ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
B. Pengujian Prasyarat Analisis Data 1.Pengujian Normalitas
a. Pengujian normalitas variabel pengaruh motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa kelas XI Akuntansi.
Tabel 5.5
Hasil Uji Normalitas Pengaruh Motivasi Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar Siswa
Model Summary and Parameter Estimates Dependent Variable:chisquare
Equation
Model Summary Parameter Estimates
R Square F df1 df2 Sig. Constant b1
Linear
.677 188.682 1 90 .000 .032 Mandirian
.019
The independent variable is Mahalanobis Distance.
Tabel 5.5 menunjukkan bahwa nilai R square = 0.677. nilai tersebut dapat diinterpretasikan bahwa distribusi data pengaruh motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa dikategorikan kuat (0.60-0.799). Dengan
demikian distribusi data pengaruh motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa dapat dikatakan tidak normal.
b. Pengujian normalitas variabel pengaruh disiplin belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa kelas XI Akuntansi.
Tabel 5.6
Hasil Uji Normalitas Pengaruh Disiplin Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar Siswa
Model Summary and Parameter Estimates Dependent Variable:chisquare
Equation
Model Summary Parameter Estimates
R Square F df1 df2 Sig. Constant b1
Linear .804 370.117 1 90 .000 .025 .026
The independent variable is Mahalanobis Distance.
Tabel 5.6 menunjukkan bahwa nilai R square = 0.804.Nnilai tersebut dapat diinterpretasikan bahwa distribusi data pengaruh disiplin belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa dikategorikan sangat kuat (0.80-1). Dengan demikian distribusi data pengaruh disiplin belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa dapat dikatakan normal.
c. Pengujian normalitas variabel pengaruh kemandirian belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa kelas XI Akuntansi.
Tabel 5.7
Hasil Uji Normalitas Pengaruh Kemandirian Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar Siswa
Tabel 5.7 menunjukkan bahwa nilai R square = 0684. Nilai tersebut dapat diinterpretasikan bahwa distribusi data pengaruh kemandirian belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa dikategorikan kuat (0.60-0.799). Dengan demikian distribusi data pengaruh kemandirian belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa dapat dikatakan tidak normal.
2. Pengujian Linearitas
Uji linieritas bertujuan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel bebas secara signifikan mempunyai hubungan yang linier atau tudak dengan variabel terikatnya. Kriteria pengambilan keputusan atau kesimpulan linier terjadi apabila Fhiung < Ftabel demikian sebaliknya Fhiung > Ftabel maka kesimpulan tidak linier. Setelah dilakukan uji linieritas masing-masing variabel diperoleh sebagai berikut:
Model Summary and Parameter Estimates Dependent Variable:chisquare
Equation
Model Summary Parameter Estimates
R Square F df1 df2 Sig. Constant b1
Linear .684 195.083 1 90 .000 .032 .019
Tabel 5.8
Hasil Uji Linieritas Motivasi Belajar,Disiplin Belajar dan Kemandirian dengan Prestasi Belajar
Variabel Bebas
Variabel Terikat Df Fhit Ftab Kesimpulan
Motivasi Belajar
Prestasi Belajar 19:71 0,622 1,734 Linear Kemandirian
Belajar
Prestasi Belajar 23:67 0,920 1,691 Linear Disiplin
Belajar
Prestasi Belajar 74:16 0,630 2,088 Linear
Hasil pengujian linieritas untuk pengaruh motivasi belajar,disiplin belajar dan kemandirian belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa adalah sebagai berikut:
Untuk pengujian linearitas pada motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa diperoleh nilai Fhitung sebesar 0,622 sedangkan nilai Ftabel diperoleh sebesar 1,734 karena Fhitung < Ftabel maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh motivasi belajar dengan prestasi belajar adalah linier. Untuk pengujian linearitas pada kemandirian belajar terhadap prestasi belajar siswa diperoleh nilai Fhitung sebesar 0,920 sedangkan nilai Ftabel diperoleh sebesar 1,691 karena Fhitung < Ftabel maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh kemandirian belajar dengan prestasi belajar adalah linier.
Untuk pengujian linearitas pada kemandirian belajar terhadap prestasi belajar siswa diperoleh nilai Fhitung sebesar 0,630 sedangkan nilai Ftabel
diperoleh sebesar 2,088 karena Fhitung < Ftabel maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh disiplin belajar dengan prestasi belajar adalah linier.
C. Pengujian Hipotesis
Pengujian prasyarat analisis data menunjukkan bahwa distribusi data pengaruh motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa akuntansi dan pengaruh kemandirian belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa akuntansi adalah tidak normal. Dengan demikian, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi Rank Spearman. Analisis data dilakukan dengan menggunakan bantuan SPSS versi 16.0.
Korelasi pengaruh motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa kelas XI Akuntansi SMK Kristen 2 Klaten.
1. Rumusan Hipotesis Pertama a. Rumusan Hipotesis
Ha1 : Ada pengaruh yang positif dan signifikan motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar akuntansi siswa. H01 : Tidak ada pengaruh yang positif dan signifikan
motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar akuntansi siswa.
Tabel 5.9
Hasil Uji Korelasi Pengaruh Motivasi Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar Siswa Akuntansi
Tabel 5.9 menunjukkan bahwa nilai correlation coefficient
(Spearman’s rho)= 0,01. Nilai tersebut menunjukkan bahwa pengaruh motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa akuntansi adalah positif dengan kategori sangat lemah. Artinya, semakin tinggi motivasi belajar siswa akuntasi semakin tinggi pulaprestasi belajar siswaakuntansi. Nilai sig. (2-tailed) = 0,923> α= 0,05, artinya Ha1 diterima dan Ho1ditolak. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengaruh motivasi belajar siswa akuntansi terhadap prestasi belajar siswa akuntansi SMK Kristen 2 Klaten adalah signifikan. Dengan demikian kesimpulan yang menyatakan ada pengaruh positif motivasi belajar siswa terhadapprestasi belajar siswa akuntansi dapat digeneralisasikan pada populasi penelitian ini.
Correlations
Prestasi_Belajar motivasi_Belajar Spearman's rho Prestasi_Belajar Correlation Coefficient 1.000 .010
Sig. (2-tailed) . .923 N 92 92 motivasi_Belajar Correlation Coefficient .010 1.000
Sig. (2-tailed) .923 . N 92 92
2. Rumusan Hipotesis Kedua a. Rumusan Hipotesis
Ha1 : Ada pengaruh yang positif dan signifikan disiplin belajar siswa terhadap prestasi belajar akuntansi siswa. H01 : Tidak ada pengaruh yang positif dan signifikan
disiplin belajar siswa terhadap prestasi belajar akuntansi siswa.
b. Pengujian Hipotesis
Tabel 5.10
Hasil Uji Korelasi Pengaruh Disiplin Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar Siswa Akuntansi
Correlations
Disiplin_Belajar Prestasi_belajar Spearman's rho Disipln_Belajar Correlation Coefficient 1.000 .126
Sig. (2-tailed) . .233 N 92 92 Prestasi_belajar Correlation Coefficient .126 1.000
Sig. (2-tailed) .233 . N 92 92
Tabel 5.10 menunjukkan bahwa nilai correlation coefficient
(Spearman’s rho)= 0,126. Nilai tersebut menunjukkan bahwa pengaruh disiplin belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa akuntansi adalah positif dengan kategori sangat lemah. Artinya,
semakin tinggi disiplin belajar siswa akuntasi semakin tinggi pula prestasi belajar siswaakuntansi. Nilai sig. (2-tailed) = 0,233> α= 0,05, artinya Ha1 diterima dan Ho1ditolak. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengaruh disiplin belajar siswa akuntansi terhadap prestasi belajar siswa akuntansi SMK Kristen 2 Klaten adalah signifikan. Dengan demikian kesimpulan yang menyatakan ada pengaruh positif disiplin belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa akuntansi dapat digeneralisasikan pada populasi penelitian ini.
Untuk menguji hipotesis pertama, kedua, dan ketiga digunakan teknik analisis Regresi Linier Sederhana. Dalam analisis penelitian ini menggunakan bantuan komputer program SPSS seri 16.
1. Pengujian Hipotesis Pertama
a. Pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar 1) Rumusan hipotesis pertama
Ho = Tidak ada pengaruh positif dan signifikan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa SMK Kristen 2 Klaten.
H1 = Ada pengaruh positif dan signifikan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa SMK Kristen 2 Klaten.
Untuk menguji hipotesis di atas menggunakan analisis regresi sederhana, hasil pengujian menggunakan bantuan program SPSS seri 16 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 5.11
Tabel Coefficients Pengaruh Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar
P a
d a
t
Tabel di atas menggambarkan persamaan regresi Y=73,534 + 0,169X, Y= Prestasi belajar, X= Motivasi belajar. Konstanta sebesar 73,534 menyatakan bahwa jika tidak ada motivasi belajar maka prestasi belajar siswa 73,534.
Koefisien regresi sebesar 0,169 menunjukkan arah (slop) yang searah berarti Y akan bertambah sebesar 0,169 sebagai akibat dari perubahan setiap unit nilai X. Dari persamaan regresi yang diperoleh maka dapat diketahui bahwa perubahan variabel motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa adalah positif. Artinya jika motivasi belajar semakin meningkat maka prestasi belajar akan meningkat sebaliknya jika motivasi belajar siswa menurun maka prestasi belajar menurun.
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 73.524 6.689 10.991 .000 Motivasi .169 .118 .149 1.832 .155 a. Dependent Variable: Prestasi
Tabel 5.12
Tabel Model Summary Pengaruh Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa hubungan (korelasi) antara motivasi belajar dengan prestasi belajar kuat, yaitu R=0,149 yang berarti pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar adalah kuat.
b. Pengaruh kemandirian belajar terhadap prestasi belajar 1) Rumusan hipotesis pertama
Ho = Tidak ada pengaruh positif dan signifikan kemandirian belajar terhadap prestasi belajar siswa SMK Kristen 2 Klaten.
H1 = Ada pengaruh positif dan signifikan kemandirian belajar terhadap prestasi belajar siswa SMK Kristen 2 Klaten.
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate 1 .149a .022 .011 5.07031 a. Predictors: (Constant), Motivasi
Untuk menguji hipotesis di atas menggunakan analisis regresi sederhana, hasil pengujian menggunakan bantuan program SPSS seri 16 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 5.13
Tabel Coefficients Pengaruh Kemandirian Belajar terhadap Prestasi Belajar
P a
d a
Tabel di atas menggambarkan persamaan regresi Y=67,165 + 0,218X, Y= Prestasi belajar, X= Kemandirian belajar.
Konstanta sebesar 67,165 menyatakan bahwa jika tidak ada kemandirian belajar maka prestasi belajar siswa 67,165.
Koefisien regresi sebesar 0,218 menunjukkan arah (slop) yang searah berarti Y akan bertambah sebesar 0,218 sebagai akibat dari perubahan setiap unit nilai X. Dari persamaan regresi yang diperoleh maka dapat diketahui bahwa perubahan variabel kemandirian belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa adalah positif. Artinya jika kemandirian belajar semakin meningkat maka
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 67.165 6.957 9.654 .000 Kemandirian .218 .095 .235 2.293 .024 a. Dependent Variable: Prestasi
prestasi belajar akan meningkat sebaliknya jika kemandirian belajar siswa menurun maka prestasi belajar menurun.
Tabel 5.14
Tabel Model Summary Pengaruh Kemandirian Belajar terhadap Prestasi Belajar
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa hubungan (korelasi) antara motivasi belajar dengan prestasi belajar kuat, yaitu R=0,253 yang berarti pengaruh kemandirian belajar terhadap prestasi belajar adalah kuat.
c. Pengaruh disiplin belajar terhadap prestasi belajar 1) Rumusan hipotesis pertama
Ho = Tidak ada pengaruh positif dan signifikan disiplin belajar terhadap prestasi belajar siswa SMK Kristen 2 Klaten.
H1 = Ada pengaruh positif dan signifikan disiplin belajar terhadap prestasi belajar siswa SMK Kristen 2 Klaten.
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate 1 .235a
.055 .045 4.98419 a. Predictors: (Constant), Kemandirian
Untuk menguji hipotesis di atas menggunakan analisis regresi sederhana, hasil pengujian menggunakan bantuan program SPSS seri 16 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 5.15
Tabel Coefficients Pengaruh Disiplin Belajar terhadap Prestasi Belajar
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 79.259 5.065 15.648 .000 Disiplin .089 .117 .080 1.758 .045 a. Dependent Variable: Prestasi
Tabel di atas menggambarkan persamaan regresi Y=79,259 + 0,089X, Y= Prestasi belajar, X= Disiplin belajar. Konstanta sebesar 79,259 menyatakan bahwa jika tidak ada didiplin belajar maka prestasi belajar siswa 79,259.
Koefisien regresi sebesar 0,089 menunjukkan arah (slop) yang searah berarti Y akan bertambah sebesar 0,089 sebagai akibat dari perubahan setiap unit nilai X. Dari persamaan regresi yang diperoleh maka dapat diketahui bahwa perubahan variabel disiplin belajar siswa terhadap prestasi belajar siswa adalah positif. Artinya jika disiplin belajar semakin meningkat maka prestasi belajar akan
meningkat sebaliknya jika disiplin belajar siswa menurun maka prestasi belajar menurun.
Tabel 5.16
Tabel Model Summary Pengaruh Kemandirian Belajar terhadap Prestasi Belajar
D
ari tabel di atas dapat dilihat bahwa hubungan (korelasi) antara motivasi belajar dengan prestasi belajar kuat, yaitu R=0,080 yang berarti pengaruh disiplin belajar terhadap prestasi belajar adalah kuat.
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate 1 .080a
.006 -.005 5.11150 a. Predictors: (Constant), Disiplin
D. Pembahasan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar, disiplin belajar dan kemandirian belajar terhadap prestasi belajar. Berdasarkan hasil analisis data pada bagian sebelumnya, maka dilakukan pembahasan tentang hasil penelitian sebagai berikut.
1. Pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar. Hal ini didukung oleh perhitungan statistik Y=73,534 + 0,169X, Y= Prestasi belajar, X= Motivasi belajar. Asymp. Sig. =0,000<α =0,05; thitung = 1,832 > ttabel= 1,661 maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan H1 diterima.
Karena koefisiensi menunjukkan (+) atau arah hubungan yang searah antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar. Jadi, semakin tinggi motivasi belajar maka prestasi belajar siswa akan mengalami peningkatan dan sebaliknya jika motivasi belajar mengalami penurunan maka prestasi belajar siswa akan menurun. Sedangkan Asymp. Sig 0,000 lebih kecil 0,05 maka motivasi belajar mempengaruhi prestasi belajar siswa. Pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar kuat dilihat dari nilai R sebesar 0,149.
Deskripsi motivasi belajar siswa menunjukkan bahwa sebagian besar siswa dikategorikan memiliki disiplin belajar yang tinggi . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa. Motivasi berasal dari kata motif yang berarti keadaan dalam pribadi orang yang mendorong individu melakukan aktivitas-aktivitas tertentu guna mencapai tujuan tertentu (Suryabrata, 2002:70). Jadi, motivasi adalah suatu dorongan dari dalam diri dan luar siswa untuk berbuat atau bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan yakni prestasi belajar sesuai dengan keinginan siswa.
Berdasarkan hasil penelitian terbukti bahwa motivasi belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa maka diharapkan guru dan orang tua dapat memotivasi siswa termotivasi untuk belajar sehingga prestasinya meningkat.
2. Pengaruh kemandirian belajar terhadap prestasi belajar
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan antara kemandirian belajar dengan prestasi belajar. Hal ini didukung oleh perhitungan statistik Y=67,165 + 0,218X, Y= Prestasi belajar, X= Kemandirian Belajar. Asymp. Sig.
=0,024<α =0,05; thitung = 2,293 > ttabel= 1,661 maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan H1 diterima.
Karena koefisiensi menunjukkan (+) atau arah hubungan searah antara kemandirian belajar terhadap prestasi belajar. Jadi, semakin tinggi kemandirian belajar maka prestasi belajar siswa akan mengalami peningkatan dan sebaliknya jika kemandirian belajar mengalami penurunan maka prestasi belajar siswa akan menurun. Sedangkan Asymp. Sig 0,024 lebih kecil 0,05 maka kemandirian belajar mempengaruhi prestasi belajar siswa. Pengaruh kemandirian belajar terhadap prestasi belajar kuat dilihat dari nilai R sebesar 0,235.
Deskripsi kemandirian belajar siswa menunjukkan bahwa sebagian besar siswa dikategorikan memiliki kemandirian belajar yang tinggi. Hasil penelitian ini menjukkan bahwa ada pengaruh positif kemandirian belajar terhadap prestasi belajar siswa dapat terjadi karena tingginya kemandirian yang dimiliki siswa akan meningkatkan prestasi belajar, karena siswa yang kemandirian belajarnya tinggi akan lebih menguasai pelajaran yang mereka pelajari sehingga prestasi yang diraihnya akan meningkat.
Berdasarkan hasil penelitian terbukti bahwa kemandirian belajar berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa, ditunjukkan melalui jawaban siswa terhadap kuesiooner yang telah diberikan. Sebagian besar siswa memiliki kemandirian yang tinggi karena banyak siswa yang melakukan atau menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya disekolah dengan mandiri, mencoba menyelesaikannya sendiri sebelum dia bertanya kepada teman lain atau kepada guru mata pelajaran yang bersangkutan. Semua siswa mempunyai usaha terlebih dahulu sebelum bergantung kepada orang lain.
3. Pengaruh disiplin belajar terhadap prestasi belajar
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan antara disiplin belajar dengan prestasi belajar. Hal ini didukung oleh perhitungan statistik Y=79,259 + 0,089X, Y= Prestasi belajar, X= Disiplin Belajar. Asymp. Sig. =0,000<α =0,045; thitung = 1,758 > ttabel= 1,661 maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan H1 diterima.
Karena koefisiensi menunjukkan (+) atau arah hubungan yang searah antara disiplin belajar terhadap prestasi belajar. Jadi, semakin tinggi disiplin belajar maka prestasi belajar siswa akan
mengalami peningkatan dan sebaliknya jika disiplin belajar mengalami penurunan maka prestasi belajar siswa akan menurun. Sedangkan Asymp. Sig 0,045 lebih kecil 0,05 maka disiplin belajar mempengaruhi prestasi belajar siswa. Pengaruh disiplin belajar terhadap prestasi belajar kuat dilihat dari nilai R sebesar 0,80.
Deskripsi disiplin belajar siswa menunjukkan bahwa sebagian besar siswa dikategorikan memiliki disiplin belajar yang tinggi. Disiplin sebagai kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan, atau ketertiban. Maka kedisiplinan anak didik dalam mengikuti suatu kegiatan pun akan menimbulkan sikap tanggung jawab, atau disiplin dalam menghadapi pelajaran atau dalam belajarnya (Soegeng Prijodarminto dala Tu’u, 2004:31). Jadi, disiplin belajar adalah kondisi dimana tercipta dan terbentuk melalui proses dari serangkaian perilaku seseorang yang sesuai dengan peraturan atau tata tertib untuk memperoleh prilaku baru yang akan menimbulkan sikap tanggung jawab. Dengan demikian siswa akan lebih menghargai waktu ataupun hal-hal kecil yang lainnya untuk meningkatkan prestasi belajarnya.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh positif disiplin belajar terhadap prestasi belajar siswa dapat terjadi karena
dengan adanya disiplin belajar dan keteraturan secara kontinyu maka akan mendapatkan prestasi belajar yang optimal atau maksimal maka seseorang siswa perlu merencanakan terlebih dahulu mengenai apa yang akan dipelajari.
Berdasarkan hasil penelitian terbukti bahwa disiplin belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa maka diharapkan guru dan orang tua dapat menerapkan peraturan yang berlaku bagi anak didik baik di sekolah ataupun dirumah. Dengan adanya peraturan maka diharapkan anak didik tersebut dapat menggunakan waktu sebaik mungkin sehingga menpunyai disiplin belajar yang tinggi yang nantinya juga akan dapat meninggkatkan prestasi belajarnya.
83 BAB VI