• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

4.3 Pengujian Persyaratan Statistik

4.3.1 Uji Validitas

Tabel 4.1

Hasil Uji Validitas Penelitian

No. Item Nilai r hitung Nilai r tabel Keterangan

1 0,396 0,30 Valid 2 0,416 0,30 Valid 3 0,418 0,30 Valid 4 0,558 0,30 Valid 5 0,487 0,30 Valid 6 0,541 0,30 Valid 7 0,481 0,30 Valid 8 0,448 0,30 Valid 9 0,475 0,30 Valid 10 0,644 0,30 Valid 11 0,497 0,30 Valid 12 0,621 0,30 Valid 13 0,563 0,30 Valid 14 0,534 0,30 Valid 15 0,662 0,30 Valid 16 0,499 0,30 Valid 17 0,425 0,30 Valid 18 0,463 0,30 Valid

66 19 0,526 0,30 Valid 20 0,565 0,30 Valid 21 0,478 0,30 Valid 22 0,423 0,30 Valid 23 0,448 0,30 Valid 24 0,501 0,30 Valid 25 0,401 0,30 Valid 26 0,598 0,30 Valid

(Sumber: Pengolahan data SPSS Statistic 20.0 for Windows, 2017)

Dapat dilihat dari tabel diatas bahwa dari 26 item instrumen yang diajukan kepada seluruh responden bahwa seluruh item dinyatakan valid, dimana nilai r hitung lebih besar dibandingkan dengan r tabel yang mempunyai nilai 0,30 yang didapatkan dari 30 sampel awal.

4.3.2 Uji Reliabilitas

Dari uji reliabilitas yang telah di hitung sebelumnya menggunakan formula Cronbach’s Alpha, didapatkan nilai 0,523 (lihat di lampiran Uji Reliabilitas). Nilai ini lebih besar dibandingkan r tabel yang mempunyai nilai 0,153, maka dapat dikatakan bahwa data yang didapat adalah data yang reliable.

67

4.3.3 Analisis Data

Dalam penelitian ini terdapat satu variabel dengan menggunakan teori efektivitas menurut Duncan dalam Richard M.Steers (1985:83), dalam teori tersebut terdapat 3 indikator yang kemudian diuraikan dalam kuesioner.

Skala yang digunakan dalam kuesioner adalah skala Likert, dengan pilihan jawaban data kuesioner terdiri dari 4 item yang memiliki opsi berbeda akan tetapi memiliki poin yang sama antara pernyataan satu sampai dua puluh enam, yaitu opsi A bernilai 4, opsi B bernilai 3, opsi C bernilai 2, opsi D bernilai 1. Dengan asumsi semakin tinggi nilai yang diperoleh dari kuesioner, maka semakin efektif pula program rehabilitasi penyandang masalah kesejahteraan sosial di Dinas Sosial Kota Serang.Pemaparan tanggapan masing-masing pernyataan digambarkan dalam bentuk diagram, disertai dengan pemaparan dan kesimpulan dari hasil jawaban dan pernyataan yang diajukan melalui kuesioner kepada responden. Berikut adalah pemaparan indikator-indikator dari pernyataan tersebut:

68

Diagram 4.1

Tanggapan Responden tentang Waktu Pelaksanaan Program Rehabilitasi yang cukup di Dinas Sosial Kota Serang Tahun 2016

Berdasarkan hasil pernyataan di atas, sebanyak 47 responden atau 30,7% menyatakan bahwa cukupnya waktu pelaksanaan program rehabilitasi penyandang masalah kesejahteraan sosial Dinas Sosial Kota Serang Tahun 2016 setuju dengan cukupnya waktu pelaksanaan program rehabilitasi yang cukup di Dinas Sosial Kota Serang. 0 responden menyatakan sangat setuju. 100 responden lainnya atau sekitar 65,4% menyatakan tidak setuju dengan pernyataan tersebut, sedangkan 6 responden atau sebesar 3,9% menyatakan bahwa sangat tidak setuju dengan cukupnya waktu pelaksanaan program rehabilitasi. Dapat disimpulkan bahwa belum cukupnya waktu pelaksanaan program rehabilitasi penyandang masalah kesejahteraan sosial Dinas Sosial Tahun 2016 dengan melihat banyaknya responden yang tidak setuju atas pernyataan tersebut. Waktu pelaksanaan yang semestinya dilakukan dalam

0%

31%

66% 3%

69

waktu seminggu agar mengoptimalkan pembinaan yang di berikan, namum waktu pelaksanaa program rehabilitasi hanya dilakukan dalam sehari sampai dua hari dengan sistem para penyandang masalah kesejahteraan sosial diperbolehkan untuk datang kembali di keesokan harinya setelah pemberian program dilaksanakan pada hari pertama. Sedangkan idealnya pemberian program rehabilitasi mengharuskan para penyandang masalah kesejahteraan sosial menetap di panti Dinas Sosial Kota Serang agar meminimalisir tidak kembalinya penyandang masalah kesejahteraan sosial ke Dinas Sosial. Dengan alasan Dinas Sosial tidak memiliki panti rehabilitasi sosial untuk meninapkan penyandang masalah kesejahteraan sosial yang terjaring razia. Masih minimnya tempat untuk pelaksanaan berbagai program pembinaan rehabilitasi juga menjadi penyebab mengapa waktu yang disediakan oleh Dinas Sosial Kota Serang sangat singkat. Contoh dalam indikator cukupnya waktu pelaksanaan program rehabilitasi di Dinas Sosial Kota Serang adalah pemberian program rehabilitasi yang hanya 1-2 hari dengan jeda pulang, yang semestinya dilakukan dalam waktu seminggu.

70

Diagram 4.2

Tanggapan Responden tentang Ketepatan Pelaksanaan Program Rehabilitasi di Dinas Sosial Kota Serang Tahun 2016

Berdasarkan hasil pernyataan di atas, sebanyak 23 responden atau 15% menyatakan bahwa tepatnya pelaksanaan program rehabilitasi penyandang masalah kesejahteraan sosial Dinas Sosial Kota Serang Tahun 2016 setuju dengan tepatnyapelaksanaan program rehabilitasi yang cukup di Dinas Sosial Kota Serang. 4 responden atau sekitar 2,6% menyatakan sangat setuju. 103 responden lainnya atau sekitar 67,3% menyatakan tidak setuju dengan pernyataan tersebut, sedangkan 23 responden atau sebesar 15% menyatakan bahwa sangat tidak setuju dengan tepatnya pelaksanaan program rehabilitasi. Ketidaktepatan pelaksanaan program rehabilitasi berupa, pemilihan kebijakan yang memperbolehkan para penyandang masalah kesejahteraan sosial untuk pulang setelah pembinaan hari pertama dilakukan dan kembali di hari berikutnya. Hal tersebut membuat pelaksanaan program rehabilitasi dinilai

2% 15%

68% 15%

71

kurang tepat karena besar kemungkinan untuk tidak kembalinya penyandang masalah kesejahteraan sosial di hari berikutnya untuk mengikuti program pembinaan. Dapat disimpulkan bahwa belum tepatnya pelaksanaan program rehabilitasi penyandang masalah kesejahteraan sosial Dinas Sosial Tahun 2016 dengan melihat banyaknya responden yang tidak setuju atas pernyataan tersebut.

Diagram 4.3

Tanggapan Responden tentang Tercapainya Tujuan Program Rehabilitasi di Dinas Sosial Kota Serang Tahun 2016

Berdasarkan hasil pernyataan di atas, sebanyak 0 responden atau menyatakan setuju bahwa tercapainya tujuan program rehabilitasi di Dinas Sosial Kota Serang.0 responden menyatakan sangat setuju. 110 responden lainnya atau sekitar 71,9% menyatakan tidak setuju dengan pernyataan tersebut, sedangkan 43 responden atau sebesar 28,1% menyatakan bahwa

0% 0%

72% 28%

72

sangat tidak setuju dengan tercapainya tujuan program rehabilitasi di Dinas Sosial Kota Serang. Indikator tercapainya tujuan pada indikator ini adalah tersampaikannya pembelajaran yang dapat diambil oleh penyandang masalah kesejahteraan sosial sehingga kesadaran untuk kembali lagi ke jalan dapat diminimalisir. Sedangkan pemberiaan pembinaan yang terkesan terburu-buru dikarenakan tidak adanya sarana prasarana yang menunjang, ketepatan waktu danwaktuyang cukup membuat belum tersampaikannya tujuan rehabilitasi serta tercapainya tujuan program rehabilitasi sehingga masih banyak penyandang masalah kesejahteraan sosial yang tidak mengikuti program rehabilitasi dan kembali ke jalan. Dapat disimpulkan bahwa belum tercapainya tujuan program rehabilitasi di Dinas Sosial Kota Serang Tahun 2016 dengan melihat banyaknya responden yang tidak setuju atas pernyataan tersebut.

73

Diagram 4.4

Tanggapan Responden tentang Tepatnya Pemberian Program Rehabilitasi di Dinas Sosial Kota Serang Tahun 2016

Berdasarkan hasil pernyataan di atas, sebanyak 0 responden atau menyatakan setuju bahwa tepatnya pemberian program rehabilitasi di Dinas Sosial Kota Serang. 17 atau sekitar 11,1 responden menyatakan sangat setuju. 64 responden lainnya atau sekitar 41,8% menyatakan tidak setuju dengan pernyataan tersebut, sedangkan 72 responden atau sebesar 47,1% menyatakan bahwa sangat tidak setuju dengan tepatnya pemberian program rehabilitasi di Dinas Sosial Kota Serang. Sebuah program dapat dikatakan tepat apabila program yang diberikan sesuai dengan kriteria penyandang masalah kesejahteraan sosial, mulai dari minat dan bakat serta penentuan usia sehingga program yang diberikan dapat bermanfaat dengan semestinya. Namun pada penerapannya, para responden hanya merasakan penentuan jenis kelamin digunakan sebagai acuan penentuan program rehabilitasi, sehingga dapat

0% 11%

42% 47%

74

disimpulkan bahwa belum tepatnya pemberian program rehabilitasi di Dinas Sosial Kota Serang Tahun 2016 dengan melihat banyaknya responden yang tidak setuju atas pernyataan tersebut.

Diagram 4.5

Tanggapan Responden tentang Jelasnya Aturan Hukum tentang Masalah Sosial di Kota Serang Tahun 2016

Berdasarkan hasil pernyataan di atas, sebanyak 30 atau sekitar 19,6%responden atau menyatakan setuju bahwa jelasnya aturan hukum tentang masalah sosial di Kota Serang. 123 responden menyatakan sangat setuju. responden lainnya atau sekitar 80,4% menyatakan tidak setuju dengan pernyataan tersebut, sedangkan 0 responden menyatakan bahwa sangat tidak setuju dengan jelasnya aturan hukum tentang masalah sosial di Kota Serang yakni Peraturan Daerah No 2 Kota Serang. Sebagian besar responden dalam indikator ini menjawab belum jelasnya aturan hukum yang ada mengenai masalah sosial karena masih minimnya sosialisasi tentang aturan hukum dalam masalah sosial

0% 19%

81% 0%

75

yang di dapatkan oleh para penyandang masalah kesejahteraan sosial yang mengakibatkan minimnya pemahaman penyandang masalah kesejahteraan sosial. Karena dengan sosialisasi, penyandang masalah kesejahteraan sosial mendapatkan pehamanan tentang peraturan yang ada. Sehingga dapat disimpulkan bahwa belum jelasnya aturan hukum tentang masalah sosial di Kota Serang Tahun 2016 dengan melihat banyaknya responden yang tidak setuju atas pernyataan tersebut.

Diagram 4.6

Tanggapan Responden tentang Aturan Hukum yang Berjalan dengan Baik di Kota Serang Tahun 2016

Berdasarkan hasil pernyataan di atas, sebanyak 1 atau sekitar 0,7% responden atau menyatakan setuju bahwa adanya tentang aturan hukum yang berjalan dengan baik di Kota Serang. 1 atau sekitar 0,7% responden menyatakan sangat setuju. 95 responden lainnya atau sekitar 62,1% menyatakan tidak setuju dengan pernyataan tersebut, sedangkan 56 responden atau sebesar 36,6%

0% 0%

63% 37%

76

menyatakan bahwa sangat tidak setuju dengan aturan hukum yang berjalan dengan baik di Kota Serang. Banyaknya responden yang tidak setuju dengan aturan hukum yang telah berjalan dengan baik dikarenakan, belum berjalan dengan baiknya aturan hukum yang ada dilihat dari masih banyaknya para penyandang masalah kesejahteraan sosial yang mudah untuk kembali lagi ke jalan setelah terjaring razia dan mendapatkan pembinaan, serta masih bebasnya para penyandang masalah sosial terutama gelandangan, pengemis dan anak jalanan yang berkeliaran di jalan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa belum berjalan aturan hukum dengan baik di Kota Serang Tahun 2016 dengan melihat banyaknya responden yang tidak setuju atas pernyataan tersebut.

Diagram 4.7

Tanggapan Responden tentang Berjalannya Sosialisasi Larangan Mengemis di Kota Serang Tahun 2016

Berdasarkan hasil pernyataan di atas, sebanyak 29 atau sekitar 19% responden atau menyatakan setuju bahwa telah berjalannya sosialisasi larangan

3%

19%

71% 7%

77

mengemis di Kota Serang. 5 atau sekitar 3,3% responden menyatakan sangat setuju. 108 responden lainnya atau sekitar 70,6% menyatakan tidak setuju dengan pernyataan tersebut, sedangkan 11 responden atau sebesar 7,2% menyatakan bahwa sangat tidak setuju dengan berjalannya sosialisasi larangan mengemis di Kota Serang. Dinas Sosial Kota Serang memiliki program kerja yang berbeda mengenai sosialisasi yang diantaranya sosialisasi tentang larangan mengemis dan sosialisasi mengenai program rehabilitasi. Dalam indikator ini dinilai masih minimnya sosialisasi yang dilakukan oleh Dinas Sosial Kota Serang tentang larangan mengemis terutama di jalan-jalan protokol membuat para responden menyatakan tidak setuju tentang indikator telah berjalannya sosialisasi larangan mengemis. Sosialisasi yang seharusnya diberikan oleh Dinas Sosial Kota Serang masih minim meskipun sosialisasi merupakan tugas pokok Dinas Sosial dalam penanggulangan penyakit masyarakat, karena kurangnya pemberitahuan akan diadakannya sosialisasi mengenai larangan mengemis kepada penyandang masalah kesejahteraan sosial. Sehingga dapat disimpulkan bahwa belum berjalan dengan baiknya sosialisasi larangan mengemis di Kota Serang Tahun 2016 dengan melihat banyaknya responden yang tidak setuju atas pernyataan tersebut.

78

Diagram 4.8

Tanggapan Responden tentang Adanya Sosialisasi mengenai Program Rehabilitasi di Kota Serang Tahun 2016

Berdasarkan hasil pernyataan di atas, sebanyak 0 responden atau menyatakan setuju bahwa adanya sosialisasi tentang program rehabilitasi di Kota Serang. 0 responden menyatakan sangat setuju. 124 responden lainnya atau sekitar 81% menyatakan tidak setuju dengan pernyataan tersebut, sedangkan 21 responden atau sebesar 13,7% menyatakan bahwa sangat tidak setuju dengan adanya sosialisasi tentang program rehabilitasi di Kota Serang. Masih minimnya sosialisasi yang dilakukan dan koordinasi dalam pemberitahuan pelaksanakan sosialisasi oleh Dinas Sosial Kota Serang tentang program rehabilitasi yang bertujuan agar dapat memperbaiki taraf hidup para penyandang masalah kesejahteraan sosial membuat para responden menyatakan ketidaksetujuan tentang indikator adanya sosialisasi tentang program rehabilitasi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa belum maksimalnya sosialisasi tentang program rehabilitasi

0% 5%

82% 13%

79

di Kota Serang Tahun 2016 dengan melihat banyaknya responden yang tidak setuju atas pernyataan tersebut.

Diagram 4.9

Tanggapan Responden tentang Pemahaman para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial mengenai Penyakit Masyarakat di Kota Serang Tahun

2016

Berdasarkan hasil pernyataan di atas, sebanyak 30 responden atau sebesar 19,6% responden atau menyatakan setuju tentang fahamnya para penyandang masalah kesejahteraan sosial mengenai penyakit masyarakat di Kota Serang. 0 responden menyatakan sangat setuju. 123 responden lainnya atau sekitar 80,4% menyatakan tidak setuju dengan pernyataan tersebut, sedangkan 0 responden menyatakan bahwa sangat tidak setuju tentang fahamnya para penyandang masalah kesejahteraan sosial mengenai penyakit masyarakat di Kota Serang. Pemahaman mengenai penyakit masyarakat dapat diukur dari apakah penyandang masalah sosial memahami tentang apa yang mereka lakukan di jalan termasuk dalam golongan penyakit masyarakat dan

0% 19%

81% 0%

80

bagaimana seharusnya memperbaiki taraf hidup agar mampu masuk ke dalam lingkungan sosial. Dampak dari minimnya sosialisasi tentang masalah sosial yang salah satunya adalah masih belum didapatkannya pemahaman yang cukup oleh penyandang masalah sosial tentang penyakit masyarakat yang semestinya tidak terus menerus dijalani karena memberikan dampak yang kurang baik seperti terbiasa dikasihani oleh orang lain dan enggan bekerja keras. Sehingga dapat disimpulkan bahwa belum adanya pemahaman pada para penyandang masalah kesejahteraan sosial mengenai penyakit masyarakat dengan melihat banyaknya responden yang tidak setuju atas pernyataan tersebut.

Diagram 4.10

Tanggapan Responden tentang Adanya Dampak Positif dalam Program Rehabilitasi Di Dinas Sosial Kota Serang Tahun 2016

0%

32%

68% 0%

81

Berdasarkan hasil pernyataan di atas, sebanyak 49 responden atau sebesar 32% responden atau menyatakan setuju tentang adanya dampak positif dalam program rehabilitasi Di Dinas Sosial Kota Serang. 0 responden menyatakan sangat setuju. 103 responden lainnya atau sekitar 67,3% menyatakan tidak setuju dengan pernyataan tersebut, sedangkan 1 responden lainnya atau sekitar 0,7% menyatakan bahwa sangat tidak setuju tentang adanya dampak positif dalam program rehabilitasi Di Dinas Sosial Kota Serang. Dampak positif yang seharusnya di dapatkan setelah program rehabilitasi seperti adanya kesadaran untuk tidak kembali lagi ke jalan dan memanfaatkan keterampilan serta modal yang diberikan. Dampak yang belum signifikan dapat terlihat dengan masih kembalinya para penyandang masalah sosial ke jalan setelah dilakukannya program pembinaan, pemanfaatan modal yang tidak berjalan. Dimana seharusnya pasca pemberiaan program pembinaan para penyandang masalah sosial memiliki dampak positif bagi kelangsungan hidup mereka kedepannya, sehingga dapat disimpulkan bahwa belum adanya dampak positif dalam program rehabilitasi Di Dinas Sosial Kota Serang Tahun 2016 dengan melihat banyaknya responden yang tidak setuju atas pernyataan tersebut.

82

Diagram 4.11

Tanggapan Responden tentang Tepatnya Isi Program Rehabilitasi Di Dinas Sosial Kota Serang Tahun 2016

Berdasarkan hasil pernyataan di atas, sebanyak 42 responden atau sebesar 27,5% responden atau menyatakan setuju tentang tepatnya isi program rehabilitasi Di Dinas Sosial Kota Serang. 0 responden menyatakan sangat setuju. 94 responden lainnya atau sekitar 61,4% menyatakan tidak setuju dengan pernyataan tersebut, sedangkan 17 responden lainnya atau sekitar 11,1% menyatakan bahwa sangat tidak setuju tentang tepatnya isi program rehabilitasi Di Dinas Sosial Kota Serang. Isi program yang disampaikan pada saat pembinaan dilaksanakan tidak disampaikan dengan baik karena berkaitan dengan tidak berbanding lurusnya sarana prasarana yang disediakan, waktu penyelenggaraan dan jumlah penyandang masalah sosial yang dibina. Sedangkan program yang diberikan seharusnya dapat tersampaikan dengan baik agak dapat diimplementasikan dan difahami di lingkungan sosial. Seperti

0%

27%

62% 11%

83

penyampaian program rehabilitasi mengenai kewirausahaan yang semestinya disampaikan mulai dari pemanfaatan bahan sampai dengan proses pemasaran dengan detail namun hanya disampaikan secara singkat saja. Sehingga dapat disimpulkan bahwa belum tepatnya isi program rehabilitasi Di Dinas Sosial Kota Serang Tahun 2016 dengan melihat banyaknya responden yang tidak setuju atas pernyataan tersebut.

Diagram 4.12

Tanggapan Responden tentang Program Rehabilitasi yang Berjalan Baik Di Dinas Sosial Kota Serang Tahun 2016

Berdasarkan hasil pernyataan di atas, sebanyak 4 responden atau sebesar 2,6% responden atau menyatakan setuju tentang program rehabilitasi yang berjalan baik Di Dinas Sosial Kota Serang. Sebanyak 6 responden atau sebesar 3,9% responden menyatakan sangat setuju. 111 responden lainnya atau sekitar 72,5% menyatakan tidak setuju dengan pernyataan tersebut, sedangkan 32 responden lainnya atau sekitar 20,9% menyatakan bahwa sangat

3% 2%

74% 21%

84

tidak setuju tentang program rehabilitasi yang berjalan baik Di Dinas Sosial Kota Serang. Sebuah program dapat dikatakan berjalan dengan baik jika perencanaan, pelaksanaan dan pertanggung jawaban dilaksanakan sesuai tujuan, program rehabilitasi yang dilakukan oleh Dinas Sosial masih belum dikatakan baik karena belum terlaksananya perencanaan, pelaksanaan dan pertanggung jawaban yang sesuai tujuan. Seperti belum tercapainya tujuan yang menjadi tugas Dinas Sosial dalam menangani penyakit sosial. Indikator ini menjelaskan dampak pencapaian tujuan keseluruhan program rehabilitasi. Belum berjalan dengan baiknya program rehabilitasi Di Dinas Sosial Kota Serang Tahun 2016 dengan melihat banyaknya responden yang tidak setuju atas pernyataan tersebut.

Diagram 4.13

Tanggapan Responden tentang Tidak Kembalinya PMKS Ke Jalan Setelah Program Rehabilitasi Di Dinas Sosial Kota Serang Tahun 2016

0% 10%

41% 49%

85

Berdasarkan hasil pernyataan di atas, sebanyak 16 responden atau sebesar 10,5% responden atau menyatakan setuju tentang tidak kembalinya PMKS ke jalan setelah program rehabilitasi Di Dinas Sosial Kota Serang. Sebanyak 0 responden menyatakan sangat setuju. 62 responden lainnya atau sekitar 40,5% menyatakan tidak setuju dengan pernyataan tersebut, sedangkan 75 responden lainnya atau sekitar 49,0% menyatakan bahwa sangat tidak setuju tentang tidak kembalinya PMKS ke jalan setelah program rehabilitasi Di Dinas Sosial Kota Serang karena responden di atas merupakan responden yang termasuk penyandang masalah sosial yang memilih untuk kembali ke jalan. Tidak tercapainya tujuan pembiaan program rehabilitasi yang diberikan seperti pembinaan keterampilan dan pemberian modal usaha, membuat masih kembalinya para penyandang masalah kesejahteraan sosial ke jalan sehingga dapat disimpulkan bahwa masih banyak PMKS yang kembali ke jalan setelah program rehabilitasi Di Dinas Sosial Kota Serang Serang Tahun 2016 dengan melihat banyaknya responden yang tidak setuju atas pernyataan tersebut.

86

Diagram 4.14

Tanggapan Responden tentang Pemahaman para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial mengenai Sosialisasi Program Rehabilitasi Di Dinas

Sosial Kota Serang Tahun 2016

Berdasarkan hasil pernyataan di atas, sebanyak 42 responden atau sebesar 27,5% responden atau menyatakan setuju tentang fahamnya para penyandang masalah kesejahteraan sosial mengenai sosialisasi program rehabilitasi Di Dinas Sosial Kota Serang. Sebanyak 0 responden menyatakan sangat setuju. 105 responden lainnya atau sekitar 68,6% menyatakan tidak setuju dengan pernyataan tersebut, sedangkan 6 responden lainnya atau sekitar 3,9% menyatakan bahwa sangat tidak setuju tentang fahamnya para penyandang masalah kesejahteraan sosial mengenai sosialisasi program rehabilitasi Di Dinas Sosial Kota Serang. Terdapat perbedaan pada indikator 4.9 tentang pemahaman mengenai penyakit masyarakat yang bersumber dari progam sosialisasi yang dilakukan oleh Dinas Sosial mengenai penyakit masyarakat dan mengenai program rehabilitasi. Minimnya sosialisasi yang

0%

28%

69% 3%

87

diberikan oleh Dinas Sosial tentang program-program rehabilitasi yang dapat menunjang kehidupan sosial para penyandang masalah kesejahteraan sosial serta singkatnya waktu pembinaan membuat tidak tersampaikannya pemahaman tentang program rehabilitasi dengan baik pada para penyandang masalah kesejahteraan sosial, sehingga dapat disimpulkan bahwa belum adanya pemahaman para penyandang masalah kesejahteraan sosial mengenai sosialisasi program rehabilitasi di Dinas Sosial Kota Serang Tahun 2016 dengan melihat banyaknya responden yang tidak setuju atas pernyataan tersebut.

Diagram 4.15

Tanggapan Responden tentang Berjalannya Isi Sosialisasi Program Rehabilitasi Di Dinas Sosial Kota Serang Tahun 2016 oleh PMKS

Berdasarkan hasil pernyataan di atas, sebanyak 5 responden atau sebesar 3,3% responden atau menyatakan setuju tentang telah dijalankannya isi sosialisasi program rehabilitasi Di Dinas Sosial Kota Serang oleh PMKS.

0% 3%

85% 12%

88

Sebanyak 0 responden menyatakan sangat setuju. 129 responden lainnya atau sekitar 84,3% menyatakan tidak setuju dengan pernyataan tersebut, sedangkan 19 responden lainnya atau sekitar 12,4% menyatakan bahwa sangat tidak setuju tentang telah dijalankannya isi sosialisasi program rehabilitasi Di Dinas Sosial Kota Serang oleh PMKS. Pola berfikir dalam indikator ini merupakan sesuatu yang dijalankan sebagai pedoman dalam menjalankan keseharian karena pola pikir menghasilkan kebiasaan dan karakter, dampak dari belum maksimalnya sosialisasi yang diberikan seperti lebih baik mengubah pola berfikir dengan berusaha dibandingkan menanti belas kasih dari orang lain, menyebabkan belum berjalannya isi program rehabilitasi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa belum dijalankannya isi sosialisasi program rehabilitasi Di Dinas Sosial Kota Serang oleh PMKS Tahun 2016 dengan melihat banyaknya responden yang tidak setuju atas pernyataan tersebut.

89

Diagram 4.16

Tanggapan Responden tentang Tepatnya Pemanfaatan Modal Usaha Oleh Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Tahun 2016

Berdasarkan hasil pernyataan di atas, sebanyak 20 responden atau sebesar 13,1% responden atau menyatakan setuju tentang tepatnya pemanfaatan modal usaha yang diberikan oleh Dinas Sosial Kota Serang. Sebanyak 0 responden menyatakan sangat setuju. 75 responden lainnya atau sekitar 49% menyatakan tidak setuju dengan pernyataan tersebut, sedangkan 58 responden lainnya atau sekitar 37,9% menyatakan bahwa sangat tidak setuju tentang telah tepatnya pemanfaatan modal usaha yang diberikan oleh Dinas Sosial Kota Serang. Banyaknya para penyandang masalah kesejahteraan sosial yang tidak memanfaatkan modal usaha dengan semestinya seperti cenderung memilih kembali ke jalan dengan alasan lebih menguntungkan dibandingkan mempergunakan modal usahanya untuk berwirausaha. Modal usaha yang diberikan berupa uang, gerobak, mesin jahit

Dokumen terkait