• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

B. Pengujian Persyaratan Analisis

Sebelum dilakukan eksperimen, kedua populasi harus diuji keseimbangannya untuk memastikan bahwa kedua populasi memiliki kemampuan yang sama sehingga jika di akhir eksperimen diperoleh perbedaan hasil dalam hal ini prestasi belajar maka dapat dipastikan disebabkan oleh perbedaan perlakuan semata. Dalam penelitian ini uji keseimbangan dilakukan dengan uji t. Adapun

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

79

persyaratan untuk melakukan uji t yaitu kedua populasi harus normal, variansi kedua populasi tidak diketahui, dan variansi kedua populasi sama. Data untuk uji keseimbangan ini diambil dari nilai UAS matematika siswa pada semester I kelas VII tahun 2009/2010 kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dari nilai UAS tersebut diperoleh rataan dan variansi sebagaimana dalam tabel berikut

Tabel 4.6 Rataan dan Variansi Nilai UAS Semester I Kelas Eksperimen(VII E) dan Kelas Kontrol(VII D)

Kelompok Banyaknya Siswa Rataan Variansi

Eksperimen 37 46.432 103.141

Kontrol 36 44.222 108.978

Sebelum dilakukan uji t perlu dilakukan uji normalitas terlebih dahulu dengan tujuan untuk menunjukkan bahwa sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Uji normalitas dilakukan dengan metode Liliefors dengan tingkat signifikansi 0.05. Dari metode tersebut diperoleh statistik uji sebagai berikut

Tabel 4.7 Uji Normalitas Awal Sebelum Penelitian

Sampel Jumlah siswa Lhit Ltab Keputusan Uji

Eksperimen 37 0.1012 0.1457 Ho tidak ditolak Kontrol 36 0.1015 0.1477 Ho tidak ditolak

Dari tabel tampak bahwa Lhit untuk masing-masing sampel tidak melebihi Ltab sehingga keputusannya adalah Ho tidak ditolak. Hal ini berarti bahwa masing-masing sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Adapun perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 29 dan 30.

Setelah normalitas populasi dipenuhi, barulah dilakukan uji keseimbangan dengan uji t. Berdasarkan uji t diperoleh tobs=-0.0503 bukan anggota daerah kritik dengan DK= t t <-1,64 atau t >1.64 sehingga Ho tidak ditolak. Hal ini berarti kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memiliki kemampuan yang sama atau keduanya dalam keadaan seimbang. Adapun perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 31.

commit to user

2. Persyaratan Analisis

a. Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan dengan metode Liliefors dengan taraf signifikansi 0.05. Adapun hasil uji tersebut terlihat pada tabel berikut:

Tabel 4.8 Hasil Analisis Uji Normalitas

Sumber n Lmaks Ltab Keputusan Uji Kesimpulan

Eksperimen 37 0.124 0.146 Ho tidak ditolak Normal Kontrol 36 0.093 0.148 Ho tidak ditolak Normal Motivasi Tinggi 10 0.120 0.258 Ho tidak ditolak Normal Motivasi Sedang 54 0.112 0.121 Ho tidak ditolak Normal Motivasi Rendah 9 0.203 0.271 Ho tidak ditolak Normal

Dari tabel diatas terlihat bahwa semua harga Lmaks bukan merupakan anggota daerah kritik untuk masing-masing sumber, sehingga dapat disimpulkan bahwa sampel tersebut berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Adapun perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 34, 35, 36, 37, dan 38.

b. Uji Homogenitas

Uji homogenitas dilakukan dengan metode Bartlett dengan taraf signifikansi 0.05. Hasil uji homogenitas terlihat dalam tabel berikut ini:

Tabel 4.9 Hasil Analisis Uji Homogenitas

Sumber k Keputusan Uji Kesimpulan

Model Pembelajaran 2 0.1021 3.841 Ho tidak ditolak Homogen Motivasi Belajar 3 0.0246 5.991 Ho tidak ditolak Homogen

Dari tabel di atas terlihat bahwa semua harga bukan anggota daerah kritik, sehingga dapat disimpulkan bahwa sampel berasal dari populasi homogen. Adapun perhitungan dari tabel di atas dapat dilihat pada lampiran 39 dan 40.

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

81

C. Pengujian Hipotesis

1. Analisis Variansi Dua Jalan dengan Sel Tak Sama

Dari data skor tes prestasi belajar dan skor angket motivasi belajar matematika siswa disusunlah tabel tata letak data anava dua jalan dengan sel tak sama sebagai berikut:

Tabel 4.10 Tata Letak Data Anava Dua Jalan Sel tak Sama

UKURAN KELAS

MOTIVASI

TOTAL

TINGGI SEDANG RENDAH

E KS PERIM E N Dat a Am at an 65.52 62.07 58.62 48.28 86.21 79.31 86.21 82.76 68.97 68.97 79.31 65.52 55.17 75.86 51.72 68.97 62.07 65.52 48.28 72.41 62.07 48.28 79.31 65.52 65.52 65.52 65.52 51.72 86.21 34.48 62.07 65.52 79.31 48.28 62.07 51.72 82.76 n 4 27 6 37 X 293.11 1737.97 396.55 2427.63 21629.8835 116342.8587 27075.0203 165047.7625 73.2775 64.36925926 66.09166667 203.7384259 C 21478.36803 111871.8415 26208.65042 159558.86 SS 151.515475 4471.017185 866.3698833 5488.902544 KO NTROL Dat a Am at an 62.07 68.97 79.31 72.41 41.38 82.76 58.62 72.41 72.41 62.07 62.07 34.48 62.07 55.17 51.72 34.48 75.86 62.07 34.48 65.52 65.52 62.07 44.83 62.07 41.38 65.52 65.52 65.52 48.28 55.17 75.86 82.76 58.62 44.83 44.83 65.52 n 6 27 3 36 X 368.97 1634.49 155.17 2158.63 23889.0131 103567.9217 8239.9477 135696.8825 61.495 60.53666667 51.72333333 173.755 C 22689.81015 98946.5763 8025.909633 129662.2961 SS 1199.20295 4621.3454 214.0380667 6034.586417 SS 11523.48896

Adapun hasil perhitungan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama disajikan dalam tabel berikut:

commit to user

Tabel 4.11 Rangkuman Analisis Variansi Dua Jalan dengan Sel Tak Sama

Sumber JK dk RK Fobs Keputusan Uji

Model Pembelajaran(A) 907.408 1 907.408 5.276 3.986 HoA ditolak Motivasi Belajar(B) 439.254 2 219.627 1.277 3.136 HoB tidak ditolak Interaksi(AB) 182.580 2 91.290 0.531 3.136 HoAB tidak ditolak Galat(G) 11523.489 67 171.992 - - Total(T) 13052.731 72 - - -

Berdasarkan hasil yang diperoleh dari tabel di atas diperoleh informasi sebagai berikut:

a. Pada efek utama baris (A), HoA ditolak. Hal ini berarti ada perbedaan efek antarbaris terhadap variabel terikat atau kedua model pembelajaran memberikan efek yang berbeda terhadap prestasi belajar matematika siswa pada materi himpunan.

b. Pada efek utama kolom(B), HoB tidak ditolak. Hal ini berarti tidak ada perbedaan efek antarkolom terhadap variabel terikat. Artinya, ketiga kategori motivasi belajar siswa memberikan yaitu tinggi, sedang, dan rendah memberikan pengaruh yang sama terhadap prestasi belajar matematika siswa pada materi himpunan.

c. Pada efek utama interaksi(AB), HoAB tidak ditolak. Ini menunjukkan tidak ada interaksi antara baris dan kolom terhadap variabel terikat yaitu antara penggunaan model pembelajaran dan motivasi siswa terhadap prestasi belajar matematika siswa pada materi himpunan. Adapun perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 41.

2. Uji Komparasi Ganda

Dalam penelitian ini karena hanya HoA yang ditolak, uji komparasi ganda hanya dilakukan pada baris saja. Dalam kasus ini, karena variabel model

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

83

pembelajaran mempunyai 2 nilai yaitu model pembelajaran tipe STAD yang dimodifikasi dan konvensional maka antarbaris tidak perlu dilakukan uji komparasi ganda dengan metode Scheffe, tetapi cukup dengan melihat rataan marginal kedua model pembelajaran tersebut. Dari rataan marginal terlihat bahwa rataan prestasi siswa yang diberi model pembelajaran tipe STAD yang dimodifikasi lebih tinggi dari pada rataan prestasi siswa yang diberi model pembelajaran konvensional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang dimodifikasi memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik dari pada model pembelajaran konvensional. Berikut ini adalah tabel rataan marginal dari model pembelajaran maupun motivasi belajar matematika siswa.

Tabel 4.12 Rataan Marginal Skor Prestasi Belajar Matematika Siswa

Model Pembelajaran Motivasi Belajar Matematika Rataan

Marginal

Tinggi Sedang Rendah

STAD yang

dimodifikasi 73.278 64.369 66.092 65.612

Konvensional 61.495 60.537 51.723 59.962

Rataan Marginal 66.208 62.453 61.302 -

Karena HoB dan HoAB tidak ditolak maka tidak perlu dilakukan uji komparasi antar kolom dan uji komparasi antarsel pada kolom maupun baris yang sama.

D. Pembahasan Hasil Analisis Data

Dokumen terkait