• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.1.3 Pengukuran Variabel

Kepercayaan yang dimaksud adalah bagaimana responden dalam hal ini karyawan menilai kepercayaan yang mereka peroleh dari atasan dan bagaimana karyawan merespon kepercayaan itu dalam menjalankan tugasnya untuk mencapai tujuan organisasi. Personel di semua tingkat harus berusaha

keras untuk mengembangkan dan mempertahankan hubungan yang didalamnya kepercayaan, keyakinan, dan kredibilitas didukung oleh pernyataan dan tindakan.

Indikator dari kepercayaan :

- Saling memberikan informasi (terbuka).

Antara atasan dan bawahan saling terbuka dan memberikan informasi guna mengetahui satu sama lainnya sehingga tidak ada ketertutupan.

- Menjalankan pekerjaan sesuai dengan informasi.

Informasi yang didapat, lanjutannya diaplikasikan sesuai apa yang tercantum dalam informasi.

- Penilaian kerja untuk mengukur kepuasan kerja.

Bentuk penilaian adalah suatu kepercayaan dari perusahaan, sehingga bisa saling terbuka akan pengembangan diri.

b. Pengambilan Keputusan Partisipatif

Pengambilan keputusan partisipatif yang dimaksud dalam penelitian ini adalah bagaimana responden dalam hal ini karyawan menilai peran yang mereka peroleh dalam pembuatan keputusan organisasi perusahaan, dimana keputusan-keputusan yang dihasilkan nantinya memiliki pengaruh terhadap kinerja pihak-pihak internal didalamnya terutama karyawan. Para pegawai di semua tingkat dalam organisasi harus diajak berkomunikasi dan berkonsultasi mengenai semua masalah dalam semua wilayah kebijakan organisasi, yang relevan dengan kedudukan mereka. Para pegawai di semua tingkat harus diberi kesempatan berkomunikasi dan berkonsultasi dengan manajemen di

56

atas mereka agar berperan serta dalam pembuatan keputusan dan penentuan tujuan.

Indikator dari pengambilan keputusan partisipatif : - Keputusan berdasarkan mufakat.

Setiap hasil keputusan diambil bersama dan dilaksanakan bersama, tanpa membeda- bedakan antara satu dengan yang lainnya.

- Adanya feedback.

Keputusan yang dibuat, satu sama lain berhak untuk mengemukakan pendapatnya. Tidak ada pihak yang mendominasi.

- Komitmen terhadap hasil kesepakatan.

Bekerja dan menaati aturan sesuai kesepakatan bersama yang telah dibuat. c. Kejujuran

Kejujuran yang dimaksud dalam penelitian ini adalah bagaimana responden dalam hal ini karyawan mampu menyampaikan isi pikiran mereka dan saling berterus terang sehingga tidak ada selisih paham serta tidak ada kebohongan diantara karyawan. Suasana umum yang diliputi kejujuran dan keterusterangan harus mewarnai hubungan-hubungan dalam organisasi, dan para pegawai mampu mengatakan “apa yang ada dalam pikiran mereka” tanpa mengindahkan apakah mereka berbicara kepada teman sejawat, bawahan, atau atasan.

Indikator dari kejujuran : - Keterbukaan.

Setiap keputusan atau wacana yang terjadi harus diutarakan bersama dan diselesaikan bersama.

- Berbagi informasi.

Saling memberikan informasi baik atau buruknya, sehingga saling mengerti kekurangan satu sama lainnya.

- Saling memberikan input.

Memberikan masukan terhadap apa yang kurang atau bagi yang tidak mengerti untuk mencapai hasil yang maksimal.

d. Keterbukaan Dalam Komunikasi ke Bawah.

Keterbukaan dalam komunikasi ke bawah yang dimaksud dalam penelitian ini adalah bagaimana responden dalam hal ini karyawan menilai keterbukaan komunikasi yang mereka peroleh dari atasan dalam menjalankan peran masing-masing. Bentuk komunikasi tersebut dapat diketahui dengan adanya koordinasi atau informasi yang berhubungan langsung dengan tugas mereka secara berkesinambungan. Hal ini karena informasi yang kurang akurat dapat berpengaruh terhadap kualitas pekerjaan yang dihasilkan. Kecuali untuk keperluan informasi yang berhubungan langsung dengan tugas mereka saat itu, yang mempengaruhi kemampuan mereka dengan orang-orang atau bagian-bagian lainnya, dan yang berhubungan luas dengan perusahaan, organisasinya, para pemimpin, dan rencana-rencana.

58

Indikator dari keterbukaan dalam komunikasi ke bawah : - Memberikan masukan.

Memberikan informasi yang berguna bagi karyawan dalam pengembangan pekerjaan dalam perusahaan.

- Memberikan feedback atau jawaban kepada bawahan.

Masukan dari bawahan yang diterima oleh atasan, atasan akan menjawabnya agar terjalin komunikasi yang balance.

- Berbagi informasi.

Informasi yang bersifat tertutup dan rapat tertutup, semua harus mendapatkan informasi tersebut, agar tidak terjadi permasalahan.

e. Mendengarkan Dalam Komunikasi ke Atas.

Mendengarkan dalam komunikasi ke atas yang dimaksud dalam penelitian ini adalah sejauh mana responden dalam hal ini karyawan merasa input yang mereka berikan kepada atasan dinilai cukup penting bagi pimpinan atau atasan. Dalam hal ini karyawan memiliki asumsi keberadaan mereka di perusahaan tidak sekedar sebagai seorang karyawan, tetapi lebih bersifat partner kerja yang sama-sama memiliki peran dalam memberikan kontribusi positif bagi tercapainya organisasi perusahaan. Personel di setiap tingkat dalam organisasi harus mendengarkan saran-saran atau laporan-laporan masalah yang dikemukakan personel di setiap tingkat bawahan dalam organisasi, secara berkesinambungan dan dengan pikiran terbuka. Informasi dari bawahan harus dipandang cukup penting untuk dilaksanakan kecuali ada petunjuk yang berlawanan.

Indikator dari mendengarkan dalam komunikasi ke atas : - Menerima informasi.

Informasi yang didapat dipahami dan dijalankan sesuai informasi yang diterima.

- Feedback (timbal balik).

Masukan dari atasan, harus dijalankan oleh bawahan sebagai bentuk layanan terhadap perusahaan.

- Menjalankan sistem atau aturan.

Menjalankan tugas pokok kewajiban dari perusahaan sebagai rasa tanggung jawab terhadap perusahaan.

f. Perhatian Pada Tujuan Berkinerja Tinggi.

Perhatian pada tujuan berkinerja tinggi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah sejauh mana responden dalam hal ini karyawan menunjukkan komitmen mereka untuk berproduksi tinggi, bekerja dengan kualitas tinggi tetapi dengan biaya rendah yang merupakan bagian dari tujuan yang in gin dicapai pihak-pihak internal dalam hal ini karyawan. Tentunya untuk itu perusahaan juga memberikan perhatian seperti peningkatan kesejahteraan karyawan.

Indikator dari perhatian pada tujuan berkinerja tinggi : - Komitmen pada aturan.

Selalu mengikuti akan perkembangan aturan perusahaan tanpa melihat ruang dan waktu.

60

- Taat pada sistem.

Menjalankan sistem, kalau baik akan mendapatkan hak dan kewajibannya akan reward dan punishment.

- Loyalitas dan kredibilitas tinggi.

Bekerja sungguh sungguh tanpa ada rasa tekanan, sehingga tidak merasa ada beban. Hal tersebut dilakukan demi perusahaan sesuai kewajibannya dan karyawan tidak menuntut sesuatu dari perusahaan.

3.2 Populasi, Sampel dan Teknik Penarikan Sampel.

Dokumen terkait