• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengujian Kendaraan Bermotor

Dalam dokumen ABSTRAK MUHAMMAD ZAIN, (Halaman 20-33)

BAB II TNJAUANPUSTAKA

A. Tinjauan Pustaka

5. Pengujian Kendaraan Bermotor

Pengujian kendaraan bermotor disebut juga uji kir adalah serangkaian kegiatan menguji dan/atau memeriksa bagian-bagian kendaraan bermotor, kereta gandengan, kereta tempelan dan kendaraan khusus dalam rangka pemenuhan terhadap persyaratan teknis dan laik jalan, berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No. 44 tahun 1993 tentang kendaraan dan pengemudi, Pengujian Kendaraan bermotor dilaksanakan secara berkala 6 (enam) bulan sekali dalam rangka menjamin keselamatan, kelestarian

lingkungan dan pelayanan umum.

Sesuai dengan Undang-Undang RI No. 14 tahun 1992 tujuan transportasi adalah untuk mewujudkan lalu lintas dan angkutan jalan dengan selamat, aman, cepat, lancar, tertib dan teratur, nyaman dan efisien, maupun memadukan modal transportasi lainnya, menjangkau seluruh pelosok wilayah daratan untuk menunjang pemerataan, pertumbuhan dan stabilitas sebagai pendorong, penggerak dan menunjang pembangunan nasional dengan biaya yang terjangkau oleh daya beli masyarakat. Maka untuk mewujudkan hal tersebut diatas semua peruntukannya harus memenuhi persyaratan teknis dan ambang batas laik jalan serta sesuai dengan kelas jalan yang dilalui.

Pelaksanaan pengujian kendaraan bermotor bersifat pelayanan umum dan lebih diutamakan pada pertimbangan menyangkut aspek keselamatan secara teknis terhadap pengguna/kendaraan bermotor di jalan sampai pada tujuannya dan kelestarian lingkungan dan kemungkinan pencemaran yang diakibatkan oleh kendaraan bermotor yang digunakan di jalan, sehingga tidak untuk mencari keuntungan materil.

Pengaturan dan pembinaan kendaraan maupun mengemudi tersebut tidak dapat dipisahkan dart sistem lalu lintas dan angkutan jalan yang secara keseluruhan merupakan bagian tidak terpisahkan dari sistem transportasi nasional. Pada kenyataannya, kegiatan pengaturan dan pembinaan tersebut menuntut keterlibatan serta dukungan berbagai instansi pemerintah maupun masyarakat yang mempunyai kaitan tugas dengan bidang lalu lintas dan angkutan jalan. Untuk mencapai daya guna dan basil guna yang optimal, diperlukan adanya pengaturan dan pembinaan secara terpadu, menyeluruh dan berkesinambungan. Hal ini dapat dicapai jika kegiatan pengaturan dan pembinaan pada masing-masing instansi pemerintah tersebut terkoordinasi secara utuh,

tertib, teratur dan sinergenik antara satu dengan lainnya, tanpa mengurangi tugas dan tanggung jawab masing-masing instansi.

Di dalam Peraturan Pemerintah No. 44 tahun 1993 diatur kewajiban pemilik untuk mendaftarkan kendaraan bermotornya, dalam rangka mengumpulkan data yang dapat digunakan untuk tertib administrasi, pengendalian kendaraan bermotor yang dioperasikan di Indonesia, mempermudah penyidikan pelanggaran atau kejahatan yang menyangkut kendaraan yang bersangkutan, serta dalam rangka perencanaan kendaraan yang bersangkutan, serta dalam rangka perencanaan, rekayasa dan manajemen lalu lintas dan angkutan jalan, dan memenuhi kebutuhan data lainnya dalam rangka perencanaan pembangunan nasional.

Berikut prosedur dan gambaran pelaksanaan pengujian kendaraan bermotor:

1. Pengujian Berkala Pertama.

Syarat-syarat Pengujian Berkala Pertama adalah sebagai berikut:

a. Permohonan Uji Berkala Pertama dari pemilik atau yang dikuasakan b. Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), asli dan fotocopy;

c. Kartu Tanda Penduduk (KTP) Pemilik, asli beserta fotocopy atau surat kuasa dari pemilik kendaraan;

d. Sertifikat Uji Tipe yang dikeluarkan Dirjen Perhubungan Darat RI, asli beserta fotocopy

e. Sertifikat Registrasi Uji Tipe yang dikeluarkan oleh penanggung jawab produksi/rakit/ impor, asli beserta fotocopy

f. Surat Keterangan Tera dari Badan Metrologi, bagi kendaraan tanki, taksi dengan argometer dan kendaraan yang menggunakan bahan bakar gas (BBG), asli

beserta fotocopy

g. Rekomendasi dari Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok (khusus angkutan penumpang umum

h. Biaya Retribusi sesuai tarif

i. Kendaraan datang ke lokasi pengujian.

Prosedur Pengujian Berkala Pertama :

Prosedur Pengujian Berkala Pertama dapat dilihat sebagaimana alur gambar berikut ini:

Urutan kegiatan Pengujian Berkala Pertama adalah sebagai berikut:

a. Pemilik atau yang dikuasakan mendaftarkan kendaraannya dengan menyerahkan syarat-syarat administrasi

b. Penetapan jumlah Retribusi Pengujian Berkala Pertama dan nomor unit pendaftaran

c. Pemohon membayar biaya retribusi Pengujian Berkala Pertama dan menerima bukti pembayaran serta Formulir Berita Acara Pengujian Berkala Pertama;

d. Pemohon membawa kendaraannya untuk diperiksa dan diuji di gedung Pengujian, serta menyerahkan Formulir Berita Acara Pengujian Berkala beserta syarat-syarat;

e. Penguji melakukan pemeriksaan dan pengujian, pengukuran dimensi kendaraan, penetapan JBB / JBKB, Berat Kendaraan, menghitung Daya Angkut Orang dan Barang, JBI/JBKI, MST dan Kelas Jalan Terendah;

f. Penguji menetapkan hasil pengujian dan menandatangani Berita Acara Pengujian

2. Berkala Pertama;

Pemanggilan dan pemberitahuan hasil pengujian kepada pemohon. Apabila hasil pengujian dinyatakan "Lulus",maka

a. Penetapan dan pembubuhan Nomor Uji pada rangka kendaraan

b. Pemohon diminta menyerahkan Plat Nomor kendaraan untuk dipasang Plat Uji dan diperintahkan untuk pemasangan Tanda Samping

c. Pengisian Buku Uji dan Kartu induk Pemeriksaan

d. Penguji Menandatangani Buku Uji dan Kartu Induk Pemeriksaan;

e. Menyerahkan Buku Uji dan Plat Nomor yang telah dipasangkan Plat Uji.

f. Apabila hasil pengujian dinyatakan "Tidak Lulus", pemohon berhak banding atau melakukan perbaikan-perbaikan sesuai Berita Acara Pengujian Berkala Pertama selanjutnya dilakukan Pengujian Ulang’

g. Waktu Pelayanan Maksimal 90 (sembilan puluh) menit.

3. Pengujian Rubah Bentuk.

Syarat-syarat pengujian Rubah Bentuk sama dengan Pengujian Berkala Pertama, hanya ditambah dengan sertifikat Rancang Bangun dari Dirjen Perhubungan Darat Prosedur dan kegiatan Pengujian Rubah Bentuk sama dengan Prosedur Pengujian Berkala Pertama, hanya tidak ada pembubuhan nomor uji, karena kendaraan dimaksud sudah mempunyai nomor uji a. Pengujian Berkala Periodik Syarat-syarat Pengujian Berkala Periodik adalah sebagai berikut:

1) Permohonan Uji Berkala Periodik dari pemilik atau yang dikuasakan

2) Buku Uji Berkala asli, jika hilang wajib melampirkan Berita Acara Kehilangan dari Kepolisian dan potongan berita kehilangan di media cetak

3) Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), asli dan fotocopy

4) Kartu Tanda Penduduk (K.TP) Pemilik, asli beserta fotocopy atau surat kuasa dari pemilik kendaraan

5) Kartu Pengawasan (Khusus angkutan penumpang umum).

a. Prosedur Pengujian Berkala Periodik :

Prosedur Pengujian Berkala Periodik dapat dilihat sebagaimana alur pada gambar berikut ini:

1) Pemilik atau yang dikuasakan mendaftarkan kendaraannya dengan menyerahkan syarat-syarat administrasi

2) Penetapan jumlah Retribusi Pengujian Berkala Periodik dan nomor urut pendaftaran

3) Pemohon membayar biaya Retribusi Pengujian Berkala Periodik dan menerima bukti pembayaran serta Formulir Berita Acara Pengujian Berkala;

4) Pemohon membawa kendaraannya untuk diperiksa dan diuji di gedung pengujian, serta menyerahkan Formulir Berita Acara Pengujian Berkala beserta syarat-syarat 5) Penguji menetapkan hasil pengujian dan menandatangani Berita Acara

c. Pengujian Berkala Periodik;

Pemanggilan dan pemberitahuan hasil pengujian kepada pemohon. Apabila hasil pengujian dinyatakan "Lulus", maka .

1) Pemohon diminta menyerahkan Plat Nomor kendaraan untuk dipasang Plat Uji dan diperintahkan untuk pemasangan Tanda Samping

2) Pengisian Buku Uji dan Kartu Induk Pemeriksaan

3) Penguji Menandatangani Buku Uji dan Kartu Induk Pemeriksaan;

4) Penyerahan Buku Uji dan Plat Nomor yang telah dipasangkan Tanda Uji.

5) Apabila hasil pengujian dinyatakan "Tidak Lulus", pemohon berhak banding atau melakukan perbaikan teknis sesuai Berita Acara Pengujian Berkala

6) Periodik, selanjutnya dilakukan Pengujian Ulang;

7) Waktu Pelayanan Maksimal 60 (enam puluh) menit.

4. Pengujian Penghapusan/Scraping.

Syarat-syarat Pengujian Penghapusan/Scraping adalah sebagai berikut:

a. Permohonan Pengujian Penghapusan/Scraping disampaikan kepada Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok;

b. Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), ash dan fotocopy

c. Salinan Keputusan Pengadilan (bagi kendaraan hasil sitaan pengadilan) d. Buku uji (khusus kendaraan wajib uji).

Prosedur Pengujian Penghapusan/Scraping:

Prosedur Pengujian Penghapusan/Scraping dapat dilihat sebagaimana atur pada gambar berikut ini:

Urutan Pelaksanaan Pengujian Penghapusan/Scraping adalah sebagai berikut:

a. Pemohon mendaftarkan Pengujian Penghapusan/Scraping dengan menyerahkan syarat-syarat administrasi

b. Penetapan jumlah Retribusi Pengujian Penghapusan/Scraping;

c. Pemohon membayar biaya Retribusi Pengujian Penghapusan/Scraping dan menerima bukti pembayaran

d. Pemohon membawa kendaraannya untuk diperiksa dan diuji di gedung pengujian (apabila tidak dimungkinkan karena sesuatu hal, maka penguji wajib mendatangi ke tempat kendaraan dimaksud berada), serta menyerahkan

e. Formulir Laporan Pengujian Pengujian Penghapusan, beserta syarat-syarat;

1) Penguji menetapkan hasil pengujian dan menandatangani Formulir Laporan Pengujian Penghapusan/Scraping

2) Ketua Panitia Pengujian Penghapusan memberikan Surat Keterangan Penilaian Kondisi Teknis Kendaraan atas dasar Laporan Pengujian Penghapusan/Scraping 3) Pemanggilan dan pemberitahuan hasil pengujian kepada pemohon

4) Pemohon menerima hasil Pengujian Penghapusan/Scraping.

5) Waktu Pelayanan Maksimal 60 (Enam puluh) menit.

5. Pengujian di Tempat

Syarat-syarat Pengujian di tempat sama dengan Pengujian Berkala Periodik, hanya pada pelaksanaannya diharuskan:

a. Jumlah minimal 20 kendaraan b. Memiliki Pelataran yang cukup luas

c. Di lokasi pemohon, dan berada di wilayah Kota.

d. Waktu pelayanan maksimal 60 (Enam puluh) menit

e. Prosedur dan Urutan Kegiatan Pelaksanaan Pengujian di tempat sama dengan Pengujian Berkala Periodik.

6.Numpang Uji

a. Numpang Uji Masuk

Syarat-syarat dan pelaksanaan Numpang Uji Masuk sama dengan Pengujian Berkala Periodik, hanya pada pelaksanaannya diharuskan melampirkan Surat Rekomendasi Numpang Uji dari daerah asal kendaraan yang bersangkutan.

b. Numpang Uji Keluar

Syarat-syarat Numpang Uji Keluar adalah sebagai berikut:

1) Permohonan Numpang Uji dari pemilik atau yang dikuasakan

2) Buku Uji Berkala asli, jika hilang wajib melampirkan Berita Acara Kehilangan dari Kepolisian dan potongan berita kehilangan di media cetak 3) Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), asli dan fotocopy;

4) Kartu Tanda Penduduk (KTP) Pemilik, asli beserta fotocopy atau surat kuasa dari pemilik kendaraan

5) Kartu Pengawasan (Khusus angkutan penumpang umum).

7. Presedur Numpang Uji Keluar

Prosedur Numpang Uji Keluar dapat dilihat sebagaimana alur pada gambar berikut ini:

Urutan kegiatan Numpang Uji Keluar

Urutan Pelaksanaan Numpang Uji Keluar adalah sebagai berikut:

a. Pemohon mengajukan permohonan Numpang Uji Keluar dengan menyerahkan syarat-syarat;

b. Penetapan jumlah Retribusi Pengujian Numpang Uji Keluar

c. Pemohon membayar biaya Retribusi Pengujian Numpang Uji Keluar dan menerima bukti pembayaran

d. Pembuatan Surat Rekomendasi Numpang Uji;

e. Penetapan Rekomendasi Numpang Uji

f. Pemohon menerima hasil Surat Rekomendasi Numpang Uji Keluar g. Waktu Pelayanan Maksimal 30 (Tiga puluh) menit.

8. Mutasi Uji

a. Mutasi Uji Masuk

Syarat-syarat dan pelaksanaan Mutasi Uji Masuk sama dengan Pengujian Berkala Periodik, hanya pada pelaksanaannya diharuskan melampirkan Surat Mutasi Uji Kendaraan dan Surat Mutasi Kendaraan/Viskal Antar Daerah dari daerah asal kendaraan yang bersangkutan.

b. Mutasi Uji Keluar

Syarat-syarat Mutasi Uji Keluar adalah sebagai berikut :

1) Permohonan Mutasi Uji Keluar dari pemilik atau yang dikuasakan

2) Buku Uji Berkala asli, jika hilang wajib melampirkan Berita Acara Kehilangan dari Kepolisian dan potongan berita kehilangan di media cetak 3) Surat Mutasi Kendaraan/Viskal Antar Daerah, asli dan fotocopy

4) Kartu Tanda Penduduk (KTP) Pemilik, asli beserta fotocopy atau surat kuasa dari pemilik kendaraan

5) Kartu Pengawasan (Khusus angkutan penumpang umum);

6) Waktu pelayanan maksimal 30 (Tiga puluh) menit

b. Prosedur Mutasi Uji Keluar :

Prosedur Mutasi Uji Keluar dapat dilihat sebagaimana alur pada gambar berikut ini:

Urutan kegiatan Mutasi Uji Keluar Urutan Pelaksanaan Mutasi Uji Keluar adalah sebagai berikut:

a. Pemohon mendaftarkan Mutasi Uji Keluar dengan menyerahkan syarat-syarat;

b. Penetapan jumlah Mutasi Uji Keluar

c. Pemohon membayar biaya Mutasi Uji Keluar dan menerima bukti pembayaran d. Pembuatan Surat Rekomendasi Mutasi Uji Keluar;

e. Penetapan Surat Rekomendasi Mutasi Uji Keluar

f. Pemohon menerima hasil Surat Rekomendasi Mutasi Uji Keluar.

g. Waktu Pelayanan Maksimal 30 (Tiga puluh) menit.

Dalam dokumen ABSTRAK MUHAMMAD ZAIN, (Halaman 20-33)

Dokumen terkait