4.2.1 MODEL ANALISIS HARGA BATUBARA ( PERSAMAAN 2 )
4.2.1.1. PENGUJIAN KOEFISIEN REGRESI SECARA PARSIAL
Yaitu suatu analisis yang digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen mampu secara parsial (individual) mempengaruhi Harga Batubara, dapat digunakan dengan menggunakan uji kesesuaian sebagai berikut :
Dari hasil analisis regresi di atas, diperoleh nilai koefisien detrminasi sebesar 0.805 yang memberi arti bahwa variabel independen secara bersama-sama hanya mampu menjelaskan pengaruhnya terhadap variabel dependen sebesar 80.5 %, sedangkan sisanya sebesar 19.5% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam estimasi model.
Uji t-Statistik 1) Hipotesis Ho = b = 0 Ha = b ≠ 0 2) = 5%, df = n-k-1 = 23-2-1 = 20 t-tabel = 2.086
3) Statistik penguji (t-satatistik) t-hitung X1 = 4.622
t-hitung X2 = 5.502
4) Kriteria Penganbilan Keputusan (KPK) Bila X bernilai positif, maka :
Ho diterima apabila t- hitung < t-tabel ( )
Ha diterima apabila t- hitung > t-tabel ( ) Bila X bernilai negatif, maka :
Ho diterima apabila t- hitung < t-tabel ( )
Ha diterima apabila t- hitung > t-tabel ( ) 5) Kesimpulan
1. Inflasi (X1) a. Ho = b = 0 Ha ≠ b ≠ 0 b. = 5% ½ = 0.025 % c. t-tabel : 2.086 d. t-hitung = 4.622 e. KPK :
Bila X1 bernilai positif :
o Terima Ho jika t-hitung < t- tabel
o Tolak Ho jika t-hitung > t- tabel f. Keputusan
Berdasakan perhitungan dapat kita ketahui bahwa t-hitung > t- tabel (4.622 > 2.086 ) maka Ho ditolak, artinya secara parsial ada pengaruh
signifikan antara Inlfasi dengan harga Batubara. Jadi dari kasus ini dapat disimpulkan bahwa secara parsial bahwa inflasi berpengaruh positif terhadap harga batubara pada PT United Resources Mining pada tingkat kepercayaa sebesar 95%.
Gambar IV.1 Uji t-Statistik X1
Ho ditolak
-2.086 2.086 4.622 2. Kurs (X2) a. Ho = b = 0 Ha ≠ b ≠ 0 b. = 5% ½ = 0.025 % c. t-tabel : 2.086 g. t-hitung = 5.502 h. KPK :
Bila X2 bernilai positif :
o Terima Ho jika t-hitung < t- tabel
o Tolak Ho jika t-hitung > t- tabel i. Keputusan
Berdasakan perhitungan dapat kita ketahui bahwa t-hitung > t- tabel (5.502 > 2.086 ) maka Ho ditolak, artinya secara parsial ada pengaruh signifikan antara Kurs dengan harga Batubara. Jadi dari kasus ini dapat disimpulkan bahwa secara parsial bahwa kurs berpengaruh positif terhadap harga batubara pada PT United Resources Mining pada tingkat kepercayaa sebesar 95%.
Gambar IV. 2 Uji t-Statistik X2
Ho diterima -2.131 2.131 5.502 Uji F - Statistik 1. Hipotesis : Ho : b1 = b2 = 0 Ha : b1 ≠ b2 ≠ 0 2. = 5%, Df 1 = 2, Df2 = n-k-1 = 23-2-1 = 20 F-tabel = 3.432
3. Statistik penguji ( F-Satatistik ) F-hitung = 41.389
4. Kriteria Pengambilan Keputusan (KPK) Ho diterima apabila F-hitung < F- tabel Ho ditolak apabila F-hitung > F- tabel 5. Kesimpulan
Bedasarkan data, dapat diketahui bahwa F- hitung > F- tabel (41.389>3.432) dengan demikian maka Ho ditolak. Artinya ada pengaruh secara signifikan
anatara Inflsi secara bersama-sama terhadap Harga batubara. Jdi pada kasis ini dapat disimpulkan bahwa Inflasi dan Kurs secara bersama-sama berpengaruh terhadap harga batubara pada perusahaan PT. United Resources Mining.
Gambar IV. 3
Uji F- Statistik
Ho ditolak
Ho diterima
0 3.432 41.389
Uji Penyimpangan asumsi Klasik
Multikolinearitas
Uji Multikolinearitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik multikolinearitas, yaitu adanya hubungan linear antar variabel independen dalam model regresi.
Tabel IV. 4
.322 4.894 .066 .948 .003 .001 .586 5.502 .000 .856 1.168 13.286 2.875 .493 4.622 .000 .856 1.168 (Constant) X2 X1 Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients
t Sig. Tolerance VIF Collinearity Statistics
Dependent Variable: Y1 a.
Dari hasil regresi diatas diketahui nilai VIF kedua variabel yaitu X1 dan X2 adalah 1.168 adalah lebihkecil dari 5, sehingga bisa diduga bahwa variabel X1 dan X2 tidak terjadi persoalan Moltikolinearitas.
Auto Korelasi
Uji Durbin – Watson (D-W test)
Uji D-W Test digunakan untuk menguji apakah model regresi mengandung korelasi serial ( Auto korelasi ) diantara variabel penggangu (Distubance term).
Dengan langkah-langkah pengujian sebagai berikut : 1) Hipotesis Ho : = 0 Ha : = 0 2) = 5% , k = 2, n = 23, maka : dL = 1.168 ; 4-dL = 4 – 1.168 = 2.832 du = 1.543 ; 4-du = 4 – 1.543 = 2.457 3) Statistik penguji
4) Kriteria Pengambilan Keputusan (KPK) Terima Ho apabila : 2 < D-W hitung < 4-du Du < D-W hitung < 2 Terima Ha apabila : 0 < D-W hitung < dL 4-dL < D-W hitung < 4
Tidak ada keputusan apabila :
dL < D-W hitung < du 4-du < D-W hitung < 4- dL
5) Kesimpulan
Berdasarkan data diatas dapat diperoleh bahwa dL < D-W hitung < du (1.168 < 1.285 < 1.543 ). Dengan demikian tidak menghasilkan kesimpulan yang pasti ( berada di daerah keragu-raguan ).
Gambar IV. 4
Uji D –W
Menolak Ho Daerah Menerima Ho Daerah Menolak Ho Bukti Keragu-raguan tidak da Autokorelasi Keragu-raguan bukti Autokorelasi Autokorelasi Positif negatif 0 dl du 2 4-du 4-dl 4 1.168 1.543 2.457 2.832 1.285 DW Uji Heteroskedastisitas
Uji Hetroskedastisitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik heteroskedastisitas, yaitu adanya ketidaksamaan varian dari residual untuk semua pengamatan pada model regresi. Pada pembahasan in akan dilakukan Uji heteroskedastisitas
dengan masing-masing variabel dependen (LnX1 dan LnX2 ). Kriteria peguian adalah sebagai berikut :
1. Ho : Tidak ada gejala heteroskedatisitas 2. Ha : ada gejala heteroskedatisitas
3. Ho diterima bila –t tabel ≤ t hitun ≤ t tabel berarti terdapat heteroskedastisitas dan Ho ditolak bila t hitug >t tabel atau –t hitung < - t tabel yang berarti terdapat heteroskedastisitas.
Tabel IV. 5
Hasil Uji Heteroskedastisitas Lnei² dengan LnX1
Coefficients(a) Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 3.019 .439 6.872 .000 LnX1 .483 .438 .246 1.104 .283
a Dependent Variable: Lnei²
Tabel IV. 6
Hasil Uji Heteroskedastisitas Lnei² dengan LnX2
Coefficients(a) Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -32.006 176.358 -.181 .858 LnX2 3.804 19.320 .045 .197 .846
a Dependent Variable: Lnei²
1.104 dan t hitung X2 sebesar 0.197 sedangkan nilai t tabel pada tabel t dengan df = n-k = 23-2 = 21 pada pengujian 2 sisi (signifikan 0.025), didapat nilai t tabel sebesar 2.080. Karena nilai t hitung X1 dan X2 berada pada –t tabel ≤ t hitung
≤ t tabel ,maka Ho diterima artinya pengujian antara Lnei² dengan LnX1 dan Lnei² dengan LnX2 tidak ada gejala heteroskedastisitas pada model regresi.
Gambar IV. 5
Daerah Penentuan Ho
Pada Uji Heteroskedastisitas Lnei² dengan LnX1
Ho ditolak Ho ditolak
Ho diterima
-2.080 1.104 2.080
Gambar IV. 6
Daerah Penentuan Ho
Pada Uji Heteroskedastisitas Lnei² dengan LnX2
Ho ditolak Ho ditolak
Ho diterima
Berdasarkan data yang ada, maka dapat diperoleh hasil analisis regresi untuk model analisis yang kedua dengan menerapkan OLS (Ordinary Least Square) sebagai berikut :
Y2 = 0.067 X1 + 0.558 X2 – 0.105 Y1
Tabel IV. 7
Ringkasan Hasil analisis Regresi Faktor-faktor Yang Memempengaruhi
Volume Ekspor Batubara Pada PT. United Resources Mining
Variabel Koefisien t- Statistik t- Tabel Keterangan
Inflasi 0.067** 0.219 2.093 Signifikan
Kurs 0.558** 1.643 2.093 Signifikan
Harga Batubara
-0.105** -0.234 2.093 Signifikan
R² square = 0.254 Ket : **) Signifikan pada = 5% Adjusted R-Square = 0.136
D- W Test = 2.247
F- hitung = 2.157
Sumber : Olahan Data Sekunder
X1 = Inflasi mempunyai pengaruh positif terhadap Volume ekspor batubara , dan koefisiennya menunjukan sebesar 0.067 artinya apabila inflasi naik sebesar 1% maka Volume ekspor batubara akan naik 0.067 MT, cateris paribus. Hal ini sesuai dengan teori yang menyatakan inlfasi adalah kecendrungan harga-harga naik.
X2 = Kurs ( nilai tukar ) mempunyai pengaruh positif terhadap harga batubara pada PT. United Resources Mining, dan besar koefisiennya menunjukkan sebesar 0.558 artinya apabila nilai tukar US $ dengan Rupiah terhadap Rupiah naik sebesar Rp 10 maka Volume ekspor batubara akan naik sebesar 5.58 MT, cateris paribus.
Y1 = Harga batubara mempunyai pengaruh negatif terhadap Volume ekspor batubara pada PT. United Resources Mining, dan besar koefisiennya menunjukkan sebesar -0.105 yang artinya apabila harga naik sebesar US $ 10 maka Volume ekspor batubara akan mengalami penurunan sebesar 1.05 MT, cateris paribus. Ini sesuai dengan teori yang menyataka jika harga naik maka poduksi akan menurun yang di akibatkan permintaan yang menurun.
independen mampu secara parsial (individual) mempengaruhi Harga Batubara, dapat digunakan dengan menggunakan uji kesesuaian sebagai berikut :
Uji Koefisien Determinasi (R²)
Dari hasil analisis regresi di atas, diperoleh nilai koefisien detrminasi sebesar 0.254 yang memberi arti bahwa variabel independen secara bersama-sama hanya mampu menjelaskan pengaruhnya terhadap variabel dependen sebesar 25.4 %, sedangkan sisanya sebesar 74.6 % dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam estimasi model.
Uji t-Statistik 1) Hipotesis Ho = b = 0 Ha = b ≠ 0 2) A = 5%, df = n-k-1 = 23-3-1 = 19 t-tabel = 2.093
3) Statistik penguji (t-satatistik)
t-hitung X1 = 0.219
t-hitung X2 = 1.643 t-hitung X3 = -0.234
4) Kriteria Penganbilan Keputusan (KPK) Bila X bernilai positif, maka :
Ho diterima apabila t- hitung < t-tabel ( )
Bila X bernilai negatif, maka :
Ho diterima apabila t- hitung > t-tabel ( )
Ha diterima apabila t- hitung < t-tabel ( ) 5) Kesimpulan
Berdasarkan data, dapat diketahui bahwa : 1) Inflasi (X1) a. Ho = b = 0 Ha ≠ b ≠ 0 b. = 5% ½ = 0.025 % c. t-tabel : 2.093 j. t-hitung = 0.219 k. KPK :
Bila X1 bernilai positif :
o Terima Ho jika t-hitung < t- tabel
o Tolak Ho jika t-hitung > t- tabel l. Keputusan
Berdasakan perhitungan dapat kita ketahui bahwa t-hitung < t- tabel (0.219 < 2.093 ) maka Ho diterima, artinya secara parsial tidak ada pengaruh signifikan antara Inlfasi dengan Volume ekspor batubara. Jadi dari kasus ini dapat disimpulkan bahwa secara parsial bahwa inflasi berpengaruh positif terhadap harga batubara pada PT United Resources Mining pada tingkat kepercayaa sebesar 95%.
Uji t-Statistik X1 Ho ditolak Ho ditolak Ho diterima -2.093 0.219 2.093 2. Kurs (X2) a. Ho = b = 0 Ha ≠ b ≠ 0 b. = 5% ½ = 0.025 % c. t-tabel : 2.093 m. t-hitung = 1.643 n. KPK :
Bila X2 bernilai positif :
o Terima Ho jika t-hitung < t- tabel
o Tolak Ho jika t-hitung > t- tabel o. Keputusan
Berdasakan perhitungan dapat kita ketahui bahwa t-hitung > t- tabel (1.643 < 2.093 ) maka Ho diterima, artinya secara parsial tidak ada
kasus ini dapat disimpulkan bahwa secara parsial bahwa kurs berpengaruh positif terhadap harga batubara pada PT United Resources Mining pada tingkat kepercayaa sebesar 95%.
Gambar IV. 8
Uji t-Statistik X2
Ho ditolak Ho ditolak
Ho diterima
-2.093 1.643 2.093