• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengujian Kuesioner 1 Uji Validitas

IV METODE PENELITIAN

4.3. Pengujian Kuesioner 1 Uji Validitas

Validitas menunjukkan tingkat/derajat untuk mana bukti mendukung kesimpulan yang ditarik dari skor yang diturunkan dari ukuran atau tingkat mana skala mengukur apa yang seharusnya diukur (Supranto 2006). Dengan kata lain validitas menunjukkan sejauh mana skor/nilai/ukuran yang diperoleh benar-benar menyatakan hasil pengukuran/pengamatan yang ingin diukur. Suatu kuesioner yang memuat pertanyaan yang tidak jelas bagi responden akan menghasilkan kuesioner yang tidak valid.

31 Uji pendahuluan dilakukan terhadap 30 orang konsumen yang pernah mengkonsumsi susu pasteurisasi Milkfood Barokah. Konsumen yang digunakan pada uji pendahuluan ini berbeda dengan konsumen yang nantinya akan digunakan untuk penelitian.

Pada penelitian ini uji validitas yang dipakai adalah uji validitas dengan korelasi pearson. Berdasarkan hasil uji validitas korelasi pearson dengan program SPSS versi 16 diketahui bahwa 23 variabel yang digunakan sebagai alat ukur kepuasan konsumen susu pasteurisasi Milkfood Barokah secara tepat dan cermat dapat digunakan (valid). Atribut dinyatakan pada taraf 5% jika mempunyai signifikansi di bawah 0,05 dan valid pada taraf 1% jika mempunyai signifikansi di bawah 0,01. Selain itu atribut-atribut yang valid dapat diketahui juga dengan Menggunakan R tabel, yaitu membandingkan nilai Pearson Correlation (baris pertama masing-masing atribut) dengan nilai R yang terdapat pada Tabel, di mana nilai R untuk sampel sebanyak 30 pada taraf 5% adalah sebesar 0,35. Hasil perhitungan uji validitas terhadap atribut susu pasteurisasi Milkfood Barokah dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3. Hasil Uji Validitas Atribut Susu Pasteurisasi Milkfood Barokah

No Atribut Nilai korelasi Sig. (2-tailed) Keterangan

1 Rasa 0,416 0,022 Valid

2 Aroma 0,564 0,001 Valid

3 Variasi pilihan rasa 0,393 0,031 Valid

4 Volume 0,371 0,044 Valid

5 Desain kemasan 0,758 0,000 Valid

6 Kesegaran 0,719 0,000 Valid

7 Kandungan gizi 0,514 0,004 Valid

8 Kekentalan 0,594 0,001 Valid

9 Informasi pada produk 0,564 0,001 Valid

10 Merek 0,498 0,005 Valid

11 Kepraktisan 0,722 0,000 Valid

12 Warna produk 0,619 0,000 Valid

13 Higienitas 0,758 0,000 Valid

14 Jumlah Kandungan Bahan Pengawet

0,503 0,005 Valid

15 Harga 0,550 0,002 Valid

16 Promo penjualan 0,407 0,026 Valid

17 Kemudahan memperoleh 0,729 0,000 Valid

32 4.3.2. Uji Reabilitas

Keandalan/Reliabilitas didefenisikan sebagai seberapa jauh pengukuran bebas dari varian kesalahan acak (free from random error variance). Dengan kata lain uji reabilitas adalah suatu uji yang dapat menunjukan konsistensi suatu alat pengukur. Teknik pengukuran reliabilitas yang digunakan untuk kuesioner ini adalah Cronbach’s alpha (α). Dari kuesioner yang telah disebarkan kepada 30 orang responden yang pernah mengkonsumsi susu pasteurisasi Milkfood Barokah diperoleh data kepentingan atribut-atribut susu pasteurisasi Milkfood Barokah. Data tersebut diolah dengan program SPSS versi 16 dan diperoleh nilai cronbach alpha sebesar 0,764. Menurut Nugroho (2005) kuesioner dengan nilai Alpha

sebesar 0,61-0,80 adalah reliabel untuk digunakan pada penelitian. Selain itu reabilitas atribut dapat dilihat pada bagian corrected item-total correlation dimana jika nilai corrected item-total correlation atribut lebih besar dari 0,3 dikatakan reliabel. Hasil uji reliabilitas dan nilai corrected item-total correlation setiap atribut dapat dilihat pada Tabel 4.

Tabel 4. Hasil Uji Reliabilitas Atribut Susu Pasteurisasi Milkfood Barokah

No Atribut Corrected Item-Total Correlation Keterangan

1 Rasa 0,417 Reliabel

2 Aroma 0,565 Reliabel

3 Variasi pilihan rasa 0,347 Reliabel

4 Volume 0,358 Reliabel

5 Desain kemasan 0,740 Reliabel

6 Kesegaran 0,667 Reliabel

7 Kandungan gizi 0,463 Reliabel

8 Kekentalan 0,555 Reliabel

9 Informasi pada produk 0,565 Reliabel

10 Merek 0,472 Reliabel

11 Kepraktisan 0,690 Reliabel

12 Warna produk 0,589 Reliabel

13 Higienitas 0,740 Reliabel

14 Jumlah Kandungan

Bahan Pengawet 0,431 Reliabel

15 Harga 0,517 Reliabel

16 Promo penjualan 0,382 Reliabel

17 Kemudahan

memperoleh 0,677

Reliabel

33 4.4. Metode Pengambilan Sampel

Peneliti melakukan pengambilan sampel dengan metode non probability sampling, dimana nonprobabilitysampling tidak melibatkan pilihan acak. Teknik

nonprobabilitysampling yang digunakan adalah judgement sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan terlebih dahulu merumuskan kriteria- kriteria yang akan digunakan sebagai acuan penarikan sampel. Kriteria tersebut adalah seorang responden yang dipilih, mengetahui, mengenal dan pernah mengkonsumsi susu pasteurisasi Milkfood Barokah.

Pengumpulan data responden pada lokasi penelitian dilakukan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Jumlah sampel penelitian didapatkan dengan menggunakan rumus Slovin yakni sebagai berikut:

n = N / Ne2 + 1

Dimana: n = jumlah sampel

N = jumlah populasi

e2 = nilai kritis yang digunakan, yaitu 10 %

Adapun jumlah populasi konsumen susu pasteurisasi Milkfood Barokah tidak diketahui secara pasti. Oleh sebab itu, jumlah sampel yang digunakan adalah berdasarkan pendekatan jumlah pembeli rata-rata per bulan. Menurut wawancara dengan pihak UMKM Milkfood Barokah, bahwa jumlah pembeli rata-rata 70 orang per harinya. Jika perusahaan berproduksi selama 20 hari dalam sebulan maka jumlah rata-rata pembeli perbulan yaitu 1400 orang. Adapun perhitungan jumlah responden adalah sebagai berikut:

n = 1400/1400 (0,12) + 1 n = 93,3 ≈ 94 orang 4.5. Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif kualitatif ditujukan untuk mendapatkan informasi tentang berbagai kondisi lapang yang berpengaruh dalam keputusan pembelian. Analisis ini dipilih karena mampu mendeskripsikan karakteristik konsumen serta proses keputusan pembelian yang terjadi. Analisis deskriptif berisi data karakteristik konsumen (usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, dan status pernikahan).

34 4.6. Metode Importance Performance Analysis (IPA)

Importance Performance Analysis (IPA) secara konsep merupakan suatu model multi-atribut. Teknik ini mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan penawaran pasar dengan menggunakan dua kriteria yaitu kepentingan relatif atribut dan kepuasan konsumen.

Penerapan teknik IPA dimulai dengan identifikasi atribut-atribut yang relevan terhadap situasi pilihan yang diamati. Daftar atribut-atribut dapat dikembangkan dengan mengacu kepada literatur-literatur, melakukan interview, dan menggunakan penilaian manajerial. Di lain pihak, sekumpulan atribut yang melekat kepada barang atau jasa dievaluasi berdasarkan seberapa penting masing- masing produk tersebut bagi konsumen dan bagaimana jasa atau barang tersebut dipersepsikan oleh konsumen.

Evaluasi ini diperoleh melalui survey terhadap sampel yang terdiri atas konsumen. Setelah menentukan atribut-atribut yang layak, konsumen ditanya dengan dua pertanyaan. Satu adalah atribut yang menonjol dan yang kedua adalah kinerja perusahaan yang menggunakan atribut tersebut. Dengan menggunakan mean, median atau pengukuran ranking, skor kepentingan dan kinerja atribut dikumpulkan dan diklasifikasikan ke dalam kategori tinggi atau rendah; kemudian dengan memasangkan kedua set rangking tersebut, masing-masing atribut ditempatkan ke dalam salah satu dari empat kuadran kepentingan kinerja. Skor mean kinerja dan kepentingan digunakan sebagai koordinat untuk memplotkan atribut-atribut individu pada matriks dua dimensi yang ditunjukkan pada Gambar3.

Gambar 3. Bentuk MatriksImportance Performance Analysis (IPA) Kuadran I Prioritas Utama Kuadran II Pertahankan Prestasi Kuadran III Prioritas Rendah Kuadran IV Berlebihan

35 Keterangan :

Kuadran I: Menunjukkan faktor atau atribut yang dianggap mempengaruhi pelanggan, termasuk unsur–unsur jasa yang dianggap sangat penting, namun produk tidak sesuai keinginan pelanggan sehingga tidak puas.

Kuadran II: Menunjukkan unsur pokok yang sudah ada pada produk sehingga wajib dipertahankan serta dianggap sangat penting dan memuaskan.

Kuadran III: Menunjukkan faktor yang kurang penting pengaruhnya bagi pelanggan, keberadaannya biasa–biasa saja dan dianggap kurang penting serta kurang memuaskan.

Kuadran IV: Menunjukkan faktor yang mempengaruhi pelanggan kurang penting namun pelaksanaannya berlebihan, dianggap kurang penting tetapi sangat memuaskan.

Rumus yang digunakan dalam IPA adalah sebagai berikut :

Dimana:

TKi = Tingkat kesesuaian responden

Xi = Skor penilaian tingkat kinerja/kepuasan Yi = Skor penilaian kepentingan