• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengukuran dan Evaluasi Capaian Sasaran Strategis

BAB III : AKUNTABILITAS KINERJA

B. Pengukuran dan Evaluasi Capaian Sasaran Strategis

Sesuai dengan dokumen Perubahan Renstra Kantor Kesbangpol Kabupaten Tapin memiliki 3 (tiga) sasaran strategis dan 4 (empat) indikator sasaran yang harus dicapai. Dari 3 (tiga) sasaran yang telah ditetapkan tersebut, tingkat capaian kinerja Kantor Kesbangpol Kabupaten Tapin rata-rata

> 100% yang berarti masuk dalam kategori sangat berhasil.

Tabel. 3.4

Pengukuran Kinerja Sasaran Strategis 1

Meningkatnya stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat

No. Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian

1. Persentase Konflik Sosial

Yang Dapat Diatasi 75 % 80 % 106,67 %

Perwujudan visi dan misi pembangunan nasional serta pencapain tujuan penyelenggaraan pemerintah daerah juga menjadi tugas dan tanggung jawab masyarakat, termasuk yang tergabung dalam organisasi kemasyarakatan. Kontruksi hubungan kemitraan yang dibangun antara pemerintah dengan masyarakat seperti yang diamanatkan dalam berbagai peraturan perundang-undangan terdiri dari kemitraan di bidang kewaspadaan dini melalui Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) berdasarkan Permendagri Nomor 12 Tahun 2006, di bidang kerukunan antar umat beragama melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) berdasarkan Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan 8 Tahun 2006. Kemitraan di bidang kerukunan antar etnis melalui Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 34 Tahun 2006.

Mencermati situasi nasional yang terus berkembang selama ini, sebuah keprihatinan akan terjadinya konflik dan peristiwa kekerasan di Kabupaten Tapin. Berbagai peristiwa konflik yang terjadi biasanya dilatarbelakangi dengan beberapa motif, seperti konflik pertanahan/lahan perkebunan, konflik pertambangan, konflik pemilukada, bentrokan antar kelompok warga terkait pendirian rumah ibadah maupun terkait bentrokan etnis tertentu, peredaran narkoba dan aksi terorisme. Adapun penyebab paling krusial terjadinya konflik di Indonesia antara lain terkait distorasi kebijakan publik , patologi birokrasi, kesenjangan sosial ekonomi, perebutan sumber daya alam, masalah adat kebudayaan dan identitas, distori penegakan hukum dan keadilan, disfungsi aparat keamanan. Dengan kondisi tersebut peran strategis forum dialog publik seperti Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) termasuk di dalamnya Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) dan Tim Terpadu Penanganan Gangguan Keamanan Kabupaten Tapin menjadi sangat penting dalam rangka mengantisipasi timbulnya berbagai konflik dan kerawanan sosial di

tengah masyarakat yang dapat mengancam stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menyikapi permasalahan dan potensi yang dimiliki diatas diperoleh sebuah keyakinan bahwa metodologi yang efektif dalam menyelesaikan permasalahan keamanan dalam daerah terkait konflik sosial adalah melalui dialog-dialog yang efektif. Untuk itu dalam program Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten terdapat kegiatan pendekatan melalui penguatan forum-forum dialog yang terdapat di masyarakat khususnya forum yang dibentuk melalui Surat Keputusan Bupati Tapin dengan dasar Permendagri sebagai upaya penciptaan rasa aman, terlindungi dan stabilitas kerukunan dalam masyarakat.

Terhadap indikator tersebut di atas, sasaran strategis Renstra Kantor Kesbangpol Kab. Tapin pada tahun 2015 menargetkan 75% Konflik Sosial yang dapat diatasi. Ketiga forum yang ada di daerah yaitu Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) termasuk di dalamnya Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) dan Tim Terpadu Penanganan Gangguan Keamanan Kabupaten Tapin dipercaya dapat memberi kontribusi dalam penanganan konflik. Memperhatikan forum-forum yang ada tersebut diperoleh hasil yang cukup menggembirakan. Selanjutnya meskipun bukan sebagai faktor tunggal, forum-forum yang ada telah memberikan kontribusi meningkatnya komunikasi dan dialog yang konstruktif antar anggota masyarakat dalam penyelesaian berbagai persoalan kemasyarakatan, termasuk konflik sosial.

Secara berkala Kantor Kesbangpol Kab. Tapin mengadakan kegiatan rapat koordinasi dengan forum-forum tersebut di atas untuk membahas masalah-masalah yang terjadi terkait dengan tugas dan perannya dalam pelaksanaan deteksi dini, menjaga kondisi yang kondusif terkait konflik yang bernuansa agama dan mengembangkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa.

Dipercaya bahwa forum-forum yang ada cukup efektif baik secara langsung maupun tidak menekan angka konflik pada tahun 2015 sehingga berkurang dibanding tahun sebelumnya.

Dasar Pembentukan forum-forum :

1. Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Tapin berdasarkan Keputusan Bupati Tapin Nomor 188.45/265/KUM/2013 tentang Pembentukan Dewan Penasehat Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat Kabupaten dan Kecamatan se Kabupaten Tapin dan Keputusan Bupati Tapin Nomor 188.45/266/KUM/2014 tentang Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat Kabupaten Tapin Periode Tahun 2014 – 2016

2. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tapin berdasarkan Keputusan Bupati Tapin Nomor 188.45/083/KUM/2012 tanggal 29 Mei 2012

3. Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Tapin yang dibentuk berdasarkan Keputusan Bupati Tapin Nomor 188.45/267/KUM/2014 tentang Pembentukan Dewan Pembina dan Sekretariat Forum Pembauran Kebangsaan dan Nomor 188.45/268/KUM/2013 tentang Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Tapin Periode tahun 2014 – 2016.

4. Komunitas Intelijen Daerah (KOMINDA) berdasarkanKeputusan Bupati Tapin Nomor188.45/101/KUM/2013.

5. Tim Terpadu Penanganan Gangguan Keamanan Kabupaten Tapin yang dibentuk berdasarkan Keputusan Bupati Tapin Nomor 188.45/077/KUM/2013.

Daftar Potensi Konflik Sosial/Sara Di Kabupaten Tapin Tahun 2015

No. Uraian Lokasi

1. Rumah tempat tinggal yang

difungsikan sebagai rumah ibadah

Kelurahan Bitahan Kecamatan Lokpaikat 2. Adanya pendapat masyarakat bahwa

pemerintah daerah tidak memberikan kebebasan dalam menjalankan ibadah sesuai keyakinannya

Desa Padang Sari Kecamatan Binuang

3. Berdirinya beberapa tempat ibadah yang belum memperoleh ijin dari pemerintah daerah

Kecamatan Piani

4. Penutupan jalan perusahaan oleh masyarakat

Desa Suato Tatakan Kecamatan Tapin Selatan 5. Konflik manajemen antar perusahaan

yang melibatkan masyarakat

Desa Tandui dan Desa Rumintin Kec. Tapin Selatan

Dari 5 (lima) Konflik Sosial yang terjadi, ada 4 (empat) konflik sosial yang dapat diatasi yaitu :

1. Rumah tempat tinggal yang difungsikan sebagai rumah ibadah.

2. Adanya pendapat masyarakat bahwa pemerintah daerah tidak memberikan kebebasan dalam menjalankan ibadah sesuai keyakinannya

3. Penutupan jalan perusahaan oleh masyarakat.

4. Konflik manajemen antar perusahaan yang melibatkan masyarakat.

Dari sisi target Perubahan Renstra, terkait dengan sasaran strategis

“Meningkatnya stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat” jika dilihat sebesar 80% dari target 75% dengan capaian kinerja sebesar 106,66%.

Tabel. 3.5

Pengukuran Kinerja Sasaran Strategis 2 Meningkatnya Stabilitas Politik Dalam Daerah Dalam Rangka Mewujudkan Demokrasi Yang Berkualitas

No. Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian 1. % Tingkat partisipasi

masyarakat dalam

2. Jumlah Kegiatan Pembinaan Politik Daerah

12 kegiatan 12 kegiatan 100 %

Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan salah satu pilar demokrasi sebagai wahana perwujudan kedaulatan rakyat guna menghasilkan pemerintahan yang demokratis.Pemerintahan yang dihasilkan dari Pemilu diharapkan menjadi pemerintahan yang mendapat legitimasi yang kuat dan amanah. Pemilu pun menjadi tonggak tegaknya demokrasi, di mana rakyat secara langsung terlibat aktif dalam menentukan arah dan kebijakan politik negara untuk lima tahun ke depan.

Sehingga, diperlukan upaya dari seluruh komponen bangsa untuk menjaga kualitas Pemilu.Semangat Pemilu itu dapat terwujud apabila seluruh komponen bangsa saling bahu-membahu mendukung pelaksanaan Pemilu sesuai aturan perundang-undangan dan penghormatan hak-hak politik setiap warga negara. Upaya untuk memperbaiki kualitas pelaksanaan Pemilu merupakan bagian dari proses penguatan demokrasi serta untuk mewujudkan tata pemerintahan yang efektif dan efisien. Suksesnya Pemilu bukan hanya bersandar pada integritas penyelenggaraan Pemilu dan peserta Pemilu semata. Namun, harus didukung pula oleh seluruh

pemangku kepentingan Pemilu demi terciptanya sinergitas yang kuat dan saling berkesinambungan.

Menjelang PemiluGubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan tahun 2015, Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Tapin mengadakan kegiatan Sosialisasi Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pelaksanaan Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan tahun 2015. Selain kegiatan sosialisasi yang ditujukan untuk pemilih pemula dan masyarakat di 10 (sepuluh) Kecamatan di Kabupaten Tapin juga dilaksanakan sosialisasi melalui pemasangan spanduk dan baliho di tempat-tempat strategis yang berisi himbauan kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilih dalam Pemilu. Kegiatan tersebut diatas bertujuan untuk meningkatkan jumlah partisipasi masyarakatpada Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur 2015.

Kegiatan tersebut berhasilmeningkatkan partisipasi jumlah pemilih pada Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur 2015 sebesar 83,50% dari jumlah pemilih tetap yang terdaftar di Kabupaten Tapin.

Daftar Jumlah Pemilih Pada Daftar Pemilih Tetap (DPT)dan Jumlah Pemilih Pada Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel 2015

Jumlah pemilih pada DPT 134.424

Jumlah pemilih pada Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur 2015

112.255

Sumber : KPU Kabupaten Tapin

Dari sisi target Perubahan Renstra, terkait dengan sasaran strategis

“Meningkatnya Stabilitas Politik Dalam Daerah Dalam Rangka Mewujudkan Demokrasi Yang Berkualitas” dengan indikator kinerja “%

Tingkat Partisipasi Masyarakat Dalam Pemilu (Pemilu Legislatif, Pemilu Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur“ jika dilihat realisasinya sangat baik yaitu sebesar 83,50% dari yang ditargetkan yaitu 80%. Dengan capaian kinerja sebesar 104,37%.

Daftar Jumlah Pemilih Pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan Jumlah Pemilih Pada Tahun 2014

No. Uraian Jumlah pemilih

pada DPT

Jumlah Pemilih

1. Pemilu Legislatif 2014 131.749 113.004

2. Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014

133.111 98.809

Jumlah 264.860 211.813

Sumber : KPU Kabupaten Tapin

Sedangkan pada tabel diatas, dapat dilihat bahwa partisipasi masyarakat pada Pemilu Legislatif & Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 sebesar 79,97%.

Jika dibandingkan tingkat partisipasi masyarakat dalam Pemilu antara tahun 2014 dan tahun 2015, dapat dilihat bahwa tahun 2015 tingkat partisipasi masyarakat lebih tinggi yaitu sebesar 83,50% dibandingkan tahun 2014 yang hanya sebesar 79,97%.

Tingkat partisipasi masyarakat dalam Pemilu dari tahun 2014 s/d tahun 2015 dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Pada Pemilu Legislatif tingkat partisipasi masyarakat sebesar 85,77%

2. Pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden tingkat partisipasi masyarakat sebesar 74,23%.

Dibandingkan dengan Pemilu Legislatif tingkat partisipasi masyarakat mengalami penurunan sebesar 11,54%

3. Pada Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur tingkat partisipasi masyarakat sebesar 83,50%.

Sedangkan pada sasaran strategis “Meningkatnya Stabilitas Politik Dalam Daerah Dalam Rangka Mewujudkan Demokrasi Yang Berkualitas” Indikator Kinerja ke 2 “Jumlah Kegiatan Pembinaan Politik

Daerah” kegiatan dapat dilaksanakan dengan baik, dengan realisasi 100%

sehingga capaian kinerja dapat tercapai sebesar 100% .

Daftar Jumlah Kegiatan Pembinaan Politik Tahun 2015

No Nama Kegiatan Jumlah Realisasi

1. Sosialisasi Pendidikan dan Pemberdayaan Politik Masyarakat

2 2

2. Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan Bidang Politik

1 1

3. Sosialisasi Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur

9 9

Jumlah 12 12

Tabel. 3.6

Pengukuran Kinerja Sasaran 3

Meningkatnya Organisasi Kemasyarakatan Yang Aktif

No. Indikator Kinerja Target Realisasi Capaian

1. % Ormas Yang Aktif 75 % 83,33 % 111,11 %

Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Tapin menetapkan 4 (empat) kriteria Organisasi Kemasyarakatan yang aktif, dimana kriteria tersebut sebagai wujud dalam mendukung program-program pemerintah.

Kriteria Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Yang Aktif adalah : 1. Memiliki Sekretariat Organisasi Kemasyarakatan;

2. Tersedianya struktur Organisasi dan AD/ART;

3. Melaksanakan rapat rutin;

4. Mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Tapin.

Sejak diberlakukannya UU No.17 Tahun 2013 tentang Ormas, seluruh ormas di Tapin diwajibkan mendaftarkan ormasnya ke Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Tapin. SKT ini penting dimiliki oleh ormas, pasalnya dengan mempunyai SKT ini maka organisasi tersebut keberadaannya legal dan diakui pemerintah.

Di Kabupaten Tapin saat ini terdapat sekitar 55 ormas yang terdata di Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Tapin. Ormas yang ada di Tapin ini bergerak di bidang keagamaan, pendidikan, kesehatan, dan kepemudaan. Pengklasifikasiannya disesuaikan dengan bidangnya, Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Tapin yang menerbitkan SKT nya, dan melakukan pendaftaran hingga monitoring kegiatannya.

Data Ormas / LSM

Pada Kabupaten Tapin s.d Tahun 2015

No Nama Organisasi Bentuk

1. FK. Peduli Wana Lestari LSM

2. Forum Komunikasi Peduli Masyarakat Kab Tapin (FK- PMKT)

LSM

3. LSM Unggulan LSM

4. Ikatan Pemuda dan Mahasiswa Kalimatan Selatan (IKMADA KAL-SEL)

Kepemudaan 5. Lembaga Penyelamat lingkungan hidup

Indonesia ( LPLHI )

LSM

6. PD. Muhammadiyah Keagamaan

7. PC. Nahdlatul Ulama (NU) Kab. Tapin Keagamaan

8 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Keagamaan

9. Lembaga Dakwah Islam Indonesia Keagamaan

10. Al Irsyad Keagamaan

11. Dewan Pendidikan Semi Pemerintah

12. KONI Semi Pemerintah

13. Pramuka Semi Pemerintah

14. Palang Merah Indonesia (PMI) Semi Pemerintah

15. Karang Taruna Semi Pemerintah

16. Tagana Semi Pemerintah

17. IP- PSM Semi Pemerintah

18. Persatuan Tunanetra Indonesia Semi Pemerintah 19. Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (

PPDI )

Semi Pemerintah

20. Dewan Adat Dayak Ormas

21. Kerukunan Masyarakat Kalimantan (KMK) Ormas 22. Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil (Pinbuk) Ormas 23. Korps Alumni Mahasiswa Islam Indonesia

(Kahmi)

Ormas 24. Himpunan Pengusaha Makro dan Kecil

Indonesia (Hipmikindo)

Ormas 25. Ikatan Keluarga Besar Pendiri Kab. Tapin Ormas

26. ORARI Ormas

27. Barisan Pemadam Rantau (Bapara) Ormas

28. Ikatan Mahasiswa Margasari ( Ikama ) Ormas 29. Kerukunan Keluarga SulSel ( KKSS ) Ormas 30. DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah Keagamaan

31. Forum Anak Daerah ( FAD ) Ormas

32. Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kepemudaan

33. Gerakan Pemuda Anshor Kepemudaan

34. Ikatan Putera Puteri NU (IPPNU) Kepemudaan 35. Ikatan Pelajar Nahdlhatul Ulama (IPNU) Kepemudaan 36. BKPRMI ( Badan Komunikasi pemuda remaja

mesjid Indonesia )

Kepemudaan 37. Purna Prakarya Muda Indonesia Kepemudaan

38. FKPPI Kepemudaan

39. Gapensi Profesi 40. Ikatan Guru Taman Kanak (IGTKI) Profesi 41. Asosiasi Pengawas Seluruh Indonesia (APSI) Profesi

42. PGRI Profesi

43. Ikatan Penyuluh KB Profesi

44. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Profesi 45. Ikatan Bidan Indonesia ( IBI ) Profesi

46. Aisyiyah Wanita

47. Muslimat NU Wanita

48. Badan Kontak Majelis Talim ( BKMT) Wanita

49. Harpi Melati Wanita

50. Perwari Wanita

51. Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Wanita

52. Nasyiatul Aisyiyah ( NA ) Kepemudaan

53. Ikatan Pemuda Muhammadiyah ( IPM ) Kepemudaan 54. Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IRM) Kepemudaan

55. Fatayat NU Kepemudaan

Dari 55 Organisasi Kemasyarakatan yang ada di Kabupaten Tapin hanya 6 Organisasi Kemasyarakatan yang terdaftar secara administratif.

Data Ormas Yang Memiliki Surat Keterangan Terdaftar (SKT) Tahun 2014 - 2015

No Nama Organisasi Bentuk

Tahun Pembuatan

SKT 1. PC Nahdlatul Ulama Kab. Tapin Keagamaan 2014 2. Ikatan Mahasiswa dan Pemuda Kalsel

(IKMADA Kalsel)

Kepemudaan 2014 3. Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah

(DPC-FKDT)

Keagamaan 2014 4. Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan

(KKSS)

Ormas 2014

5. Lembaga Dakwah Islam Indonesia Kepemudaan 2015 6.. Gerakan Pemuda Ansor (GP. Ansor) Keagamaan 2015

Jumlah Organisasi Kemasyarakatan yang Aktif hanya 5 dari 6 Organisasi Kemasyarakatan yang terdaftar. Ke 5 (lima) Organisasi Kemasyarakatan tersebut adalah :

1. PC Nahdlatul Ulama (NU) Kab. Tapin

2. Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC-FKDT)

4. Lembaga Dakwah Islam Indonesia 5. Gerakan Pemuda Ansor (GP. Ansor)

Daftar Jumlah Organisasi Kemasyarakatan Yang Aktif Tahun Jumlah Ormas Terdaftar Jumlah Ormas Aktif %

2014 4 3 75

205 6 5 83,33

Peran Kantor Kesbangpol untuk mendorong aktifnya organisasi kemasyarakatan secara periodik atau kontinyu mengadakan :

a. Sosialisasi Pendidikan Politik dan Wawasan Kebangsaan b. Pembinaan – pembinaan melalui sosialisasi.

Dari target yang ditetapkan yaitu 75% terealisasi sebesar 83,33%

dengan capaian kinerja 111,11%.

Organisasi Kemasyarakatan yang tidak aktif bukan berarti sudah bubar atau tidak punya kegiatan, namun kegiatan mereka kurang mendukung terhadap program-program pemerintah dan tidak mendaftarkan Organisasinya ke Kantor Kesbangpol Kab. Tapin. Hal ini sebenarnya sudah diantisipasi dengan cara monitoring ke Sekretariat Ormasnya langsung, namun karena di Kantor Kesbangpol Kab. Tapin khususnya Sub Bidang Ketahanan Seni, Budaya, Agama, Kemasyarakatan dan Ekonomi kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Dokumen terkait