IV. METODOLOGI PENELITIAN
5.6. Pengukuran Kinerja PT X dengan Pendekatan Balance
5.6.4. Pengukuran Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan
Perspektif yang menjadi fondasi bagi ketiga perspektif lainnya ini mempunyai tiga sasaran yang ingin dicapai. Peningkatan kompetensi karyawan, peningkatan kepuasan karyawan, dan penambahan karyawan baru. Untuk mencapai ketiga sasaran tersebut, PT X menetapkan satu ukuran strategis untuk masing-masing sasaran. Peningkatan kompetensi karyawan dimaksudkan agar karyawan mempunyai suatu kemampuan baik di bidang pekerjaannya maupun di luar bidang pekerjaan agar ketika rotasi karyawan terjadi para karyawan tidak merasa bingung atau bahkan tidak bisa mengatasi kesulitan beradaptasi dengan tugas baru karyawan. Kompetensi karyawan PT X diasah melalui penyelenggaraan pelatihan atau karyawan tersebut diikutsertakan dalam pelatihan baik yang bersifat internal perusahaan maupun eksternal perusahaan.
Selama tahun 2008 PT X menetapkan agar para karyawan dapat mengikuti pelatihan paling tidak satu pelatihan. Memang ada beberapa karyawan yang mengikuti pelatihan namun karena bersifat peraturan yang tidak wajib maka tidak semua karyawan dapat ikut serta. Maka pencapaian target peningkatan kompetensi karyawan dapat tercapai 100 persen dengan skor 200 karena dikalikan dengan bobot ukuran strategisnya sebesar 2 persen. Bobot pada ukuran strategis ini memang
yang terkecil dibanding dua bobot ukuran selanjutnya karena PT X lebih menitikberatkan pada pencapaian kepuasan karyawan dan penambahan karyawan baru yang masing-masing berbobot 4 persen. Pada 2009, PT X mewajibkan para karyawannya untuk mengikuti pelatihan paling tidak satu pelatihan untuk 1 orang karyawan guna mempersiapkan diri menghadapi tantangan.
Kompetensi yang dimiliki karyawan PT X tergambar pada Tabel 10 mengenai kapabilitas karyawan. Kapabilitas karyawan ini merupakan salah satu variabel yang ditanyakan pada kuesioner penelitian. Dari tabel dapat diketahui bahwa karyawan PT X masih jarang yang diikutkan dalam pelatihan. Hal ini cenderung disebabkan dua faktor, karyawan itu sendiri yang enggan mengikuti pelatihan atau perusahaan yang memilih karyawan tertentu untuk diikutkan dalam pelatihan sehingga karyawan tidak mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan yang diinginkan. Namun karyawan PT X umumnya memiliki keterampilan lain di luar bidang pekerjaan seperti bernegosiasi dengan klien dan memiliki pengetahuan yang memadai mengenai bidang pekerjaan mereka seperti karyawan bagian Marketing, karyawan mengerti bagaimana harus memasarkan produk sesuai segmentasi konsumen dan melakukan survei kepuasan yang kemudian hasil survei didiskusikan dengan bagian R & D (Research & Development).
Selain itu, kapabilitas lain yang sudah dimiliki karyawan PT X adalah kemampuan menyampaikan informasi terbaru seputar perusahaan kepada para klien perusahaan. Hal ini menandakan bahwa perusahaan sudah memiliki kualifikasi yang tinggi pada tahap perekrutan karyawan, sebab mayoritas karyawan yang berada di PT X sudah mempunyai kemampuan yang dibutuhkan, terutama untuk bidang pekerjaan yang dipilih.
Tabel 10. Tingkat kapabilitas karyawan PT X No . Pertanyaan Kapabilitas Rataan Skor Keterangan Interpretas i Pelaksanaa n 1 Mengikuti pelatihan untuk
meningkatkan keahlian kerja 3,25
Kurang
setuju Kurang baik
2 Memiliki keterampilan lain di luar
keahlian kerja 3,72 Setuju Baik
3 Memiliki pengetahuan yang memadai 3,84 Setuju Baik
4 Mampu menyampaikan informasi
dengan cepat kepada klien 4,06 Setuju Baik
Total 3,72 Setuju Baik
Peningkatan kepuasan karyawan adalah sasaran selanjutnya yang ingin dicapai perusahaan. Sejauh ini, berdasarkan kuesioner yang disebarkan kepada 67 responden yang kesemuanya adalah karyawan PT X sudah menunjukkan kepuasan. Namun tetap saja ada beberapa karyawan yang tidak puas sehingga mereka lebih memilih mengundurkan diri sebesar 15 persen pada tahun 2008. Padahal di awal perencanaan, PT menargetkan hanya sebesar 10 persen karyawan saja yang mengundurkan diri. Sehingga target pencapaian hanya 85 persen dan menyumbang skor sebesar 340 bagi perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Skor yang besar tersebut pun karena adanya bobot yang tinggi dari perusahaan untuk kepuasan karyawan.
Variabel mengenai kepuasan pelanggan tergambar dalam 13 pertanyaan yang diajukan dalam kuesioner. Pertanyaan tersebut antara lain kepuasan kerja, kepuasan dengan bonus dan insentif, dan kesesuian antara pekerjaan dengan kemampuan. Berdasarkan hasil pengolahan, ketiga pertanyaan tersebut menunjukkan ketidakpuasan karyawan terutama sistem pemberian gaji dan tunjangan yang diterima dan mengenai penempatan karyawan. Perusahaan memang masih
kurang tepat dalam menempatkan karyawan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Mungkin maksud perusahaan agar karyawan bisa bekerja pada bidang pekerjaan di luar kemampuan namun yang terjadi adalah ketidakpuasan karyawan. Oleh sebab itu hendaknya perusahaan lebih memprioritaskan menempatkan karyawan sesuai bidang pekerjaan yang dikuasai.
Kesepuluh pertanyaan lain adalah kesempatan menyelesaikan pekerjaan dengan menggunakan kemampuan karyawan sebaik- baiknya, kebebasan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan, perusahaan memperhatikan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), kepuasan terhadap kebersihan lingkungan kerja, kepuasan terhadap fasilitas, tersedianya peralatan kantor untuk bekerja, hubungan yang erat dengan atasan, hubungan yang erat dengan rekan kerja, atasan memperhatikan ide, kepastian jam kerja. Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa karyawan telah puas dengan berbagai sarana dan fasilitas yang mereka terima sebagai karyawan PT X.
Tabel 11. Tingkat kepuasan kerja karyawan PT X
No Pertanyaan Kepuasan Rataan
Skor Keterangan
Interpretasi Pelaksanaan
1 Kepuasan kerja 3,10 Kurang setuju Kurang puas
2 Kepuasan dengan bonus dan insentif 2,66 Kurang setuju Kurang puas 3 Kesesuian antara pekerjaan dengan
kemampuan 3,12 Kurang setuju Kurang puas
4
Kesempatan menyelesaikan pekerjaan dengan menggunakan kemampuan karyawan sebaik-baiknya
3,72 Setuju Puas
5 Kebebasan waktu untuk menyelesaikan
pekerjaan 3,78 Setuju Puas
6 Perusahaan memperhatikan aspek K3 3,76 Setuju Puas
7 Kepuasan terhadap kebersihan
lingkungan kerja 3,48 Kurang setuju Kurang puas
8 Kepuasan terhadap fasilitas 3,66 Setuju Puas
9 Tersedianya peralatan kantor untuk
bekerja 3,67 Setuju Puas
10 Hubungan yang erat dengan atasan 3,72 Setuju Puas
11 Hubungan yang erat dengan rekan kerja 3,84 Setuju Puas
12 Atasan memperhatikan ide 3,66 Setuju Puas
13 Kepastian jam kerja 3,84 Setuju Puas
Kepuasan kerja karyawan juga berkaitan erat dengan motivasi yang dimiliki tiap karyawan. Maka variabel selanjutnya yang ditanyakan adalah mengenai motivasi karyawan yang berisi delapan pertanyaan yang terbagi dua, yaitu motivasi ekstrinsik dan motivasi instrinsik yang masing-masing empat pertanyaan. Hasil pengolahan menunjukkan ketidaksetujuan atas persepsi karyawan terhadap variabel motivasi ekstrinsik. Sedangkan motivasi intrinsik secara keseluruhan menunjukkan kesetujuan terhadap variabel motivasi intrinsik.
Karyawan PT X memiliki motivasi yang cukup tinggi didalam dirinya. Motivasi intrinsik yang tinggi ini disebabkan karena karyawan yang sudah memiliki kemampuan terhadap bidang pekerjaan sehingga motivasi karyawan pun tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sebagian besar karyawan PT X mempunyai tingkat motivasi yang tinggi terutama yang berasal dari dalam diri. Berikut Tabel 12 yang menyajikan tingkat motivasi kerja karyawan PT X.
Tabel 12. Tingkat motivasi kerja karyawan PT X
No Pertanyaan Motivasi Rataan
Skor Keterangan
Interpretasi Pelaksanaan Motivasi Ekstrinsik
1 Kepuasan dengan gaji yang diterima
2,64 Kurang setuju
Kurang baik
2 Atasan yang selalu memberikan bimbingan kerja
3,37 Kurang setuju
Kurang baik
3 Pemberian motivasi oleh atasan 3,30 Kurang setuju
Kurang baik
4 Pemberian motivasi oleh rekan kerja
3,48 Kurang setuju
Kurang baik
Motivasi Intrinsik 5 Loyalitas tinggi terhadap
perusahaan
4,16 Setuju Baik
6 Tanggung jawab tinggi terhadap pekerjaan
4,15 Setuju Baik
7 Komitmen tinggi kepada atasan 4,12 Setuju Baik 8 Termotivasi jika mendapat
pengakuan prestasi 3,90 Setuju Baik
Total 3,64 Setuju Baik
Penambahan karyawan baru merupakan sasaran terakhir dari perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Pada 2008 PT X menyediakan 30
jabatan kosong yang siap diisi oleh karyawan baru namun hanya terisi oleh 27 orang saja di jabatan yang berbeda-beda. Maka persentase pencapaian target hanya 90 persen saja. Hal ini mungkin terjadi karena orang-orang yang melamar ke PT X kurang memenuhi persyaratan yang diajukan oleh PT X dan perusahaan tidak ingin menerima resiko memperkerjakan karyawan yang kurang memenuhi kualifikasi karena dikhawatirkan menghambat pertumbuhan organisasi. Jika dikalikan dengan bobot 4 persen yang telah ditetapkan untuk sasaran ini maka didapat skor 360. Total skor perspektif pembelajaran dan pertumbuhan adalah 900 atau mencapai 90 persen dari target. Berikut Tabel 20 yang berisi pengukuran kinerja karyawan dengan BSC.
5.7 Persepsi Karyawan Berdasarkan Karakteristik Terhadap Variabel