secara parsial berpengaruh positif tidak signifikan terhadap harga saham.
Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian Ani Wilujeng Suryani (2007) yang menyatakan bahwa sebagai faktor fundamental Return On Equity
secara parsial berpengaruh signifikan terhadap harga saham.
Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan teori yang dinyatakan oleh David dan Kurniawan (2010:239) yang menyatakan rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba. Artinya kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan pada tingkat penjualana, aset, dan modal saham tertentu.
Untuk mengetahui daerah penerimaan dan penolakan hipotesis, dapat dilihat pada gambar dibawah ini :
Gambar 4.10
Kurva Daerah Penerimaan Dan Penolakan H0 Uji t Return On Equity
d. Uji Hipotesis Untuk Variabel X4 (Total Asset Turn Over)
Dalam penelitian ini uji t digunakan untuk menguji koefisien regresi secara parsial dari masing-masing variabel independen dengan variabel dependen. Adapun hipotesis yang akan diuji adalah :
H0 : β4≤ 0 artinya total asset turn over tidak berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham
H1 : β4 > 0 artinya total asset turn over berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham
Tabel 4.21
Uji t untuk X4 (Total Asset Turn Over)
Nilai t hitung dibandingkan dengan nilai t tabel berdasarkan tingkat signifikansi (α) = 5% = 0,05/2 = 0,025 dan derajat kebebasan pembilang = k dan derajat kebebasan penyebut = n-k-1. Jadi, pembilang = 2 dan derajat penyebut = 28-4-1 = 23, maka t tabel diperoleh sebesar 2,07.
• Ho diterima apabila –t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel, artinya tidak ada pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat.
• Ho ditolak apabila t hitung > t tabel atau –t hitung < -t tabel, artinya ada pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat.
Berdasarkan nilai yang sudah diperoleh, terlihat thitung < ttabel, yaitu -0,658 < 2,052 , maka H0 ditolak artinya bahwa variabel fundamental yaitu Total Asset Turn Over secara parsial tidak berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham. Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Tolerance VIF 1 (Constant) 2808,183 1834,389 1,531 ,139
current_ratio -3,881 5,854 -,138 -,663 ,514 ,833 1,201 debt_to_equity_ratio -3,987 3,087 -,276 -1,292 ,209 ,788 1,269 return_on_equity 114,115 66,646 ,387 1,712 ,100 ,705 1,419 total_asset_turn_over -9,027 13,718 -,171 -,658 ,517 ,531 1,884 a. Dependent Variable: harga_saham
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Annio Indah Lestari N, Muslich Lufti, Syahyunan (2007) yang menyatakan bahwa Total Asset Turn Over sebagai faktor fundamental secara parsial berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap harga saham.
Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan teori yang dinyatakan oleh David dan Kurniawan (2010:237) yang menyebutkan bahwa semua rasio yang tergolong dalam rasio aktivitas menunjukkan perbandingan antara hasil penjualan dengan investasi dalam beberapa aktiva.
Untuk mengetahui daerah penerimaan dan penolakan hipotesis, dapat dilihat pada gambar dibawah ini :
Gambar 4.11
98