BAB III METODE PENELITIAN
D. Pengukuran Variabel Penelitian
1. Pengukuran Variabel
Setiap variabel yang akan dianalisis perlu diukur dengan cara pengukuran masing – masing. Oleh karena itu, pengukuran variabel yang peneliti lakukan adalah
a. Variabel bimbingan guru, motivasi belajar, dukungan teman, dan sarana belajar.
Variabel bimbingan guru, motivasi belajar, dukungan teman, dan sarana belajar diukur dengan menggunakan skala likert. Skala likert merupakan skala yang dapat digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang tentang suatu obyek atau fenomena tertentu (Siregar 2010: 138). Skor yang digunakan untuk menilai pernyataan – pernyataan tersebut adalah
Tabel III. 1
Penskoran Skala Likert
Pertanyaan Positif Pertanyaan Negatif
STS Skor 1 STS Skor 5
TS Skor 2 TS Skor 4
RR Skor 3 RR Skor 3
S Skor 4 S Skor 2
SS Skor 5 SS Skor 1
b. Variabel prestasi belajar siswa.
Pengukuran variabel prestasi belajar siswa berdasarkan skor ulangan harian akuntansi siswa kelas XI IPS semester 1.
2. Penentuan Kecenderungan Variabel
Penentuan kecenderungan semua variabel (bimbingan guru, motivasi belajar, dukungan teman, sarana belajar, prestasi belajar) dinilai dengan penilaian acuan patokan (PAP) tipe II. Peneliti menggunakan Penilaian Acuan Patokan II (PAP II) karena peneliti melihat dari kondisi sekolah, apa yang dilakukan guru di kelas, dan kondisi siswi. Kondisi sekolah SMA Stella Duce 1 Yogyakarta baik dan memadai. Akan tetapi, masih ada laboratorium IPS yang tidak lengkap karena kurangnya sarana atau media pembelajaran yang tersedia disana. Sedangkan tidak semua guru di SMA Stella Duce 1 Yogyakarta menggunakan metode pembelajaran kreatif. Selain itu, kondisi ruang kelas di SMA Stella Duce 1 tidak terlalu luas sehingga sulit menerapkan metode pembelajaran yang membutuhkan ruang yang luas. Sedangkan jika dilihat dari kondisi siswi, tidak semua siswi
SMA Stella Duce Yogyakarta aktif ketika kegiatan pembelajaran berlangsung. Adapun pedoman PAP II adalah sebagai berikut (Masidjo 1995: 157):
Tabel III. 2
Penilaian Acuan Patokan (PAP) Tipe II Tingkat Penguasaan Kompetensi Kategori Kecenderungan Variabel 81% - 100% Sangat Tinggi 66% - 80% Tinggi 56% - 65% Cukup 46% - 55% Rendah < 46% Sangat Rendah
3. Definisi Operasionalisasi Variabel dan Kisi-Kisi
Agar penelitian terarah, maka akan dikemukakan beberapa definisi operasional variabel sebagai berikut:
a. Bimbingan Guru
1) Definisi Bimbingan Guru
Menurut Winkel (2004: 27), bimbingan adalah (1) memberikan informasi, yaitu menyajikan pengetahuan yang dapat digunakan untuk mengambil suatu keputusan, atau memberitahukan sesuatu sambil memberikan nasihat, (2) bimbingan adalah mengarahkan, yaitu menuntun ke suatu tujuan.
2) Kisi-Kisi Bimbingan Guru
Untuk mengukur variabel bimbingan guru, peneliti menggunakan kuesioner dengan lima alternatif jawaban, yaitu SS (Sangat Setuju), S (Setuju), RR (Ragu-Ragu), TS (Tidak Setuju), STS (Sangat Tidak Setuju). Skor jawaban dari lima alternatif jawaban tersebut bergerak dari skor tertinggi ke skor terendah. Untuk pernyataan yang menghendaki jawaban positif diberi skor 5, 4, 3, 2, 1 dan untuk pernyataan negatif diberi skor 1, 2, 3, 4, 5.
Tabel III. 3
Kisi-Kisi Kuesioner Bimbingan Guru
Indikator Pertanyaan
Positif
Pertanyaan Negatif
1. Guru menyampaikan
pelajaran dengan baik. 2. Perhatian guru terhadap
siswa.
3. Guru memberikan arahan kepada siswa.
4. Kerelaan guru
menyediakan waktu untuk membimbing siswa. 1, 2, 3 5, 6, 7 10 12 4 8, 9 11
b. Motivasi Belajar Siswa
1) Definisi Motivasi Belajar siswa
Menurut Sardiman A.M (2008: 75), mendefinisikan motivasi dalam kegiatan belajar dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang
menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin
kelangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subyek belajar itu dapat tercapai. Dikatakan keseluruhan, karena pada umumnya ada beberapa motif yang bersama – sama menggerakkan siswa untuk belajar. Motivasi belajar adalah merupakan faktor psikis yang bersifat non – intelektual. Peranannya yang khas adalah dalam hal penumbuhan gairah, merasa senang dan semangat untuk belajar. Siswa yang memiliki motivasi kuat, akan mempunyai banyak energi untuk melakukan kegiatan belajar.
2) Kisi-Kisi Motivasi Belajar Siswa
Untuk mengukur variabel motivasi Belajar Siswa, peneliti menggunakan kuesioner dengan lima alternatif jawaban, yaitu SS (Sangat Setuju), S (Setuju), RR (Ragu-Ragu), TS (Tidak Setuju), STS (Sangat Tidak Setuju). Skor jawaban dari lima alternatif jawaban tersebut
bergerak dari skor tertinggi ke skor terendah. Untuk pernyataan yang menghendaki jawaban positif diberi skor 5, 4, 3, 2, 1 dan untuk pernyataan negatif diberi skor 1, 2, 3, 4, 5.
Tabel III. 4
Kisi-Kisi Kuesioner Motivasi Belajar siswa
Indikator Pertanyaan
Positif
Pertanyaan Negatif
1. Kemauan untuk belajar dan mengikuti pelajaran.
2. Keinginan untuk menguasai materi pelajaran.
3. Ketekunan dalam menyelesaikan tugas. 4. Usaha untuk meningkatkan
prestasi. 1 4, 5, 6, 7, 8 11 13 2, 3 9, 10 12 14 c. Dukungan Teman
1) Definisi Dukungan Teman
Menurut Vembriarto (1993: 54), kelompok sebaya adalah kelompok yang terdiri atas sejumlah individu yang sama, dalam hal usia, status atau posisi sosial. Melalui kelompok sebaya itu, anak belajar bagaimana menjadi
manusia yang baik sesuai dengan gambaran dan cita – cita masyarakatnya, tentang kejujuran, keadilan, kerja sama, dan tanggung jawab (Vembriarto 1993: 61).
2) Kisi-Kisi Dukungan Teman
Untuk mengukur variabel dukungan teman, peneliti menggunakan kuesioner dengan lima alternatif jawaban, yaitu SS (Sangat Setuju), S (Setuju), RR (Ragu-Ragu), TS (Tidak Setuju), STS (Sangat Tidak Setuju). Skor jawaban dari empat alternatif jawaban tersebut bergerak dari skor tertinggi ke skor terendah. Untuk pernyataan yang menghendaki jawaban positif diberi skor 5, 4, 3, 2, 1 dan untuk pernyataan negatif diberi skor 1, 2, 3, 4, 5.
Tabel III. 5
Kisi-Kisi Kuesioner Dukungan Teman
Indikator Pertanyaan
Positif
Pertanyaan Negatif
1. Kejujuran siswa dalam kegiatan pembelajaran. 2. Keadilan siswa pada setiap
teman.
3. Kerja sama antar siswa. 4. Tanggung Jawab siswa
ketika belajar. 1, 2 6, 7, 8 11 3, 4 5 9, 10 12
d. Sarana Belajar
1) Definisi Sarana Belajar
Menurut Roestiyah (1982: 67), sarana belajar atau media pendidikan adalah alat, metode, dan teknik yang dipergunakan dalam rangka meningkatkan efektivitas komunikasi dan interaksi edukatif antara guru dan siswa di dalam maupun di luar kelas.
2) Kisi-Kisi Sarana Belajar
Untuk mengukur variabel sarana belajar, peneliti menggunakan kuesioner dengan lima alternatif jawaban, yaitu SS (Sangat Setuju), S (Setuju), RR (Ragu-Ragu), TS (Tidak Setuju), STS (Sangat Tidak Setuju). Skor jawaban dari lima alternatif jawaban tersebut bergerak dari skor tertinggi ke skor terendah. Untuk pernyataan yang menghendaki jawaban positif diberi skor 5, 4, 3, 2, 1 dan untuk pernyataan negatif diberi skor 1, 2, 3, 4, 5
Tabel III. 6
Kisi-Kisi Kuesioner Sarana Belajar
Indikator Pertanyaan
Positif
Pertanyaan Negatif
1. Alat pelajaran yang memadai.
2. Alat peraga yang
mempermudah pemberian pengertian pada siswa. 3. Media pendidikan yang
tepat dalam interaksi belajar mengajar. 1, 2, 3 6, 7, 8 10, 11, 12 4, 5 9 13, 14